Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 113


__ADS_3

Ariel akhirnya datang dengan menggendong putrinya yang terlihat seumuran dengan Kyros dan Kyra. Tetapi bicah kecil itu terlihat sedang tertidur dengan lelapnya di pundak Ariel. Aditya memberitahu Vitto jika itu adalah Ariel. Vitto berdiri dan menyalami Ariel.


"Vitto Prakarsa...!" Ucap Vitto memperkenalkan diri.


Ariel tersenyum. "Ariel Harsya... Senang sekali bertemu denganmu....!" Ucap Ariel. "Aku minta ijin masuk sebentar, putriku sedang tertidur aku akan membawanya masuk dulu...."


"Oh silakan... Kasihan sepertinya lelap sekali tidurnya...!" Sahut Vitto.


Ariel pun meninggalkan ruang tamu menuju kamar tamu yang ada di villa Aditya. Vitto pun kembali duduk dan mengobrol dengan Aditya. "Putrinya seperti seumuran dengan Ky dan Kyra...!" Ujar Vitto.


"Iya, Gienka seumuran dengan anak-anakku, mereka beda sekitar 3 bulan"


"Pantas saja....! Kalian seperti super daddy yang luar biasa untuk anak-anak kalian.... Serius ketika sedang bekerja dan akan berubah menjadi daddy yang super sweet ketika bersama anak-anak kalian, itu pasti menyenangkan sekali....! Hahaha benar tidak ucapanku???" Tanya Vitto.


Aditya terkekeh. "Kau benar....! Bahkan Kyra selalu memintaku menemaninya untuk melakukan pesta teh dengan duduk di kursi plastiknya dan meminum teh buatannya di cangkir mainannya, lalu ku tanya pada Ariel apakah Gienka juga melakukan itu padanya, ternyata sama bahkan parahnya itu terjadi ketika di kantornya dan Ariel selalu dipergoki oleh staffnya... Hahaha"


Aditya tertawa dan Vitto juga ikut tertawa. Mendengar itu, tiba-tiba Vitto jadi membayangkan jika nanti anak Rana perempuan pasti dia juga akan menjadi seperti Aditya dan Ariel yang harus menemani pesta teh anak perempuannya. Itu akan jadi moment lucu tetapi menyenangkan bagi seorang Ayah. Jika Tuhan menakdirkannya untuk bersama Rana, Vitto sangat berharap bisa menjadi suami dan Ayah yang baik untuk anak-anaknya kelak.


Ariel kembali dari kamar tamu setelah membaringkan putrinya disana. "Sorry sorry... Tuan putri sedang tidur dan aku harus mengurusnya agar nyaman... Hehe!" Ariel tertawa.


"Kau membawanya kemana tadi???" Tanya Aditya.

__ADS_1


"Aku membawanya ke kantor karena Elea ingin bertemu dan mengajaknya pulang, tetapi Gienka tidak mau dan ingin disini saja dengan Kyra dan Ky...!"


"Dan Elea???"


"Ya dia pulang karena ada urusan penting dan tidak bisa mampir, jika terus memaksa yang ada Gienka akan menangis, jadi aku membawanya kesini lagi dan dalam perjalanan dia malah tidur....!"


"Gienka memang tidak bisa di pisahkan dari Kyra dan Kyros...! Oh iya ini Vitto ingin membahas sesuatu denganmu, seperti yang tadi ku ceritakan jika dia ingin membangun rumah dan ingin menyerahkan semuanya kepadamu...!"


Ariel tersenyum kemudian menyandarkan punggungnya di sofa. "Well, rumah seperti apa yang kau inginkan dan kau ingin lokasinya dimana? Agar aku bisa mudah menyampaikan kepada stafku...!"


Vitto pun mulai menjelaskan bagaimana konsep rumahbyang diinginkannya, juga dia ingin tinggal di perumahan yang memiliki keamanan yang bagus dan suasana sekitarnya juga tenang serta nyaman. Ya, Vitto ingin rumah yang memiliki halaman luas di depan belakang serta kanan dan kiri. Rumah bergaya Mediterania dan tidak harus 2 lantai, cukup satu lantai saja tetapi kesan asri dan nyaman menjadi yang utama.


Ariel akan mengajak Vitto untuk melihat lokasinya, setelah merasa cocok baru akan memanggil arsiteknya baru setelah fix pihak kontraktor akan datang. Vitto langsung setuju dan siap sekali untuk melihatnya. Karena dia juga ingin rumah itu segera jadi hingga bisa ditempati.


Sementara itu, dikamar Cahya dan Aditya, Kyros dan Kyra asik bermain, berlari kesana kemari dan saling mengejar, naik ke atas tempat tidur, melompat-lompat disana lalu turun dan saljng mengejar lagi seolah tidak merasa lelah sama sekali. Cahya dan Rana hanya tersenyum melihat tingkah dari kedua bocah itu.


"Apakah setiap hari mereka selalu seperti ini???" Tanya Rana.


"Ya, setiap waktu, Kyros sangat jahil dan selalu mengejar Kyra, mereka selalu bertengkar tetapi itu tidak akan bertahan lama, ketika salah satunya akhirnya menangis maka yang satu akan langsung meminta maaf, mereka saling menyayangi....!"


"Ahhh manis sekali..." Gumam Rana sambil tersenyum.

__ADS_1


Kyra tiba tiba melompat dari atas tempat tidur diikuti oleh Kyros, mereka kembali saling mengejar. Dan kedua terlihat semakin menggemaskan. Rana mengambil ponselnya untuk mengabadikan moment itu. Kali ini Kyra berlari menuju sofa dan naik lalu disusul oleh Kyros yang seolah tidak mau membiarkan adiknya kabur darinya. Mereka melomoat-lompat diatas sofa, lalu tengkurap dan Kyros juga tengkurao diatas punggung Kyra, keduanya tertawa. Mereka bangun dan melomoat-lompat lagi kemudian turun di lantai dan Kyra kembali menjatuhkan dirinya di lantai, Kyros langsung menindihnya dari atas. Kedua bocah itu tertawa lagi, membuat Rana benar-benar dibuat gemas oleh tingkahnya. Rana sudah mengambil foto-foto Kyros dan Kura dan nanti akan menunjukkannya pada Vitto.


"Bagaimama rasanya hamil anak kembar?" Tanya Rana penasaran.


Cahya tersenyum. "Biasa saja, tetapi mungkin makanku lebih banyak dari biasanya...! Aku banyak ngidam berbagai makanan, aku sangat mmenyukai cokelat Swiss...! Semakin lama tentu semakin berat karena aku membawa tiga nyawa...!"


"Apa kau juga mengalami mual muntah di pagi hari???" Tanya Rana lagi.


"Itu terjadi pada semua calon ibu di awal semester tetapi semua kan memudar kok...!"


Rana melempar senyumnya kemudian mengelus perutnya. "Bolehkah aku mendengar cerita darimu mengenai segala hal tentang kehamilanmu dulu???" Tanya Rana.


Cahya meljrik ke bawah ke arah Rana yang mengelur perutnya seolah perempuan itu saat ini hamil. Cahya sedikit mengernyit karena tahu bahwa Vitto belum menikah lalu mengajak Rana dan Rana hamil. Cahya berpikir apakah Vitto yang sudah menghamili Rana. Tetapi Cahya tidak mau ambil pusing ksrena itu bukan urusannya. "Kau mengelus perutmu, apa kau hamil???" Tanya Cahya.


Rana tersenyum mengangguk. "Iya, aku hamil, tetapi jangan berpikir kalau ini adalah anak Vitto, ini anakku dengan mantan suamiku...!" Ujar Rana.


Cahya tersenyum. "Ah tidak... Aku tidak berpikir kemana-mana... Kau hamil dengan mantan suamimu? Artinya kau bercerai dengannya???"


Rana mengangguk. "Ya kami sudah bercerai, dan lucunya aku baru tahu jika aku hamil setelah bercerai... Tetapi aku tidak pernah berkeingin untuk kembali lagi dengan suamiku....! Luka yang ditinggalkannya terlalu sakit, dan aku hanya ingin bahagia saja sekarang... Bahkan dia tidak tahu jika aku hamil anaknya...! Suamiku mempermajnkan pernikahan kami untuk balas dendam jadi aku memutuskan untuk pergi...!"


"Mempermainkan pernikahan ??? Maksudnya???" Tanya Cahya heran.

__ADS_1


__ADS_2