Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 19


__ADS_3

"Tentang Vino??? Memangnya kenapa dengannya??" Tanya Rana.


"Sebenarnya kemarin malam saat pertama kali melihatnya, aku seperti sudah pernah melihat dia sebelumnya Na, itu sebabnya aku berpikir sepanjang malam dimana aku pernah bertemu dengannya, dan tadi siang dia datang ke restoranku..." Jeany belum selesai berbicara, Rana tersenyum dan menyahutnya.


"Oh ya??? Dia ke restoranmu? Bagus dong...!" Sahut Rana.


"Dia datang bersama seorang perempuan dan mereka berpelukan disana!"


Rana terperanjat dan kembali meletakkan sendok yang dipegangnya. "Datang bersama seorang perempuan?? Berpelukan? Bagaimana kau tahu itu...!"


"Iya Na, Vino datang bersama seorang perempuan cantik, dan ternyata mereka berdua sebelumnya juga pernah datang kesana, itu sebabnya aku tidak asing dengan wajah Vino ketika kemarin melihatnya! Kemudian tadi aku bertanya padanya siapa perempuan itu dan dia mengatakan bahwa itu adalah sepupunya...!"


Rana menunduk, dan memikirkan perkataan Jeany. "Sepupu??? Apa mungkin yang dimaksud Jeany adalah Veronica???" Gumam Rana dalam hati.


"Bagaimana ciri-ciri perempuan itu? Kau siang tadi bertemu dengannya kan? Wajahnya seperti apa, maybe pakaiannya or something!"

__ADS_1


"Dia sangat cantik, tubuhnya tinggi, ramping, rambutnya panjang dan kulitnya putih, kalau pakaian yang dia pakai itu berwarna tosca!" Ujar Jeany.


Rana tersenyum dan membuat Jeany mengernyit karena melihat ekpresi Rana yang biasa saja. Padahal seharusnya Rana marah, kesal atau apalah tetapi ini malah tidak sama sekali.


"Itu Ve, Veronica sepupunya Vino, aku sudah bertemu dengannya, siang tadi mereka berdua datang ke Bakery, kami banyak mengobrol juga!"


"Mereka datang menemuimu? Untuk apa???"


Rana kembali terkekeh dan melanjutkan makan malamnya. "Ya untuk berkenalan, Ve adalah sepupunya Vino, mereka cukup dekat sekali dan juga Ve sendiri yang ingin berkenalan denganku karena Vino sering bercerita tentangku kepadanya!" Ucap Rana.


Ekspresi Jeany masih datar, tetapi entah kenapa dia masih merasa ragu dengan apa yang dikatakan oleh Vino tentang perempuan itu. Dan Rana, sahabatnya itu terlalu baik kepada semua orang sehingga menganggap semua orang sama.


"Ya sudah kalau memang di benar-benar sepupunya" Gumam Jeany pelan, dia tidak ingin merusak kebahagiaan sahabatnya itu dengan terus membahas kecurigaannya pada Vino.


Jeany kemudian membahas hal lain dengan Rana, tetapi Jeany menyambungkan ke hal yang berhubungan dengan keprrcayaan. Jeany mengatakan pada Rana bahwa tidak baik jika terlalu berlebihan menaruh kepercayaan kepada orang lain, meskipun itu dekat sekali, karena tidak akan ada yang pernah tahu bagaimana hati orang itu, bahkan yang paling dekat pun bisa menjadi tombak yang mematikan. Dan segala sesuatu tentang orang itu harus di gali lebih dalam lagi sebelum bisa memberikan kepercayaan seratus persen. Jika hanya mempercayai sebuah ucapan itu tentu tidaklah benar, karena mulut dan hati letaknya tidak terlalu berdekatan, membuat keduanya sering tidak sesuai dengan apa yang ingin dingkapkan.

__ADS_1


Rana hanya melempar senyumnya pada Jeany. Rana tahu ada pasti ada sesuatu dibalik pesan sahabatnya itu, tetapi dia tentu akan mengingat baik ucapan Jeany karena tahu sahabatnya itu sangat menyayanginya dan mereka saling berbagi pesan jika salah satu dari mereka sedang mengalami sesuatu. Mereka akan saling mendukung sehingga tidak ada yang akan merasa kesepian atau merasa sendiri. Dan itu sudah berjalan bertahun-tahun membuat mereka berdua semakin dekat bagaikan saudara.


Rana dan Jeany melanjutkan makan malam mereka sampai selesai. Jeany merasa ada perasaan tidak enak pada Rana, takut sahabatnya itu marah kepadanya tentang pembahasan mereka mengenai Vino dan Veronica tadi.


"Na...! Aku hanya ingin kau bahagia, maaf jika aku berlebihan tadi tentang Vino, kedekatan mereka seoerti sepasang kekasih jadi aku berpikir hal yang melenceng sekali tadi....! Ku harap kau tidak marah padaku...!" Gumam Jeany sambil mengangkut piring yang baru saja dipakainya ke wastafel untuk dicuci.


Rana mendekati Jeany. "Tidak apa Jean, kau kan memang tidak tahu, wajar saja, lagipula Veronica orang yang baik dan menyenangkan sekali! Mungkin kapan-kapan kita bertiga bisa duduk bersama dan bersahabat!"


Jeany tidak mengatakan apapun selain hanya menganggukkan kepalanya. Dia hanya berharap Rana bahagia dan Vino tidak mempermainkan sahabatnya yang baik itu.


Setelah makan malam dan banyak mengobrol dengan Rana, Jeany pun berpamitan untuk pulang ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Di dalam mobilnya, Jeany masih saja tidak bisa tenang dan terus saja memikirkan Rana. Semua hal tentang Vino sudah diceritakan Rana kepadanya, bagaimana lelakk itu memperlakukan Rana selama ini, serta semua kebaikannya. Tetapi Jeany masih merasa aneh dan merasa ada yang sangat salah dalam diri Vino. Ekpresi muak Vino ketika melamar Rana malam kemarin, masih terus terngiang-ngiang di kepalanya.


Setelah di piki-pikir lebih jauh lagi, Jeany semakin curiga bahwa Vino pasti menyembunyikan sesuatu yang mengerikan. Sangat aneh jika seorang Vino dengan segala kekuasaan serta kesempurnaannya tiba-tiba mendekati Rana yang hanya perempuan biasa dan sederhana. Bukan karena apa, tetapi Jeany merasa itu cukup berlebihan sekali, bahkan hanya dalam hitungan bulan Vino langsung melamar Rana bahkan berniat menikahinya dalam waktu dekat. Tetapi hal aneh yang juga masih bergelayut di pikiran Jeany mengenai keluarga Vino, karena beberapa kali dia menanyakan pada Rana tentang hal itu, sayangnya Rana hanya memberikan jawaban yang mengambang dan tidak jelas. Rana hanya selalu menjawab jika Vino tinggal sendirian. Dan hanya itu yang dikatakan Vino pada Rana tidak ada yang lain lagi.

__ADS_1


Bagi Jeany itu hal yang aneh, seharusnya Vino bisa menjelaskan dengan detail tentang keluarganya bukan hana mengatakan jika dia tinggal sendiri. Dan sekarang Vino muncul dengan Veronica sepupu cantiknya, yang sebelumnya juga tidak pernah menceritakan tentang Veronica pada Rana jika Vino memiliki sepupu yang dekat dengannya, padahal dari cerita Rana yang di dengarnya tadi bahwa Vino ternyata sering menceritakan banyak hal tentang Rana pada perempuan itu.


"Itu semua sangat aneh...!" Gumam Jeany tetapi kemudian senyumnya tersungging di bibirnya. "Ah ya, kenapa aku bisa melupakan hal sebesar ini, Vino adalah pengusaha muda yang sukses, dan perusahaannya juga besar pasti ada satu atau 2 berita tentang Vino, mungkin aku harus mencari informasi apapun tentang dia, aku tidak ingin Rana mengalami hal buruk nantinya, di internet pasti banyak informasi tentangnya, sampai dirumah nanti aku akan mencari berita tentangnya ya aku harus melakukannya!" Gumam Jeany lagi, lalu mempercepat laju mobilnya agar bisa segera sampai dirumahnya dan mencari info tentang Vino.


__ADS_2