Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Epa 358


__ADS_3

"Apa yang mereka obrolan??? Serius sekali seperti nya????" Tanya Rana pada Arindah.


"Mereka pasti sedang membahas apa yang membuat Vino membawa Papa kesini.. " Jawab Arindah.


"Memang apa yang sebenarnya terjadi disana??? Dua hari ini, Vitto tidak bisa tenang dan terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi..."


"Reino menemui Angel, dan mereka bekerja sama untuk balas dendam pada kita semua... Bahkan Reino mendatangi seorang pembunuh bayaran untuk melakukan aksi nya, dan target mereka adalah Papa, itulah kenapa Vino merasa Papa cukup terancam berada disana... "


"Ya Tuhan... Jahat sekali mereka... "


"Dendam kesumat membuat orang selalu menjadi gelap mata... Reino ingin memisahkan aku dan Vino, serta merebut hak asuh Naufal, sedangkan Angel ingin balas dendam pada Vino, Vitto dan juga Papa, bahkan dia juga ingin menyerangmu, karena kau adalah kelemahan Vitto.."


"Angel.... Kenapa dia selalu saja bersikap seperti itu, seharusnya apa yang saat ini terjadi, bisa membuat dia bertaubat dan menyadari kesalahan nya, buka. malah bersikap seperti itu, hukuman seharusnya di jadikan pelajaran agar tidak bersikap seperti itu... Miris sekali.."


"ajukan hukuman dunia tidak bisa membuat seseorang menyadari dan bertaubat akan kesalahannya, maka pilihan yang terakhir adalah hukuman akhirat, sayangnya hukum akhirat tentu tidak bisa kita lihat, karena Tuhan sendiri yang akan melakukan nya... "


"Mereka pasti khawatir sekali.... Ah ya Tuhan... Jaga keluarga kami dari orang-orang jahat seperti Angel dan Reino.... "


"Aku berharap juga seperti itu, dan sebenarnya masalah ini terjadi karena Reino marah dengan pernikahanku, entah bagaimana dia bisa mendatangi Angel dan membuat kesepakatan seperti itu.... Tetapi Vino bilang bahwa kalaupun Reino tidak mendatangi Angel, Angel tetap akan menyuruh orang lain untuk balas dendam dengan keluarga kita.... Sehingga Vino melarangku untuk terus menyalahkan diri... Ada tidak nya Reino, Angel pasti akan melakukannya. bahkan mungkin kita tidak akan menyadari nya... Ini bisa kita ketahui karena Vino mengirim orang untuk memata-matai Reino... " Ujar Arindah.


"Baguslah... Ini bisa di hindari, semoga rencana mereka gagal... Menakutkan sekali rasanya.... "


"Tempat ini sangat indah, cocok untuk mengungkapkan perasaan kepada seseorang yang di cintai.. " Gumam Vitto sambil tersenyum menatap Adik nya yang terlihat bingung.

__ADS_1


"Kau mengejekku???" Tanya Vino.


Vitto terkekeh. "Aku tidak sedang mengejek mu.. Aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan saja.... Ingatlah. . Penyesalan selalu datang belakangan, itu sangat pasti sekali, sedangkan kalau di depan, bukan penyesalan, tetapi pendaftaran... Aku akan mengajak Naufal bermain, bicaralah dengan Arindah... Semakin cepat itu akan semakin baik, dan rumah tangga mu akan terasa lebih manis dari sebelumnya..." Vitto beranjak dari kursi yang dia duduki. Berjalan meninggalkan Vino, lalu menghampiri Rana dan Arindah. Vino hanya menatap kakak nya dalam diam.


"Sayang...!!" Panggil Vitto pada Rana. Perempuan itu menoleh.


"Ya???" Jawab nya.


"Kita ajak Naufal bermain dan melihat sapi disana..." Vitto menunjuk ke arah sebuah rumah di sisi kanan. tidak terlalu jauh ataupun terlalu dekat. Disana ada gerombolan sapi, dan rumah itu adalah kandang nya. "Arindah dan Vino butuh istirahat... Biarkan mereka istirahat... " Ucap Vitto lagi.


Rana mengangguk. "Ya...! Naufal sayang.. Apa kau ingin melihat sapi disana lebih dekat???" Tanya Rana dan bocah itu mengangguk penuh semangat. Vitto langsung menggendong nya untuk mengajak nya pergi. "Kalian beristirahatlah... Pasti perjalanan nya melelahkan sekali, Naufal akan aman bersama kami.... Masuk lah... Kalau butuh sesuatu, kau bisa mencari di kulkas, ada banyak makanan disana..." Rana menyusul Vitto yang sudah berjalan sambil menggendong Naufal.


Arindah tersenyum menatap kepergian Vitto, Rana dan Naufal. Dia kemudian berjalan untuk masuk ke dalam rumah. Vino masih duduk di kursi kayu dan memandangi nya dalam diam. "Kau butuh sesuatu????" Tanya Arindah.


"Baiklah... Aku masuk dulu, aku ingin mandi, badan ku lengket sekali.... Aku juga akan membereskan pakaianku dan pakaian Naufal, aku akan pisahkan pakaian mu, supaya kau lebih mudah mencari nya... "


"Iya... " Gumam Vino. Arindah pun berjalan masuk. "Arindah... Tunggu... " Panggil Vino, kemudian berdiri dan menghampiri Arindah.


Langkah Arindah terhenti. "Ya...???" Arindah menoleh. "Ada apa??? Kau butuh sesuatu???"


Vino terdiam sesaat, dia ingin menyampaikan sesuatu pada Arindah, tetapi meragu. "Ah tidak, aku juga ingin mandi.... "


Arindah tersenyum. "Aku pikir kau butuh sesuatu... Ya sudah kita mandi... Aku ambilkan dulu pakaian mu di koper... Kau bisa mandi di kamar Papa... Atau kau ingin mandi lebih dulu di kamar utama??? Aku akan menunggumu sambil menyiapkan pakaian mu... "

__ADS_1


"Ya... Aku takut mengganggu istirahat Papa.. " Ucap Vino. Sebenarnya dia hanya beralasan saja mengatakan ingin mandi, padahal sebenarnya tidak. Dia benar-benar ragu dan tidak berani mengatakan apa yang di suruh oleh Vitto tadi. Vino membenarkan semua ucapan Vitto. Dan dia memang sangat membutuhkan Arindah dan selalu ingin ada di dekat perempuan itu. Vino tidak tahu apa hal itu adalah bagian dari perasaan cinta nya pada Arindah atau tidak, hanya saja dia memang sangat nyaman dan bahagia bersama Arindah. Dan Arindah selalu terbuka dalam berbagai hal, serta kebaikannya dan ketulusan hati nya membuat Vino selalu ingin berada di dekat nya.


"Baiklah kalau begitu... " Arindah berjalan masuk ke dalam rumah dan di ikuti oleh Vino di belakang nya.


***


"Kita ajak Naufal bermain disini, juga kita biarkan Vino dan Arindah memiliki waktu berduaan... Kita jangan mengganggu mereka,.. " Gumam Vitto sambil berjalan beriringan dengan Raja, dan Naufal ada dalam gendongan nya.


"Iya..!!" Ucap Rana.


"Bagus....!!" vitto tersenyum.


Sementara itu, sampai di kamar, Arindah membongkar lagi kopernya dan mencoba mencari pakaian Vino. Sedangkan lelaki itu justru maju mundur,meragu dan bingung dengan pikiran nya sendiri. Dia menatap Arindah. Dari sudut manapun. Arindah sangat cantik sekali dan tidak membosankan kan. Sadar jika dia adalah cinta pertama dari perempuan itu. Tidak ada yang perlu di ragukan lagi dari sosok Arindah. Cinta??? Vino tidak tahu lagi bagaimana rasanya mencintai seseorang setelah di sakitin oleh Angel. Tetapi kehadiran Arindah memang mampu perlahan menyembuhkan luka nya. Vino memejamkan mata nya, seolah mencari keyakinan di hati nya akan sesuatu hal pada diri Arindah.


Arindah mengambil pakaian Vino dan dia hendak memberikan pakaian itu, tetapi mengeryit ketika melihat Vino berdiri dan emmejamkan matanya. Arindah tidak tahu apa yang sesuai di lakukan oleh lelaki itu. "Vinoooo... " Panggilnha dengan suara pelan. Tetapi Vino masih terdiam di tempatnya. Arindah melangkah mendekati nya dan memegang bahu kanan suami nya itu..


Vino terlonjak. "Eh... Ada apa???" Tanya nya.


"Kok malah ada apa??? Kau yang ada apa??? Kenapa berdiri disini dan menutup matamu, tadi bilang ingin mandi... Ini pakaianmu.. " Arindah menyodorkan pakaian Vino.


Vino mengambilnya. Dan Arindah berbalik badan untuk kembali ke jopernya, tetapi langkahnya terhwnti ketika Vino menahan pergelangan tangan nya. Arindah berbalik badan, dan mengangkat mata dan alisnya bergantian. Bertanya pada Vino da apa dalam bahasa isyrat melalui tarikan mata ke atas dan ke bawah. "Kenapa???" Tanya Arindah. "Tingkahmu aneh sekali???? Kau sakit???" Arindah memegang dahi Vino te tapi suhu kening Vino terasa normal saja. Tetapi Tingkah Vino cukup aneh.


"Aku mencintaimu..." Ucap Vino dengan mantap,

__ADS_1


__ADS_2