
Pagi tiba, Rana terbangun dan melihat Vitto masih terlelap memeluknya dan mereka berdua tidak mengenakan apapun di balik selimut. Rana melihat ke arah jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul setengah 10 pagi. Yang mengartikan bahwa mereka bangun kesiangan. Mau bagaimana lagi, semalam Vitto tidak membiarkan nya untuk tidur karena Vitto selalu meminta lagi dan lagi. Efek permen itu benar-benar luar biasa dan membuat Rana tidak habis pikir bahwa Vitto terus melakukannya lagi dan lagi. Dan entah sudah berapa puluh kali Rana mengalami ledakan di dalam tubuhnya karena Vitto. Dan Rana juga tidak ingat berapa kali Vitto meledak di dalam tubuuh nya, karena setelah euforia itu, mereka beristirahat sebentar, kurang dari dua menit Vitto meminta untuk memulai lagi dan penyatuan itu berlangsung sampai dini hari. Wajar jika sekarang dia dan Vitto terlambat bangun.
Rana tersenyum mengelus pipi suaminya itu dan mengaguminya. Rana sangat bersyukur saat ini bisa kembali memiliki pasangan hidup yang tampan, romantis, penyayang, penuh cinta, tulus dan selalu berusaha membahagiakan nya, semua itu kini sudah didapatkannya dari Vitto bahkan suaminya itu mulai memberi kehidupan rumah tangga yang luar biasa yang dulu belum sempat dia rasakan. Dan saat ini, semua nya sudah dia dapatkan. Tidak ada kata yang bisa Rana ungkapkan selain rasa syukur yang luar biasa karena Tuhan sudah memberikannya suami yang luar biasa seperti Vitto. Kehadiran Vitto selama ini mampu menghilangkan semua kesedihan dan kesakitan yang dulu pernah di berikan oleh Vino kepada nya, Rana merasa badai yang sempat dia hadapi dulu, saat ini sudah berganti dengan angin yang tenang dan menyejukkan.
Rana memejamkan matanya sambil mengusap pipi Vitto. "Terima kasih Tuhan.... Engkau sudah mengganti kan duka ku dengan suka cita yang begitu luar biasa ini... Tolong jadikan aku sebagai istri yang selalu bisa membahagiakan suamiku..." Gumam Rana dalam hati.
Vino telah meninggalkan begitu banyak luka untuk Rana tetapi Rana mencoba untuk mulai memaafkan semua yang pernah terjadi. Dan hal yang paling melukai hati Rana adalah sikap kasar Vino yang ketika itu memaksakan kehendaknya untuk berhubungan badaan padahal saat itu dia masih dalam keadaan masih virgiin. Dan Vino melakukannya tidak dalam keadaan yang baik. Vino memaksa dan melakukannya dengan sangat kasar, selain tubuh Rana yang kesakitan, hati Rana juga hancur sehancur hancurnya atas sikap Vino saat itu. Pengalaman pertama yang membuat Rana sangat tersakiti, padahal seharusnya menjadi sesuatu yang indah dan tidak akan pernah terlupakan saat suami istri melakukannya pertama kali dan harus di lakukan dengan penuh kelembutan dan penuh dengan cinta, akan tetapi Vino tidak melakukan itu.
Hal itu sempat membuat Rana merasa ngeri dan menjadi parno, akan tetapi pada akhirnya Rana menyadari bahwa dia tidak harus terus berkubang dalam ketakutannya mengenai hal itu. Kehadiran Vitto dan warna yang di bawa oleh lelaki itu membuat Rana merasa nyaman dan perlahan bisa menghilangkan ketakutannya. Vitto selalu menunjukkan sikap penuh kelembutan, penyayang dan penuh dengan cinta, membuat Rana selalu merasa nyaman ketika berada di dekat lelaki yang saat ini sudah menjadi suami nya.
Moment penyatuan mereka selalu luar biasa, yang sebelumnya tidak berani Rana bayangkan setelah sebelumnya mengalami hal menakutkan karena apa yang sudah di lakukan oleh Vino, akan tetapi Vitto telah menunjukka dan mewujudkannya dengan caranya bahkan rasanya lebih indah daripada fantasi atau yang Rana bayangkan selama ini tentang bercinta.
Apa yang sudah diberikan dan di tunjukkan oleh Vitto selama ini membuat Rana semakin dan selalu tergila-gila, tubuh kekar Vitto tidak pernah bisa membuat Rana mau berpaling, dia selalu mengagumi nya. Dan Vitto selalu memuaskan nya setiap kali mereka melakukan penyatuan itu.
__ADS_1
Rana mengecup bibir Vitto, dahi lelaki itu berkerut akan tetapi matanya masih terpejam. Rana menelusup ke dalam selimut mencari apa yang diinginkannya, kemudian dia menemukannya, perlahan dia memegang milik Vitto, mengelus dan mengusapnya secara perlahan, penuh dengan kelembutan, sang pemilik rupanya langsung tersadar dan membuka matanya, mmerasa ada yang sembunyi dibalik selimutnya tetapi Vitto kemudian merasakan kejutan luar biasa dibalik selimut itu, ternyata istrinya sedang mengullum senjatanya, ini luar biasa baginya karena dia sangat menyukai jika Rana melakukannya, segera Vitto menyingkap selimutnya untuk melihat apa yang dilakukan istrinya.
" Ohhh shiiit, yupz darling, don't stop, slow..... Up and Down... Oh shiiitttt Im having a good time" Tangan Vitto mencoba meraih bantal disamping nya dan menaruhnya dibawah kepala nya agar dia bisa melihat lebih jelas apa yang di lakukan oleh istrinya.
Kini kepala Vitto bertumpu pada dua bantal dan melihat dengan jelas apa yang dilakukan istrinya padanya, kedua tangannya juga memegang kepala Rana, mengumpulkan rambut istrinya itu dan menuntun ritme gerakan mulutnya, membuat Vitto mengerang dan menikmatinya.
Vitto membimbing Rana untuk melakukan secara perlahan, setiap gerakan mulutnya ternyata membuat Vitto semakin menggila sampai akhirnya Vitto meminta Rana untuk berhenti.
" Oke sudah cukup, aku harus mengeluarkannya dalam tubuuhmu, bukan mulutmu sayang, ayo naiklah dan bergeraklah sesukamu, puaskan dirimu dan juga diriku...! Let's Go....!!!"
"Rana.......!!! Aku datang...!!! Aaaahhhh.... Ahhhh.... Oh shitttt..." Teriak Vitto sambil memeluk Rana.
Mereka berpelukan dan Rana masih berada di atas Vitto, memeluk lelaki itu. Mereka berdua sama-sama terengah dan mencoba mengatur napas masing-masing.
__ADS_1
" Thank you my wife, your so amazing, I love you so much". Bisik Vitto di telinga Rana.
"I love you too suamiku sayang....!" Balas Rana.
***
Setelah mereka mandi dan melanjutkan sesi percintaan mereka lagi di dalam bathtub dan mereka bersiap-siap untuk jalan-jalan, mereka akan brunch direstoran yang berada diwilayah Villa ini. Vitto memakai kemeja pantai serta celana pendek berwarna putih dan Rana memakai pakaian berwarna putih juga. Mereka menaiki sepeda menyusuri jalanan yang terbuat dari kayu yang menghubungkan antara resort satu dengan yang lainnya, mengayuh pelan sepeda masing-masing sambil menikmati pemandangan dikanan kiri mereka.
Setelah makan, Rana akan mengajak Vitto untuk berkeliling menggunakan sepeda. Tawa bahagia terlihat diwajah keduanya. Hari ini mereka melakukan banyak hal, selain bersepeda, mereka juga datang ke spa yang tersedia, melihat ikan hiu lalu melanjutkan berjalan-jalan di atas pasir putih.
__ADS_1