Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 26


__ADS_3

"Tugas pertama sudah selesai, dan yang harus kau lakukan sekarang adalah menikah dengan Rana....! Kita tidak akan bisa menunggu lama lagi, jika tidak, rencana kita akan berhenti karena Jeany...!"


"Ya... Pada akhirnya langkah ini harus aku ambil....! Aku akan mengajak Rana menikah, lagipula rumah itu juga sudah siap sejak lama....!" Ujar Vino. "Apa kau sudah menghapusnya???"


"Tersimpan di memory card, aku akan ambil memory cardnya, dan langkah selanjutnya akan kita mulai...!"


Vino mengangguk dan membawa Angel pulang ke rumahnya. Sementara itu, Jeany masih meringis kesakitan dan dengan langkah terseret dia berusaha menuju tempat mobilnya terparkir. Jeany sudah mendapatkan bukti yang begitu kuat tetapi sepertinya Tuhan belum berpihak kepadanya. Jeany tidak akan menyerah, dan besok dia akan menemui Rana untuk mengatakan semuanya.


★★★★


Keesokan harinya.


Vino datang pagi sekali ke rumah Rana, ini hari sabtu dan dia tentu tidak ada pekerjaan di kantor. Vino sudah mulai bersiap dengan drama terbarunya yang sudah dia rencanakan dengan Angel semalam. Bahkan semalam Vino juga sudah menyuruh orang untuk mengawasi rumah Rana, berjaga-jaga jika Jeany datang kesana. Dan beruntungnya Vino, Jeany malam itu tidak ke rumah Rana akan tetapi Vino yakin bahwa Jeany pasti akan datang bertemu dengan Rana entah dirumahnya, atau dibakery nya bahkan mungkin di tempat lain. Itu sebabnya Vino sudah bersiap dengan pagi-pagi sudah datang ke rumah Rana.


Vino turun dari taksi, dan mengetuk pintu rumah Rana. Vino sengaja naik taksi dan membawa koper kecil. Dia akan berpura-pura baru sampai dari luar kota, mengingat sebelumnya dia sudah mengatakan pada Rana jika dia kemarin akan keluar kota.


Tak lama pintu dibuka dari dalam oleh Rana. "Vino..??? Ini masih pagi dan kau sudah ada disini???" Seru Rana terkejut.


Vino tersenyum dan pura-pura menguap. "Aku baru dari airport tapi langsing kesini karena aku merindukanmu...!" Ujar Vino, membuat Rana tersenyum dan pipinya memerah.


"Kau ini.... Ayo masuk...!"


Vino masuk dan menarik kopernya. "Kau tidak ke Bakery hari ini???" Tanya Vino.

__ADS_1


"Aku akan kesana setelah siang saja, banyak sekali pekerjaan rumah hari ini, aku harus mencuci pakaian, bersih-bersih dan lainnya, kau pasti belum sarapan, aku akan menyiapkannya, setidaknya basuhlah wajahmu agar terlihat segar...!"


"Aku mengantuk sekali, aku bolehkan istirahat disini setelah sarapan nanti...!"


"Iya, boleh saja...! Aku ke dapur dulu...!"


Vino tersenyum, dan mendaratkan kecupan di kening Rana lalu masuk ke kamar Rana. Sementara perempuan itu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


Setelah mencuci wajahnya, Vino langsung melangkah ke dapur Rana yang menjadi satu dengan ruang makan. Aroma harus langsung menyeruak dari sana. Entah apa yanh dimasak oleh Rana, tetapi baunya memang benar-benar harum sekali.


"Woopzzz.... Baunya harum sekali, apa yang kau buat???" Tanya Vino. Kali ini memang Vino tidak berbohong, karena masakan Rana memang tercium sangat lezat.


Rana menoleh ke belakang lalu tersenyum kepada Vino sambil membawa piring berisi sebuah roti panjang keras, roti baguette roti keras khas perancis dan ada isian di dalamnya, membuatnya terlihat semakin menggiurkan. "Aku membuat Stuffed Baguette, ada daging cincang dan mozzarella di dalamnya...! Aku sering membuatnya untuk sarapan, apa kau mau???"


"Ya, kemarin aku membawanya dari Bekery karena aku sedang ingin membuat masakan ini...!" Ucap Rana, kemudian memotong roti isi itu dengan pisau dan membaginya menjadi beberapa bagian, lalu meletakkannya di piring dan memberikannya pada Vino.


"Thanks sayang...!!" Vino mendongak ke arah Rana yang berdiri disampingnya.


"Sama-sama...! Habiskan jika kau suka, kau mau minum apa? Kopi, teh atau jus?"


"Teh hijau, jika ada...!"


"Ada.. Makanlah, aku akan membuatkanmu teh hijau...!" Rana kembali ke meja dapur, sedangkan Vino mulai menikmati sarapannya.

__ADS_1


Hanya butuh beberapa saat saja Rqna sudah selesai membuatkan teh hijau untuk Vino dan memberikannya pada lelaki itu. Vino kembali mengucap terima kasih dan memuji rasa masakan buatan Rana yang sangat enak itu.


"Kau sangat pandai memasak! Ini benar-benar enak...!" Puji Vino, dia berkata jujur karena memang rasanya enak.


"Untuk apa aku menghabiskan waktuku bertahun-tahun sekolah memasak, jika aku tidak bisa memasak, kau ini terlalu berlebihan...!" Rana menarik kursi dan duduk.


"Hahaha benar juga ya, tapi jujur ini enak...! Pasti akan sangat menyenangkan jika memiliki istri yang pandai memasak sepertimu, setiap pagi aku akan disambut oleh sarapan yang lezat seperti ini, dan setiap malam aku juga akan diaambut makanan lezat....! Aku tidak sabar untuk segera menikahimu...!"


Rana yang sedang meminum jus langsung tersedak mendengar ucapan Vino. "Menikah???"


Vino mengenggukkan kepalanya, kemudian meraih jemari Rana. "Kita sudah bertunangan jadi untuk apa menunggu waktu lama lagi??? Kau pasti mau kan menikah denganku??? Aku sangat ingin menghabiskan hariku denganmu, memelukmu ketika malam, dan ketika bangun aku juga masih memelukmu... Aku sangat mencintaimu Rana, please kau mau kan segera menikah denganku???"


Rana terhenyuk, dia terdiam dan menelan ludahnya. Rana menyadari bahwa dia dan Vino memang sudah bertunangan beberapa waktu yang lalu. Vino melamarnya dengan sangat romantis hingga jika Rana mengingatnya dia pasti akan tersenyum sendiri. Vino akhir-akhir ini sudah mengisi hatinya, dan mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Vino begitu romantis, dan setiap waktu selalu saja mengirim dan berucap begitu manis. Vino laki-laki yang sangat baik, tampan dan penuh kasih sayang, membuat Rana sangat mencintainya. Vino mengajaknya menikah, bagaimana bisa Rana menolaknya, dia juga ingin sekali berbahagia dengan lelaki itu. Mengingat Rana selalu berdoa kepada Tuhan agar dia bisa mendapatkan laki-laki baik, yang mencintainya dan menerima segala kekurangannya, dan itu semua ada pada Vino.


"Bagaimana??? Kau mau kan menjadi istriku dan melengkapi hidupku???? Aku sangat mencintaimu Rana....!" Ucal Vino lagi dengan penuh keyakinan.


"Ya Vino...! Aku mau menikah denganmu karena aku juga sangat mencintaimu!" Jawab Rana.


"Kau serius mau menikah denganku???" Tanya Vino lagi, dia serasa masih belum mempercayai ucapan Rana.


Rana pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Vino berdiri dan mendekati Rana kemudian langsung memeluknya dan Rana membalas pelukan itu sebagai ungkapan kebahagiaannya.


"Aku tidak mau menunggu lama, lusa kita harus mulai mengurus pernikahn kita, aku akan menikah denganmu bulan ini.... Aku tidak bisa menunggu, karena aku sangat mencintaimu Rana......!" Vino memeluk Rana dan wajahnya tidak terlihat bahagia meskipun dia berucap seperti orang yang terlihat bahagia.

__ADS_1


Sementara itu, Jeany sebentar lagi akan sampai di rumah Rana dan bersiap untuk mengungkapkan semua kebusukan Vino.


__ADS_2