Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Epa 103


__ADS_3

"Hai Vin, hai Pa...!" Sapa Vitto di balik pintu. Saat ini Vitto sudah berada di kantor Vino.


"Masuk Vit...!" Sahut Vino dari dalam.


Vitto masuk dan langsung duduk di sofa yang ada di sebelah kanan ruangan kerja Vino. Sedangkan Vino mendorong kursi roda Papanya menuju tempat Vitto duduk. Vino langsung mengejek Vitto karena selama beberapa hari Vitto tidak pernah datang ke rumah untuk melihat Papanya atau sekedar berkunjung, padahal dulu Vitto sering memintanya agar sering memperhatikan dan mengunjungi Papanya. Dengan santainya Vitto mencela balik Vino dengan mengatakan bahwa saat ini adalah tugas adiknya itu untuk selalu bersama Papanya, karena Vino dulu tidak melakukannya.


"Kalian berdua berdebat hanya karena saling membalaskan dendam untuk mengurusku??? Aku memang Papa yang buruk untuk kalian dan aku hanya selalu merepotkan saja... Baiklah aku akan kembali ke Perancis saja jika kalian tidak mau mengurusku...!" Gerutu Papa Vino dan Vitto yang sontak membuat kedua putranya itu terdiam, saling berpandangan merasa bersalah. Tetapi beberapa detik kemudian tawanya terdengar, mmbuat Vino dan Vitto heran. "Jangan memasang ekspresi seperti itu, Papa hanya bercanda.... Apapun itu Papa yakin kalian adalah putra terbaik Papa yang selalu membuat Papa bangga, terima kasih kalian selama ini sudah bersama Papa....!"


Vitto beranjak dari sofa dan memeluk Papanya, begitu juga dengan Vino, dia melakukan hal yang sama. Kedua saudara itu memeluk Sang Papa dengan perasaan bahagia. Seburuk apapun sikap Vino, dia tetaplah adik Vitto. Dan Vitto ingin sekali bisa membuat Vino sadar akan kesalahannya suatu saat nanti dan menjadi orang yang baik, tidak egois seperti saat ini, hingga keeoisannya itu merubahnya menjadi orang yang tidak memiliki perasaan. Vitto tahu semua itu terjadi karena pergaulan yang salah yang sudah dipilih oleh Vino. Selain pergaulan juga lingkungan sekitar Vino dan orang terdekat adiknya itu. Angel adalah alasan dari kesalahan terbesar Vino, perempuan itu dilingkupi kelicikan dan membutakan Vino dengan pesonanya, sehingga Vino melupakan jalan kebenaran. Setelah nanti bisa mengumpulkan bukti tentang kelicikan Angel, Vitto akan menunjukkan semuanya pada Vino, dan akan mencari cara untuk memergoki Angel, sehingga Vino bisa menyadari segala keburukan dari perempuan itu.


Begitu juga dengan Vino, meskipun dia merasa kesal dengan apa yang dilakukan Vitto, lelaki itu tetaplah kakaknya. Dan mereka berdua sangat menyayangi Papanya. Meskipun satu tahun terakhir ini Vino memang tidak pernah datang mengunjungi Papanya tetapi Vino selalu memantau kesehatan sang Papa dengan caranya sendiri. Itu pun tetap tidak mengurangi rasa hormat serta kasih sayangnya.


Sementara Papa Vino dan Vitto merasa bahagia sekali, karena kedua putranya sampai saat ini selalu bersamanya. Sejak awal mereka sudah bisa membedakan mana sebuah pengkhiantan dan mana kebenaran. Vitto bisa selalu menempatkan diri sebagai seorang kakak yang baik dan bertanggung jawab selama ini. Meskipun berjauhan, Vitto selalu bisa menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepadanya. Sementara Vino bisa mengurus perusahaan dengan baik. Papa Vini dan Vitto tidak mempermasalahkan sebenarnya kenapa Vino jarang sekali menghubungi serta menengoknya, karena Vino dihadapkan dnegan banyak pekerjaan dan tanggung jawab yang harus diemban oleh putranya itu. Yang Papa Vitto dan Vino harapkan saat ini adalah dia bisa menunjukkan kepada Vino bahwa ada pengkhianat besar yang ada disekitarnya, dengan banyak bukti serta menunjukkannya langsung di depan Vino sehingga Vino bisa langsung menyadari kesalahannya selama ini dan kembali menjadi Vino yang penuh kasih sayang terhadap semua orang.


Vino dan Vitto melepaskan pelukan mereka pada sang Papa, kemudian kembali duduk di sofa. Vitto menatap Vino sambil mengankat alis, seolah menanyakan apakah adiknya itu sudah memberitahu Papa mereka mengenai hal semalam tentang Mama mereka. Vino pun menggeleng, mengartikan bahwa dia ingin Vitto sendiri yang mengatakan hal itu pada Papa mereka.

__ADS_1


"Papa...! Ada yang ingin Vitto katakan pada Papa, itu sebabnya Vitto sengaja datang kesini...!" Gumam Vitto.


Papa Vitto itupun langsung memandang putra pertamanya dengan pandangan yang menelisik seolah ingin segera tahu apa yang akan dikatakan oleh Vitto. Jangan-jangan Vitto ingin membahas masalah Angel dan Jason kemarin, mengingat dia meminta putranya itu untuk menunggu. Tapi ya apa mungkin Vitto membahas itu di depan Vino.


"Ya, katakan saja yangbingin kau katakan...!" Ucapnya pada Vitto.


"Semalam Vitto sudah memberitahu Vino mengenai hal ini, dan kami berdua pikir, Papa juga harus mengetahuinya... Mama sekarang ada disini...!"


"Mama kalian ada disini????" Serunya terkejut. Tadi Dia sempat berpikir apakah Vitto akan membahas Angel dan Jason, ataukah hal lain, ternyata informasi itu yang justru disampaikan oleh Vitto bahwa istrinya ada disini. Sangat mengejutkan.


"Ya Pa.... Semalam Aku tidak sengaja bertemu dengannya di bandara, dia memanggil ku dan ingin ikut pulang bersamaku untuk menginap disana...!"


Vitto menggeleng. "Tentu saja tidak Pa, aku tidak mungkin membiarkanya tinggal bersamaku.... Dia mengejar dan memaksaku membawanya tetapi aku tidak memperdulikannya...!"


"Lalu???" Tanya Papanya lagi.

__ADS_1


"Dia masih berusaha mengejar mobilku tapi aku bisa mengatasinya hingga dia kehilangan jejakku"


Vitto kemudian kembali menjelaskan tentang kekhawatirannya terhadap keberadaan Mamanya disini dimana dia takut Mamanya akan membuat ulah speerti dulu lagi dan akan merepotkan semua orang. Meskipun itu masih prediksinya.pemikiran itu muncul begitu saja di benaknya. Dan Vitto juga khawatir jika Mamanya itu akan pulang ke rumah lalu melakukan hal yang sama seperti dulu lagi, itu sebabnya dia meminta agar Vino juga bisa mengamankan hal-hal penting dari Mama mereka.


"Tapi bisa jadi Mama kalian itu datang untuk menyesali perbuatannya kemarin??? Kita kan tidak tahu....!" Timpal Papa Vitto dan Vino.


"Menurutku tidak ada salahnya kita bersiap untuk hal itu....!" Sahut Vino kemudian. "Siapa yang bisa menebak isi kepala seseorang Pa, Mama sudah pernah melakukan semua itu pada kita juga pada Vania, dia menyembunyikan kebusukannya selama ini dan aku tidak bisa lagi mempercayai orang seperti dia...." Tambah Vino lagi.


"Apa Mamamu mengatakan hal lain lagi selain ingin menginap dirumahmu???"


Vitto menggeleng. "Tidak ada, dia hanya bilang tidak tahu harus tinggal dimana, dan dari cara bicaranya, aku bisa pastikan bahwa dia tidak berubah, dia masih gila dengan kemewahan....!"


"Apa dia bersama si kampret Jason sialan itu???" tanya Vino.


"Itu masalahnya Vin, Pa... Sebelumnya aku juga bertemu dengan Jason di tempat berbeda, setelah itu bertemu dengan Mama, aku merasa ada ketidak bereaan diantara mereka berdua...!" Ungkap Vitto lagi.

__ADS_1


Saat itu juga Papa Vitto memejamkan matanya sambil mengernyit. Kenapa putranya itu justru mengungkap pertemuannya dengan Jason di depan Vino. Bagaimana jika nanti Vino bertanya karena penasaran. "Astaga Vitto...!" Gumamnya dalam hati.


"Tunggu... Tunggu... Kau bilang kau bertemu dengan Jason sebelumnya??? Dimana kau bertemu dengan si manusia sialan itu? Dan juga kau tadi bilang bertemu dengan Mama di bandara? Memangnya kau dari mana Vit???" tanya Vino.


__ADS_2