Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 271


__ADS_3

Arindah terlihat bingung dan menatap kesal ke arah Vitto tetapi dengan cepat dia melempar senyum ke Vino. "Ahhhh itu kan jaman dulu, cinta monyet hahahaha..!" Ujar Arindah samb tertawa mencoba membuat dirinya sendiri tidak salah tingkah.


"Berarti kau dulu memang menyukai ku??? Kenapa tidak pernah mengatakannya???" Tanya Vino lagi.


"Ya kali perempuan mengatakan cinta duluan??? Itu juga belum tentu kau menerimanya, kau kan sudah menggila karena nenek lampir berkedok Angel itu??? Aiiissshhh yang ada kau pasti akan mematahkan hati Arindah lebih sakit lagi karena penolakanmu, lebih baik dia mundur dan menyerah untuk mendapatkan cintamu, ku pikir itu cara yang tepat..." Vitto menimpali.


"Menurutku sekarang kau harus tahu rahasia Arindah di jaman itu, agar kau tidak terlalu bucin ketika mencintai seseorang, giliran ternyata dia menipu mu kau baru sadar kalau yang berlebihan itu tidaklah baik...Dimana-mana lebih baik kau menerima cinta dari orang yang mencintaimu daripada memilih mereka yang kau cintai, meskipun kau belum mencintai nya masih banyak waktu untuk bisa membuatmu bisa mencintai dia, lambat laun kalian kan bisa saling mencintai satu sama lain, contohnya seperti aku dan Rana...." Ucap Vitto lagi sambil tersenyum-senyum.


Di tengah obrolan itu, makanan pesanan Vitto datang dan Vitto mulai menikmati makanannya. "Aku senang ketika aku mencintai seseorang dan orang itu belum bisa menerima cintaku tetapi dia mau membuka diri dan meminta waktu agar dia bisa menerimaku, itu sesuatu yang baik, dan karena kesabaran serta pembuktian setiap waktu akan membuat nya tersadar bahwa cinta yang aku miliki itu tulus, lalu dia menerimaku seutuhnya, butuh sedikit perjuangan, tetapi sepadan dengan hasil yang kita dapat... Kemarin saja terlihat kau sangat menyesal karena menyia-nyiakan cinta Rana, padahal kau tahu dia sangat mencintaimu, tetapi kau lebih memilih Angel daripada dia, hahaha menyesal itu selalu ada di belakang... So... Mulai sekarang kau harus bisa mengubah cara berpikir mu Vin... Terima dia yang mencintaimu, bukan memilih orang yang kau cintai..." Tambah Vitto lagi.


"Diamlah....!" Sela Vino dengan kesal karena Vitto membahas mengenai dirinya dan Rana.

__ADS_1


Vitto tersenyum dan menyuapkan nasi dan ayam ke dalam mulutnya. Sedikit terkekeh melihat ekpresi Vino yang kesal kepada nya. "Kenapa aku harus diam??? Kau harusnya memikirkan ucapanku itu dengan baik-baik....! Hei Ndah... Apa kau masih menyukai Vino???" Tanya Vitto pada Arindah.


"Apa...???" Seru Arindah. Dia tampak semakin salah tingkah. Jika boleh jujur sebenarnya perasaannya pada Vino dulu bertahan sangat lama dan perlahan dia mencoba menghilangkannya sampai benar-benar hilang ketika dia memutuskan untuk menikah dengan Reino. Arindah tentu saat ini sudah tidak pernah lagi memikirkan perasaannya pada Vino. "Kau ini Vit, masa aku iya aku masih menyukai Vino, tentu saja tidak, itu kan masa lalu, dan sudah berlalu selama bertahun-tahun...! Hahaha...!" Arindah mengambil gelas berisi jus miliknya lalu meminumnya untuk mengurangi kegugupan nya. Vitto terlalu jujur, hingga hampir membuatnya mati gaya di depan Vino.


"Kalau masih cinta juga tidak apa-apa Ndah, kalian berdua kan sama-sama single, jadi cocok saja jika bersama..." Celetuk Vitto lagi.


Sontak Arindah yang sedang minum langsung tersedak dan batuk-batuk. "Kau sudah gila Vit... " Gumam Arindah di selingi batuk.


"Kau benar-benar menyebalkan sekali.... Ucapanmu seperti kereta yang tidak bisa berhenti... Bisakah kau berhenti membahas masa lalu ku dengan Angel dan juga Rana yang sekarang menjadi istrimu... Seharusnya kau bisa menahan dirimu... Kau benar-benar... Jika tidak ada anak kecil disini, aku sudah ingin melempar gelas berisi cocktail ini ke wajahmu..." Gerutu Vino.


"Aku bicara kenyataan jadi kenapa kau harus marah hahahaha... Arindah dan Rana juga biasa saja..." Vitto kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


Vino mendesis kesal dengan ekspresi penuh kemarahan kepada Vitto tetapi tetap menahan diri. Entah apa yang di inginkan oleh kakaknya itu, sampai harus membahas hal yang tidak penting seperti ini. Tetapi Vino sendiri merasakan sangat terkejut ketika dia mengetahui bahwa dulu Arindah pernah menyukai nya dan memilih menghindar setelah tahu bahwa dia lebih memilih Angel. Vino juga jadi merasa tidak enak saat Arindah tadi membahas mengenai hal yang lalu, yaitu tentang ketidak hadiahnya dipulangkan tahun Arindah. Vino sebelumnya tidak pernah memperdulikan itu, tetapi pembahasan itu lagi membuatnya teringat bahwa dia dulu memang keterlaluan, lebih memilih pergi menonton film di bioskop dengan Angel, di banding harus menghadiri ulang tahun Arindah. Padahal dulu Arindah sudah mendatangi nya ke rumah hanya untuk mengundangnya secara langsung, tetapi ternyata dia justru tidak datang bahkan tidak memberikan hadiah untuk Arindah, atau sekedar mengucapkan selamat ulang tahun kepada perempuan itu. Rasanya saat ini Vino benar-benar merasa malu sekali.


★★★★★


Keesokan harinya........


Vino keluar dari sebuah restoran dan berjalan menuju area parkir untuk pulang setelah bertemu dengan klien nya. Hari sudah mulai gelap, karena sebentar lagi malam. Dia sudah mulai kembali bekerja setelah kemarin pulang dari acara pernikahan Vitto dan Rana. Acara yang tidak ingin dia hadiri tetapi dia harus berusaha menunjukkan kepedulian terhadapa pernikahan kakaknya dan juga mantan istri nya.


Vino membuka pintu mobilnya dan hendak masuk, tetapi kemudian dia melirik ke arah sebuah toko mainan yang ada di sebelah restoran yang tadi dia gunakan untuk meeting. Melihat toko mainan itu, tiba-tiba Vino teringat dengan Naufal. Entah kenapa anak kecil itu langsung mendapatkan tempat tersendiri di hati Vino, membuat Vino menyayangi nya meskipun baru mengenalnya. Kepolosan dan keceriaan Naufal, membuat Vino merasa senang sekali.


Vino menutup kembali pintu mobilnya dan berjalan menuju toko mainan itu, akan membeli beberapa mainan untuk Naufal. Kebetulan tempatnya berada sekarang tidak jauh dengan tempat tinggal orang tua Arindah. Butuh sekitar 30 menit, dan Vino juga teringat akan janji nya pada Arindah untuk datang ke rumahnya jika berada di dekat daerah itu. Dan kebetulan sekali Vino berada di sini, dan Vino akan memenuhi janji nya, bertemu orang tua Arindah dan juga menemui Naufal. "Naufal sangat menyukai mainan hewan, aku lihat kemarin dia selalu menggenggam mainan itu, aku akan membelikannya beberapa juga mobil-mobilan.. adia pasti akan senang..!" Gumam Vino sambil tersenyum dan mempercepat langkahnya menuju toko mainan itu.

__ADS_1


__ADS_2