Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 363


__ADS_3

Saat hendak keluar dari gudang penyimpanan bahan kue, Vitto mendapati Rana sedang berdiri di depan pintu. Entah sejak kapan istrinya berada disana. "Sayang.. Kau ada disini???" Tanya Vitto sambil menyeka bekas air mata nya.


"Aku mencarimu, dan katanya kau ada disini... "


"Ya... Aku sedang berbicara dengan mereka... Kenapa kau mencariku???"


"Ada yang mencarimu, seperti nya mereka penggemarmu, temui mereka, karena mereka sudah jauh-jauh datang dari luar kota..."


Vitto tersenyum. "Ya... Aku akan menemui mereka, beritahu mereka agar menungguku sebentar, aku akan ke toilet dulu.. "


"Baiklah.."


Vitto kemudian pergi ke toilet yang tidak jauh dari gudang. Rana menghampiri Tania yang ada di belakang nya dan sedang berbicara mengenai sesuatu. Tania pun pergi ke depan, sedangkan Rana memilih menyusul Vitto. Rana masuk ke toilet pria dimana suami nya ada disana. Karena tidak ada pengunjung yang ke toilet itu, Rana pun memilih untuk masuk.


Vitto berdiri di depan wastafel dan ada cermin disana. Lelaki itu menunduk dan ada suara isakan terdengar. Rana mendekati suami nya, benar saja, Vitto sedang menangis. Rana menyentuh punggung suami nya. "Hei... Kenapa menangis????" Tanya Rana.


Vitto menoleh ke belakang dan langsung memeluk Rana. lelaki itu kembali terisak, dan isakannya terdengar penuh dengan kepedihan. Rana mengusap punggung suami nya berusaha untuk menenangkannya. Baru kali ini dia mendapati Vitto menangis, Vitto yang biasanya ceria, penuh tawa dan terkadang bersikap dingin, Tiba-tiba saja menangis. "Aku selalu gagal untuk menjadi seorang anak???? Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa membuat Mama saadar akan kesalahannya dan bisa menjadi orang yang lebih baik lagi??? Kenapa aku selalu gagal menjadi seorang anak???" Ucap Vitto di selingi isakkan.

__ADS_1


"Kenapa bicara seperti itu???? Kau tdak pernah gagal dalam apapun, kau laki-laki yang baik, kau anak yang berbakti, kau bertanggung jawab kepada keluarga mu, kau selalu menjaga Papa dengan baik, selalu berusaha membahagia kan nya, bagaimana kau bisa mengatakan kau gagal menjadi anak??? Jika kau selama ini sudah berusaha membuat Mama berubah tetapi kenyataannya tidak sesuai harapanmu, bukan berarti kau gagal, justru Mama yang gagal menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anak nya... " Ucap Rana.


"Ibuku sendiri yang melahirkanku, dan kedua adikku, dan dia juga yang menghancurkan kebahagiaan kami bertiga, aku selalu ingin menunjukkan bakti ku kepada nya meskipun sangat sakit di khianati oleh ibu sendiri... Bagaimana bisa dia selalu berusaha untuk menghancurkan kehidupan anak-anaknya terus menerus??? Apa kematian Vania masih belum cukup untuk membuatnya menyadari kesalahannya... Dan kenapa dia terus saja tidak pernah mau menyadari kesalahannya???"


Rana melepaskan pelukan nya dan menatao Vitto. "Jika kau sudah berusaha, dan hasilnya tidak sesuai keinginanmu ya sudah??? Serahkan saja pada Tuhan, karena Tuhan yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Setidaknya kau sudah berusaha. Aku sangat yakin, baik kau dan juga Vino tidak pernah gagal menjadi seorang anak, karena kalian selama ini menjaga Papa dengan baik, selalu mengutamakan Papa daripada diri kalian sendiri, Tuhan melihat semua itu, jadi please jangan terus menyalahkan diri untuk kesalahan Mama...!"


"Aku merasa lelah sekali, kesabaranku sudah habis untuk selalu bisa menerima setiap kesalahan yang Mama perbuat.. Aku tidak akan lagi peduli padanya...!"


"Tidak akan peduli??? Kau sering mengatakan itu, tetapi hatimu terlalu baik sehingga kau selalu bersembunyi di balik tirai untuk tetap memantau dan memastikan Mama selalu baik-baik saja, itu artinya kau sangat menyayangi nya..! Kau selalu berusaha berbakti kepada orang tua mu, kepada Mama dan Papa, seburuk apapun Mama bersikap, kau tetap selalu menjaga nya dari jauh.... Kau tidak pernah gagal menunjukkan baktimu pada orang tua mu... Sekarang jangan menangis lagi, kau harus segera keluar menemui fans mu, mereka sudah menunggu, jangan sampai karena kau tidak menemui mereka, bakery ku yang baru di buka ini langsung bangkrut..??" Ucap Rana sambil tersenyum. Menyeka airmata Vitto.


Vitto pun tersenyum. "Maafkan aku atas sikap kekanak-kanakanku ini. "


Vitto mengangguk dan memeluk Rana. Mereka keluar bersama-sama untuk menemui penggemar Vitto yang sudah datang.


Sampai di area bakery, Vitto langsung menemui penggemarnya dan berbincang dengan mereka. Rana juga berada di sampingnya. Di tengah perbincangan itu, Vitto dengan ramah melayani penggemarnya, bahkan Vitto pergi ke dapur untuk mengambil minuman karena minuman yang ada di depan sudah habis. Disaat Vitto ke belakang, dari jendela kaca, Rana bisa melihat anak buah Vitto sedang bersama Mama Vitto. Mereka keluar melalui pintu belakang yang tembus ke area samping Bakery. Rana pun meminta maaf pada penggemar Vitto untuk pergi sebentar dengan alasan ke toilet, meminta mereka agar menikmati hidangan yang ada dan menunggu Vitto kembali membawa minuman untuk mereka. Rana langsung berlari keluar Bakery di ikuti oleh Tania di belakangnya. Rana mengejar Mama mertua nya yang sudah keluar dari area Bakery.


Mama Vitto berjalan di awasi dari belakang oleh anak buah Vitto. Sepertinya Mama Vitto akan menuju mobilnya untuk pergi.

__ADS_1


"Mama......!!!" Teriak Rana.


Vita menghentikan langkahnya dan berbalik badan, melihat ke belakang. Mendapati Rana berlari ke arahnya. Napas Rana terengah dan dia mencoba mengaturnya lalu tersenyum pada Ibu mertua nya. "Ini pertemuan kita kedua kali nya.. " Ucap Rana lalu mencium tangan Vita.


"Rana kenapa kau kesini???" Tanya Vita.


"Aku ingin bicara dengan Mama sebentar...!"


"Bicara apa???" Tanya Vita.


"Aku senang Mama mau menyempatkan waktu datang kesini menghadiri pembukaan bakery ku, di luar dari tujuan Mama datang untuk apa, tetapi aku senang Mama datang. Aku sudah mendengar apa yang terjadi di dalam gudang penyimpanan, dan apa yang Vitto lakukan pada Mama serta Clara. Aku memang belum begitu mengenal Mama begitu juga sebaliknya, sehingga wajar jika Mama memiliki pandangan terhadap diriku, entah itu bagus atau buruk... Apalagi aku pernah menikahi kedua putra Mama, sangat wajar jika ada yang menilaiku buruk, termasuk Mama... Aku tidak marah ataupun kesal dengan penilaian itu. " Rana melempar senyum pada Vita.


"Aku juga ingin memberitahu Mama, bahwa aku sama sekali tidak ada niat untuk menipu Vino ataupun Vitto dengan menikahi mereka, pernikahanku dengan Vino berakhir karena memang harus berakhir, dan itu terjadi karena seseorang telah menyebarkan fitnah tentang diriku, padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun, dan aku kemudian menikah dengan Vitto, pernikahan kami atas dasar cinta, dan sebenarnya sulit menerima keadaan bahwa aku harus menikah dengan kakak mantan suamiku, tetapi aku melihat ketulusan Vitto, sehingga aku menerima nya.. Dan aku akan membahagiakannya semampuku, itu juga janji nya kepadaku!"


"Mama, juga perlu tahu, bahwa kedua anak Mama sangatlah mencintai Mama, meskipun Mama selalu bersikap sesuka Mama dan memanfaatkan apapun yang bisa Mama manfaatkan.. Pernakah Mama berfikir kenapa bisa mendapatkan kemudahan di masa sulit Mama setelah Mama tahu bahwa Mama di bohongi oleh Jason??? Kemudahan itu adalah karena Vitto dan Vino, mereka tidak melaporkan Mama atas penipuan yang Mama lakukan pada Papa, juga bagaimana salah satu harta yang Mama miliki yaitu rumah yang dulu Mama tinggali dengan Jason di luar negeri bisa dengan mudah terjual???" Tanya Rana.


"Vitto dan Vino lah yang sudah membantu Mama menjual rumah itu melalui agen penjualan rumah kenalan mereka disana... Sehingga Mama bisa mendapatkan uang untuk melanjutkan hidup Mama. Betapa luar biasa nya kedua anak Mama itu, mereka merasa kesakitan atas apa yang Mama lakukan tetapi mereka tidak pernah melepas tanggung jawab mereka terhadap Ibu mereka. Mereka sangat menyayangi Mama selama ini, tidak pernah berhenti berharap bahwa Mama amsuatu saat nanti akan berubah menjadi lebih baik, 100% berubah bukan berubah karena Mama memiliki niat yang lain. Rana sangat tahu bagaimana Vitto selama ini, dan berapa hancurnya hati Rana melihat suami Rana yang selama ini kuat, dingin, tetapi selalu ceria dan murah senyum, harus menangis tersedu-sedu karena merasa dirinya tidak berguna dan gagal menjadi seorang anak, hanya karena dia tidak bisa menyadarkan Mama nya untuk menjadi lebih baik.!" Ujar Rana.

__ADS_1


Dia menangkup kan kedua tangannya tampak memohon kepada Ibu Mertua nya. "Rana sangat berharap Mama sekali saja memikirkan kedua putra Mama itu??? Sekali saja, Mama dengar rintihan dan permohonan mereka pada Mama... Apa Mama tidak ingin melihat kebahagiaan mereka, jika Mama melakukannya, aku sangat yakin Mama juga akan merasakan kebahagiaan yang sebenarnya, di luar dari kebahagiaan materi, keluarga adalah harta paling berharga di dunia ini... Rana berharap Mama bisa menjadi Ibu mertua yang terbaik yang Rana miliki, menjadi nenek untuk anak-anak kami nanti nya.. Kenangan baik dan manis harus di buat, dan baik aku ataupun Seindah juga pasti menginginkan memiliki mertua yang baik, dan aku yakin Mama sebenarnya adalah orang yang baik, hanya saja Mama masih di lingkupi oleh cara berpikir Mama yang selama ini selalu mengukur kebahagiaan hanya dari materi, padahal hal itu sebenarnya adalah salah... Hanya Mama yang bisa mengembalikan kebahagiaan Vitto dan Vino yang selama ini hilang.." Rana tersenyum dan mata nya berkaca-kaca. Rana meraih tangan Vita dan mencium nya. Dia kemudian meminta Tania agar mengambil bingkisan untuk di berikan kepada Mama mertua nya.


Tak lama, Tania kembali dengan membawa bingkisan itu. Rana pun memberikannya pada Mama mertua nya lalu berlamitan untuk kembali ke dalam. Vita menatap kepergian Rana dalam diam.


__ADS_2