
Vitto dan Rana sampai di rumah sakit, dan mereka berdua tetap melakukan penyamaran dengan memakai masker dan kacamata hitam. Keadaan di depan ruang dokter kandungan memang sudah sepi. Vitto menghubungi Arindah dan tak lama seyelah itu, seorang perawat membuka pintu dari dalam dan mempersilahkan Vitto untuk masuk.
"Hai Ndah...!" Vitto menyapa dan menyalami Arindah.
"Hai Vit... Apa kabar???"
"Aku baik seperti yang kau lihat, oh iya ini kenalkan Rana...!"
Arindah tersenyum dan menyalami Rana. Rana melepaskan maskernya dan Arindah mempersilahkannya untuk duduk untuk berkonsultasi sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Vitto diam dan memperhatikan dengan baik ketika Arindah dan juga Rana berdiskusi tentang kehamilan Rana. Vitto berpura-pura main ponsel tetapi dia menyimak setiap perkataan dari Arindah. Selesai berdiskusi, Arindah menyuruh Rana untuk berbaring dan mengecek lagi kondisi janinnya. Memastikan bahwa semuanya baik-baik saja.
★★★
Vita berjalan mondar-mandir di samping tempat tidur hotel. Sejak tadi dia merasa cemas sekali. Kedatangannya ke kantor Vino justru membuatnya harus berhadapan dengan kemarahan kedua putranya, bahkan mereka akan membantu mengurus perceraiannya dengan suaminya. Hal itu sama sekali tidak di duga olehnya. Adanya suaminya disana juga sama sekali tidak terpikirkan olehnya. Bukannya mendapatkan maaf dari Vino dan Vitto, dia justru akan diceraikan. Jika itu terjadi, dia tidak bisa lagi pulang ke rumah besar suaminya. Tidak bisa lagi merayu atau meminta belas kasihan kepada kedua putranya itu, karena jelas sekali dari sikap mereka tadi, tidak ada satupun yang menaruh kasihan kepadanya. Yang lebih mengejutkan lagi adalah ternyata selama ini baik suaminya serta Vitto dan Vino sudah tahu jika dialah yang menyebabkan Vania mengakhiri hidupnya. Akan jadi masalah besar jika sampai itu masuk dalam permasalahan di sidang perceraiaannya nanti.
Vita semakin kesal karena Jason tidak mengangkat teleponnya dan pesannya belum juga dibaca. Jason saat ini pasti sedang tidur. Padahal dia sangat butuh saran untuk mengatasi keadaan ini. Sementara itu, Jason saat ini sedang bersama Angel. Dia masih sibuk menghabiskan waktunya bersama Angel, sebelum besok malam mengantarnya ke airport. Dia sengaja mengabaikan panggilan dari Vita karena ingin fokus bersama Angel tanpa gangguan dari siapapun. Dia bisa berbicara dengan Vita nanti-nanti saja, karena wanita tua itu pastilah hanya meneleponnuntuk membahas hal tidak penting seperti rasa rindu kepadanya. Jason malas untuk meladeninya.
Angel sedang asik duduk diatas paha Jason dan bergerak sesuai dengan keinginanya sambil terus mengeluarkan suar kenikmatan. Sedangkan Jason memejamkan matanya menikmatj setiap gerakan Angel, mengabaikan ponselnya yang sejak tadi terus bergetar.
Angel membungkuk dan meletakkan kepalanya disamping leher Jason sambil terus mengerang. "Kau tidak mengangkat panggilan yang masuk???? Hah.... Ahhh...!" Tanya Angel dengan suara tersenggal.
"Abaikan saja, dan terus nikmati tubuhku sesuai dengan keinginanmu....! Wanita tua itu selalu saja menggangguku....!" Gumam Jason. Jason dan Angel larut dalam gairah mereka.
__ADS_1
****
Hasil pemeriksaan Rana baik-baik saja, Arindah tidak memberikan resep obat khusus dan meminta Rana menfmghabiskan dulu obat dan vitamin vitamin vitamin dari dokter yang di Singapura. Jika obat itu sudah habis, Rana harus kembali lagi ke runah skit dan Arindah akan memeriksa serta memberi obat serta vitamin untuknya. Vitto dan Rana meninggalkan rumah sakit untuk menuju ke Villa temannya Aditya. Selain akan membicarakan perihal rencananya membeli rumah atau membangun rumah, Vitto juga akan memanfaatkannya untuk merefresh otaknya serta memberi hiburan pada Rana.
"Dokter Arindah sangat cantik dan dia ramah sekali.... Aku senang bertemu dengannya....!" Gumam Rana memulai pembicaraannya dengan Vitto.
"Itulah kenapa aku membawamu padanya.... Aku sudah menceritakan segalanya kepada dia tentang kondisimu jadi dia sangat mengerti dengan apa yang harus dilakukannya....!"
"Aku akan sangat berterima kasih kepadanya....! Oh iya kau punya teman secantik itu. Kalian terlihat akrab sekali tadi dan seperti sudah mengenal satu sama lain... Apa mungkin dia adalah kekasihmu atau mantan kekasihmu???" Tanya Rana menggoda.
Vitto terkekeh. "Arindah kekasihku???? Hahaha tidak, kami akrab karena kami sudah berteman sejak lama, dia juga sudah menikah dan punya anak... Tetapi sebenarnya dia seangkatan dengan Vino, dia teman sekolah Vino, dan orangtua kami juga teman bisnis jadi kami sudah saling mengenal sejak lama, itu sebabnya kami akrab...!"
"Teman sekolahnya Vino????" Tanya Rana lagi.
Vitto mengangguk. Arindah dulu adalah teman sekelas Vino ketika SMA. Mereka cukup akrab sejak dulu, dan keakraban itu semakin lama semakin membuat Arindah diam-diam menyukai Vino tetapi namanya perempuan, dia sama sekali tidak pernah mau mengungkapkannya. Dan suatu hari, Vania juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Vino serta Arindah. Ada Vania tentu ada Angel juga. Persahabatn Vania dan Angel membuat Vania mengenalkannya pada Vino, dan disitulah kisah cinta Arindah berakhir karena Vino ternyata memilih Angel sebagai kekasih.
"Jika ku tanya, menurutmu Angel dan Arindah? Siapa yang lebih baik???" Tanya Vitto pada Rana.
"Kanapa kau beranya seperti itu, bukankah jawabannya sudah jelas...." Rana memprotes.
"Hehehe.... Iya iya... Aku kan cuma bertanya saja...!"
"Kemudian Arindah menikah....???" Tanya Rana lagi.
__ADS_1
"Ya Arindah menikah 2 tahun yang lalu tetapi pernikahannya berakhir karena suaminya ketahuan selingkuh... Dan sekarang dia hanya tinggal bersama Anaknya! Kasihan anaknya masih belum genap 1tahun, Arindah menitipkannya pada Mamanya ketika dia sedang praktek seperti ini....!"
"Kasihan sekali... Arindah begitu cantik tetapi kenapa suaminya beralih ke wanita lain.... Astaga..."
"Cantik, tampan itu bukan menjadi masalah ketika seseorang ingin mengkhianati cinta pasangannya, semua itu terjadi karena dia punya kesempatan untuk melakukannya juga sudah punya alasan untuk menjawab semua pertanyaan yang akan diterimanya nanti...!"
"Kau memang benar sih.... Tetapi selingkuhan yang seperti apa yang dipilih oleh mantan suami Arindah itu, mengingat sepertinya Arindah sudah memiliki segalanya sebagai seorang istri...!"
"Aku juga tidak tahu, siapa perempuan yang menjadi selingkuhan suami Arindah, karena sampai saat ini dia tidak mau mengatakannya. Ya mungkin dia trauma berat kali sampai tidak ingin membahasnya....!" Ujar Vitto.
★★★
"Hai sayang.....!!!" Sapa Jason diujung telepon dengan suara berat seperti orang yang baru saja bangun tidur.
"Kau baru bangun tidur ya???" Tanya Vita.
"Ya....!"
"Aku sudah bertemu dengan Vitto dan Vino, seperti dugaanku bahwa mereka akan marah besar denganku... Itu terjadi....!" Ucap Vita langsung tanpa berbasa-basi.
"Mereka mengusirmu???" Tanya Jason.
"Mereka tidak mengijinkanku untuk pulang... Dan kau tahu??? Suamiku ternyata ada disini, aku seperti tertuduh dan harus mendengarkan kemarahan mereka... Puncaknya adalah kedua putraku saat ini bersiap untuk memisahkanku dengan Papanya, mereka mengurus perceraian kami, aku bingung harus bagaimana? Apa yang akan kita lakukan jika aku kehilangan semuanya? Mereka pasti tidak akan memberiku apapun, aku tidak bisa mendapatkan uang dari mereka, bagaimana ini????"
__ADS_1
"Jadi???? Suamimu akan menceraikanmu????" Seru Jason terkejut. "Bagaimana bisa? Apa kau melakukan kesalahan saat bertemu dengan Vino ataupun Vitto?? Apa kau mengatakan sesuatu pada mereka sehingga mereka bersikap seperti itu padamu?"
"Aku tidak mengatakan apapun, akuenemui mereka dan meminta maaf seperti rencana kita sebelumnya, tetapi mungkin karena suamiku ada disini jadi anak-anak pasti terpengaruh olehnya....! Dia sudah cacat tetapi dia masih bisa mempengaruhi anak-anakku hingga mereka melawanku...!" Ujar Vitta kesal.