Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 91


__ADS_3

Vitto kembali ke apartemen dengan menenteng belanjaan. Ketika dia ke kantor Aditya dia menyuruh supirnya untuk berbelanja ke supermarket karena persediaan di apartemen juga sudah menipis. Rana terlihat sibuk mengerjakan sesuatu di dapur. Vitto menghampirinya dan membongkar belanjaannya.


"Apa yang sedang kau lakukan???" Tanya Vitto.


Rana menoleh. "Kau sudah pulang??? Ini aku sedang membuat sesuatu, aku tadi tertidur saat membaca buku dan aku lapar...!"


"Jadi kau baru akan makan siang???"


Rana mengangguk. "Iya.... Kau pasti sudah makan siang ya?"


"Belum... Tadi sebenarnya temanku mengajakku untuk makan siang tetapi aku menolaknya...!"


"Teman??? Hmmm Teman atau teman???" Rana mulai meledek Vitto sambil mengangkat alisnya bergantian.


"Kenapa? Kau cemburu??? Hahaha sudahlah aku tadi ke kantor temanku, dia pria dan dia yang kemarin meminjamkan jet pribadinya untuk menjemput Papa jadi kau jangan berpikir aneh-aneh... Masaklah sesuatu karena aku juga sangat lapar...!" Vitto meletakkan belanjaannya dan pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


Rana membongkar belanjaan Vitto, mengeceknya satu persatu. Dia mengambil beberapa bahan seperti pasta spaghetti dan paprika. Tadi dia sudah membuat saus bolognese. Tinggal merebus pasta dan menambahkan potongan paprika disausnya. Sebenarnya Rana sudah mulai sedikit bosan berada di dalam apartemen ini, tetapi sekarang dia sudah sedikit bebas setelah akhirnya berpisah dengan Vino, hanya saja Rana juga masih menunggu saat yang tepat untuk bisa kembali beraktifitas.


Vitto kembali lagi ke dapur dan dia merasa semakin lapar ketika bau saus bolognese buatan Rana menguar. Dia sangat lapar sekali dan tidak sabar untuk memakannya, sayangnya pasta yang direbus masih berada di dalam panci. Vitto mengambil gelas dan mengisinya dengan air dingin dari dispenser. Dia kemudian mengatakan kepada Rana bahwa dia menemui Aditya untuk menyewa jet pribadinya yang akan dia gunakan untuk ke Singapura. Dan lusa dia dan Rana akan berangkat kesana untuk 3 hari. Vitto tahu Rana pasti saat ini sedang bosan dan butuh jalan-jalan keluar. Selain menjenguk Jeany, itu adalah kesempatan yang bagus untuk Rana jalan-jalan.

__ADS_1


Mendengar itu wajah Rana langsung berubah menjadi ceria, dia sangat merindukan Jeany dan tidak sabar untuk bertemu dengannya. Segala dokumen keimigrasian juga sudah diurus oleh Vitto kemarin. Dan dia nanti tinggal berangkat ditemani oleh Vitto.


Pasta sudah matang, Rana mengangkat dan meniriskannya kemudian meletakkannya di piring dan menyajikannya diatas meja makan. Vitto juga sudah bersiap dan dia memang sangat lapar sekali.


"Jadi kau mendatangi kantor temanmu untuk menyewa lagi pesawatnya? Dan kau akan digratiskan lagi...!" Gumam Rana lalu menyuapkan spaghetti ke mulutnya.


"Dia akan meminjamkannya gratis lagi, tetapi aku selangkah lebih cepat, jadi aku meminta managerku untuk mentransfer uang ke rekeningnya hahhaa"


"Kau melakukan hal yang bagus...!" Rana memuji Vitto.


"Aku juga tadi bertemu dengan istri Aditya juga kedua anaknya, mereka kembar tetapi laki-laki dan perempuan, sangat menggemaskan sekali....!" Ujar Vitto.


Vitto tersenyum. "Ya, jika bisa aku ingin membawanya pulang hahaha, usia mereka sekitar 2 tahun dan kau bisa bayangkan betapa menggemaskannya mereka....!"


"Menyenangkan sekali punya anak kembar....!"


"Kapan-kapan aku akan mengajakmu ke rumah mereka, dulu ketika mereka menikah aku tidak bisa datang karena berada di luar negeri dan aku hanya mengirim hadiah saja, mereka menikah mendadak sekali jadi aku tidak bisa mengatur jadwalku saat itu....!"


Dahi Rana berkerut. "Menikah mendadak??? Apa istrinya??"

__ADS_1


Vitto terkekeh dan langsung menyela ucapan Rana karena dia tahu kemana jalan pikiran Rana. "Jangan kau pikir orang yang menikah mendadak itu identik dengan hamil duluan hahaha, mereka tidak seperti itu, menurutku mereka adalah pasangan dengan kisah cinta yang luar biasa....!" Ujar Vitto.


Dan Vitto kemudian menceritakan perjalanan kisah cinta dari Aditya dan juga Cahya. Dimana kalasan Aditya menikahi Cahya saat itu adalah karena seseorang yang memiliki kebencian dan rasa iri serta dengki melontarkan penghianaan dan fitnah pada Cahya. Merasa Cahya adalah perempuan baik, dan dari keluarga yang baik pula, Aditya akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan harga diri Cahya dengan menikahinya. Cahya bukan berasal dari keluarga kaya raya, dia dari keluarga yang sederhana, tetapi itu tidak menghalangi Aditya untuk tetap menikah dan mencintainya. Mereka menikah dan berbahagia dengan kehidupannya saat ini. Bahkan Aditya sangat menghormati ibu mertuanya, menyayanginya seperti dia menyayangi Ibunya sendiri. Meskipun rumah tangga mereka memiliki banyak cobaan tetapi cinta mereka setiap hari semakin kuat. Bahkan ketika Cahya mengalami depresi hebat selama berbulan-bulan setelah kehilangan calon bayi pertamanya, Aditya selalu berada disampingnya, dengan sabar menjaganya hingga Cahya bisa kembali seperti sebelumnya. Mereka memperbaiki apa yang sempat hilang dan Tuhan kemudian memberi mereka bayi tidak hanya satu tetapi sepasang bayi kembar yang sangat menggemaskan. Semakin membuat kebahagiaan keluarga mereka bertambah.


"Luar biasa sekali.... Apa itu yang dinamakan buah dari kesabaran???" Ucap Rana.


Vitto tersenyum. "Tuhan tidak pernah menutup matanya, dia selalu bersama orang yang mau percaya keajaibannya, kau juga harus percaya bahwa suatu saat Tuhan juga akan memberimu kebahagiaan setelah kau melewati semua kesulitan ini...! Tuhan tidak pernah tidur, dia akan menunggu waktu yang dia pikir tepat untuk memberi keajaibannya pada kita ..! Percaya atau tidak itu tergantung pada kita sendiri...!"


"Aku selalu menunggu hari itu Vit walaupun aku tidak tahu itu kapan, benar katamu bahwa setelah kesulitan pasti ada kebahagiaan yang sedang menunggu di depan sana...!"


"Kau sekarang memang kehilangan orang yang kau cintai, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa nanti akan ada orang yang sangat mencintaimu sedang menunggu, dia pasti akan membawa surga untuk kehidupanmu, bukan lagi neraka seperti yang diberikan oleh Vino....!" Gumam Vitto.


"Amin....!" Ucap Rana kemudian.


Mereka berdua sama-sama tersenyum. Rana mengaminkan ucapan Vitto dengan sepenuh hati, sementara Vitto mengatakan hal itu adalah ungkapan hatinya yang paling dalam dan orang yang sedang menunggu cinta Rana adalah di orang sendiri yang akan memberikan perempuan itu kebahagiaan serta surga untuk kehidupan Rana kelak. Ucapan itu diam-diam adalah janji Vitto untuk Rana. Vitto sangat berharap bahwa penantian serta kesabarannya nanti juga membawa hasil yang manis.


Vitto tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya pada perempuan, entah kenapa sejak awal pertemuannya dengan Rana, dia merasa ada yang istimewa dari perempuan ini. Perasaannya semakin tumbuh begitu melihat segala kesabaran, kesederhanaannya dan ketegaran Rana yang begitu besar. Bagaimana cara Rana menghadapi situasi sulitnya, semua itu membuat Vitto semakin takjub dan baginya Rana adalah perempuan mandiri yang hebat.


Vitto juga mengambil pelajaran dari kisah Aditya, dimana Aditya seolah melupakan segala yang dimilikinya dan memilih hidup dengan seseorang yang bisa dikatakan jauh dari kehidupan Aditya yang sebenarnya. Aditya sangat mencintai istrinya dan dunianya adalah bersama dengan istrinya. Bahkan Aditya yang dikelilingi oleh kekayaan juga tidak oernah sekalipun memiliki niat untuk mengkhianati keluarga yang dimilikinya. Karena bagi Aditya istrinya sudah memiliki segala yang dibutuhkannya tanpa harus mencari yang lain. Vitto berharap dia benar-benar bisa seperti temannya itu, mencintai satu orang dan melengkapi segala kekurangan orang yang dicintai itu akan membuat kehidupan menjadi sempurna.

__ADS_1


Vitto tersenyum ketika dia mengingat kembali obrolannya dengan Aditya tentang teman dari Aditya yang bercerai dengan istrinya, tetapi ternyata kemudian mantan istrinya itu justru menikah dengan kakaknya. Tetapi apakah itu juga nanti bisa terjadi dengan dirinya? Menikahi Rana yang adalah mantan istri Vino adiknya. Hanya saja yang berbeda adalah Vino tidak pernah menyentuh Rana sebelumnya, yang artinya Rana sampai saat ini masih gadis meskipun dia seorang janda. Vino memang bodoh, seharusnya adiknya itu bersyukur memiliki istri seperti Rana yang tulus, baik, sederhana tetapi tidak memalukan, daripada bersama Angel yang terlihat angkuh dan di otaknya hanya uang, uang dan uang saja. Tetapi Vitto memahaminya, Angel melakukan itu juga memberikan hal yang diinginkan oleh semua pria. Artinya dia mendapatkan uang dengan cara menjajakan dirinya dan Vino tidak bisa menolaknya. Tetapi Vitto meragu, apakah Vino nanti bisa bersanding dengan Angel, mengingat Angel juga dari dulu tidak pernah berkomitmen dalam hubungannya bersama dengan Vino.


__ADS_2