Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 319


__ADS_3

"Sekarang katakan padaku apa yang seharian ini kau lakukan???" Tanya Vino pada Arindah, dan dia masih memeluk istrinya.


"Aku bosan setengah mati dan hanya menemani Naufal bermain..."


Vino terkekeh. "Cuti mu masih satu hari, jika kau bosan, kau bisa ikut ke kantor besok dan menemani Aku..."


"Aku tidak enak, ada Papa disana dan juga takut Naufal justru mengganggu mu bekerja... "


Vino melempae senyum. "Besok Papa ada jadwal check up di rumah sakit jadi tidak ke kantor.. "


"Check up??? Kau tidak mengantarnya???" Tanya Arindah.


"Papa di antar oleh Dedi asisten pribadi nya, Aku sendiri tidak bisa meninggalkan kantor.. Dan Papa biasa pergi ke mana-mana dengan aspri nya itu... Kau besok bawa Naufal, dia tidak rewel jika sudah memegang mainan... Sekali-kali kau harus datang ke kantor Dan menemaniku..."


"Baiklah.... Aku akan ikut ke kantormu...! Sekarang katakan bagaimana harimu???"


"Seperti biasanya saja, tida ada yang istimewa, Aku memeriksa berkas, tanda tangan dan meeting dengan klien... Ah dan ya, hari ini Vitto datang ke kantor, banyak hal yang kami bicarakan... Aku memintanya untuk kembali ke kantor, dan dia setuju tetapi dengan syarat bahwa dia tidak mau jika Daviela menjadi sekretarisnya... Aku pun terpaksa setuju dan meminta sekretaris ku agar membuka loker untuk jadi sekretaris Vitto..."


"Daviela??? Yang duduk di sebelah ruangan sekretaris itu??? Memangnya kenapa Vitto tidak mau jika dia yang menjadi sekretarisnya??? Dia genit???" Tanya Arindah.


Vino tertawa. "Aku tidak tahu.... Tetapi sepertinya mereka punyanhubungan yang buruk di masalalu... Yang Aku tahu Daviela pernah satu kampus dengan Vitto dulu... Oh iya, satu lagi, Vitto dan Rana memberikan hadiah untuk pernikahan kita berdua.. "


"Hadiah???" Arindah mengulangi ucapan Vino.


"Yupz... Hadiah tiket bulan madu ke Maldives selama satu minggu... Dia meminta kita mencari waktu yang pas dan memberitahu nya agar dia bisa memesankan villa ataupun resort untuk kita berdua... Dan kita di bebaskan memilih dimana kita akan menginap... Bagaimana menurutmu???"


"Mereka ingin memberikan hadiah pernikahan untuk kita???" Tanya Arindah dan Vino mengangguk. "Lalu hadiah pernikahan apa yang akan kita berikan pada mereka???"


"Aku belum terpikirkan.."


Arindah menepuk dahi nya. "Kau ini... Lalu kau langsung menerima nya???"


"Tidak.... Aku bilang pada Vitto bahwa Aku akn membicarakannya denganmu dulu, karena kau harus mengatur cutimu, dan aku harus melihat jadwalku... "


"Artinya secara tidak langsung kau menerima nya..."


"Ya tidak masalah... Hadiah kan memang harus di Terima, ya kita Terima saja dan mari kita atur jadwal kita lalu berangkat... Masalah hadiah untuk mereka kita akan sambil memikirkan nya... Lagipula aku juga sebenarnya sudah ada rencana mengajakmu honeymoon, dan kebetulan Vitto menawarkannya..."


"Memangnya kau berencana membawaku kemana???" Tanya Arindah sambil mengelus kepala Naufal yang ada di sebelahnya.


"Tergantung kau ingin kemana..."

__ADS_1


Arindah mendongak dan tersenyum pada Vino. "Aku belum terpikirkan...."


Vino mengecup dahi Arindah. "Kita awali dulu dari Maldives.. Kau bisa memilih ingin menginap dimana..."


"Di resort yang digunakan oleh Vitto dan Rana juga bagus. ada kamar anak.. Jadi Naufal tidak tidur dengan kita seperti ini... "


"Kau ingin mengajak Naufal???" Tanya Vino.


"Ya, tentu saja... Kenapa??? Kau tidak ingin kita mengajaknya???"


"Biasanya bulan madu itu hanya kau dan aku saja, tapi karena kita sudah memiliki anak ya tiidak masalah jika kita mengajaknya, pasti seru karena kita berdua akan bermain dengan otak kita untuk bisa mencari kesempatan jika ingin berhubungan int*m.. Itu akan lebih menantang..."


Arindah memukul paha Vino. Wajahnya juga memerah karena mendengar ucapan lelaki itu. "Diamlah....!!! Habiskan just mu lalu kita tidur... Jika terus mengobrol, Naufal akan bangun... "


"Kau yakin bahwa kita harus langsung tidur???? Semalam kau sudah meninggalkanku tidur, tanpa memeluk atau menciumku lebih dulu....Jadi setidaknya malam ini kia melakukan olahraga raga malam sebelum tidur.... Karena suamimu ini sangat merindukan kehangatan dari tubuhmu..."


"Tapi jangan disini, Naufal sepertinya belum terlalu lelap..." Ujar Arindah.


"Lalu kemana???" Tanya Vino.


"Walk in closet, aku menyukai nya... "


Vino membaringkan Arindah di sebuah sofa berbentuk lingkaran. Kaki Arindah menjuntai ke lantai dan sedikit membuka, sedangkan Vino tengkurap di atasnya. Vino mendekatkan wajahnya dan kembali mencium bibir Arindah. Bibir mereka berdua saling bertautan, dan lidah Vino menelusup masuk kemudian nerjalinan dengan lidah Arindah. Tangan Vino pun menggerayai kedua pay*dara Arindah bergantian. Lembut, kenyal dan sangat menggoda. Arindah mengeluarkan erangan kecil dan menikmati setiap sentuhan jemari Vino di dada nya.


Setelah mereemas, Vino melepaskan ciumannya pada bibir Arindah. Dan ciumannya turun ke dagu Arindah, ke leher dan berhenti di dua gundukan yang ada di dada Arindah. Vino mulai menyesap bulatan berwarna pink sebelah kanan, dan tangannya bermain di sebelah kiri. Hal itu, membuat Arindah mengerang kenikmatan karena sensasi yang di buat oleh Vino. Lidah lelaki itu bermain dengan ahli nya, dan reemasan-reemasan jemari Vino begitu lembut. Arindah menggeliat dan terus mengeraang.


"Oh ya Ampun.... Aaahhhh.... Sshhhhshhhhh... Tolong...Jangan berhenti...." Arindah mulai meracau. dan hal itu membuat Vino merasa senang sehingga dia semakin menggila melakukannya. Vino kemudian berpindah menyesap milik arindah yang sebelah kiri. Meninggalkan basah disana dan juga tidak lupa Vino meninggalkan jejak merah di seluruh bagian dada Arindah.


Setelah merasa puas, Vino pun duduk di sofa. "Turunlah... Aku ingin mulutmu yang bermain lebih dulu..."


Bagaikan kerbau di cucuk hidungnya, Arindah menuruti kemauan Vino. Dia turun dari sofo, menekuk kedua lututnya tepat di depan Vino yang sedang duduk. Dan wajahnya juga tepat berada di depan milik Vino. Arindah membuka celana suami nya dan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.


Vino membimbing tangan Arindah agar menyentuh miliknya. Jemari Arindah mulai menyentuh, yang pertama Arindah rasakan adalah hangat mendekati panas, dan juga lembut serta ada beberapa urat yang terlihat. Tangan Arindah mulai bergerak naik dan turun di milik Vino. Lelaki itu mulai mengerang dan menikmati setiap sentuhan istrinya. Mendengar itu, Arindah justru semakin bersemangat sekali dan mempercepat gerakannya.


"Ya sayang... Terus bergerak...." Perintah Vino dan Arindah melakukannya.


Arindah tidak mengatakan apapun dan tangannya terus bergerak. Dan Arindah menundukkan kepala nya dan dia membuka mulutnya, lalu mulai menguIum milik Vino. Lelaki itu menunduk dan tersenyum, melihat keberanian istri nya. Arindah sangat luar biasa. Hisapan dan permainan mulutnya begitu nikmat, hingga Vino selalu merindukannya. Vino menarik dan menekan kepala Arindah, menahannya beberapa detik dan melepaskannya. Itu semakin membuat semua nya jadi terasa sempurna dan luar biasa. Hingga akhirnya Vino meminta Arindah untuk berhenti.


Tidak mau tinggal diam setelah merasakan sensasi mulut Arindah di miliknya, Vino kembali meminta istrinya agar berbaring di atas sofa dan dia akan melakukan sesuatu sehingga tidak hanya dirinya saja yang merasakan kenikmatan, tetapi Arindah juga harus merasakan sesuatu yang luar biasa. Vino sudah membiarkan Arindah mengeksplorasi dirinya, dan Vino kali ini Vino yang duduk di lantai tepat di antara kedua kaki Arindah yang di teluk dan di buka agar Vino bisa melihat keseluruhan milik Arindah.


Jemari kanan Vino mulai bergerak menuju area seIangkangan Arindah yang masih berbalut su+era putih. Jari Vino sedikit menyingkap su+era putih itu, dan kemudian hari tengahnya meng9esek pelan kIitoris Arindah naik turun. Arindah juga mengerrang karena permainan jari Vino di miliknya. Dia tidak bisa berhenti meracau karena sensasi yang di rasakan akibat permainan Vino.

__ADS_1


"Sangat nikmat Vin... Astaga......" Arindah meracau kenikmatan.


Hingga beberapa saat kemudian. Vino menghentikan aksi nya kemudian melepaskan cd istrinya, lalu berdiri dan naik ke atas Arindah. Vino beralih mencium bagian pay*dara Arindah. Vino tersenyum manis. Kini posisinya pas, dan wajahnya berhadapan dengan perempuan itu. "Kau siap???!" Tanya Vino untuk memastikan lagi apakah perempuan itu benar-benar siap untuk menerima nya.


"Ya... " Jawab Arindah pelan.


Vino memeluk Arindah lalu perlahan memasukkan pen*s nya, pelan dan semakin dalam. Vino mulai bergerak lambat tetapi di ringannya sangat kuat dan keras, hingga membuat Arindah berteriak karena sensasi nya. Berkali-kali Vino melakukan hal itu, membuat percintaan mereka semakin luar biasa. Vino terus saja bergerak dan mulutnya juga tidak bisa berhenti meracau kenikmatan, hal yang sama juga di lakukan Arindah, membuat Arindah terlihat semakin s*xy dan luar biasa nikmat. Tidak terhitung lagi, sudah berapa kali Arindah mencapai or9asme nya, dan itu semakin terasa luar biasa sekali. Luas dan juga sangatlah nikmat rasanya.


"Kau ingin di atas??" Tanya Vino, dan dia langsung mengatur posisi nya dengaan berbaring, karena Arindah menganggukkan kepala nya ingin bermain di atasnya. Vino sangat senang karena Arindah benar-benar terbuka. Vino akan menuruti keinginan perempuan itu.


Vino sudah berbaring dan meminta Arindah agar naik di atasnya. Perlahan Arindah pun naik dan duduk di atas perut Vino. "Pelan-pelan...!!!" Titah Vino pada Arindah, sambil memegang miliknya.


Arindah mengatur posisi nya dan mengangkat ping9ulnya, lalu mengarahkan tepat di atas milik Vino yang sudah berdiri tegak. Arindah kemudian menurunkan tubuhnya secara perlahan hingga akhirnya dia menelan milik Vino. Kedua nya langsung mendessah. "Ahhhhh........!!!!"


Arindah membungkukkan punggungnya, tengkurap dan memeluk Vino serta menenggelamkan kepala nya di leher Vino. Lalu bergerak naik dan juga turun. Arindah merasakan hal yang luar biasa, milik Vino benar-benar memenuhi dirinya. Size milik Vino sangat besar.


Arindah bergerak pelan, Vino memeluknya dengan kedua tangannya. Selain mendessah, Vino juga terus tersenyum sambil berbisik di telinga Arindah yang ada di atasnya. "Astaga.... Aaahhh...... Ini sangat enak..... Kau sangat nikmat.. Ahh yeahhh... Ahhh. .." Ucap Vino dengan suara parau dan tersenggal. Arindah mengangkat punggungnya dan tersenyum pada Vino sambil terus mengerrang kenikmatan. Arindah benar-benar semakin cantik saat seperti ini, dan milik Arindah sangat sempit. " Yaahhh Sayang... Teruslah bergerak... Puaskan dirimu..." Perintah Vino.


Mendapati Vino sangat menikmati nya. Arindah semakin senang sekali dan terus bergerak naik turun, maju mundur. "Hmmm..... Ahhhhh... Owh.... " Arindah terus meracau, dan dia kembali membungkukkan punggungnya lalu mencium leher dan bibir Vino.


"How do you fell??? Ahhh... Ahhh... " Tanya Vino.


"Hhmmmmppptt... Yupz.... So good.... Oh Gosh.. Ahhh... Aaah...." Jawab Arindah.


Vino tersenyum, dan dia menarik lalu memeluk punggungnya Arindah. Kali ini Vino yang bergantian bergerak naik turun. Vino mempercepat gerakannya membuat dessahan Arindah semakin keras, begitu juga dengan Vino. Suara beradu dari kulit mereka juga terdengar keras karena Vino bergerak begitu cepat hingga membuat Arindah setengah berteriak karena merasakan kenikmatan yang tidak bisa di ungkapkan selain dengan dessahan.


Sampai akhirnya Vino merasakan sesuatu yang bergolak di dalam dirinya. Dia akan mencapai puncaknya, sehingga semakin mempercepat gerakannya. Arindah semakin menggeliat. "Aku.... Sebentar... La... Gi...."


"Hmmmpppptttt Ahhhhh...... Le..bih ce...pat la..gi, kita ga


.pai bersama-sam...a... "


Vino semakin mempercepat dan semakin cepat bergerak. Dan beberapa menit kemudian Vino mengerrang panjang sekali dan meledak di dalam tubuh Arindah bersamaan dengan erangan panjang Arindah.


Setelah itu, Vino merasa lemas dan memeluk erat Arindah. Vino mengatur napasnya sambil tersenyum. Setelah merasa lebih baik. Vino mengangkat kepala nya dan tersenyum pada Arindah. Dia kemudian mengecup kening Arindah dengan lembut. "Terima kasih istriku.. Ini sangat luar biasa...!" Ucapnya. Vino kemudian secara perlahan mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Arindah dan berbaring di samping perempuan itu. Vino melebarkan lengannya dan meminta Arindah menggunakan itu sebagai bantal.


Vino pun memeluk Arindah. Karena rasa lelah dan kantuk luar biasa, mereka akan mengatur napas sebentar sebelum nanti kembali lagi ke tempat tidur. Sangat puas dan ini jadi hal yang sangat luar biasa bagi kedua nya. Vino memeluk Arindah dan kembali mendaratkan sebuah kecupan lembut di dahi perempuan itu.


Setelah mengatur napas, dan rasa kantuk langsung mendera, Vino dan Arindah pun berdiri, memakai lagi baju tidur mereka. Vino kemudian membopong tubuh Arindah, membawa nya kembali ke kamar. Naufal masih terlelap. Arindah berbagi posisi di kanan dan kiri diantara Naufal, lalu mereka berdua menyusul Naufal tidur. Vino tidak bisa jika terus-terusan harus bercinta menjauh dari tempat tidur. Dia akan menghubungi selretarisnga untuk mencarikan dekorator kamar anak untuk kamar Naufal. Vino sudah menanyakan pada Naufal tadi pagi saat sarapan apakah Naufal mau di buatkan kamar sendiri, dan bocah itu dengan penuh semangat mengatakan mau, dan bahkan meminta request tema khusus untuk kamarnya. Vino tentu akan mengabulkannya dengan senang hati, agar dia juga bisa tidur berdekatan dengan Arindah dan bebas melakukan apapun tanpa khawatir Naufal akan melihatnya


★★★★★★

__ADS_1


__ADS_2