Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 69


__ADS_3

Vitto kembali ke meja makan, duduk dan melempar senyumnya ke Rana. Rana melihat ada sesuatu yang terjadi sehingga wajah Vitto sedikit berbeda dengan tadi.


"Apa semua baik-baik saja???" Tanya Rana.


Vitto tetap tersenyum dan menggeleng. "Bagaimana aku harus mengatakan ini padamu? Tetapi aku pikir aku memang harus mengatakannya Ran...!"


Rana meletakkan garpu ke atas piring dan memandangi Vitto. Tiba-tiba dia merasa takut dan khawatir akan terjadi sesuatu. "Kenapa??? Apa Vino menemukan keberadaanku???" Tanya Rana khawatir.


Vitto menggeleng. "Tidak... Ini bukan soal itu, ini tentang Jeany sahabatmu...! Anak buahku melaporkan bahwa sahabatmu itu mengalami kecelakaan parah sesaat setelah kembali dari rumahmu, mobilnya jatuh dari fly over dan dia mengalami cidera cukup parah.....!" Ujar Vitto dengan suara lirih tetapi tetap terdengat jelas di telinga Rana.


"Apa....????!!!! Jeany kecelakaan.... Bagaimana keadaannya sekarang???" Rana terkejut sekali, dan dia berusaha bangkit dari kursi rodanya. "Antar aku ke rumah sakit menjenguk Jeany sekarang juga....!"


Vitto berdiri dan memegangi Rana. "Rana tenanglah... Jeany tidak ada disini sekarang...!" Ucap Vitto mencoba menjelaskan.


Rana semakin terperangah dan dia menangis. "Apa maksudmu dia tidak ada disini, apa Jeany meninggal???" Tanya Rana semakin panik.

__ADS_1


"Tidak Rana.... Tenang dan dengarkan aku dulu...! Jeany mengalami cidera parah di kepalanya, dan saat ini keluarganya membawanya untuk berobat ke luar negeri, aku tidak tahu mereka membawanya kemana? Aku akan mencoba mencari informasi itu lagi, jadi kau sekarang harus tenang dan doakan sahabatmu itu....!"


Rana terisak, dia tidak menyangka jika Jeany akan mengalami hal mengerikan itu setelah kembali dari rumahnya. Jeany pasti saat itu sedang tidak fokus ketika mengemudi setelah dia memutuskan persahabatan mereka. Jeany pasti kacau sekali sehingga tidak konsentrasi. "Ini semua pasti salahku... Ini pasti karena aku mengakhiri persahabatan kami....! Jeany marah dan terjadilah hal seperti ini.....!!" Gumam Rana diselingi isakan.


"Jean... Maafkan aku.....!!" Ucap Rana lagi.


Tangisannya semakin menjadi-jadi. Rana sangat menyesal kenapa dia baru mengetahui hal ini padahal itu sudah berlalu hampir satu bulan lamanya. Hal sebesar itu dan tidak ada orang yang memberitahunya. Rana sangat khawatir dengan keadaan Jeany sekarang.


Vitto mendekati Rana, duduk berjongkok di depan perempuan itu dan menggenggam tangan Rana untuk menguatkannya. Vitto juga menyeka airmata Rana, menatapnya dalam-dalam. Tangisan Rana mengisyaratkan bahwa perempuan itu sangat terluka sekali, Jeany pasti sangat berarti untuk Rana. Vino memang sangat keterlaluan, dia terlalu terobsesi untuk balas dendam hingga lupa dengan rasa kemanusiaan dan nyawa seseorang.


Tana terus terisak dan menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa Jeany, membuat Vitto harus memeluknya serta menenangkannya. "Rana.... jangan salahkan dirimu atas hal ini, kau tidak melakukan apapun....!!" Gumam Vitto sambil mengusap lembut punggung Rana.


"Rana, untuk kesekian kalinya aku harus meminta maaf kepadamu atas nama Vino, apa yang terjadi pada Jeany tidak lain adalah campur tangan dari Vino, dia melakukan itu untuk membungkam Jeany, Vino sepertinya kesal sekali mengetahui jika sahabatmu itu ikut campur dengan urusannya, maka seperti inilah jadinya....!" Ujar Vitto.


Sontak mendengar itu, Rana dibuat terperangah dengan apa yang baru saja di dengarnya. Sekali lagi Vino melakukan hal serendah ini untuk membungkam mereka yang ikut campur. Jeany menjadi korban pertama Vino setelah itu Vitto juga mendapatkan hal yang mengejutkan atas ulah Vino. Lelaki itu sangat keterlaluan sekali. Rana menjadi sangat muak sekarang.

__ADS_1


"Kenapa Vino tega melakukan semua itu Vitto....??? Kenapa....???!!! Apa kesalahan yang ku perbuat sehingga dia harus menghukumku seperti ini, jika memang dia ingin menyiksaku, kenapa dia juga harus menyiksa sahabatlu yang tidak tahu apapun mengenai hal ini..... Kenapa Vitto??? Kenapa Vino melakukan ini???"Teriak Rana frustasi dan airmatanya terus mengalir dari kedua matanya.


Vitto terdiam dan dia menunduk, merasa sangat malu untuk menatap Rana lagi. Vitto sudah tidak bisa lagi berkata-kata mengenai apa yang sudah dilakukan oleh Vino. Adiknya sudah menghancurkan kehidupan dua orang perempuan yang tidak tahu dan tidak bersalah. Jika memungkinkan mungkin bisa saja saat ini dia pergi menemui Vino dan menghajarnya lalu menyeretnya ke penjara, tetapi Vitto tahu itu hal yang tidak bisa dia lakukan. Saat ini lebih penting adalah keselamatan Rana.


"Maafkan aku Rana.... Aku sendiri tidak tahu apa yang sudah membuat Vino seperti itu..." Gumam Vitto sedih. "Aku janji padamu, aku akan membantu sebisaku untuk mengetahui perkembangan dari Jeany sahabatmu itu, dan aku akan pastikan Vino akan mendapat ganjarannya suatu saat nanti....!" Ucap Vitto penuh dengan keyakinan.


Lelaki itu kemudian kembali menyeka airmata Rana dan mencoba meyakinkan Rana bahwa saat ini Jeany pasti akan baik-baik saja. Dia akan mengirim beberapa orang lagi untuk mencari tahu keberadaan Jeany dan keluarganya saat ini.


Dan hal yang paling penting adalah dia juga harus memberitahu Papanya tentang kegilaan yang dilakukan oleh Vino lagi. Yang bisa menghentikan semua ini hanya Papanya. Vitto juga yakin semua ini pasti juga ada pengaruh dari Angel. Perempuan licik itu pasti juga sudah mencuci otak Vino sehingga Vino bisa melakukan hal serendah dan sekejam ini.


Entah apa yang bisa membuat Vino bisa lepas dari cengkraman Angel. Perempuan itu sangat berbahaya dan penuh kemunafikan serta kelicikan. Vino sudah dibutakan oleh cintanya pada Angel, sehingga selalu menuruti keinginan perempuan itu.


Vitto mengantar Rana ke kamarnya, mengangkatnya dari kursi roda ke atas tempat tidur. Kemudian Vitto memberikan obat pada Rana agar Rana bisa beristirahat sehingga dia bisa lebih tenang. Vitto terus merapalkan janjinya pada Rana bahwa dia akan segera mencari informasi tentang Jeany ataupun keluarganya. Setelah mendapatkan itu, Vitto akan mengajak Rana untuk menemui mereka agar Rana bisa merasa tenang juga agar Rana bisa meminta maaf pada Jeany atas kesalahan yang sudah dilakukannya.


Setelah meminum obat, Vitto membaringkan Rana dan perempuan itu langsung tertidur. Vitto keluar dari kamar Rana menutupnya dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Papanya. Panggilan Vitto langsung di angkat oleh Papanya. Dan tanpa basa-basi Vitto menceritakan semuanya kepada Papanya itu tentang apa yang sudah dilakukan oleh Vino pada sahabat Rana. Juga tidak lupa Vitto memberitahu kebenaran dan fakta tentang Rana kepada Papanya.

__ADS_1


Papa Vitto yang mendengar semua itu hanya bisa menghela napasnya dan menggelengkan kepalanya, tidak ingin mempercayai semuanya tetapi itulah kenyataannya bahwa putra keduanya Vino sudah melakukan semua kejahatan itu. Vitto benar, bahwa hanya dia yang bisa menghentikan semua ini, meskipun dia tahu akan susah untuk menjelaskan kepada Vino mengingat anaknya itu keras kepala.


"Papa akan segera pulang....! Siapkan pesawat untuk menjemput Papa disini, Papa akan pulang bersama dengan tantemu....!" Ucap Papa Vitto.


__ADS_2