Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 342


__ADS_3

Keesokan harinya.....


Seperti biasanya Vino di sibukkan dengan pekerjaannya di kantor. Pagi tadi dia mengantarkan Naufal ke rumah mertua nya sekaligus mengantar Arindah yang ada jadwal praktek pagi. Hari ini juga ada persiapan untuk merenovasi kamar sebelah yang akan di gunakan untuk kamar Naufal. Vino sudah memasrahkan semua nya pada Papa nya yang hari ini memang tidak datang ke kantor. Dan dia baru saja kembali dari meeting pagi nya bersama beberapa staff nya untuk membahas berbagai proyek yang sedang perusahaan tangani.


Dan mengenai permasalahan hak asuh Naufal, Vino sudah menyerahkan semuanya pada pengacara nya. Dan nanti Arindah hanya tinggal menyiapkan bukti-bukti yang di perlukan. Vino merasa geram dan marah sekali atas apa yang di lakukan oleh Reino kepada Arindah. Reino seperti tidak tahu diri dan terlalu memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan Naufal padahal selama ini tidak pernah peduli sama sekali pada Naufal, akan tetapi bisa-bisa nya Reino bersikap seperti ini. Dan Vino meyakini bahwa pasti Reino melakukan ini karena ingin balas dendam pada Arindah karena Arindah menolak untuk kembali dengannya. Tetapi seharusnya Reino bisa sadar diri, bahwa apa yang di lakukannya pastilah akan percuma saja, dan tidak akan mendapatkan hasil apapun. Justru ini seperti boomerang untuk dirinya sendiri karena nanti Arindah justru akan mengungkapkan apa saja yang selama ini di lakukan Reino dan bagaimana perlakuan Reino terhadap Naufal.


Fakta Reino tidak pernah memberikan kewajiban nya berupa uang untuk kebutuhan Naufal, juga mengulik kemarahan Vino. Dimana ternyata Arindah berjuang sendiri mati-matian untuk menghifuli Naufal sejak bayi tanpa adanya kepedulian dari Reino, ayah kandung dari Naufal. Vino berjanji pada dirinya sendiri bahwa mulai saat ini, dia yang akan membantu Arindah untuk merawat dan membesarkan Naufal, serta tidak akan pernah menyuruh istrinya untuk mengemis apapun dari Reino. Karena hal itu sama sekali tidak di perlukan. Bahkan Vino akan pastikan bahwa nanti Naufal akan mendapatkan pendidikan terbaik sampai S2 bahkan sampai S3 jika perlu. Anak kecil yang tidak tahu apapun mengenai permasalahan orang tua nya, tidak boleh jadi korban keegoisan dari orang tua nya, apalagi terhadap sikap Reino selama ini. Dan Vino sudah mengambil keputusan untuk menikahi Arindah, sejak saat itu dia juga harus bisa menerima Naufal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Arindah. Kehidupan Arindah adalah Naufal, dan saat ini jika Vino ingin bersama Arindah maka Vino juga harus bersama dan menerima Naufal. Itulah kenapa saat ini dia sm selalu berusaha membangun hubungan baik dan penuh cinta dengan bocah itu, adalah agar Naufal bisa mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah yang selama ini tidak di dapatkannya.


Vino langsung meninggalkan kantornya karena sudah jam makan siang, dan dia juga sudah mengatur janji untuk menjemput Arindah di rumah sakit dan pergi makan siang bersama sebelum nanti mengantar istrinya lagi ke rumah sakit lalu baru akan menjemputnya sore hari nanti. Sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, dan sebentar lagi akan sampai.


Ponsel Vino berdering dan nama Arindah muncul disana. Vino tersenyum, mengambil handsfree. "Ya sayang.... Aku dia menit lagi sampai... ! Apa kau sudah selesai???" Tanya Vino.


"Oh sebentar lagi ya, aku akan keluar.. Semua sudah selesai.."


"Oke... Kau tunggu aku di luar.. Aku sebentar lagi sampai... " Vino menutup panggilan Arindah dan menambah kecepatan mobilnya.


****


Sampailah Vino di rumah sakit, dia keluar dari mobil, dan dari dalam terlihat Arindah sudah berjalan untuk keluar. Vino melambaikan tangannya, sedangkan Arindah mempercepat langkahnya. Ketika sampai di luar, Arindah mencium punggung tangan Vino. Lalu lelaki itu membuka kan pintu dan mempersilahkan Arindah untuk masuk. Setalah Arindah masuk, Vino berlari ke sisi kanan mobilnya dan ikut masuk. Kemudian menyalakan dan meninggalkan area rumah sakit.


"Kita akan makan siang dimana???" Tanya Arindah.

__ADS_1


"Terserah... Kau suka makan dimana??? Kita makan di tempatmu yang biasa kau datangi...." Jawab Vino.


"Dimana ya??? Aku bisa memakan apa saja, terserah kau saja... "


Vino menoleh sambil tersenyum. "Please.... Jangan mengatakan terserah, meskipun hanya satu kata, tetapi kata TERSERAH mengandung ribuan arti dan makna, dan aku tidak sanggup jika harus mencari makna kata itu menurut versim... Kalau begitu katakan saja kau ingin makan makanan apa???"


Arindah terkekeh. "Bukan begitu maksudku, aku membebaskanmu untuk makan dimana saja, karena aku bisa memakan apapun, jadi tidak masalah pergi kemana... Tapi Oke Oke, ehhhh Tiba-tiba aku ingin makan makanan Jepang... Jadi kita ke resto Jepang saja... Aku yakin kau tahu tempat resto Jepang yang bagus... "


"Hmmmm... Resto Jepang ya???? Ada sih yang makanannya enak, di dekat kantorku, resto milik Jeany, sahabatnya Rana, aku dulu sering kesana, karena enak.... Kau mau???"


"Jeany yang itu??? Yang sahabatnya Rana, pacarnya si fotografer itu ya??? Yang pernah menolong kita... "


Vino menganggukkan kepala nya. "Ya.... Kau mah pergi kesana...?" Tanya Vino lagi.


Vino mengarahkan mobilnya menuju ke restoran milik Jepang untuk makan siang bersama dengan istrinya. Vino memegang dan menggenggam jemari Arindah, tidak mau melepaskannya karena Vino sangat mengagumi perempuan di sampingnya itu.


"Bagaimana meeting mu tadi... Kau terlambat pasti ke kantor... " Ujar Arindah.


"Tidak juga... Ya karena aku hanya meeting dengan staff ku saja, jadi aku bisa bebas untuk datang kapan saja.... Semalam kita terlalu lama bercinta hingga kita berdua terlambat bangun dari biasanya..."


"Lain kali jangan bekerja terlalu larut... Sehingga sebelum tidur kita bisa bermain lalu selesai tidak terlalu larut... "

__ADS_1


"Tidak masalah, aku bisa mengatur waktuku, dan meskipun sebelum tidur kita melakukannya tetapi bisa saja di malam yang sama aku akan meminta padamu lagi.. Karena berada di dekatmu, aku selalu ingin bercinta denganmu... Hehe"


Arindah tertawa. "Kau ini dasar...!!"


****


Di tempat lain.....


Seorang sipir perempuan sedang berjalan menuju salah satu ruang tahanan. "Angel....!!! Ada tamu untukmu.... " Panggil sipir itu pada Angel yang sedang tidur berbaring di lantai.


"Siapa???" Tanya Angel.


. "Keluar saja jangan banyak bicara... " Sahut sipir itu dan membuka ruang tahanan Angel. Dan Angel keluar dari ruang tahanannya m, mengikuti kemana sipir berjalan. membawa nya.


Angel tidak tahu siapa yang datang menemui nya karena kemarin dia baru saja menerima tamu yang memang pengacara untuk mengurus kasusnya. Dan saat ini pasti bukan pengacara nya, karena pengacara nya selalu menentukan kapan dia akan datang dan hari ini tentu bukan pengacara nya.


"Silakan... Ini yang ingin. bertemu dengan Anda.. " Ucap Sipir pada Angel.


Ada seorang laki-laki yang sedang duduk dan melihatnya, lelaki itu tersenyum. "Kau siapa???" Tanya Angel yang memang tidak tahu siapa lelaki yang di hadapannya itu.


Lelaki itu tersenyum. "Reino, namaku adalah Reino... Aku ingin berbicara penting dengan Anda... Bisa tidak???" Tanya laki-laki itu pada Angel.

__ADS_1


"Aku tidak tahu siapa kau, dan ada perlu apa kah datang kesini???$ tanya Angel.


Lelaki itu hanya tersenyum dan menyuruh Angel agar duduk. "Aku Reino... Aku tahu semuanya tentangmu, sehingga aku ingin mengajakmu bekerja sama.. Aku sangat tahu kau sangat mencintai dan membutuhkan Vino yang tidak bisa lagi kau miliki... Dan dengan itu, aku ingin mengajakmu bekerja sama. " Bisik Reino dan melihat ke berbagai sudut, dan berharap tidak ada orang lain. "Aku bisa membantu membalaskan dendam mu... Bagaimana?.?" Tanya laki-laki itu.


__ADS_2