Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 223


__ADS_3

Vitto masuk ke dalam rumah dengan perasaan bahagia sekalii, usaha nya sudah berhasil untuk membuat Angel di penjara dan mengakhiri permainannya selama ini. Sekarang dia hanya perlu bersabar menunggu Jason dan Shabella di tangkap. Rumah sudah dalam keadaan sepi karena memang ini sudah hampir jam dua belas malam, mungkin pelayan juga sudah tidur begitu juga dengan Rana. Pagi tadi Vitto membawa Rana pulang ke rumahnya untuk beberapa dua hari ke depan. Vitto merindukan suasana rumahnya tetapi dia juga tidak bisa jauh dari Rana. Apalagi besok lusa dia harus keluar kota untuk melanjutkan syuting yang sempat tertunda karena Rana sakit, dan dia akan meninggalkan perempuan itu untuk beberapa hari.


Vitto melangkah menuju kamar Rana untuk memeriksa apakah perempuan itu sudah tidur atau belum, karena Rana tidak membalas dan membaca pesannya tadi, setelah pesta berakhir. Vitto mengetuk pintu kamar tamu pelan, kemudian membuka nya perlahan. Dia mengernyit karena tidak mendapati Rana ada disana. Vitto kemudian mengetuk pintu kamar mandi memanggil nama Rana tetapi tidak ada jawaban dan ternyata pintu itu tidak terkunci. Rana tidak ada di kamar mandi. Vitto keluar kamar tamu mencoba menemukan Rana.


Vitto mengarahkan pandangannya ke seluruh sudut rumahnya. semua lampu sudah di matikan tetapi ada satu ruangan yang tidak tertutup sempurna dan lampu disana masih menyala. Itu adalah ruang baca miliknya. Vitto tersenyum dan tahu bahwa Rana pasti disana. Perempuan itu sering menghabiskan waktu nya untuk membaca buku, dan Rana pernah mengatakan bahwa koleksi buku di ruang baca di rumah Vitto sangatlah lengkap dan dia suka berada Disana. Jadi Vitto sangat yakin Rana berada disana. Vitto langsung menuju ruang baca itu untuk menemui Rana dan meminta agar dia pergi ke kamar dan tidur karena sudah larut.


"Astaga dia tertidur disini..." Vitto menghampiri Rana yang tertidur di kursi dan tubuhnya membungkuk bertopang pada meja, di bawahnya ada sebuah buku. "Selalu saja menjadi kebiasaannya tidur setelah membaca, tubuhnya butuh tempat tidur yang nyaman dan dia malah tidur disini...!" Gumam Vitto, kemudian dia mengangkat Rana dan akan membawa nya ke kamar, agar Rana bisa beristirahat dengan nyaman.


Saat sedang membawa Rana, ternyata perempuan itu membuka mata nya dan tersenyum. "Kau sudah pulang?" Gumamnya dengan suara serak.


"Kenapa tidur disana? Harusnya jika sudah mengantuk kau langsung ke kamar, kau masih harus memulihkan tubuhmu agar bisa segera sembuh...!"


Rana kembali tersenyum. "Aku menunggumu...! Aku merindukanmu, seharian ini kau keluar dan sibuk dengan urusan pertunangan Vino jadi aku sedikit kesepian...!"


"Besok kita bisa mengobrol seharian di rumah, sekarang kau harus istirahat, aku juga lelah..." Ucap Vitto.


"Kau akan tidur denganku lagi kan??? Kau harus mengatakan iya karena aku tidak mau jauh darimu, apalagi lusa kau akan pergi selama beberapa hari...!"

__ADS_1


Vitto terkekeh. "Iya... Kita tidur di kamarku.."


Citto membawa Rana ke kamarnya dan membaringkan perempuan itu disana. Bukannya memejamkan mata, Rana justru melingkarkan kedua lengannya di leher Vitto, membuat lelaki itu masih dalam posisi membungkuk, padahal dia ingin ke kamar mandi, membersihkan diri, berganti pakaian baru setelah itu dia akan tidur.


"Kau mau kemana???" Tanya Rana sambil terus menahan Vitto.


Vitto melempar senyumnya. "Aku akan mandi dan berganti pakaian...!" Jawab Vitto.


Rana tiba-tiba mendengus menbuat Vitto mengernyit dan bingung. "Ada apa??? Kenapa kau seperti itu??" Tanya Vitto.


Senyum Rana merekah. "Aku mencium bau badanmu, dan tidak bau sama sekali, kau masih wangi sama seperti sebelum berangkat, kau tidak perlu mandi, ganti baju saja...!"


Rana masih tersenyum kemudian melepaskan lengannya dari leher Vitto. Lelaki itu mendaratkan satu kecupan di bibir Rana, setelah itu dia melepaskan jas nya, sepatu baru dan kacing lengan kemeja yang di pakai nya. "Setidaknya tunggu sebentar, aku cuci muka dulu kalau kau sudah mengantuk tidur saja dulu...!" Ucap Vitto.


Rana mengangguk dan membiarkan Vitto ke kamar mandi. Rana bangun dan duduk bersandar di tempat tidur menunggu Vitto. Rana tidak tahu kenapa dia bisa seberani ini kepada Vitto, dia benar-benar merasakan kenyamanan yang luar biasa ketika berada di dekat lelaki itu, dan tidak mau jauh. Lelaki itu menepati janji nya untuk menjaga nya, dan selalu ada ketika dia membutuhkannya. Semakin hari hubungannya dengan Vitto semakin baik, bahkan selama dia sakit, Vitto selalu tidur bersamanya dan merawatnya dengan baik layaknya seorang suami yang siaga. Vitto tidak pernah berlaku yang berlebihan.


Sekarang hubungan Vino dan Angel sudah benar-benar berakhir. Rana sejak tadi memikirkan lagi ketakutannya pada Vino. Lelaki itu bisa melakukan apa saja untuk menemukan keberadaannya. Berbagai hal bisa terjadi, dan kekhawatirannya lebih kepada hubungannya dengan Vitto. Mungkin dia sendiri bisa untuk menolak dan todak terpengaruh oleh Vino karena luka nya pada lelaki itu begitu dalam. hanya saja yang Rana takutkan saat ini adalah Vino akan melukai Vitto, seperti apa yang dulu Vino lakukan pada Jeany. Bisa saja Vino beranggapan bahwa Vitto akan jadi penghalang.

__ADS_1


Rana mencoba berpikir apa yang harus dia lakukan untuk menghindari hal buruk yang bisa saja terjadi diantara dirinya ataupun Vitto.


Beberapa saat kemudian, Vitto keluar dari kamar mandi, dan wajahnya terlihat lebih segar dan dia juga sudah berganti pakaian. "Hei... Kenapa kau malah duduk? Kenapa tidak tidur???"


"Aku menunggumu...!"


Vitto naik ke tempat tidur dan duduk di sebelah Rana, perempuan itu langsung memeluknya dan menyandarkan keoala nya di dada Vitto. "Sekarang aku ingin bertanya, rencana apalagi yang sudah kau susun dengan Vino dan Papa kalian?? Maksudku tentang Jason dan Shabella..!"


"Keberadaan mereka sudah di ketahui dan sekarang dalam incaran untuk menangkap mereka dan mereka bisa segera menyusul Angel...!"


"Semoga semua nya kembali sesuai ekspektasi kita semua dan di beri kelancaran untuk semuanya...!" Gumam Rana.


"Semoga saja...!"


Rana melepaskan pelukannya pada Vitto dan mendongak manatap lelaki itu. "Aku ingin meminta sesuatu padamu? Apa kau mau memberikannya???" Tanya Rana.


Vitto tersenyum, dan menunduk mengecup bibir Rana. "Tentu saja, katakan apa yang ingin kau minta dariku??? Aku akan memberikannya kepadamu...!"

__ADS_1


"Jika kau berkenan, lekaslah untuk menikahi ku, tidak perlu menunggu waktu tiga bulan lagi, jika acara syutingmu di luar kota selesai, kita bisa segera menyiapkan semua nya, tidak perlu menunggu lebih lama lagi, aku hanya tidak ingin kita seperti ini terus, dan aku juga lelah harus terus bersembunyi, aku ingin kembali seperti dulu bebas untuk kamana pun, jika kita menikah, aku akan bisa melakukan itu dan tidak ada lagi yang harus kita sembunyikan dari siapapun, aku menjadi milikmu dan kau menjadi milikku??? Bagaimana? Apa kau mau menyetujui keinginaku itu agar kita bisa segera menikah? Kau setuju???" Tanya Rana.


__ADS_2