
Sore harinya....
Rana mengetuk pelan pintu kamar Vitto, tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Rana tersenyum dan membuka pelan pintu kamar lelaki itu, di dapati Vitto masih tidur dengan begitu nyenyak nya. Setelah mengobrol tadi, Vitto berkali-kali menguap menandakan bahwa lelaki itu sepertinya sangat mengantuk sekali. Rana tahu Vitto pasti tidak bisa beristirahat dengan nyaman ketika bekerja kemarin mengingat dia harus tidur di tengah hutan dan hawa nya pasti sangat dingin sekali. Mengetahui Vitto mengantuk dan sepertinya lelah, Rana menyuruh laki-laki itu agar tidur. Jadilah sampai sekarang Vitto tidur dan belum juga bangun. Rana tidak tega membangunkannya dan akan membiarkan lelaki yang sangat di cintainya itu tidur, jika sampai senja belum bangun, baru dia akan membangunkannya.
Rana membongkar tas Vitto untuk mengambil pakaian Vitto yang ada di dalam. Pakaian itu pasti kotor dan harus di cuci. Satu persatu Rana mengeluarkan pakaian serta sepatu milik Vitto, semua terlihat kotor dan juga ada tanah liat yang menempel. Rana hanya bisa melempar senyumnya, dia tahu Vitto pasti sangat menyukai hal yang kemarin dia lakukan mengingat sudah cukup lama Vitto tidak mendaki gunung, dan Vitto lebih banyak di rumah serta bekerja di kantor.
Sebuah ketukan pintu membuat Rana teralihkan. Dia melihat asisten rumah tangga nya berdiri disana. "Maaf non Rana, di bawah ada Bu Cahya, bu Elea serta bu Chitra dan anak-anaknya, sedang menunggu anda di ruang tamu...!"
"Cahya, Elea dan Chitra??? Wah kebetulan sekali mereka datang, aku akan turun menemui mereka, oh iya Bi, tolong semua pakaian ini di cuci ya? Kotor sekali soalnya...! Dan buatkan juga minuman untuk mereka serta sajikan camilan dan suusu untuk anak-anak.."
"Baik Non..."
Rana membeeikan pakaian kotor Vitto dan dia lekas untuk turun menemui Cahya, Elea serta Chitra dan anak-anak mereka.
"Hai girls.....!!" Sapa Rana sambil menuruni tangga.
"Hai Ran.... Lagi istirahat ya???" Tanya Cahya.
"Tidak... Aku sedang membongkar tas Vitto, siang tadi dia baru pulang dari gunung dan pakaiannya sangat kotor...!" Rana menghampiri ketiga sahabatnya itu, cipika cipiki dengan mereka.
"Vitto sudah pulang???" Tanya Cahya lagi.
"Iya, siang tadi dan dia sekarang masih tidur...!"
"Ohh syukurlah dia sudah pulang...!"
"Kalian kesini kenapa tidak memberitahu ku???" Protes Rana sambil mencium pipi Louis yang ada di gendongan Chitra.
"Chitra ingin kesini menjengukmu, padahal aku bilang kau sudah sembuh...!"
"Sorry ya Ran... Aku baru bisa datang setelah sekian lama, aku baru kembali dari luar kota karena Randy ada pekerjaan disana selama satu bulan...!" Ujar Chitra dengan sedih.
Rana tersenyum. "Ya ampun Chit, aku sudah tidak apa-apa, kau mendoakanku dan menghubungiku kemarin saja sudah cukup dan lihatlah aku sudah sehat sekarang...!"
__ADS_1
"Tetap saja aku merasa tidak enak jika tidak langsung menemuimu...!"
"Kau ini Chit... Duduk yuk....!" Ucap Rana dan mempersilahkan para sahabatnya duduk kembali.
"Onty... Onty... Mana mainannya???" Langkah kecil Kyra menghampiri Rana.
Rana tersenyum. "Kau bertanya tentang mainanmu ya??? Sebentar ya, biar nanti om Mario yang mengambilkan, mainan Kyra ada di bawah... Aunty telepon dia dulu.."
Rana mengambil ponselnya dan menghubungi Mario agar mengambilkan mainan yang biasa di mainkan oleh Kyra dan Kyros ketika mereka berada disini. Mainan itu ada di ruang keluarga, dan Rana meminta bodyguardnya itu mengambil dan mengantarkannya ke ruang tamu.
Vitto yang tertidur pulas di buat kesal oleh suara ponselnya yang sejak tadi terus saja berbunyi. Sangat mengganggu waktu istirahatnnya. Entah siapa yang menghubunginya, ingin sekali rasanya dia mengabaikannya tetapi ponsel itu tidak mau berhenti berbunyi. Dengan mata yang masih tertutup, Vitto meraih ponselnya, dia membuka sebelah matanya dan ternyata Vino yang menghubunginya.
"Ada apa breengsek...???? Apa kau tidak punya otak, aku sedang beristirahat dan kau mengganggu saja...!" Gerutu Vitto.
"Mengganggu mu adalah hal yang paling menyenangkan di dunia ini... Hahaha...!"
"Kau memang sudah tidak waras... Katakan ada apa???"
"Aku hanya ingin memberitahu mu, Shabella dan Jason sudah di bawa kesini, mereka akan langsung di periksa, jika bisa besok ayo ikut denganku ke kantor polisi untuk menemui Angel, sekaligus aku juga ingin melihat tampang kedua mabusia jahannam itu...! Bagaimana???"
"Oke... Besok aku tunggu di rumah...!" Vino menutup panggilannya.
Vitto metakkan ponselnya di meja. Dia mendengus kesal karena jika sudah terbangun seperti ini dia tidak bisa lagi kembali tidur. Vino besok mengajaknya untuk menemui Angel di penjara, dan Vitto memilih sore untuk melakukannya. Sebenarnya hal itu Vitto lakukan karena dia sendiri sudah merencanakan untuk membeli cincin untuk dia gunakan melamar Rana, jadi dia harus membagi waktu nya, untuk beristirahat, menghabiskan waktu dengan Rana, kemudian membeli cincin dan pergi bersama Vino untuk menemui Angel dan juga Shabella serta Jason.
Vitto beranjak dari tempat tidur, dia ingin memanggil Rana jadi dia keluar dari kamarnya. "Sayang.. Rana sayang...!" Panggilnya.
Sayangnya tidak ada jaawaban. Vitto kemudian berjalan menuju kamar Rana. Membuka pintu nya dan kembali memanggil namanya, sayangnya lagi-lagi tidak ada jawaban. Vitto keluar dan mengasumsikan mungkin Rana ada di lantai satu. Bersamaan dengan itu dia berpapasan dengan Art nya dan bertanya mengenai keberadaan Rana. Vitto mendapatkan jawaban jika saat ini Rana sedang ada di ruang tamu karena Cahya, Elea dan Chitra datang.
"Jadi Cahya, Elea dan Chitra datang ya??? Rana pasti senang sekali... Ya sudah kalau begitu Bi, aku akan turun nanti saja, aku harus mencuci wajahku agar terlihat lebih segar..." Vitto kembali masuk ke kamarnya.
Sementara itu, Aditya dan Randy datang dan di persilahkan oleh Tania yang berjaga di luar untuk masuk, karena semua saat ini sedang berada di ruang tamu. Randy juga ingin menjenguk Rana yang katanya baru saja keluar dari rumah sakit dan Rana juga kehilangan janin nya. Sudah satu bulan Randy memboyong anak dan istrinya ke luar kota untuk pekerjaan sehingga dia dan Chitra belum sempat menjenguk Rana, itulah kenapa saat ini dia datang bersama Chitra.
"Hai Ran... Bagaimana kabarmu???" Tanya Randy sambil menyalami Rana.
__ADS_1
"Aku sudah lebih baik, dan thanks sudah datang kesini...!" Jawab Rana.
"Syukurlah kalau begitu...!"
"Kalian juga duduklah...!" Pinta Rana.
"Ada emak-emak disini, mungkin lebih baik kita duduk di luar saja bersama Mario...!" Ucap Aditya.
"Kenapa harus di luar Dit, kita bisa mengobrol di ruang keluarga yang ada di bawah...!" Ucap seseorang dari arah tangga membuat semua pandangan yang lainnya teralihkan ke sumber suara.
Vitto menuruni tangga sambil tersenyum kemudian menghampiri teman-temannya. Vitto memeluk Aditya. "Kau sudah pulang??? Bukannya sedang ada di luar kota???" Tanya Aditya.
"Aku baru saja kembali siang tadi...!" Jawab Vitto kemudian dia bergantian memeluk Randy yang sudah lama tidak dia temui. "Kau apa kabar Ran??? Lama sekali kita tidak bertemu...!"
"Sorry Vit, aku baru bisa datang menjenguk Rana karena aku sendiri mengajak Chitra dan Lou tinggal di luar kota selama sebulan kemarin"
"Its okay Ran... Sekarang Rana juga sudah jauh lebih baik, oke kita mengobrol di bawah saja, biarkan para emak-emak disini, kita bapak-bapak bisa mengobrol di ruangan lain...!"
Aditya dan Randy mengangguk, setuju dengan usul Vitto. Nimbrung bersama para perempuan tidaklah nyaman, dan yang biasa mereka lakukan ketika istri mereka berkumpul adalah menjauh mencari tempat lain untuk berkumpul sesama suami.
Saat hendak melangkah, sebuah tangan kecil memeluk kaki Vitto. Vitto langsung menunduk untuk melihat siapa yang memeluk kaki nya. Senyumnya mengembang ketika mendapati Louis yang memeluk kaki nya dan mendongak menatapnya. Gemas dengan bocah berusia satu tahun itu, Vitto langsung menggendongnya. "Hai Lou....!" Sapa Vitto kemudian mencium pipi gembul Louis.
"Uncle...!"
Vitto tersenyum. "Yupz.... Apa kau merindukanku??? Sudah lama kita tidak bertemu...!"
Louis mengangguk dan mencium balim pipi Vitto dengan gemas. Vitto pun tersenyum. "Anak manis ini.. Hahaha... Ran.. Bolehkah aku menjadikannya menantu nanti saat aku memiliki anak perempuan???" Tanya Vitto pada Randy.
"Kenapa Lou??? Bukan Kyros saja???" Tanya Randy balik sambil tertawa.
"Ah kurasa Kyros lebih tertarik dengan gadis lain, lihatlah...!" Vitto menunjuk ke arah Kyros yang sedang bersama Gienka, dan bocah laki-laki itu memeluk Gienka. "Dit... Nanti kau cari laki-laki lain saja ya untuk Kyra, Louis akan menjadi menantu ku nanti hahaha...!"
Semua orang yang mendengarnya pun tertawa mendengar cabdaan Vitto. "Menikahlah dulu baru nanti berbicara anak..." Ejek Aditya.
__ADS_1
"Ah tenang saja.... Bulan depan aku sudah memiliki istri... Hahaha"