Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 314


__ADS_3

"Arindah....!!!" Panggil Vino sambil menghampiri istrinya yang sedang mengobrol dengan Mama nya.


"Ya...???" Jawab Arindah.


"Kita lupa membawa botol air yang ada di dalam mobil, aku terbiasa meminum air alkali, jadi aku hanya meminum air yang aku bawa dari rumah, jadi bisakah kau mengambilkan nya di dalam mobil??? Masih ada hal yang harus aku diskusikan dengan pengacara, pergilah dengan Rana dan bodyguard nya..." Pinta Vino pada istrinya.


Arindah tersenyum. "Baiklah... Aku akan mengambilnya..."


Arindah dan Rana kemudian mengucapkan permisi pada Vita dan keluar untuk ke area parkir mengambil air minum Vino. Tidak lupa Vino memberikan kunci mobilnya pada Arindah. Kedua perempuan itu di ikuti oleh Tania bodyguard Rana dari belakang. Vitto memang sengaja mengajak Tania untuk tetap mengawasi Rana, sedangkan Vino untuk saat ini meliburkan bodyguard yang biasa dia tugaskan mengawasi Arindah.


Vino sebenarnya sengaja menyuruh Arindah dan Rana pergi, karena dia tidak mau mereka berdua terpengaruh oleh ucapan Mama nya. Entah kenapa Vino merasa Mama nya kembali merencanakan sesuatu. Dan tadi dia sebenarnya juga sudah memberi kode pada Vitto, sehingga Vitto juga setuju jika Rana dan Arindah menjauh dari Mama nya.


"Vino sayang... Selamat atas pernikahanmu dengan Arindah ya??? Mama turut bahagia..." Vita mengulurkan tangannya pada Vino tetapi Vino hanya melirik nya tanpa membalas uluran tangan Mama nya.


"Mama datang kesini untuk memberi kesaksian, kemarin Mama juga sudah menghubungi dan memberitahu Vitto, Mama ingin memberitahumu tetapi Mama tahu kau pasti sedang menikmati waktumu bersama istrimu, jadi Mama memberitahu Vitto saja.. Jangan khawatir sayang, Mama akan memberi kesaksian yang se benar-benar nya dan Jason serta Angel dan Mama nya akan mendapatkan hukuman berat... Mama akan membela anak-anak Mama untuk mendapat keadilan..." Vita menyentuh bahu Vino sambil tersenyum.


Vino menatap Mama nya dalam diam, dan mendapati bahwa ada sesuatu lagi yang tidak beres. Vino sudah sangat hafal dengan sifat Mama nya dan dari cara bicara Mama nya itu mengindikasikan bahwa sedang ada sesuatu yang di rencana kan. Vino mengernyit, karena ternyata Mama nya masih belum juga mau berubah, padahal seharusnya masalah tertangkapnya Jason menjadikan Mama nya sadar akan kesalahan dan juga menyesal, tetapi sepertinya tidak ada sama sekali yang berubah. Di tengah lamunan Vino, Vitto pun datang menghampiri adik dan Mama nya.

__ADS_1


"Terserah... Mama mau mengatakan apa di depan hakim, aku tidak peduli... Aku pikir itu tidak akan merubah apapun...Jason, Angel dan Mama nya akan mendapatkan hukuman berat.... Dan satu lagi yang harus Mama ingat, jangan berani-berani melakukan sesuatu yang akan merusak segala nya, atau jangan sampai Mama berbuat konyol seperti sebelumnya, jika Mama melakukannya lagi, baik aku ataupun Vitto, tidak akan pernah mengampuni Mama...." Ucap Vino.


"Dan juga jangan sekali-kali Mama mencoba memanfaatkan keadaan apapun itu, termasuk mempengaruhi istri kami.... Jangan pula berpikir aku dan Vino bodoh sehingga tidak tahu apa yang Mama rencanakan... Kami berdua sudah hafal betul bagaimana watak Mama sehingga untuk bisa Mama bodohi akan sangat sulit...." Ujar Vitto.


"Kalian berdua tega sekali berpikir buruk tentang Mama???? Apakah Mama seburuk itu... Mama sudah menyadari kesalahan Mama, dan Jason juga sudah di tangkap, Mama tidak lagi memiliki apapun sekarang..." Sela Vita.


"Berubah itu harus dalam bentuk perbuatan nyata, bukan hanya sekedar ucapan.... Kami sudah sering mendengarnya dari mulut Mama, tetapi kenyataannya selalu ada hal licik dan picik yang Mama lakukan yang selalu membuat kami enggan untuk memberi Mama kesempatan.... Kami sudah dewasa, Mama tidak perlu memperdulikan kami atau kehidupan kami, lebih baik Mama fokus dengan hidup Mama sendiri saja.... Dan juga mulailah memperbaiki diri dan ibadah, Mama sudah tidak lagi muda, jangan selalu hidup foya-foya... Harusnya permasalahan ini jadi pelajaran untuk Mama, bukannya malah Mama tetap bersikap seperti dulu..." Ujar Vitto dengan suara penuh kekesalan, karena selama pantauan nya selama ini, Mama nya sama sekali tidak ada perubahan, dan uang hasil penjualan rumah nya yang di luar negeri juga di gunakan untuk foya-foya. Vitto benar-benar tidak habis pikir dengan cara berpikir sangat Mama.


"Vitto...!!!" Seru Vita. Tetapi kemudian Vitto dan Vino nerbalik arah dan kembali menghampiri pengacara mereka sambil menunggu Arindah dan Rana. Meninggalkan Vita begitu saja.


*****


Sidang di mulai, dan Vino menjadi saksi pertama karena dia yang melaporkan masalah ini, sehingga dia menjadi yang pertama memberi kesaksian. Sementara yang lainnya menunggu di ruangan lain, akan tetapi Rana masih bersama Arindah di ruang sidang untuk menyaksikan sidang yang berlangsung.


Di sisi yang lain, Angel terus menatap ke arah Vino berharap lelaki itu mau melihat ke arahnya. Sayangnya sejak masuk, Vino sama sekali tidak melihat ke arahnya dan terkesan enggan. Angel menyadari ada kemarahan yang tertahan di wajah Vino, tetapi Angel tidak berhenti berharap Vino akan mauemaafkannya. Meskipun tahu bahwa lusa kemarin Vino menikah, tetapi Angel masih berkeyakinan jika pernikahan itu hanyalah cara Vino untuk membuatnya marah dan cemburu saja. Selebihnya Vino pasti masih mencintai nya, karena selama ini Vino tidak bisa lepas dari nya. Angel juga yakin jika suatu saat Vino akan mau memaafkannya dan juga kembali dengannya. Angel menyadari bahwa dia ternyata sudah begitu terikat dengan Vino, meskipun dia adalah kekasih Jason, tetapi kebersamaannya dengan Vino tidak bisa di pungkiri membawa ikatan bathin tersendiri. Dan Angel menyadari itu setelah dia berada di penjara.


Sidang pun berlangsung selama beberapa jam. Vino di cecar dengan banyak sekali pertanyaan. Dan Vino menjelaskan semua nya dari awal hingga akhir, juga segala penipuan yang selama ini di lakukan oleh Angel kepada nya selama bertahun-tahun.

__ADS_1


Setelah selesai memberi kesaksian. Vino mendengarkan beberapa bantahan dari Angel dan Jason serta Mama mereka. Dan Vino pun tetap pada keterangan awalnya, dan tidak menanggapi hal itu. Dan Vino tidak ingin menyampaikan apapun pada Angel dan keluarga nya selain meminta mereka untuk bertaubat dan berhenti melakukan playing victim.


Setelah menyampaikan itu, giliran kesempatan di berikan kepada Angel dan keluarga nya untuk mengatakan sesuatu kepada Vino. Dan itu di mulai dari Angel. Angel menunduk penuh penyesalan sambil membuka buku catatan di tangannya.


"Kepada Vino, aku ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah aku perbuat selama ini, aku menyesal dan aku mengakui kesalahanku... Aku berharap untuk di maafkan dan di beri kesempatan lagi untuk bisa memperbaiki semua nya dari awal karena aku masih mencintaimu dan aku yakin kau juga masih mencintaiku. dan hanya marah saja karena aku telah membohongimu.. Tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan sekali lagi...." Ucap Angel sambil terisak.


Sedangkan Vino memilih memalingkan wajah dan benar-benar merasa muak dengan Angel. Vino baru saja mengatakan agar Angel berhenti untuk playing victim, tetapi yang baru saja di dengarnya lagi-lagi justru semakin membuat Vino merasa uak. Angel masih berani mengatakan bahwa masih mencintai nya dan di beri kesempatan, bahkan perempuan itu juga berani mengatakan jika Vino mungkin masih mencintai nya. Bagi Vino itu adalah ungkapan bodoh dan tidak tahu diri.


Sampai akhirnya sidang di skors, karena memasuki jam makan siang, dan akan di lanjutkan oleh saksi berikutnya lagi. Setelah hakim meninggalkan ruangan, Vino pun berdiri dan berjalan menghampiri Arindah. Dia merasa haus sekali dan ingin meminta minum pada istrinya itu, lalu akan mengajak keluar untuk makan siang bersama di dekat pengadilan, bersama Vitto dan Papa mereka.


Tanpa di sadari oleh Vino, ternyata Angel meminta ijin sebentar kepada petugas lapas agar di ijinkan selama beberapa menit untuk berbicara dengan Vino. Dan Angel di ijinkan dan akan di awasi. Angel pun berjalan hendak menghampiri Vino. Dan sepertinya Vino tidak menyadari ada Angel di belakangnya. "Vino....!!! Tunggu... Aku ingin berbicara denganmu sebentar..." Teriak Angel.


Mendengar suara itu, Vino memilih tidak menoleh ke belakang dan tetap berjalan menghampiri Arindah. Dan Angel juga mendekat lagi ke Vino karena Vino mengabaikannya.


"Sayang....???? Aku ingin minum..!!" Pintar Vino pada Arindah dengan suara yang sedikit keras, sengaja supaya Angel mendengarnya. Vino berdiri di depan pembatas kayu antara kursi penonton sidang dan kursi saksi. Arindah pun mengangguk dan memberikan botol minum milik Vino yang berisi air alkali. Sementara itu, Angel menghentikan langkahnya mendekati Vino ketika mendengar apa yang baru saja di ucapkan Vino. Sedetik kemudian terlihat Vino menarik kepala Arindah dengan kedua tangannya lalu mengecup kening Arindah di depannya. Angel tertegun dan tidak menyangka jika Arindah yang sejak tadi duduk di sebelah Rana selama persidangan adalah istri Vino. Angel mengenal Arindah sebagai teman sekolahnya dulu tetapi benar-benar tidak menyangka bahwa yang di nikahi Vino adalah Arindah.


Setelah mencium Arindah, Vino meminum air nya. Lalu memberikan botol itu lagi pada Arindah. "Thanks sayang... Oh iya, kaj dan Rana pergilah menyusul ku di depan ruang tunggu saksi, kita makan siang bersama, kita cari restoran di dekat sini..." Ucap Vino.

__ADS_1


"Eh... Sebenarnya aku sudah memesan makanan untukmu dan Papa juga Vitto.." Ucap Arindah.


"Oke good... Kita makan siang bersama, kau pasti lelah duduk selama berjam-jam tadi... Setelah selesai kita langsung pulang dan beristirahat... " Ujar Vino lagi dan dia kembali mengecup dahi Arindah dengan mesra. Vino kemudian menoleh ke belakang dan mendapati Angel berdiri terpaku dengan ekspresi terkejut.


__ADS_2