Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 184


__ADS_3

Sementara itu, mobil Vitto memasuki garasi rumah Rana, bodyguar yang berjaga pun lekas membuka pintu garasi membiarkan Vitto masuk. Vitto keluar mobilnya dan kangsung masuk.ke dalam rumah lewat pintu yang terhubung langsung dengan ruang keluarga. "Rana....!!!" Panggilnya tetapi terlihat sepi, dan dia menuju belakang untuk naik ke lantai 2 karena mungkin Rana berada disana atau berada di kamaar.


Benar saja, dari bawah dia bisa melihat Rana sedang ada di dapur, dan ada Cahya bersamanya juga. Sepertinya Cahya datang kesini untuk mengunjungi Rana. Vitto setengah berlari menaiki tangga memuju lantai dua.


Sampai di pintu dapur, langkah Vitto terhenti ketika ada 3 anak kecil yang duduk di lantai dan sibuk bermain. Senyum Vitto mengembang karena ketiga bocah menggemaskan itu adalah Kyra, Kyros dan Gienka. "Heeiii anak-anak manis....!!" Sapa Vitto.


Ketiganya melihat bersamaan ke arah sumber suara. "Hai uncle Vit...!" Jawab ketiganya sambil melambaikan tangan.


Vitto melangkah mendekati mereka bertiga dan duduk berjongkok. "Apa yang sedang kalian lakukan disini???" Tanya Vitto.


"Main, makan roti beruang...!" Jawab Kyra.


Vitto mengernyit. "Roti beruang???"


"Ya... Onty Rana yang membuatnya bersama Amam...!" Sahut Kyros.

__ADS_1


Vitto melirik ke arah dapur, tampak Rana dan Cahya memang sedang sibuk menyiapkan sesuatu. "Oke... Uncle juga ingin memakan roti beruang itu, ngomong-ngomong kalian mau es krim tidak???" Tanya Vitto lagi.


"Mau.....!!!" Jawab mereka bertiga.


"Tapi sepertinya disini tidak ada es krim, oke bagaimana kalau kita membelinya, tapi uncle harus mandi dulu, oke???"


"Oke...!"


Vitto tersenyum, kemudian berdiri dan mendekat ke dapur, dimana Rana dan Cahya sibuk dengan kegiatan mereka. Ternyata kedua perempuan itu sedang memasukkan roti ke dalam beberapa box. Roti dengan wajah beruang, mungkin ini yang tadi di maksud oleh ketiga bocah itu.


"Hai Vit, kau sudah pulang di jam segini???" Tanya Cahya.


"Ada meeting di luar tadi Ca, hanya saja aku malas kembali ke kantor jadi lebih baik pulang...! Roti sebanyak ini untuk siapa???" Tanya Vitto.


Aroma dan bentuk roti itu sangat menggugah selera. Terlihaf lucu dan pastinya sangat enak karena Rana yang membuatnya. Ada 5 box yang sedang di siapkan oleh Rana dan juga Cahya.

__ADS_1


"Ini akan di kirim untuk Elea, Chitra, Ibunya Cahya, juga Jeany, dan satunya lagi akan di bawa pulang oleh Cahya... Sekalian saja membuat untuk mereka semua, tadi si kecil meminta di buatkan kue yang lucu...!"


"Wah.... Aku rasa bakery itu harus segera jadi, dan aku bisa setiap hari menikmati berbagai kue yang lezat seperti ini, iya kan Ca???"


Cahya terkekeh. "Tentu saja Vit, aku juga tidak sabar untuk membrorong semua kue buatan Rana yang di jual di bakery nya nanti...!"


"Hahaha.... Oke lanjutkan saja, aku harus manndi dan berganti pakaian, aku akan mengajak anak-anak membeli es krim, tidak apa-apa kan Ca, aku mengajak mereka, tenang body guard mereka bisa ikut pergi kok.." Ujar Vitto.


"Tidak masalah kau pergi bersama mereka tetapi itu masalah tidak denganmu?? Maksudku kau pergi keluar dan nanti akan kembali kesini lagi...!"


"Ah tidak apa-apa, aku hanya akan pergi di depan dan memakai kacamaya serta masker kok, oke aku ganti pakaian dulu...! Enjoy...!"


Vitto pun meninggalkan ruang makan menuju kamarnya. Dan dia akan mengajak anak-anak itu untuk pergi keluar sebentar. Sekali-kali dia harus memiliki sedikit waktu untuk hal kecil seperti ini tetapi tetap memikirkan segalanya dengan baik dan tidak sembrono.


*****

__ADS_1


Setelah mengajak Kyra, Kyros dan Gienka jalan-jalan dan makan es krim. Vitto pun membawa mereka pulang lagi. Ketiganya terlihat begitu bahagia dan senang, Vitto juga merasakannya. Sangat menyenangkan saat dekat dengan Anak-anak yang menggemaskan itu. Vitto menjadi membayangkan bagaimana jika bayi Rana nanti lahi, pasti tidak akan kalah lucu dengan Kyra, Kyros dan juga Gienka. Vitto berjanji akan sangat menyayanginya nantinya. Tetapi hal itu selalu berbarengan dengan ketakutannya jika Vino tahu mengenai hal itu, Vitto takut Vino akan merebut Rana darinya. Akan membawa Rana dan bayinya pergi dari hidupnya. Apalagi setelah Vino nanti berpisah dengan Angel. Itu selalu membuat Vitto sedih dan semakin takut. Terlebih lagi Rana sampai sekarang belum mengatakan apapun perihal perasaannya kepada Vitto, yang artinya Rana belum melupakan Vino seutuhnya, Mungkin jika Rana sudah mengungkapkan perasaannya, Vitto akan merasa lebih baik dan sedikit tenang.


__ADS_2