Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 318


__ADS_3

Malam harinya....


Vino pulang saat hari sudah gelap. Meetingnya dari siang hingga malam dan dia juga pergi ke toko mainan untuk membelikan Naufal mainan seperti janji nya tadi pagi. Ya walaupun tidak sesuai keinginan dari Naufal karena memang untuk mencarinya sangat sulit, Vino pun membelikan mainan yang lainnya. Dan dia mendapatkan beberapa action figure dari anime yang di sukai Naufal itu meskipun bukan karakter yang di inginkan Naufal. Dan harga nya juga cukup mahal untuk sebuah action figure karena memang cukup langka, tetapi Vino tidak mempermasalahkannya, setidaknya Naufal bisa merasa senang dengan pemberiannya.


Vino masuk ke kamarnya, dan mendapati Arindah sedang duduk menatap laptopnya sementara Naufal berasal di atas tempat tidur dan sedang bermain mobil-mobilan. Melihat Vino datang, Arindah berdiri dan menghampiri suami nya itu. "Kau baru pulang??? Aku akan membuatkan mu minum dan menyiapkan makan malam untukmu, tadi Aku lapar sekali dan tidak enak jika membiarkan Papa makan malam sendiri, jadi Aku makan malam bersama Papa dan Naufal... Maaf ya???"


Vino tersenyum. "Tidak apa... Jangan sampai kau terlambat makan karena menungguku, lagipula aku juga sudah makan malam dengan klien tadi, kau buatkan saja aku jus.. Aku sedang menginginkannya..."


"Kau mau jus apa???" Tanya Arindah.


"Apa saja, terserah...."


Arindah tersenyum. "Baiklah... Tunggu sebentar Aku akan membuatkannya, sekaligus membuatkan Naufal susu agar dia bisa segera tidur, dan kau lebih baik bersih-bersih dulu..."


Vino mengangguk. "Oke baiklah... " Gumamnya sambil mengusap kepala Arindah. Perempuan itu pun pergi keluar kamar. Vino menatap kepergian istrinya dalam senyum. Seperti kata Vitto, dia harus menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi akibat ulah Angel, agar Arindah juga tidak tersiksa dengan ketakutannya. Mungkin nanti dia harus berbicara dari hati ke hati sehingga Arindah bisa berhenti berpikir buruk tentang hubungan ini.


Vinoendekat ke arah Naufal yang duduk anteng dan sedang bermain. "Hai anak Papa yang ganteng... Kau sedang bermain apa???" Tanya Vino sambil melepas jas nya dan juga melepaskan kancing lengan kemeja nya.


"Balapan mobil... " Jawab Naufal.


"Wah... Papa boleh ikut???" Tanya Vino dan Naufal mengangguk. "Ngomong-ngomong, Papa punya hadiah untuk Naufal, seperti janji Papa tadi pagi... Ini untuk Naufal.. " Vino menyodorkan 2 paper bag besar berwarna hijau pada Naufal, dan meminta bocah itu membuka nya.


Naufal terlihat bersemangat membuka nya, dan mendapati ada banyak sekali mainan. Ada dua kotak besar berisi satu set action figure, sisanya adalah kotak berisi miniatur mobil juga kereta. Vino membantu Naufal mengambil dua kotak besar itu, yang satu nya berisi 5 action figure bertema basket, dimana kelima nya memakai seragam basket dan membawa bola basket.


"Ini nama Animasi nya adalah Slam Dunk, dulu Papa sangat menyukai nya, karena semua nya jago-jago bermain basket... Nah yg satu nya adalah kesukaan Naufal, Yu Yu Hakusho, tetapi Papa minta maaf karena Papa tidak mendapatkan yang bentuknya Koenma, hanya ada Yusuke, Kuwabara, Kurama dan Hiei saja, tapi yang ini versi mereka merubah dirinya, bukan yang penampilan biasa nya, lihat ini, Kurama nya bukan pakai senjata mawar tapi jadi Serigala yaitu Yoko Kurama... Berbeda kan??? Tapi tidak apa-apa kan tidak ada Koenma???" Tanya Vino sambil membuka kotak mainan itu.


"Wah iya, Hiei juga punya seligala di tangannya... Tidak apa-apa, aku suka..."


Vino tersenyum. "Syukurlah Naufal menyukai nya. tapi Papa janji, nanti Naufal akan dapatkan Koenma serta yang lainnya, ada Botan dan Nenek Genkai ... Papa sudah menyuruh toko mainannya agar mencarikan semua yang berhubungan dengan Yu Yu Hakusho, dan mereka akan menjualnya pada Papa, dan nanti Papa akan memberikannya pada Naufal.... Tapi Naufal harus menunggu.. Oke???" Vino mengangkat telapak tangannya mengajak Naufal untuk Tos.

__ADS_1


"Oke... " Jawab Naufal dan membalas ajakan tos dari Vino.


"Ya sudah, sekarang Naufal main, Papa harus mandi karena bau keringat, jangan keluar kamar karena Mama sedang di dapur membuat jus, duduk diam disini, Mama akan segera kembali..."


"Ya... " Jawab Naufal sambil membongkar semua mainan yang tadi di beli oleh Vino untuknya dan Naufal juga terlihat menguap menandakan bahwa bocah itu sudah mengantuk tetapi terlalu excited dengan mainannya.


Vino meninggalkan Naufal untuk mandi, dan dia harus mandi dengan cepat agar dia nanti bisa langsung berbicara dengan Arindah dan Arindah tidak lagi meninggalkannya tidur lebih dulu seperti semalam. Mengingat ini juga sudah jam setengah sembilan.


*****


Kurang dari 3 menit, Vino sudah selesai mandi dan bergegas dia memakai pakaian lalu kembali ke kamarnya. Alangkah terkejutnya dia ketika mendapati Naufal ternyata sudah tidur sambil memeluk beberapa mainannya. Vino tersenyum menghampiri nya. Lalu membetulkan posisi Naufal agar nyaman saat tidur, setelah itu Vino membereskan semua mainan Naufal memasukkannya kedalam paper bag yang tadi di gunakan membungkus mainan.


Setelah membereskan itu, Vino membawa nya ke pojokam kamarnya dimana disana dia sudah mengubahnya menjadi tempat meletakkan mainan milik Naufal. Arindah masuk kekamar membawa nampan berisi satu gelas jus dan juga ada botol susuk untuk Naufal. Tetapi ternyata, Naufal sudah tidur padahal belum meminum susu nya. Arindah meletakkannya di atas meja yang ada di samping tpat tidur. Dan dia berbalik badan untuk ke dapur lagi membersihkan juicer yang tadi baru saja dia gunakan membuat jus untuk Vino, dia belum sempat membersihkannya karena ingin mengantar minuman itu lebih dulu.


"Dia baru saja tidur... " Ucap Vino bersamaan dengan Arindah berbalik badan, Arindah terlonjak karena terkejut ada Vino di belakangnya. Vino pun langsung menangkap Arindah dan tersenyum. "Kok kaget????" tanya Vino.


Arindah menghela napasnya. "Kau yang mengagetkanku dan tiba-tiba muncul si belakang... Kau sudah selesai mandi???"


"Cepat sekali??? Biasanya kau butuh waktu lama..."


"Aku hanya ingin menghilangkan keringatku setelah seharian bekerja, juga ingin segera melihat istriku... " Vino mendekap Arindah.


Arindah pun berusaha untuk melepaskan Vino. Tidak sekarang dan dia tidak sedang dalam keadaan siap. "Aku harus membersihkan mesin juicernya, Aku harus ke dapur sekarang... "


"Besok pelayanan akan membersihkannya, sudah malam, waktu nya istirahat..."


"Tapi nanti dinkerubuti semut..." Ucap Arindah sambil terus berusaha melepaskan diri dari Vino.


"Tidak akan ada semut... Kau kenapa??? Sejak kemarin berbeda dari biasanya??? Apa Aku melakukan kesalahan padamu??? Sehingga kau sepertinya selalu mengjindariku??? Jika ada sesuatu harusnya kau bicarakan denganku, bukan terus berusaha menghindariku... Kau kenapa???" Tanya Vino.

__ADS_1


"Tidak... Aku tidak menghindarimu, tadi Aku bilang Aku harus kembali ke dapur untuk membereskannya.."


"Jangan berbohong....!" Vino tiba-tiba saja langsung mengangkat tubuh Arindah dan membawa nya naik ke tempat tidur. Arindah dalam posisi duduk dan Vino juga ikut duduk di sebelah nya sambil menyandarkan punggung mereka di ranjang. Vino meraih kemarin Arindah dan menyisipkan rambut istrinya itu ke belakang telinga sambil tersenyum menatapnya. "Kenapa??? Ada apa??? Apa ada yang mengganggu pikiranmu???" Tanya Vino lagi dengan suara melembut. Tetapi lagi-lagi Arindah menggelengkan kepala nya.


"Sesuatu jangan di pendam sendirian, bukankah suami istri itu harus berbagi dalam segala hal??? Bagaimana Aku bisa tahu kesalahanku jika kau tidak mengatakannya... Apa saja yang tidak kau sukai dariku, kau harus mengatakannya dan memberitahu ku sehingga Aku bisa merubahnya atau Aku bisa menghindar untuk tidak melakukannya di depanmu..." Vino kembali memeluk Arindah dan kepala perempuan itu bersandar di dada nya.


"Apa kau bersikap seperti ini karena sidang kemarin??? Apa kau memikirkan ucapan Angel???" Tanya Vino lagi, Arindah masih memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan nya. "Kalau kau diam, berarti tebakanku benar jika ini adalah masalah di sidang kemarin, kau pasti terpengaruh dengan ucapan Angel???? Iya kan???"


Vino semakin mempererat pelukannya pada Arindah, mengusap lembut bahu perempuan itu. Vino kemudian berbicara panjang lebar menjelaskan kepada istrinya agar tidak dan jangan pernah terpengaruh dengan ucapan Angel. Karena Angel adalah manusia paling licik dan selalu berhasil untuk mengintimidasi lawannya. Angel mengataln hal itu hanya untuk menarik simpati nya tetapi Vino sama sekali tidak lagi merasa tertarik dengan apapun yang di katakan oleh Angel saat ini dan selama nya. Karena dia sudah sadar bahwa seluruh hal buruk yang terjadi di hidupnya sebelumnya adalah pengaruh dari Angel dan perempuan itu sudah merusak banyak hal untulmya sendiri dan juga keluarga nya. Sehingga Vino tidak akan pernah lagi mau mempercayai Angel, jangankan untuk mencintai nya lagi, percaya saja sudah tidak akan lagi Vino lakukan.


"Dan kau hanya memanfaatkanku saja saat ini???" Arindah akhirnya mengeluarkan suara nya.


Vino melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Arindah. "Memanfaatkanmu??? Tentu saja tidak.... Kenapa bisa kau masih berpikir seperti itu???"


"Kau bersikap mesra kepadaku di depan Angel, kau sengaja kan melakukannya dan itu membuktikan jika kau memang hanya memanfaatkanku..."


"Apa kau yakin aku hanya bersikap romantis di depan Angel saja??? Bukankah aku selalu bersikap romantis juga saat kita sedang bercinta, saat di depan Papa dan kemarin juga saat di depan Vitto dan Rana??? Aku sedang berusaha untuk membangun hubungan yang baik denganmu, menempatkan diriku sebagai suami yang baik untukmu, dan Ingatlah kita baru tiga hari menikah, masih banyak waktu yang bisa kita habiskan untuk saling bersikap romantis, dan aku janji mulai sekarang akan terus bersikap romantis padamu dimana pun itu, jika hal itu yang kau inginkan... Supaya kau tidak meragukan ketulusanku menjadikanmu sebagai istriku..." Ujar Vino.


"Aku tidak tahu... Aku hanya takut saja... Aku tidak mau lagi pernikahanku hancur untuk kesekian kalinya.... " Arindah mulai terisak.


Vino menatap istrinya. "Kau masih meragukanku??? Aku benar-benar ingin merubah hidupku dan menjadi seorang laki-laki yang bertanggung jawab untuk keluargaku, terutama untuk istriku yang sudah berani mengambil keputusan besar untuk menerima tawaran ku untuk menikahinya... Masalaluku begitu buruk dan saat kita bertemu lagi setelah sekian lama lalu Aku mengajakmu menikah, Aku sudah meyakinkan diriku untuk benar-benar menjadi lebih baik, menanggalkan segala kebodohanku sebelumnya, dan akan berusaha untuk mencintaimu sebaik mungkin... Sikap penyayang dan Kelembutanmu sudah membuatku sadar bahwa Aku akan benar-benar bisa mencintaimu... Please pecayalah padaku... Aku tidak pernah memiliki niat memanfaatmu..."


"Aku hanya takut Vin... Entah kenapa ucapan Angel kemarin dan bagaimana dia merangkai kata-kata untukmu dan membacakannya di depan semua orang, membuatku merasa insecure, terlihat dia begitu sangat mengharapkanmu lagi."


"Aku susah mengatakannya kemarin bahwa Aku meminta nya untuk berhenti playing victim, karena hal itu sejak awal sudah di lakukannya tetapi Aku tidak akan pernah lagi menaruh kepercayaanku padanya... Susah cukup dia mempermainkanku selama ini... "


"Kau sendiri tidak akan pernah mengecewakan kepercayaanku kan??? Aku sudah meletakkan segala nya dan menerimamu karena Aku ingin Aku juga melupakan segala masalaluku dan memulai hidup baru dengan orang yang benar-benar tulus menerimaku..." Gumam Arindah.


"Tidak akan pernah aku mengecewakanmu... Kau adalah perempuan yang istimewa untukku, dan kita akan menjalani rumah tangga kita dengan sebaik mungkin bersama Anak-anak kita.... Sekarang bukan lagi waktu nya untuk bermain-main.. Dan Aku juga mohon kepadamu agar jangan pernah mempercayai apapun yang keluar dari mulut Angel, dia manusia yang tidak memiliki otak, Dan selalu mempermainkan orang.... Aku minta maaf jika sikapku sudah membuatmu sedih.. Tetapi ingatlah jika semisal ada sesuatu yang mengganjal di hatimu tentangku, langsung saja katakan agar Aku bisa mengambil sikap, Dan jangan memendamnya sendiri, yang ada kau justru semakin tersiksa dengan pemikiran burukmu..." Vino kembali mendekap Arindah dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Aku yang seharusnya minta maaf karena sikapku yang seperti anak kecil, kau pasti menertawakannya diam-diam... " Arindah membalas pelukan Vino. Arindah menyadari bahwa seharusnya hal seperti inilah yang harus di lakukan suami istri ketika menyelesaikan sebuah masalah, berbicara dari hati ke hati Dan tidak menggunakan emosi yang hanya akan semakin memperburuk keadaan.


__ADS_2