
Rana tidak menjaeab pertanyaan Vitto dan hanya melempar senyum. Vino dan Angel saling berpandangan, sementara Rana masih mencoba mencari jawaban dari pertanyaan Vitto. Vino dan Angel pergi liburan bersama tetapi dia tidak tahu sama sekali mengenai hal itu. Rana juga menjadi teringat dengan ucapan Jeany bahwa Veronica adalah Angel, dan sejak tadi Vitto menyebut Veronica dengan panggilan Angel.
Apakah semua ucapan Jeany mengenai Vino adalah kekasih dari Angel itu benar?
Vitto tidak mendapat respon apapun dari kedua pasangan itu. Sementara Angel hanya memberi senyuman saja. Ini yang ditakutkan Angel sejak tadi yaitu takut Vitto akan membahas hubungannya dengan Vino dan benar saja sekarang lelaki itu justru bertanya tentang liburannya bersama dengan Vino.
"Vino, kau dan Angel sudah dewasa dan sudah lama bersama kenapa tidak lekas menikah...! Apalagi yang kalian berdua tunggu...!" Ucap Vitto.
Detik itu juga Vino terbatuk-batuk dan meraih gelas berisi air di depannya. Sementara Rana langsung mengarahkan pandangannya secara bergantian pada Vino dan Angel. Rana kembali teringat bahwa ternyata apa yang diucapkan Jeany saat itu tentang hubungan Vino dan Angel itu memang benar. Rana ingin sekali rasanya menangis mengetahui bahwa Vino memang sengaja menipunya.
Rana meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya diatas piringnya. Lalu mengucap permisi untuk beristirahat dikamarnya.
"Vino... Aku pernah melihat Rana sebelumnya, dia saat itu datang ke pesta yang kau adakan dirumah, dia memberikan sesuatu padamu, apa kau sudah mengenalnya lama tetapi kenapa aku tidak pernah melihat dia sebelumnya? Dia temanmu yang mana???" Tanya Vitto lagi.
__ADS_1
Tetapi kali ini wajah Vino terlihat datar, Vino sedang menahan kemarahannya pada Vitto. Kakaknya itu sudah merusak semuanya, dan malah membongkar perihal hubungannya dengan Angel di depan Rana. Vino tahu bahwa Rana pergi pasti karena tahu mengenai hal ini.
Vino tidak menyelesaikan makan malamnya dan langsung pergi meninggalkan ruang makan begitu saja. Vino harus berpikir lagi tentang apa yang harus dilakukannya kepada Rana, mengingat sekarang Rana sudah mengetahuinya. Sebenarnya Vino dan Angel masih ingin mempermainkan Rana lebih dulu sebelum nantinya mereka akan memgungkapkan itu, sayangnya sekarang Vitto merusak seluruh rencananya.
Kehadiran Vitto sangat meresahkan dan membuat Vino merasa tidak tenang dan nyaman. Mungkin hari ini Vitto mengungkapkan hubungannya dengan Angel, tetapi Vino tidak yakin bahwa kehadiran Vitto juga bisa membuat Rana berpikir untuk menceritakan semuanya. Keadaan pasti akan semakin kacau.
"Aku harus mencari cara agar Vitto bisa segera pergi dari sini....! Karena dia aku jadi harus menahan diri untuk tidak menyakiti Rana....!" Gumam Vino gusar.
Ditengah kegusaran Vino, Angel masuk ke kamar Vino dan mendekati kekasihnya itu. Angel rupanya juga meninggalkan Vitto di ruang makan karena dia juta dilanda kebingungan yang luar biasa karena ucapan Vitto tadi. Angel mengerti srkali bahwa apa yang dirasakan olehnya saat ini juga sedang dirasakan oleh Vino. Mereka berdua harus segera menemukan cara untuk mencegah hal yang lebih buruk lagi terjadi. Vino dan Angel kemudian mencoba berdiskusi untuk menemukan cara.
Sebuah ketukan pintu mengalihkan Angel dan Vino dari obrolan mereka. Keduanya saling berpandangan dan Vino kemudian beranjak untuk membuka pintu. Vitto ternyata berdiri di depan pintu dan tanpa permisi melangkah masuk ke kamar Vino.
"Apa yang kalian diskusikan? Sepertinya serius sekali...!" Tanya Vitto.
__ADS_1
"Bukan urusanmu...! Ada apa kau kemari...!" Vino bertanya dengan suara yang ketus bercampur kesal.
Vitto duduk di kursi kayu yang ada di kamar itu, dia melipat kaki kanannya dan menumpukannya di paha kirinya. "Apa yang kalian sembunyikan sebenarnya? Aku bertanya tentang siapa Rana dan kalian tidak menjawabnya, justru malah pergi...! Ada apa???"
"Sudahlah Vit... Kau ini cerewet sekali, bukankah aku sudah bilang sebelumnya bahwa Rana adalah temanku dan Angel, kenapa kau terus bertanya tanpa alasan yang jelas....! Apa yang sebenarnya ingin kau cari dariku???" Suara Vino meninggi dan terlihat jelas diwajahnya bahwa dia sedang marah sekali dengan Vitto.
"Kenapa kau marah? Aku hanya bertanya saja...."
"Tidak ada yang salah dengan bertanya, tapi dari caramu bertanya padaku kau seperti seorang detektif, hanya karena kau menyelamatkan Rana yang terjun ke kolam renang, kau seperti menuduhku, aku sudah bilang bahwa itu pilihannya sendiri dan dia juga sudah mengatakannya padamu, tetapi kenapa kau masih belum puas dengan jawabannya atau jawabanku... Apa sebenarnya mau mu itu???"
"Karena aku tahu bahwa sedang ada yang tidak beres yang terjadi disini...!" Vitto kemudian berdiri dan mndekat ke Vino, memegang kedua bahu adiknya itu. Tatapan Vitto menajam. "Aku berharap semua jawaban yang kau berikan padaku itu benar adanya..! Hubungan kita memang tidak terlalu harmonis tetapi aku tidak akan pernah berhenti untuk.mengingatkanmu agar jangan sekali-kali melakukan sesuatu yang burum pada orang yang tidak bersalah atau orang yang baik, aku melihat rana seperti orang yang sedang tertekan teyapi aku tidak tahu apa masalah yang terjadi, hanya saja jika kalian berdua adalah temannya berilah Rana dukungan atau tanyakan baik-baik apa masalah ang sedang dihadapinya...!"
Vino diam dan terus menatal Vitto dengan tajam. Melihat kemarahan adiknya, Vitto kemudia melepas pegangannya dan berpamitan untuk pergi dan akan kembali besok karena sekaranh dia ada urusan mendadak. Vitto pun meninggalkan kamar Vino dengan berbagai pertanyaan di kepalanya yang belum terjawab. Vitto tidak ingin membuat Vino semakin marah kepadanya meskipun Vitto tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.
__ADS_1
Vitto juga sebenarnya ingin sekali bertanya langsung kepada Rana dengan apa yang terjadi mengingat dia bisa melihat dengan jelas bahwa Rana sepertinya sedang memendam sesuatu dan dia juga terlihat ketakutan, Vitto takut kejadian pagi tadi itu adalah unsur kesengajaan dari Vino sehingga Rana menjadi terlihat ketakutan. Tetapi Vitto menahan niatnya itu dan mungkin besok atau lusa dia akan menanyakannya langsung pada Rana. Sekarang sebenarnya dia ingin melakukannya tetapi Vitto tidak ingin mengganggu waktu istirahat Rana.
Pertanyaan mengenai siapa Rana juga masih belum terjawab tetapi Vitto tetap akan berusaha untuk mendapatkan jawabannya meskipun Vino tidak memberitahunya dengan jelas.