Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 298


__ADS_3

"Hahaha akhirnya aku mendengar kata-kata itu keluar dari mulutmu tentang Angel... Hahahaha muka tembok dan tidak punya otak... Hahahahaha" Ucap Vitto dengan terus di selingi tawa nya yang terdengar begitu renyah.


"Darimana kau dapat surat itu???" Tanya Vino dengan ketus.


"Seseorang tadi mengantarnya kesini, sepertinya dia suruhan Angel, aku penasaran jadi aku membaca nya..."


"Buang saja.... Membuat mood ku rusak saja..." Gumam Vino.


Vitto terkekeh lalu merobek kertas itu dan melemparnya ke tempat sampah kecil yang ada di samping sofa. Vitto merasa senang sekali melihat wajah muak Vino ketika membahas Angel, dan keyakinan Vitto semakin kuat bahwa kali ini adiknya benar-benar ingin melupakan Angel dan menjalani hubungan yang baru.


"Aku sudah membuangnya....!" Gumam Vitto.


"Kalian mengobrol dulu, Papa akan ke kamar dan bersiap..."


"Vitto bantu Pa.. " Vitto hendak beranjak untuk mendorong kursi roda Papa nya tetapi di tahan karena Papa nya bisa mendorongnya sendiri. Vitto pun tidak jadi membantu dan membiarkan Papa nya pergi ke kamar.


"Bagaimana persiapannya???? Semua berjalana lancar???" Tanya Vitto pada Vino.


"Lancar... Dan berjalan dengan baik..." Jawab Vino.


Vitto tersenyum. "Syukurlah.... Semoga sesuai rencana hingga besok...!"


"Kau semakin hitam..... Kau benar-benar anak petualang... Pantai, Gunung, laut sepertinya tempat yang selalu membuatmu nyaman.... Kau tidak lagi cocok menjadi aktor, terlalu jelek..."

__ADS_1


Vitto tertawa. "Hahaha memang ini yang sering terjadi kan??? Sudah biasa aku berubah seperti bunglon setelah kembali dari suatu tempat... Mungkin setelah ini kau juga bisa berubah hitam sepertiku, kau bisa menghabiskan waktumu bersenang-senang dan berbulan madu dengan Arindah di pantai... Jangan terus saja berkutat di depan monitor dan mengikat lehermu dengan dasi, tubuhmu sekali-kali harus mencium bau alam..."


Vino tersenyum tipis. "Vit.... Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu, aku sebenarnya juga ingin membahas ini dengan Papa, tetapi bingung harus memulai nya darimana..."


"Kenapa Vin???? Katakan saja..!"


"Soal kamar... Aku berencana untuk berpisah kamar dengan Arindah, ya kau pasti tahu kan pernikahan ini terjadi karena apa dan bagaimana, aku khawatir Arindah tidak akan merasa nyaman jika kami tidur bersama, jadi aku berpikir untuk memberi nya ruang privasi sampai mungkin nanti kami pada akhirnya bisa menerima satu sama lain.... Aku akan membiarkan dia tidur di kamarku bersama Naufal, dan aku akan tidur di kamar lain, tetapi aku bingung harus menjelaskan tentang ini pada Papa..."


"Apa Arindah yang meminta hal itu padamu???" Tanya Vitto.


Vino menggelengkan kepala nya. "Tidak....! Dia tidak mengajukan syarat apapun padaku, tetapi aku tidak mau nanti ketika dia tinggal disini, dia menjadi tidak nyaman dan juga butuh privasi, jadi ya aku pikir untuk menghormati Arindah, lebih baik kami tidak satu kamar..."


Vitto menepuk bahu Vino dan tersenyum. Merasa bangga dengan keputusan yang di ambil oleh Vino. Menandakan bahwa Vino kali ini benar-benar tulus dan ingin menghormati Arindah, serta tidak bersikap egois dan juga keras kepala seperti biasa nya. "Jika kau sudah memutuskan melakukan itu, ya sudah lakukan saja, aku akan membantumu berbicara dengan Papa, tetapi berjanjilah bahwa suatu hari nanti kau harus bisa menjadikan Arindah sebagai istrimu yang sebenarnya, menyayangi dan mencintaiku dia dengan tulus, suatu pernikahan itu bertujuan menyatukan dua orang dan mempererat suatu hubungan, saling menerima satu sama lain dan saling melindungi... Bagaimanapun kalian sudah menjadi suami istri nanti nya jadi jika memutuskan berpisah kamar jangan terlalu lama..."


"Kau memutuskan sesuatu yang bagus.... Kalian memang butuh waktu untuk saling mengenal dan lebih dekat..." Gumam Vitto.


★★★★★


Malam harinya.....


Vitto memutuskan untuk langsung pulang setelah melihat persiapan terakhir di venue pernikahan Vino dan Arindah yang akan di adakan esok hari. Persiapan sudah 100 persen dan di tangani dengan baik oleh WO profesional yang di pilihkan oleh Ariel. Besok akad nikah akan di laksanakan di sore hari dan malamnya langsung di lanjutkan dengan acara resepsi pernikahan. Meskipun terbilang mendadak, akan tetapi Vino mengundang banyak orang, dari teman, sahabat hingga rekanan bisnis nya. Vino ingin pernikahannya di rayakan dengan meriah dan banjir doa dan dukungan dari banyak orang.


Vitto tidak berhenti mengucap rasa syukurnya, karena kali ini melihat sesuatu yang berbeda dari adiknya. Dimana Vino sangat berkomitmen dan tidak main-main dengan keputusannya, meskipun awalnya hanya berniat membantu Arindah mengatasi masalahnya dengan mantan suami nya, akan tetapi Vino akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa benar-benar menjaga Arindah dan menjadikan perempuan itu istrinya.

__ADS_1


Vitto turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumahnya. Suasana tampak lengang, Vitto tidak mendapati ada Rana. Dia memanggil nama istrinya itu dan yang muncul justru asisten rumah tangga nya, memberitahu jika makan malam sudah siap, dan Rana ada di dalam kamar setelah menyiapkan makan malam. Vitto pun menuju kamarnya dan akan memanggil Rana. Dia sangat lapar sekali dan tadi menolak ajakan Vino makan malam di restoran karena dia sudah di tunggu oleh Rana di rumah.


"Sayang...!!! Aku pulang... " Vitto membuka pintu kamarnya dan dia mendapati Rana sedang berbaring di tempat tidur dan tampak lelap sekali. Vitto mendekat dan duduk di sebelah perempuan yang sangat di cintai nya itu. Vitto membelai rambut Rana sambil tersenyum, menyadari mungkin istrinya sangat lelah sekali sehingga kembali tidur padahal baru jam delapan malam.


Rana membuka matanya ketika menyadari ada tangan yang menyentuh wajahnya. Rana tersenyum dan bangun lalu memeluk Vitto. "Kau sudah pulang... Maaf aku ketiduran, aku mengantuk sekali...."


"Tidak apa-apa, kau pasti lelah sekali, jadi wajar jika kau tertidur di jam segini, apalagi akhir-akhir ini aku tidak membiarkanmu tidur tenang setiap malam... Hehehe maaf ya???"


Rana terkekeh dalam pelukan suaminya. "Aku sudah siapkan makan malam, ayo kita makan, aku sudah lapar sekali sejak tadi menunggumu pulang..."


Mereka berdua beranjak dan keluar kamar untuk makan malam di ruang makan. Sampai disana, Rana dengan cekatan menyiapkan makanan untuk Vitto, dia memasak makanan kesukaan Vitto. Ini adalah masakan pertama yang di buatnya untuk Vitto setelah menyandang status sebagai nyonya Vitto Prakarsa, jadi ada kesan yang istimewa untuk Rana.


"Besok gaun mu akan di kirim..." Ucap Vitto tiba-tiba. Membuat Rana yang sedang mengunyah makanan teralihkan dan menatap bingung ke arahnya.


"Gaun???? Gaun apa???" Tanya Rana.


Vitto tersenyum. "Gaun untuk kau pakai di pernikahan Vino dan Arindah dong... Aku sudah memilihkan gaun cantik untuk istriku yang cantik... Besok pakai itu.."


"Iya deh.... Lalu bagaimana persiapannya tadi???"


"Sudah beres dan dekorasi nya sangat bagus.... Aku yakin pestanya juga akan sangat meriah.."


"Amin.... Semoga saja... Aku jadi tidak sabar untuk besok...!" Gumam Rana sambil menggosok-gosok kedua telapak tangannya, karena merasa sangat bersemangat sekali.

__ADS_1


__ADS_2