Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 297


__ADS_3

Rana keluar dari kamar mandi, terlihat segar setelah mandi berbalut handuk kimono putih milik Vitto, yang kebesaran di tubuhnya. Vitto tersenyum mendapati pemandangan yang lucu dari istrinya. "Kenapa tersenyum??? Aku hanya menemukan ini di kamar mandi??? Apa kau tidak menyuruh bibi untuk meletakkan handuk biasa di dalam??? Sekarang kau sudah menikah, kamar mandi nya juga jadi kamar mandi ku, kenapa hanya ada kimono mu saja??? Aku jadi seperti orang-orangan sawah..." Gerutu Rana pada Vitto.


Vitto terkekeh. "Mungkin Bibi lupa, aku akan memberitahu nya nanti... Oh iya sekarang aku harus pergi, kau istirahat saja di rumah.... Aku akan pergi sebentar.."


Rana mengernyit. "Pergi??? Mau pergi kemana??? Kita kan baru sampai??? Kau juga pasti lelah sekali..."


Vitto mendekati istrinya, membelai kepala perempuan itu dengan penuh kelembutan lalu mengecup dahi nya. "Aku akan ke rumah Vino, tadi Papa memberitahuku jika dia dan Vino akan mengecek persiapan terakhir di ballroom hotel yang besok akan di gunakan sebagai venue tempat pernikahan Vino, aku juga ingin melihatnya, jadi aku akan menyusul mereka... Kau di rumah dan beristirahat, kalau sudah selesai aku akan langsung pulang..."


"Oh begitu ya... Baiklah.... Kau bisa pergi, salam untuk Papa dan juga Vino..!"


Vitto tersenyum. "Ya, akan aku sampaikan, aku mandi dulu, siapkan pakaian ku ya???"


"Iya..."


Vitto bergantian masuk ke kamar mandi, dan Rana lekas membuka lemari untuk mengambil pakaian untuk Vitto.


★★★★


Vitto akhirnya sampai di rumah Vino. Gerbang rumah Vino di buka oleh penjaga dan mobil Vitto di persilahkan untuk masuk. Saat Vitto sedang memarkir mobilnya di halaman depan yang luas itu, ada sebuah mobil juga berhenti tepat di depan gerbang tetapi tidak masuk. Seseorang keluar dari mobil itu lalu menghampiri penjaga yang hendak menutup gerbang.


Bersamaan dengan itu, Vitto keluar dari mobilnya. Langkahnya terhenti ketika hendak memasuki rumah adiknya. Pandangannya teralihkan ke arah penjaga yang sedang mengobrol dengan seseorang. Vitto juga melihat orang tak di kenal itu tampak memberikan sesuatu kepada penjaga rumah adiknya. Tak lama setelah itu, orang itu pun pergi masuk ke dalam mobilnya.


Penjaga menutup pagar, dan mengetahui jika sejak tadi dia di perhatikan oleh Vitto, membuatnya bergegas menghampiri Vitto yang masih berdiri di samping mobilnya. "Selamat siang tuan muda..." Sapa nya sambil menundukkan kepala nya.


"Siapa orang itu???" Tanya Vitto.


"Tidak tahu tuan, dia hanya menitipkan ini untuk tuan Vino.." Penjaga itu menunjukkan sebuah amplop putih pada Vitto.


"Sini, berikan padaku... Aku akan memberikannya pada Vino..." Ucap Vitto dan dia di sodorkan amplop putih itu oleh penjaga rumah Vino.

__ADS_1


Vitto pun meninggalkan halaman depan dan masuk menuju rumah Vino. Saat sampai di dalam ternyata Papa nya ada di ruang tamu.


Papa Vitto yang tadi nya sedang sibuk dengan ponselnya teralihkan ketika menyadari putranya masuk ke dalam rumah. "Vit... Kau sudah datang???"


"Siang Pa...!" Vitto menghampiri dan memeluk Papa nya lalu mencium tangan Papa nya dengan sopan dan duduk di sofa.


"Bagaimana kabarmu??? Dan juga Rana??? Dia tidak ikut kesini???"


"Rana sedang istirahat Pa, dia sepertinya lelah sekali... Seperti yang Papa lihat, aku sangat baik begitu juga dengan menantu Papa... Dimana Vino???"


"Dia sedang menerima telepon di kamarnya... Papa senang kau bisa menyempatkan datang ke acara pernikahan adikmu, dan merubah jadwalmu.. Vino juga terlihat senang karena kau datang untuk menghadiri hari besarnya..."


Vitto tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Dia sendiri sangat bahagia bisa jadi bagian dari acara ini, bahkan meskipun dia berada jauh, tetapi Vino masih melibatkannya dan mengajakknya untuk berdiskusi mengenai pernikahan yang akan di adakan esok hari.


"Apa yang kau pegang itu Vit???" Tanya Papa Vitto ketika mendapati putranya sedang memegang kertas berwarna putih.


"Apa yang kau baca sampai kau tertawa terpingkal-pingkal seperti itu????"


Suara itu membuat Vitto sedikit terperanjat dan menoleh ke belakang mendapati Adiknya sedang menuruni tangga. Vitto pun melempar senyum. "Hai Vin...??" Sapa Vitto.


"Apa yang kau baca??? Seru sekali seperti nya..!" Ucap Vino sambil duduk di sofa.


"Ah ini.... Aku sedang membaca surat cinta yang di tujukan untukmu dari seseorang yang sangat mencintaimu..." Jawab Vitto sambil menahan tawa nya setelah membaca surat itu.


"Surat cinta???? Dari orang yang mencintaiku??? Siapa???" Tanya Vino penasaran.


Vitto masih terkekeh. "Dari miss Angel yang ada di balik jeruji besi... Hahahaha ini bacalah sendiri..." Vitto menyodorkan surat itu pada Vino tetapi dengan cepat, Vino menangkis nya membuat surat itu jatuh ke lantai. Vitto kemudian mengambilnya dan terus tertawa terbahak-bahak.


"Buang saja... Aku tidak tertarik membaca nya..." Ucap Vino kesal.

__ADS_1


Vitto terus saja tertawa. "Kau yakin tidak mau membaca nya???"


"Tidak....!" Sahut Vino dengan cepat.


"Hahahaha serius nie??? Nanti rugi loh..."


"Diamlah.... Kalau kau datang hanya untuk mengejekku lebih baik pergilah dari rumahku..."


"Hahahahaha oke oke... Aku tidak akan memaksamu membaca nya... Tetapi kau harus tahu isi dari surat itu, aku akan membacakannya untukmu, karena isi nya sangat menggelitik..."


Vino memalingkan wajahnya dengan kesal. Untuk apa juga Angel mengirimi nya surat, tetapi meskipun enggan membalasnya, tetapi ada rasa penasaran yang begitu kuat di hati Vino dan dia tergelitik untuk mengetahui isi nya. Hanya tidak mungkin dia mengatakan pada Vitto jika dia penasaran dengan isi nya.


Vitto tersenyum dan kembali membuka kertas itu. Dia kemudian membaca nya di depan Vino dan juga Papa nya.


"Dear Vino sayang......


Apa kabarmu??? Semoga kau baik-baik saja, dan dalam keadaan yang sehat, aku sangat merindukanmu, dan juga sangat mencintai mu... Minggu depan kita akan bertemu, dan aku tidak sabar untuk itu karena sudah lama sekali aku tidak melihatmu.... Vino sayang..... Sekali lagi aku meminta maaf atas semua nya tetapi percayalah, aku melakukan ini karena aku mencintaimu, dan sungguh aku tidak bisa melupakanmu dan tidak mau kehilanganmu, kau pasti masih mencintaiku kan???


Aku juga mendengar jika kau akan menikah??? Itu berita tidak benar kan??? Tidak mungkin kau akan menikah dengan perempuan lain, karena yang aku tahu kau sangat mencintaiku dan tidak pernah bisa mencintai perempuan lain??? Kalaupun kabar itu benar, pasti ada orang yang memaksamu, iya kan???


Please Vino sayang??? Jangan mau menikah dengan orang lain, kau hanya mencintaiku, dan kita saling mencintai, kau tidak bisa meninggalkan dan melupakanku, aku ingin menebus segala kesalahanku, tetapi jangan tinggalkan aku karena aku sangat mencintaimu.. Please sayang jangan lakukan itu, aku bisa mati jika harus kehilanganmu, tolong pikirkan baik-baik dan jangan sampai kau menyesali keputusanmu untuk menikahi orang lain nanti nya.. Kita tercipta untuk bersama... Aku mencintaimu, tolong jangan tinggalkan aku.... Dan jika bisa batalkan saja pernikahanmu itu....


^^^Yang mencintaimu^^^


^^^Angel"^^^


Setelah membacakan isi surat itu di depan Papa nya dan juga Vino, Vitto menutup kembali surat itu dan tersenyum. "Manis sekali kan sikap nenek lampir itu??? Hahaha bagaimana??? Apa kau tertarik kembali dengannya setelah apa ang dia lakukan??? Hahahha memang dasar muka tembok, tidak tahu malu sama sekali.... Hahaha" Ucap Vitto dengan masih mencoba menahan tawa nya.


"Tidak punya otak....!!" Gerutu Vino. "Memang dia pikir dia siapa berani sekali memerintahkan untuk membatalkan pernikahanku... Tidak tahu diri.... Dia sudah banyak membuatku kehilangan banyak hal, dan sekarang berani meminta hal seperti itu, memang dia pikir aku bodoh dan akan terus memenuhi keinginannya??? Aku yakin aku tidak salah jika menjadikan Arindah istriku. dan tidak ada yang bisa menghentikan pernikahanku dengan Arindah...." Ujar Vino dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


__ADS_2