Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 368


__ADS_3

Vino dan Arindah juga Naufal sudah pulang sekitar setengah jam yang lalu. Vitto saat ini berada di kamar dan taman sibuk di depan laptop nya. Rana masuk ke dalam kamar menghampiri suami nya sambil membawa gelas berisi air. Karena Vitto tadi yang meminta nya.


"Ini air nya.. " Ucap Rana dan dia meletakkan gelas itu di meja. Kemudian menarik kursi dan duduk di sebelah suami nya.


"Terima kasih istriku sayang.... " Vitto mengambil gelas itu dan meminum air nya.


Rana menyendekmrkan kepala nya di meja, dia menatap suami nya yang baru saja selesai minum dan Vitto kembali sibuk dengan laptop nya. "Arindah menyuruh kita untuk ke rumah sakit nanti.. " Gumam Rana.


Vitto menoleh ke arahnya. "Ke rumah sakit??? Untuk apa??? Kau sakit???" Tanya Vitto.


"Untuk Check up..." Jawab Rana.

__ADS_1


"Iya.. Tetapi memang nya kau sakit??? Sakit apa??? Kenapa tidak bilang padaku???" Tanya Vitto lagi, dia kali ini beralih menatap istrinya. Vitto meletakkan telapak tangannya di dahi Rana. "Kau tidak demam.. Suhu mu normal.. " Ucap Vitto lagi.


Rana menyingkirkan tangan suami nya dengan gemas. "Ihhh bukan sakit demam... " Rengeknya sekaligus memprotes Vitto.


"Iya terus apa sayang??? Kau memberitahu nya jangan setengah-setengah.. Kenapa Arindah menyuruh ke rumah sakit???" Vitto kembali menatap layar laptop nya.


"Dia meminta ku untuk memeriksa kan rahim ku, apakah sudah sehat dan normal lagi atau belum??? Jika kondisi nya sudah baik, kita bisa mulai untuk program memiliki bayi.. "


Vitto langsung menoleh ke arah Rana. Matanya melebar dan senyumnya menghiasi wajah tampannya. "Serius????" Tanya Vitto.


"Istriku tidak pernah berbohong.. Aku percaya dengan ucapan mu..." Vitto menghela Rana ke dalam pelukannya. "Ahhh aku senang sekali...."

__ADS_1


"Jangan berlebihan... Kata Arindah, aku harus banyak melakukan beberapa. pemeriksaan dan observasi lebih lanjut, untuk memastikan rahim ku benar-benar siap... Racun itu membawa dampak yang luar biasa, dan efeknya juga sangat berbahaya, sehingga harus detail memeriksa nya, jangan sampai salah perhitungan dan itu justru bisa membahayakan ku dan calon bayi kita... " Ujar Rana.


"Iya, aku mengerti.... Aku berharap kau sudah dalam kondisi baik, tetapi jikalau kau masih butuh waktu lagi untuk bedrest sampai rahim mu benar-benar siap, aku pasti akan menunggu nya.. Aku yodah mau terjadi sesuatu padamu dan calon bayi kita nanti... " Vitto memeluk Rana dengan sangat erat, mengecup kepala istri nya sebagai ungkapan kebahagiaannya. "Aku sangat mencintai mu.... "


"Kau selalu mengatakan itu... Apa kau tidak merasa bosan???" Tanya Rana.


"Tentu saja tidak... Apa lagi yang bisa aku katakan selain k


Kata-kata itu untuk mengungkapkan cintaku kepadamu.... Kau tidak mempercayai ku...??"


Rana terkekeh. "Tidak... Bukan seperti itu... Hahaha kenapa kau sensitif sekali sih...??"

__ADS_1


"Biar saja... Memangnya kenapa??? Aku suami mu... Jadi aku harus sensitif kepadamu... Hmptttt.... Seperti nya aku nanti ingin punya anak perempuan, dan dia pasti sangat cantik.. Aku akan memikirkan nama yang baik untuk nya nanti.. "


"Kau pikir memiliki bayi sesuai keinginanmu itu hal yang mudah seperti kau membeli pakaian, aku ingin ini dan itu.. Mana bisa seperti itu, yang berhak. menentukan jenis kelaminnya adalah Tuhan.. Mau bayi perempuan atau laki-laki itu sama saja, yang terpenting mereka nanti tumbuh jadi anak yang baik dan membanggakan kita semua..."


__ADS_2