
Selesai di make up dan juga rambutnya di tata, Rana dan Vitto harus mengambil beberapa foto sebelum mereka kembali ke venue untuk menemui keluarga dan kerabat dekat mereka. Kemudian akan makan siang bersama. Setelah itu, Vitto dan Rana akan langsung menuju villa untuk bersiap dengan acara nanti sore hingga malam.
Rana terlihat cantik dan anggun dengan gaun berwarna merah muda dengan bordir bunga-bunga yang membuatnya semakin manis dan rambut yang di sanggul. Vitto juga sangat tampan dengan kemeja berwarna putih, celana dan dasi kupu-kupu berwarna hitam, membuatnya semakin gagah. Kebahagiaan terlihat sekali di wajah kedua nya. Vitto juga tidak berhenti memuji kecantikan istrinya. Sekarang dia bisa bebas melakukan apapun dengan Rana tanpa harus mengkhawatirkan sesuatu.
Vitto juga tidak sabar untuk pergi berbulan madu dengan Rana. Membayangkan villa yang akan di tinggalin nya dengan Rana saat di maldives sangatlah menyenangkan. Dia bisa menghabiskan waktu bersama Rana selama berminggu-minggu tanpa harus di pusingkan dengan pekerjaan. Waktu itu harus di manfaatkan dengan baik, sebelum nantinya pulang dan mulai bekerja lagi. Schedule Vitto sudah mulai mengantri. Selain itu ada juga persiapan pembukaan bakery milik Rana. Sehingga setelah berbulan madu, mereka akan kembali bekerja. Rana juga sudah tidak sabar kembali turun ke dapur membuat berbagai kue untuk mengisi etalase bakery miliknya yang sudah berbulan-bulan tutup setelah habis terbakar dan hanya menyusahkan kerangka saja. Tetapi semua akan di mulai kembali dari awal, dan Rana sangat bahagia dengan hal itu. Vitto yang melihatnya juga ikut senang.
"Oke... Are you ready guys???" Tanya Edward pada Rana dan Vitto yang sudah selesai make yo dan ganti baju. Edward tersenyum kepada pengantin baru itu sambil memegang kamera nya untuk mengabadikan moment luar biasa ini bagi Vitto dan Rana.
"Yupz...! Kita akan mulai dari mana Ed???" Tanya Vitto balik.
"I think...???? In here...!"
"Disini??? Di kamar ini???" Tanya Rana.
"Ya...!" Edward tersenyum, kemudian menjelaskan foto seperti apa yang ingin di ambilnya. Dimana Edward ingin Vitto dan Rana duduk di atas tempat tidur dan berciuman, sedangkan dia akan mengambil gambar mereka di luar kamar, seolah sedang mengintip Vitto dan Rana. "Bagaimana??? Setuju tidak???" Tanya Edward.
"Tentu saja, itu ide bagus...!" Jawab Vitto.
Edward mulai mengatur posisi Rana dan Vitto. Dan anak buah Edward menyiapkan beberapa pencahayaan agar foto terlihat bagus. Setelah siap, Edward mulai melakukan tugasnya untuk mengambil foto Rana dan juga Vitto. Setelah dari kamar, Edward mengajak Rana dan Vitto ke beberapa tempat yang ada di hotel yang Edward rasa itu sangat bagus untuk mengabadikan moment kebersamaan mereka. Setelah acara pengambilan foto selesai nanti, Rana dan Vitto menuju venue untuk acara bersama keluarga.
__ADS_1
★★★
Akhirnya acara dengan keluarga pun selesai, makan siang bersama juga selesai. Vitto dan Rana bersiap untuk ke villa milik Aditya, tempat dimana resepsi pernikahan mereka sore nanti di adakan. Selain itu, Villa juga akan di tinggalin oleh Vitto dan Rana selama 3 hari sebelum mereka pergi untuk honeymoon ke Maldives. Sehingga Villa itu akan jadi tempat honeymoon pertama mereka, Maldives yang kedua dan tempat yang ketiga adalah Swiss.
__ADS_1
Karena jarak antara hotel dan tempat acara tidak terlalu jauh dan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja untuk sampai. Vitto turun lebih dulu, dan membuka kan pintu untuk Rana keluar dari mobil. Dengan romantis, Vitto mengulurkan tangannya membantu Rana. Mereka kemudian masuk dengan bergandengan. Mereka di sambut beberapa orang yang ada di villa itu, dan di antar ke kamar yang sudah di siapkan. Acara masih beberapa jam lagi, jadi Vitto dan Rana akan memilih untuk beristirahat sebentar, sebelum nanti mulai di make up lagi, berganti pakaian dan menemui para tamu undangan yang hadir.
"Ini kamar untuk tuan Vitto dan nona Rana beristirahat dan juga make up nanti, sedangkan kamar utama atau kamar pengantinnya ada di kamar belakang, sudah di hias dengan baik, jadi nanti bisa di gunakan. Untuk sekarang bisa menggunakan kamar ini dulu, begitu yang di pesan kan pak Aditya dan Ibu Cahya kepada saya...!" Ucap seorang petugas yang mengantar Vitto dan Rana.
Mendengar itu, Vitto terkekeh. "Astaga... Adit, ada ada saja, padahal tidak ada bedanya juga kamar pengantin di gunakan sekarang, toh sama saja... Kenapa harus memakai kamar lain..?"
Petugas itu tersenyum. "Mungkin agar kamarnya tidak berantakan sebelum anda berdua gunakan beristirahat nanti, itulah kenapa pak Aditya menyiapkan dia kamar... Baiklah saya permisi dulu, silakan beristirahat...!"
"Oke... Terima kasih...!"
"Sama-sama Pak... Saya permisi...!" Petugas keluar dari kamar dan menutup pintu.
Vitto melepaskan jas nya dan melemparnya ke sofa. Rana duduk di atas tempat tidur dan melepaskan sepatu nya. Lelah sekali rasanya sejak pagi bersiap untuk acara pernikahannya, tetapi Rana bersyukur karena semua berjalan dengan lancar. Vitto juga lancar mengucapkan ijab kabul.
Rana melempar senyumnya pada Vitto yang sedang sibuk melonggarkan kemeja yang di pakainya. Lelaki itu selalu terlihat tampan setiap saat. Dan Vitto sudah menjadi suaminya. Ini awal yang baru lagi untuk Rana, dia akan menjalani kehidupan nya sebagai seorang istri untuk kedua kali nya. Yang pertama adalah pernikahan yang begitu menyesakkan dada, impiannya mengabdi sebagai seorang istri pun pupus ketika menyadari bahwa dia telah di tipu oleh laki-laki yang dulu di cintainya. Lelaki itu ternyata berpura-pura mencintainya sebelum pernikahan dan langsung mencampakkan nya setelah menikah. Selain itu, Vino juga melakukan berbagai hal yang melukai hati Rana bahkan masih menyusahkan trauma sampai saat ini. Sekarang Rana sudah benar-benar menemukan kebahagiaannya bersama Vitto dan lelaki ini begitu mencintainya, mau menerima segala kekurangannya, dan selalu membahagiakannya. Rana berharap pernikahannya kali ini menjadi yang terakhir, dan jangan sampai ada yang berusaha untuk merusak kebahagiaan mereka saat ini. Rana ingin sekali bahagia bersama orang yang sangat di cintainya.
****
"Taksi...!!" Teriak Vino memanggil taksi yang berada tidak jauh darinya. Vino saat ini sedang ada di airport, dia baru saja mendarat. Vino akhirnya memutuskan untuk menghadiri pesta pernikahan Vitto dan Rana malam ini, ingin melihat sejauh apa kebahagiaan orang-orang yang sudah mengkhianati nya selama ini.
__ADS_1