Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 169


__ADS_3

Pagi harinya, Rana terbangung dan dia perlahan membuka matanya. Dia mulai terbiasa dengan suasana tempat tinggal barunya. Senyum Rana terpancar di wajahnya seperti hal nya sinar matahari pagi ini yang mulai memancar dan muncul disela-sela gorden yang menutup jendela kamarnya. Rana sedikit terperanjat ketika ada sesuatu yang berada di depan perutnya. Rana melirik ke arah bawah, ada lengan kekar yang memeluk perutnya, dan dia juga merasakan suara nafas teratur di belakangnya.


Rana menoleh ke belakang dan melihat Vitto tidur dengan lelapnya memeluknya. Lelaki ini tetap terlihat begitu tampan meskipun sedang tidur. Vitto semalam tidur bersamanya dan menemaninya mengobrol sampai larut. Rana tidak ingin membangunkan Vitto, dia perlahan melepaskan pelukan Vitto di perutnya kemudian dengan hati-hati Rana beranjak dari tempat tidurnya tetapi tiba-tiba saja pergelangan tangan kanannya ditahan. Rana menengok ke belakang dan ternyata Vitto perlahan membuka matanya. Vitto menarik Rana hingga membuat perempuan itu jatuh terlentang di dadanya, kemudian mendekapkan kedua tangannya di tubuh Rana.


"Mau kemana???" Bisik Vitto dengan suara serak.


"Aku tidak mau membangunkanmu tetapi kau malah bangun sendiri...!" Gumam Rana.


"Aku adalah tipe orang yang selalu terjaga saat tidur, sedikit gerakan akan membuatku bangun...!"


"Kalau masih mengantuk tidurlah lagi, aku harus bangun dan bersiap-siap lalu memasak untuk kita sarapan...!"


"Baiklah.... Aku sendiri masih mengantuk sebenarnya....!" Vitto mencium pipi Rana. Vitto kemudian melepaskan pelukannya pada Rana dan membiarkan perempuan itu beranjak dari tempat tidurnya. Vitto kembali memejamkan matanya, Rana mengatur selimut di badan Vitto sebelum akhirnya ke kamar mandi.


★★★★★


Rana sudah segar setelah mandi dan berganti pakaian, dia menggosok rambutnya yang basah dengan handuk. Rana tersenyum ketika melihat Vitto masih berbaring miring, kembali tertidur dengan pulasnya. Rana duduk di depan meja riasnya dan mulai mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Rana mengambil remote tv yang ada di meja sebelah tempat tidur, dan menyalakan televisi. Meskipun menyalakannya, Rana tetap fokus mengeringkan rambutnya dan melihat televisi dari pantulan cermin meja riasnya. Ini weekend, dan dia akan membiarkan Vitto tidur sampai nanti laki-laki itu bangun dengan sendirinya.


Saat sedang asyik mengeringkan rambutnya, sebenarnya Rana tidak terlalu mendengarkan televisi yang dinyalakannya karena suara televisi yang lirih itu kalah dengan suara hairdryer nya. Hingga akhirnya Rana menyadari bahwa ada pantulan wajah Vitto di kaca yang ada di depannya. Sontak saja Rana memutar badannya menghadap belakang dimana televisi itu menyala. Rana sempat berpikir mungkin ada berita mengenai Vitto tentang film barunya atau apapun itu, tetapi tagline dibawahnya membuat Rana terbelalak saat membacanya, dimana disana tertulis.


..."Vitto Prakarsa dan Adikya Durhaka terhadap Ibunya?"...


Sontak membaca itu, Rana mematikan hairdryer nya dan mengeraskan suara televisi itu. Rana berdiri dan menatap televisi menyimak berita apa yang sedang terjadi, bagaimana bisa mereka menulis berita seperti itu. Rana memperhatikan, dan ternganga ketika ada Mama Vitto dan Vino yang muncul sambil menangis. Vita menangis dan bercerita mengenai apa yang dilakukan oleh Vitto dan Vino kepadanya, sontak itu membuat Rana terganggu, dan yakin bahwa Vitto pasti tidak tahu mengenai hal ini. Rana labgsung membangunkan Vitto yang sedang tidur di sebelahnya.


"Astaga... Vitto..... Bangunlah.... Kau harus melihat ini.....! Vit.... Vitto....!" Rana menggoyangkan tubuh Vitto cukup keras karena lelaki iti tidak juga bangun.


"Vitto......! Vit.....!" Teriak Rana.


Vitto menggerutkan dahinya, dan membuka matanya menatap Rana dengan sedikit kesal. "Kenapa??? Bukankah tadi kau akan membiarkanku tidur....??" Ujar Vitto dengan suara serak karena dia masih merasa mengantuk sekali.


"Itu tidak penting, lihatlah yang ada di televisi itu...!" Ucap Rana.

__ADS_1


"Ada Apa...???" Tanya Vitto lagi, tetapi Rana kemudian menambah lagi volume televisinya.


Vitto pun mengarahkan pandangannya ke arah televisi seperti yang di suruh oleh Rana barusan. Vitto langsung terlonjak dan bangun dari tempat tidur, dia langsung duduk dan memperhatikan layar televisi.


Mamanya tampak bersedih dan terisak ketika berbicara, dan tak lama setelah itu ada rekaman yang diputar dimana rekaman itu berada di area depan kantor Vino. Setelah rekaman itu, di putar juga sebuah rekaman melainkan bukan video seperti sebelumnya, itu hanya rekaman suara. Vitto semakin terkejut ketika mendengar bahwa ada suaranya disana. Itu adalah perdebatannya beberapa hari yang lalu dengan Mamanya di apartemen. Setelah itu kembali di tampilkan Mamanya yang menangis dan berbicara mengenai segala sesuatu yang terjadi di keluarga mereka, tetapi satu hal yang tidak dibahas Mamanya yaitu mengenai kesalahannya yang berselingkuh dengan Jason. Ini membuktikan bahwa sang Mama sedang melakukan kebohongan yang besar.


"Shiiiitttt......! Mama benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya.....!" Gerutu Vitto.


"Vitto.... Apa benar yang ada di rekaman itu? Apa kau menendang Mamamu???" Tanya Rana.


"Memangnya aku sudah gila, sampai harus melakukan itu???? Tentu saja itu tidak benar sama sekali....! Aku tidak menyentuhnya sama sekali, justru dia yang melempar tubuhnya sendiri dan menjatuhkan diri....!"


"Rekaman di kantor itu juga bagaimana??? Siapa juga yang merekamnya? Jangan-jangan salah satu staf disana....! Astaga... Kau harus memberitahu ini pada Vino...!" Ujar Rana.


Rana mencoba beralih ke channel lainnya yang juga menayangkan infotainment pagi hari. Ternyata ada berita yang sama, artinya Mama Vitto dan Vino sepertinya sengaja mengundang para wartawan untuk melakukan konferensi pers. Vitto mengambil ponselnya dan menghubungi Vino.


Ditempat lain, Vino mengernyit ponselnya berbunyi dan tidak mau berhenti, dia mengantuk sekali dan bisa-bisanya ada yang mengganggunya di hari libur seperti ini. "Ya halo....!" Ucao Vino dengan suara serak, matanya juga masih terpejam sehingga tidak melihat siapa yang menghubunginya.


Vino mengernyit, itu adalah suara Vitto, dan perlahan dia membuka matanya. "Kau bicara apa???"


"Aku bilang nyalakan televisimu, Mama, dia ada di infotainment dan memancing keributan dengan kita....!" Ucap Vitto lagi.


Vino detik itu juga mengerti apa yang dikatakan oleh kakaknya. Vino membuka matanya, bangun dari tempat tidurnya dan mencari remote telivisinya dan mulai mencari channel yang disebutkan Vitto. Vino berfokus ke layar televisi dan betapa terkejutnya dia melihat tayangan yang ada. Mamanya dan yang sedang dilakukannya. Vino menyimak semua perkataan Mamanya di depan wartawan, dan tangisan Mamanya itu.


"Oh Shiiiiitttt.........!!!!" ujar Vino.


"Apa yang dilakukan Mama???? Apa dia sudah gila......!!!!" Ucapnya pada Vitto di telepon.


"Itulah yang ku maksud, Mama sudah gila.....!"


Vino mengusap kasar rambutnya. "Vit, aku sama sekali tidak mendorongnya, aku hanya melepaskan pegangannya pada kakiku....!"

__ADS_1


"Apa kau pikir aku juga mendorongnya, itu bullshit.....! Hasil visum apa yang dia tunjukkan... Ini gila sekali...!" Ucap vitto.


"Astaga......!!!!!!" Vino terlihat cemas, frustasi dan kesal sekali, dia terus mengumpat.


"Apa sebenarnya yang direncakana oleh Mama???" Tanya Vino.


"Mana aku tahu, inilah kecurigaanku selama ini, pasti akan ada hal besar yang sesang direncanakannya, dan dia menjebak kita berdua.... Sialll....!"


Vitto pun menutup panggilannya dengan Vino, dia akan datang ke rumah Vino untuk membicarakan hal ini. Mamanya memang sudah kelewatan sekali. Vitto pun bergegas untuk mandi dan dia harus segera ke rumah Vino. Melihat kecemasan dan kemarahan dari Vitto, Rana menenangkan lelaki itu. Karena semuanya akan baik-baik saja nantinya. Mungkin ini hanya kesalah pahaman saja.


****


Vitto sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Dia mengambil ponselnya lagi di atas meja. Tetapi dia mengernyit ketika banyak sekali menerima notif dari salah satu aplikasi sosial medianya. Vitto membuka ponselnya, dan matanya terbelalak ketika banyak sekali orang yang mengatakan hal buruk di salah satu postingannya. Banyak sekali orang yang mengatainya dan mencelanya, ini terjadi pasti setelah mereka melihat berita tentang Mamanya.


"Vitto....!" Panggil Rana sambil tergopoh ke kamar Vitto.


"Lihat ini..." Rana menunjukkan layar ponselnya. Rana memperlihatkan mengenai berita tentang Mama Vitto seperti yang ada di televisi, dan di post di salah satu akun gosip, dan sudah banyak sekali komentar disana dimana semuanya mencela dan menghujat Vitto dan juga Vino dengan kata-kata kasar. Ternyata postingan itu sudah ada sejak semalam.


Wajah Vitti semakin memerah dan terlihat marah sekali. Rana memandangi lelaki itu dengan perasaan iba dan kasihan. Dia sangat tahu bahwa Vitto tidak sejahat itu, dan hak itu sama sekali tidak pernah. Vitto di fitnah oleh Mamanya sendiri.


Belum juga Vitto dibuat marah oleh kelakuan orang-orang yang menghujatnya, Vitto dihubungi oleh manajernya. Vitto mengangkatnya dan dia berbicara dengan serius menjelaskan semua kesalahpahaman ini pada manajernya itu. Tetapi setelah berbicara beberapa saat. Dengan wajah semakin kesal Vitto memandang Rana.


"Kenapa??? Apa manajermu memarahimu???" Tanya Rana.


Vitto menggeleng. "Dia tahu bagaimana aku dan bagaimana Mamaku, dia tahu bahwa ini tidaklah benar tetapi...???"


"Tetapi kenapa???" Tanya Rana penasaran.


"Pemotretanku untuk sebuah brand yang akan di lakukan minggu depan, tiba-tiba dibatalkan karena berita konyol ini...!"


"Sudahlah mungkin ini bukan rejekimu, lagipula mereka seharusnya tidak membatalkannya begitu saja sebelum mendengar dari sisi dirimu....! Sabar ya???" Gumam Rana sambil mengusap bahu Vitto lembut.

__ADS_1


"Ini baru satu, aku takut brand yang lainnya juga melakukan hal yang sama...!" Gumam Vitto sedih. "Mama... Dia benar-benar sudah keterlaluan....!"


__ADS_2