
Keesokan harinya......
Rana membuka matanya perlahan ketika menyadari ada gerakan di tempat tidur, dan ada napas teratur di belakang lehernya serta lengan kekar memeluk perutnya. Rana menoleh dan mendapati Vitto masih terlelap. Rana melihat jam dinding dan sudah menunjukkan pukul 5 pagi, artinya dia sudah tidur dan tidak menyadari kedatangan Vitto tadi malam. Mungkin karena dia lelah sekali hingga tidurnya begitu nyenyak. Rana menggerakkan kaki nya pelan, mengecek apakah masih terasa pegal atau tidak, dan ternyata tidak. Semalam sebelum tidur dia mengoleskan krim pereda nyeri, dan ternyata cukup ampuh menghilangkan nyeri dan pegal-pegal di kaki nya.
Rana berbalik badan dengan hati-hati, mengusap pipi lelaki yang sudah menjadi suami nya itu dengan penuh kelembutan. Dahi Vitto berkerut dan lelaki itu perlahan membuka mata nya. Vitto tersenyum menatap Rana yang ada di depan nya. "Good morning my wife????" Ucap Vitto.
"Good morning...! Kau pulang jam berapa??? Kenapa tidak membangunkanku???" Tanya Rana.
"Kau tidur nyenyak sekali, aku tidak tega membangunkan mu, aku kembali sekitar jam dua dini hari..!" Jawab Vitto sambil memeluk Rana erat.
"Lalu bagaimana dengan dokter Arindah dan Vino???" Tanya Rana lagi.
"Mereka sudah kembali ke hotel... Bertanya nya nanti saja, biarkan aku memeluk dan menciumi istriku... Ini pagi pertamaku denganmu setelah kita menikah..." Vitto mendesak kan tubuhnya di tubuh Rana.
"Vitto... Kau ini...! Aku penasaran...!" Protes Rana.
__ADS_1
"Nanti....!!" Vitto melepaskan pelukannya pada Rana dan tiba-tiba dia turun, menelusup di balik selimut. Rana di buat bingung tetapi kemudian terkejut ketika menyadari Vitto bergumul di antara paaha nya. Vitto mencoba membuka kedua kaki Rana dan langsung melepaskan suttera putih berenda yang dipakai oleh Rana. Vitto mulai bermain dengan lidahnya di bawah sana. Rana menyingkap selimut yang tadi menutup tubuhnya. Dia bergeliat merasakan apa yang di lakukan oleh Vitto, sensasi aneh bercampur nikmat menjadi satu. "Aaa... Hmmmmpppttt.... Apa yang kau lakukan??? Sssshhhhh...!"
Vitto mengangkat kepala nya dan tersenyum, melihat ekspresi istrinya yang sepertinya sangat menikmati permainannya. Vitto pun kembali menunduk dan bermain lagi di area sensiitif istrinya.
"Oh ya Ampun..... Vitto.....!!!" Teriak Rana lagi dan dia semakin menekan kepala Vitto, agar Vitto tidak menghentikan kegiatannya.
"Kau menyukainya???" Tanya Vitto dengan suara tidak jelas.
"Ya... Aku menyukai nya...!" Suara Rana tersenggal dan tiba-tiba tubuhnya menegang, mencengkeram rambut Vitto. Dan Rana mengerrang panjang, menandakan bahwa dia mencapai puncaknya.
Vitto mengangkat lagi kepala nya dan mengubah posisinya menjadi duduk. Menatap Rana sambil tersenyum kemudian merangkak naik di atas Rana. Vitto mencium leher Rana dan perlahan melepaskan jubah tidur istrinya itu, lalu menurunkan gaun tidurnya. Vitto memeluk Rana sambil melepas pengait penutup dada Rana dan melemparnya ke lantai. Vitto menikmati pemandangan indah yang ada di depannya, lalu dengan hati-hati dan penuh antisipasi dia mengecup serta membuka mulutnya dan mendekat ke dua gundukan yang menggoda itu. Tidak langsung memasukkan ke mulutnya tetapi dia memilih memainkannya lebih dulu dengan lidahnya. Rana mendongakkan kepalanya sambil memejamkan matanya menikmati sensasinya.
Rana mulai kehilangan akal sehatnya karena terlalu menikmati apa yang dilakukan suaminya. Tangannya meraih jemari Vitto dan membimbing suaminya itu agar bisa memainkan miliknya yang satu lagi dengan jemarinya. Cukup lama Vitto melakukan itu hingga akhirnya Rana kembali menegang dan mengerang panjang, menandakan bahwa istrinya itu telah mencapai puncaknya lagi padahal dia baru melakukan pemanasan kecil. Rana memeluk Vitto dan napasnya sedikit tersenggal.
Vitto kemudian melepaskan pakaiiannya dan mereka berdua sudah tidak mengenakan apapun lagi, Vitto duduk ditempat tidur dan kini menyandarkan tubuhnya.
__ADS_1
"Bermainlah dengan tangan dan mulutmu!!" Titah Vitto.
Rana langsung mengerti kemana arah ucapan Vitto, kemudian membungkuk meraih milik Vitto, dan menggerakkan jemarinya disana secara perlahan. Tidak hanya itu, Rana membuka mulutnya dan melahap habis milik Vitto yang sudah berdiri tegak di depannya tanpa pikir panjang. Rana menggunakan mulut dan lidahnya untuk bermain dengan milik Vitto membuat lelaki itu semakin meracau karena kenikmatan.
"Terus sayang....!!! Jangan lepaskan dari mulutmu ah.... Hmmmm..... Ya begitu...." Suara Vitto terdengar serak dan kedua tangannya menekan kepala Rana selama beberapa detik kemudian melepaskannya. Saat itu juga Rana terbatuk-batuk dan napasnya tersenggal, Rana mendongakkan kepalanya dan tersenyum menatap suaminya, mendapati suaminya merasa senang karena apa yang dilakukannya.
"Menghadapku dan duduk diatasku! Bergeraklah sesukamu, pelan atau cepat semua terserah padamu" Perintahnya pada Rana.
Rana menuruti keinginan suaminya itu, perlahan dia menenggelamkan dirinya dengan Vitto. Suara erangan dari mulut mereka terdengar begitu merdu bagaikan musik yang menambah suasana menjadi lebih hangat. Rana memeluk Vitto dan dagunya bertumpu di pundak kanan suaminya itu. Rana bergerak maju mundur bukan naik turun, justru gerakan itu membuat sesi penyatuan mereka terasa lebih berbeda sensasinya.
Vitto menarik kepala Rana dari pundaknya dan mendekatkan ke wajahnya. Rana terus bergerak maju mundur lalu memutar ping9ulnya dengan ritme yang tenang dan dia mulai berciuman dengan Vitto, semakin menambahkan sensasi yang luar biasa lagi. Mereka berdua larut dalam kenikmatan penyatuan ini. Rana tidak berhenti meracau, dan Vitto semakin menikmatinya. Vitto sangat senang mendengar suara Rana yang menggila karena percintaan yang mereka lakukan, karena Rana terlihat semakin menggoda.
Hingga akhirnya tubuh Rana mulai menegang lagi, melihat jika istrinya sudah akan mencapai puncaknya. Kali ini Vitto mulai bergantian bergerak, dan gerakannya semakin cepat sambil menginstruksikan pada Rana agar bisa menahannya lebih dulu sambil menunggu dirinya dan mereka bisa mencapainya secara bersamaan.
"Aku datang....! Ah.....!!!" Vitto memeluk Rana dengan sangat erat, dan Rana juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Akhirnya mereka mencapai ujung secara bersamaan. Mereka mengatur napasnya masing-masing. Vitto membaringkan Rana pelan-pelan tetapi berusaha tidak melepaskan dirinya, dan dia tengkurap di atas Rana. "Aku masih belum puas, kita harus melakukannya lagi, oke??" Gumam Vitto dan Rana mengangguk. Tidak mungkin dia bisa menolak hal senikmat ini dari Vitto, penyatuan mereka terasa luar biasa dan Vitto bisa memuaskannya dengan baik.
Vitto memeluk Rana dan mengucapkan Terima kasih atas morning se*x pertama nya bersama istrinya itu. Rasanya luar biasa dan Vitto benar-benar menikmati nya. Kali ini sudah tidak ada penghalang apapun, dan mereka bebas melakukannya kapan saja. "Again???" Tanya Vitto dan Rana tersenyum lalu menganggukkan kepala nya. Vitto perlahan mengangkat tubuhnya dan kembali meng9essek miliknya di milik Rana, kemudian kembali menyatukan dirinya dan juga Rana. Mereka berdua kembali melakukan sesi penyatuan dan berciinta lagi.