Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 264


__ADS_3

"Saya tidak bisa meninggalkan anak saya sendirian tidur disini???" Ucap Arindah pada polisi yang akan membawa nya.


Polisi melirik ke arah seorang anak yang sedang tertidur di atas tempat tidur. Dia terlihat menengok ke belakang, mencoba meminta solusi dari temannya. "Baiklah anda bisa membawa nya juga.."


"Pak.. Bu... Setidaknya kalian mengertilah, kami berdua tidak melakukan apapun. kami hanya mengobrol sebentar saja, dan dia juga bukan istri dari Reino... Lalu bagaimana bisa anda membawa kami, apalagi temanku ini bersama dengan anaknya.. Apa kalian tidak kasihan???"


"Nanti bisa di jelaskan di kantor polisi saja.. Mari ikut kami, saya pastikan anaknya bisa nyaman..!"


Arindah yang ketakutan pun mengambil Naufal yang masih tertidur. Dia tidak tahu dengan apa yang terjadi, dan bagaimana bisa Reino memanggil polisi lalu memfitnahnya dengan Vino, padahal mereka tidak melakukan apapun di kamar ini. Dengan berat hati, Arindah mengangkat Naufal dan kembali ke depan. Dia dan Vino pun di bawa ke kantor polisi.


Sementara itu, Aditya dan Cahya keluar dari kamar Ibu nya Cahya. Mereka tadi mengantar si kembar yang ingin tidur bersama neneknya. Dan mereka sedikit mengobrol, tetapi kemudian di kejutkan dengan apa yang ada di depan mereka. Dimana Vino dan Arindah sedang berjalan bersama polisi, Arindah menggendong Naufal. Aditya menghentikan mereka.


"Ehh maaf ini ada apa pak???" Tanya Aditya dan kemudian mengalihkan pandangannya ke Vino. "Vin ada apa??? Kau mau kemana bersama mereka???" Tanya Aditya lagi.


"Bapak kenal dia??" Tanya Polisi pada Aditya.


"Ya... Ini teman saya, dua-dua nya.. Kenapa pak?? Apa ada masalah???" Tanya Aditya lagi.

__ADS_1


"Begini pak, saya mendapatkan laporan jika ada laki-laki dan perempuan beradaptasi di dalam satu kamar dan mereka bukan pasangan suami istri, jadi kami mendapti mereka berdua ada di kamar, itulah kenapa kami harus membawa mereka ke kantor, karena ibu ini adalah istri dari pak Reino..!" Polisi pun menunjuk ke arah Reino.


Aditya dan Cahya mengalihkan pandangan mereka ke arah laki-laki bernama Reino. Sebenarnya Aditya dan Cahya tidak terlalu begitu tahu dengan kehidupan Arindah.


"Bohong Dit... Dia bukan suami Arindah, dia mantan suami Arindah... Dit please bantu aku, aku dan Arindah tidak melakukan apapun di kamar itu, aku hanya ingin mengecek keadaan Naufal, tadi Naufal sempat menangis karena si brengsek ini merebutnya dari gendongan ku, karena itu aku menyuruh Arindah membawa nya ke kamar dan setelah ada keributan kecil dengannya, aku menemui Naufal di kamar Arindah, itu saja Dit... kau bisa tanya Edward dan Jeany, mereka tadi melihatku.." Ucap Vino.


Aditya dan Cahya saling melempar pandangan. Mereka merasa bingung dengan keadaan yang ada saat ini. Polisi pun kembali mengajak Vino dan Arindah bersama mereka dan meminta penjelasan nya nanti ketika di kantor polisi saja. Cahya melihat ketakutan di wajah Arindah, dan perempuan itu menggendong anaknya sambil terisak.


"Pak... Pak tunggu sebentar..!" Pintar Cahya pada polisi. Cahya mendekati Arindah. "Dokter Arindah, jika berkenan berikan saja Naufal pada saya, biar saya yang menjaga nya disini, kasihan dia jika harus ikut anda ke kantor polisi.. Saya akan menjaga nya dan memastikan dia baik-baik saja, ada anak-anak saya juga kan disini, mereka nanti akan bermain bersama..!" Ucap Cahya.


Arindah meliik ke arah Vino. Dan Vino mengangguk. Karena akan lebih baik Naufal bersama Cahya dan anak-anak nya, mengingat tadi Naufal juga bermain bersama dengan Kyra dan Kyros saat pesta.


Hal itu membuat Arindah mengurungkan niatnya dan memeluk erat Naufal. "Aku tidak akan memberikan anakku padamu...!" Arindah setengah berteriak. "Aku sangat tidak mempercayaimu, karena bisa saja kau membawanya pergi dan menjauhkanku darinya..!"


Melihat itu, Cahya menoleh ke Aditya lagi. Masih bingung. Tetapi Aditya menatap Reino dan melihat ada sesuatu yang tidak beres pada lelaki itu. Entah kenapa insting Aditya begitu kuat, dan dia mempercayai apa yang di katakan oleh Vino tadi, dan ketakutan Arindah juga terlihat jelas bahwa Arindah tidak nyaman dengan lelaki bernama Reino itu. Aditya pun mendekat ke Cahya.


"Dokter Arindah... Jika kau tidak mau memberikan Naufal pada Ayahnya, anda bisa menitipkan nya pada istri saya, dia akan menjaga nya disini, dan anda tidak perlu khawatir mengenai keamanan anak anda, saya pastikan anak anda tidak akan mengalami gangguan dari siapapun jika itu yang anda takuti, kebetulan istri saya memiliki body guard yang selalu menjaganya dan anak-anak saya, berikan saja Naufal pada istri saya, dan saya akan menghubungi body guard yang ada di bawah untuk berjaga di depan kamar istri saya, saya jamin siapapun tidak akan bisa menguliknya.. Aman..!" Ucap Aditya meyakinkan Arindah.

__ADS_1


"Berikan saja Naufal pada Cahya, Ndah.. Aditya benar, Naufal akan aman bersama nya dan juga istrinya..!" Sahut Vino.


Arindah pun memberikan Naufal pada Aditya. Ada tatapan kemarahan dari Reino tetapi baik Arindah dan Aditya tidak memperdulikan nya. Aditya langsung menggendong Naufal dan memeluk bocah itu dengan erat. Aditya juga tidak lupa menatap tajam Reino seolah ingin mengejek dan membunuh lelaki itu.


"Maafkan saya, tolong jaga Naufal..!" Ucap Arindah.


Cahya tersenyum menganggap bahu Arindah. "Jangan khawatir, Naufal akan aman dengan kami, ada Kyra, Kyros, mereka akan mengajak Naufal bermain nanti nya, selesaikan masalahmu dengan baik, semoga di beri kelancaran.. Jika kau tidak bersalah kau pasti akan kembali dan bertemu Naufal...!" Ucap Cahya.


Arindah mengangguk, dan Vino juga menitipkan Naufal pada Aditya dan Cahya. Vino akan berusaha menyelesaikan permasalahan ini dan akan segera kembali lagi ke hotel ini. Dan kali ini tidak ada kata maaf untuk Reino. Lelaki itu sudah berani memfitnahnya dan Arindah. Vino akan memberi perhitungan pada Reino. Vino dan Arindah di bawa lagi oleh polisi. Sementara Reino memilih tetap berdiri menantang Aditya yang menggendong Naufal. Aditya mengabaikannya, dan dia mengambil ponsel di kantongnya untuk mengubungi body guard nya yang ada di bawah agar naik dan kesini untuk menjaga kamar Cahya. Setelah berbicara dengan body guard nya, Aditya mengajak Cahya untuk membawa Naufal ke kamar. Aditya masih mengabaikan Reino, dan saat sedang berjalan dengan Cahya, pergelangan tangan Aditya di tahan oleh Reino. Membuat Aditya membalikkan badan dan menatap Reino seolah mencemooh.


"Berikan anakku padaku... Kalian jangan berani-berani ikut campur dalam urusanku dan Arindah, atau kalian juga akan mengalami hal yang sama seperti yang di alami Arindah dan si brengsek itu... Kalian belum tahu siapa aku kan???" Reino mengancam Aditya.


Bukannya takut, Aditya justru tersenyum mengejek. "Siapa kau sampai berani mengancam ku??? Persetan jika kau adalah bapak dari bocah ini??? Aku hanya akan menepati janji ku pada dokter Arindah, bahwa aku dan istriku akan menjaga nya dari orang luar termasuk dirimu..!"


"Kau yang orang luar, kau jangan berani masuk dengan urusanku dan Arindah... Kau sama brengseknya dengan temanmu itu, sekarang kau kembalikan Naufal padaku, Arindah dan si brengsek itu akan mendekam di penjara dan aku yang berhak untuk merawat Naufal, sekarang berikan dia padaku?? atau aku akan memberimu pelajaran yang bisa membuatmu menyesal seumur hidupmu???!!!"


Aditya semakin terkekeh mendengar ancaman Reino. "Pelajaran apa yang ingin kau berikan padaku??? Aku tahu ada ketidak beresan pada masalah yang saat ini di hadapi oleh Vino dan dokter Arindah, manusia licik sepertimu ini sepertinya belum belajar dan belum ahli untuk membuat permainan rendahan seperti ini, kau seharusnya belajar padaku supaya lebih ahli.. Dan kau pikir aku takut dengan ancaman mu???" Aditya tersenyum miring.

__ADS_1


"Asal kau tau, hanya dengan menjentikkan jari, aku bisa membuatmu menyesali semua perbuatanmu saat ini... Dan aku hanya tinggal mengetahui siapa namamu dan apa pekerjaanmu saja untuk bisa membuatmu menyesal seumur hidupmu, dan jika temanku tidak bersalah tetapi karena ulahmu dia jadi berurusan dengan polisi, maka aku akan turun tangan membantunya, jadi jangan coba-coba mengancam ku atau istriku.. Jika kau tidak mau berurusan panjang denganku??" Ancam balik Aditya.


★★★★


__ADS_2