
Mobil yang membawa Angel sudah sampai di airport, Angel turun dan supir membuka bagasi untuk mengambil koper Angel. Mobil itu adalah milik dari Pria yang membayarnya untuk ditemani selama beberapa hari ini. Setelah koper Angel dikeluarkan, mobil itu kemudian meninggalkan Angel. Bukannya masuk ke dalam airport, Angel justru menengok ke kanan dan ke kiri, seperti mencari seseorang tetapi dia tidak menemukannya.
Angel kemudian mengambil ponselnya yang ada di dalam tas untuk.memghubungi orang yang dicarinya itu. Hingga tiba-tiba kedua mata Angel di tutup oleh telapak tangan seseorang. Angel menoleh dan berusaha menyingkirkan telapak tangan itu. Senyumnya melebar dan dia langsung mengecup laki-laki itu dan memeluknya erat untuk mengungkapkan kerinduannya selama ini.
"Jason sayang....! Aku sangat merindukanmu.....!!!" Ucap Angel dengan suara manja yang dibuat-buat.
Ya, Jason adalah kekasihnya yang saat ini masih menjalankan misinya untuk menguras kekayaan dari Mama Vino. Sudah beberapa bulan ini Angel tidak bertemu dengan Jason, terakhir kali adalah mereka bertemu diam-diam ketika sekali lagi Angel berbohong kepada Vino tentang pekerjan di luar negeri, padahal dia hanya ingin bertemu dengan Jason. Dan kali ini dia juga menyempatkan waktu meminta Jason untuk datang dan bertemu dengannya disini. Angel memutuskan untuk kembali lusa saja, dan dia akan menghabiskan malam ini dan besok untuk bersama Jason.
"Aku juga sangat merindukanmu....! Bagaimana kabarmu sekarang? Apa semuanya baik-baik saja???" Jason melepaskan pelukannya pada Angel dan menatap perempuan itu.
Angel membuang muka. "Semua baik-baik saja masih berjalan sesuai rencana kita, tapi seperti yang aku katakan padamu sebelumnya bahwa sekarang Papanya Vino sudah kembali, dan aku menjadi tidak bebas lagi bertemu dengan Vino, bahkan aku juga tidak bisa berbuat apapun ketika Vino akhirnya tahu fakta yang sebenarnya tentang kematian Vania....! Dan aku benar-benar tidak menyangka ternyata selama ini Papanya Vino tahu mengenai hal itu....!"
Jason terkekeh. "Ah biarkan saja, aku sudah menjadi musuhnya sejak lama, yang terpenting rahasia terbesarmu masih tersimpan dengan baik, sekarang kita ke hotel, aku sudah mebooking kamar untuk kita...!"
Kedua pasangan yang saling merindukan itu menuju mobil yang sudah disewa oleh Jason. Mereka meninggalkan Area airport. Jason mengendarai sendiri mobil itu.
"Uang kami sudah menipis....!" Gumam Jason. "Wanita tua itu akan kembali besok untuk mendapatkan uang lagi...."
"Kembali??? Kenapa harus dalam waktu dekat ini? Kau tahu kan jika suaminya ada disana.. Kenapa tidak menunggu beberapa waktu lagi....! Akan sangat berbahaya" Protes Angel.
"Kami tidak punya pilihan lain sayang... Uang kami habis dan hanya meninggalkan beberapa juta saja...! Aku tidak akan ikut kesana, biar dia saja, aku hanya akan mendorongnya seperti biasanya saja dari belakang....! Dia tahu bahwa kedua anaknya sudah sukses dan memiliki banyak uang, dan dia akan memanfaatkan mereka berdua untuk mendapatkan uang...!" Ujar Jason.
"Lalu rencana apa yang sudah kalian persiapkan??" Tanya Angel.
Jason tersenyum miring. "Belum ada..! Aku akan melihat kondisinya lebih dulu akan seperti apa nantinya, baru setelah itu merencanakan semuanya...!"
"Lakukan saja apa yang menurutmu bagus, tetapi berhati-hatilah.... Aku sedikit ragu apakah rencana itu akan berhasil atau tidak, karena eskipun Vino ataupun Vitto tidak pernah membahas tentang Mamanya tetapi aku tahu bahwa mereka berdua diam-diam punya kemarahan serta dendam tersendiri pada Mamanya...! Apalagi sekarang Vino sudah tahu kebenaran tentang kematian Vania, Vino juga bilang bahwa Vitto belum tahu tentang hal itu, tetapi jika Vitto tahu, aku yakin bahwa kemarahan kedua kakak beradik itu akan semakin memuncak...!" Ujar Angel.
Jason memberitahu Angel bahwa untuk melakukan itu dia sudah menyuruh Mama dari Vitto dan Vino agar nanti bersikap memelas dan mengakui kesalahannya serta meminta maaf kepada kedua putranya itu. Selanjutnya setelah melakukan itu, dia bisa memanfaatkan keadaan itu untuk membuat kedua putranya mau memberinya uang. Tetapi jika cara itu tidak berhasil, tentu Jason akan berusaha mencari alasan lainnya dengan memanfaatkan situasi yang ada. Itu akan dipikirkannya sambil jalan.
Rupanya letak hotel yang dipilih oleh Jason adalah hotel yang sama dimana beberapa hari ini ditempati oleh Angel. Ya, tentu mereka harus menghabiskan waktu bersama di hotel yang terbaik dan dilengkapi fasilitas mewah. Angel dan Jason sebenarnya menyimpan seluruh uang hasil dari memanfaatkan keluarga Vino yang totalnya sudah beberapa milyard. Mereka selalu menyisahkannya ketika Vino memberi Angel uang, juga ketika Mama Vino memberi Jason uang, kemudian mereka menabungnya sampai saat ini. Mereka akan memanfaatkan uang itu untuk kesenangan mereka nantinya ketika sudah berhasil menjalankan seluruh misi mereka. Angel bahkan selalu diberi uang bulanan oleh Vino dengan nilai fantastik, itu belum termasuk dengan barang-barang mewah yang rutin Angel minta. Setelah diberikan, Angel hanya akan menyimpannya beberapa bulan lalu akan menjualnya, dan uangnya akan dia simpan. Dari situlah Angel bisa mengumpulkan segala pemberian Vino padanya, hal yang sama juga dilakukan oleh Jason.
"Bagaimana hubunganmu dengan tante Vita???" Angel bertanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Wanita itu memang sudah gila, hasratnya seperti tidak ada habisnya, kami melakukannya setiap ada kesempatan, dan jangan salah, meskipun sudah tua, dia pandai merawat miliknya hingga aku pikir rasanya tidak jauh berbeda ketika aku sedang menikmatimu hahaha, aku benar-benar gila dibuatnya, bahkan dia juga mengajakku untuk memperbesar milikku, dan dia semakin gila ketika milikku menjadi seperti yang diinginkannya...!
Angel terkekeh. "Itu bagus... Semakin kau menjeratnya dengan pesonamu itu semakin bagus, dan aku penasaran apakah milikmu sudah menjangkau dari milik Vino...???"
"Kau bisa melihat dan merasakannya sekarang, sebelum kita sampai di hotel...!" Jason mengedipkan matanya dan Angel mengerti apa yang dimaksud oleh Jason.
Angel membungkuk dan dia mengarahkan wajahnya tepat di depan kedua paha Jason. Tangan Angel mulai membuka resleting celana Jason. Dia mengeluarkan milik kekasihnya itu dan langsung menangkapnya lalu mengelusnya. Gerakan lembut Angel itu semakin membuat milik Jason tegak berdiri dan ukurannya juga perlahan mulai berubah. Angel mulai membuka mulutnya dan memasukkan milik Jason kedalam mulutnya, perlahan dia menggerakkan kepalanya naik turun. Selain mulut, Angel juga memainkan lidahnya disana, membuat Jason mengerang kenikmatan. Jason sangat merindukan ini dari Angel, dan begitu juga sebaliknya. Angel memuji milik Jason yang memang ukurannya sedikit lebih besar dari sebelumnya, bahkan saat ini terlihat lebih besar daripada milik Vino. Angel meminta Jason agar lebih cepat mengendarai mobilnya dan mereka bisa segera sampai ke hotel. Jason mempercepat laju mobilnya tetapi tetap berusaha fokus meskipun Angel masih bermain di antar kedua pahanya.
***
Sampai di kamar hotel, Jason mendorong Angel ke atas ranjang, Jason sudah menindihnya dengan tubuhnya yang kuat. Kedua tangannya mencengkeram tangan Angel dan mengangkatnya ke atas kepalanya. Wajah mereka berdekatan. Angel bisa melihat betapa tajamnya mata lelaki itu, betapa banyaknya gaiirah yang terkumpul di sana. Jason endekatkan bibirnya, mencoba mengecup bibirĀ Angel. Jason menekankan tubuhnya dan memperdalam ciumannya sehingga membuat Angel membuka bibirnya dan mellumatnya makin dalam. Disesapnya bibir bawah Angel dengan penuh gairrah, seolah ingin mencicipi keseluruhan rasanya.
Angel merasakan bibir itu. Bibir yang sangat dia rindukan yang selalu mencium bibirnya dengan lembut. Tetapi kali ini berbeda, ciuman Jason sangat kasar dan tidak tanggung-tanggung, lelaki ini mel*mat bibir Angel seolah ingin menggilasnya. Seluruh kerinduannya tertumpah di ciuman itu, Angel terus mengerang.
Dia lalu mencoba mengimbangi ciuman Jason. Jantungnya berdebar kencang. Gaairah mereka muncul tanpa bisa di kendalikan. Bagaimana pun juga, tubuh yang sedang menindihnya itu adalah tubuh lelaki yang sangat dicintainya.
Jason menciumi Angel tanpa ampun, lidahnya bermain disana, dan bibirnya sesekali mengatup menggigit bibir Angel. Sampai akhirnya Jason menghentikan ciumannya dan menatap Angel. Napas mereka masih terengah akibat ciuman yang panas itu, dan bibir mereka masih begitu dekat.
Lelaki itu kemudian mengangkat rok Angel dan dia sendiri melepaskan celananya. Miliknya yang jantan itu sudah menegang dan keras, Jason begitu bergaiirah, dia membungkuk dan mencium bibir Angel lagi, tangannya menyentuh bukit kembar Angel, merema5nya dan memainkan bulatan berwa pink milik Angel dengan ahli. Lelaki ini tidak mengenal kelembutan dalam bercinta, Jason benar-benar ingin bercinta dengan nafsunya.
Jason mengangkat kepalanya dan menatap Angel dengan pandangan dalam. "Suka sayang?" dengan sengaja dia menenggelamkan wajahnya dan membuka mulutnya untuk melahap bulatan pink milik Angel itu, memudian menggodanya dengan lidahnya dan menghisapnya dengan kuat, membuat Angel menggigit bibir, berusaha menahan erangannya tetapi tidak bisa, Angel menggeliat merasakan sensasi itu dan mengerang panjang sambil menekan nekan kepala Jason.
Milik Jason menyentuh perut Angel terasa keras dan siap, lelaki itu menurunkan jarinya dan menurunkan sutera putih milik Angel membuangnya di kaki ranjang. Jason membalikkan tubuh Angel hingga membuat perempuan itu tengkurap. Jemarinya menyentuhnya di sana, dan dia tersenyum puas, "Kau basah di sana, siap untuk melumasiku" Ucap Jason.
"Cepat lakukan sayang, aku sangat merindukanmu... Sangat merindukan tubuhmu...!" Gumam Angel.
Angel mengerang karena terkejut ketika merasakan milik Jason yang jantan itu tenggelam dalam-dalam, bersatu di dalam tubuhnya.
"Apakah kau mengakui kalau kau merindukanku, sayang?" Jason bertumpu pada lengannya setengah membungkuk dan mengecup punggung Angel.
"Tentu saja, bergeraklah dengan cepat, puaskan aku dan dirimu sendiri...! Aku yakin kau juga merindukanku??? Iya kan???" Tanya Angel.
"Aku memang sangat merindukanmu" Lelaki itu lalu menggerakkan tubuhnya dengan ritme yang cepat dan keras, membuat tubuh Angel yang tengkurap terdorong di atas ranjang. Angel mengerang dan menggertakkan giginya menahankan gerakan kasar Jason yang membawa getaran panas di dalam dirinya, berpusat di miliknya dan menyebar ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Jason menegakkan punggungnya dan memegang pinggul Angel menggerakkannya supaya berpadu dengan gerakannya. Lelaki itu menggertakkan gigi, kemudian meracau mengungkapkan kerinduannya pada Angel. Jason bisa merasakan tubuh Angel mulai menegang, yang artinya perempuan itu akan mencapai puncaknya. Jason terus bergerak dan semakin mempercepat gerakannya, teriakan Angel semakin menjadi-jadi. Sampai akhirnya ada erangan panjang yang kelar dari mulut Angel. Perempuan itu sudah mencapai puncaknya.
Setelah itu, Jason setengah menindih tubuh Angel yang masih telungkup. Napas mereka berdua terengah-engah. Ang masih telungkup, kepalanya masih miring ke satu sisi, melirik Jason yang memeluknya dari belakang. Senyum penuh kepuasan terlihat di wajah Angel. Jason mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Angel lalu membalikkan tubuh perempuan itu hingga terlentang.
Jason dengan lembut kembali mengecup biibir Angel dan memainkannya dengan lembut, mencicipinya dengan penuh perasaan, seakan bibir Angel adalah buah yang sangat berharga yang harus disesap pelan-pelan agar semakin nikmat terasa.
"Bibirmu sangat manis dan nikmat" Lelaki itu bergumam sambil mengecupi bibir Angel lagi, "Aku bisa terus dan terus menciummu, dan tak pernah merasa bosan"
Angel membalasnya dan mereka kemudian tenggelam dalam ciuman yang panas. Jason mengecupi leher Angel, menghirup aroma manis di sana yang memancing kejantanannya semakin menegang dan siap. Tangannya meraih jemari Angel dan menggenggamkannya ke miliknya yang semakin mengeras.
"Kau rasakan itu sayang? Dia masih keras dan ingin menyatukan dirinya lagi dalam kelembutan"
Angel menggenggam milik Jason, merasakan panas yang berdenyut di sana. Mereka berbaring telanja*g berpelukan, menikmati rasa kulit masing-masing yang berpadu, panas bertemu dengan panas yang menggetarkan. Setiap sentuhan dan gesekan kulit mereka terasa begitu nikmat. Jason yang keras dan Angel yang lembut.
"Aku akan bersikap lembut kali ini" Jason tersenyum dan mengecup kedua alis Angel, memposisikan dirinya di antara kedua paha Angel yang membuka untuknya, siap menerimanya.
Angel tersenyum dan mengulurkan tangannya, menyentuh bibir Jason yang ada di atasnya dengan jemarinya, Jason mengecup jemari itu.
"Aku mencintaimu Jason!!" Bisiknya dalam napas yang mulai terengah. Jason sudah menyentuhkan miliknya lagi ke milik Angel, menggeseknya dengan lembut dan menggoda di bagian luar kewani*aannya, dengan sengaja menyentuh titik sensitif di luar kewan*taannya sehingga menimbulkan getaran yang membuat gelenyar panas mengaliri tubuh Angel.
Wajah Jason makin melembut mendengar pernyataan cinta Angel, dia menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Angel lagi. "Aku juga mencintaimu Angel Sayang..."
Sementara di bawah sana, milik Jason kembali mulai memasuki Angel lagi, membuat Angel kembali merasakan panas, keras dan berdenyut mulai menyatu ke dalam dirinya. Angel mengerang dan melingkarkan kedua tungkainya ke pinggang Jason. Dorongan itu membuat Jason menenggelamkan dirinya dalam-dalam di pusat diri Angel yang hangat dan basah.
Jason memejamkan mata, menikmati panas dan basah yang mencengkeramnya erat, membuatnya harus berjuang agar tidak meledak seketika itu juga. Angel selalu terasa begitu nikmat, begitu pas dan begitu menggairahkan. Perempuan yang sekarang berbaring di bawahnya dengan mata berkabut, bibir sedikit membuka, napas tersengal, tubuh yang pasrah menerimanya.
"Bagaimana apakah ini masih belum seukuran dengan milik Vino yang bodoh itu???" Tanya Jason.
Angel menggelengkan kepalanya, "Tidak Sayang, ini lebih besar dari milik Vino, dan rasanya lebih nikmat lagi, aku pasti akan sangat merindukanmu setelah ini" Angel menggerakkan pinggulnya, merespon dorongan Jason, membuat lelaki itu mengerang.
"Kau begitu nikmat sayang, seluruhmu begitu nikmat..." Racau Angel lagi.
Jason menggerakkan badannya makin intens, menggesek seluruh titik kenikmatan di dalam tubuh Angel, dan memuaskan dirinya sendiri. Lelaki itu menahan diri, menunggu Angel mencapai kepuasannya lagi. Dan ketika Angel melengkungkan punggungnya dan mengerang pelan, Jason kemudian mengikutinya. Kenikmatan ini tiada duanya. Bercinta dengan orang yang dicintai memang selalu memberikan getaran yang berbeda. Jason tidak akan pernah bisa senikmat ini selain bersama Angel, Vita tetap tidak ada apa-apanya dibandingkan Angel. Mereka meledak bersama dalam puncak yang luar biasa.
__ADS_1
Jason mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Angel. Kemudian dia meminta Angek bersiap untuk ke rooftop hotel menikmasti sunset dari atas sana sambil berenang akan sangatlah menyenangkan sekali.
Sementara itu, Rana sedang terbaring di atas kursi santai yang ada di tepian kolam renang, menikmati pemandangan sambil menunggu Vitto yang sedang sibuk berenang. Dia dan Vitto berencana menikmati pedangan sunset disini, dan matahari juga perlahan sudah mukai turun.