
Rana akhirnya keluar dari dapur untuk menemui Vino. Dan benar saja, Vino sedang mengobrol dengan seorang perempuan yang sangat cantik. Perempuan itu berpostur tubuh tinggi, wajah yang sangat cantik memakai dres berwarna toska dengan rambut sebahu berwarna caramel, menambah kesan elegan yang sangat menawan. Vino tersenyum melihat Rana berdiri dan menyentuh tangan Angel, membuat Angel juga akhirnya mengarahkan pandangannya ke Rana.
Dengan langkah pelan, Angel mendekati Rana dan mengulurkan tangannya. "Aku Veronica, kau bisa memanggilku Ve, aku sudah sering mendengar namamu dan betapa luar biasanya kau mengelola bakery ini dari Vino!" Ujar Angel berbohong tentang namanya yang sebenarnya.
Ini adalah bagian dari rencananya lagi dengan Vino. Keputusan ini dibuat Vino untuk menghindari kecurigaan Rana jika sewaktu-waktu Jeany mengatakan apa yang terjadi tadi. Dan rencana Vino dan Angel kali ini adalah membohongi Rana lagi. Vino meminta Angel untuk melakukan pendekatan kepada Rana dengan berpura-pura sebagai sepupunya dan rencana selanjutnya adalah menghindarkan prasangka Rana tentang mereka berdua.
Kepolosan Rana memang harus dimanfaatkan dengan baik, dan perempuan seperti Rana akan sangat mudah di cuci otaknya. Vino dan Angel juga sudah menyiapkan sesuatu yang besar jika sampai Jeany membuat mereka harus menghadapi kecurigaan Rana. Jeany juga akan masuk ke dalam target mereka berdua saat ini jika sampai Jeany ikut masuk terlalu dalam pada masalah ini.
Rana menerima uluran tangan Angel, dan memperkenalkan dirinya juga, tetapi dia masih bertanya-tanya siapakah perempuan ini sebenarnya. Dan memiliki hubungan apa dengan Vino.
Melihat kebingungan Rana, Vino langsung mengenalkan Veronica pada Rana. "Ve ini adalah sepupuku sayang....! Aku sering mengatakan banyak hal tentangmu kepadanya, dan aku juga sudah mengatakan bahwa semalam kau menerima lamaranku, dia terlalu excited sehingga memaksaku untuk mengantarnya datang kesini dan bertemu dengamu...!"
Veronica alias Angel tersenyum manis kepada Rana. "Benar kata Vino, bahwa kau memang cantik dan manis, setelah mendengar banyak hal tentangmu, aku benar-benar dirundung rasa penasaran yang luar biasa, aku senang sekali bisa bertemu denganmu Rana...!" Veronica memeluk Rana.
"Aku juga senang bertemu denganmu, tetapi kenala Vino tidak pernah menceritakan tentang dirimu padaku???" Tanya Rana.
Angel melirik Vino, tetapi sedetik kemudian dia tersenyum lagi. "Kenapa kau harus mempertanyakan itu Rana?? Jika Vino tidak mengatakan tentangku kepadamu, itu artinya saat bersamamu dia tidak akan peduli dengan orang lain dan hanya fokus pada dirimu saja....! Itulah yang namanya laki-laki bucin... Hahaha"
Mendengar ocehan Veronica, Rana pun ikut tertawa begitu juga dengan Vino. Rana kemudian mengajak mereka berdua untuk mengobrol dibelakang agar lebih nyaman dan bisa duduk.
Mereka bertiga mengobrol dengan santai, dan Angel melakukan langkah selanjutnya yaitu mendekati Rana. Itu dilakukan untuk lebih mengikat Rana sehingga Rana nanti akan mempercayai dirinya dan Vino juga rencananya dan Vino masih bisa berjalan sampai misi balas dendam mereka berhasil.
__ADS_1
Angel mengobrol banyak hal dengan Rana, sementara Vino hanya diam menyimak saja dan sesekali tertawa karena Angel mengeluarkan goda-godaan terhadapanya dan Rana.
Disisi lain Rana merasa senang sekali bisa bertemu dengan Veronica. Perempuan ini sangat menyenangkan dan banyak sekali tertawa. Rana benar-benar merasa nyaman sekali. Bahkan sesekali Veronica juga membongkar beberapa kebiasaan luvu atau buruk tentang Vino dan itu membuat Rana tertawa ketika mendengarnya.
"Rana...! Bisakah kau kapan-kapan mengajariku cara membuat kue??? Aku tahu bahwa kue di Bakery mu ini sudah terkenal karena rasanya yang enak....! Sekali-kali ajari aku memasak, kau mau kan???" Pinta Veronica dengan manis pada Rana.
Senyum Rana mengembang di bibirnya. "Tentu saja? Apa yang kau sukai?? Puff pastry, soft cake, atau kue apa?? Katakan saja, aku akan mengajarimu...!"
"Aku menyukai semua jenis kue, ajari aku satu persatu ya???"
Rana mengangguk, dan Angel langsung memeluknya sambil mengucapkan terima kasih kepada Rana. Tetapi tentu saja ketika berpelukan, diam-diam wajah Angel langsung mengernyit dan itu dilihat oleh Vino.
Angel melepas pelukannya pada Rana dan meminta kepada Rana, agar Rana bersedia menjadi temannya. Karena menurutnya, Rana adalah orang yang sangat menyenangkan sehingga akan sangat menyenangkan jika bisa dekat dengannya. Hal itu langsung disetujui oleh Rana, dia juga akan senang bisa memiliki teman yang ramah dan penuh tawa sseperti Veronica.
"Aku akan senang sekali jika kau juga menjadi kakak iparku nanti, kita bisa semakin dekat lagi!!!" Angel menggoda Rana membuat pipi Rana memerah.
"Itu terlalu berlebihan Ve...! Lagipula hubunganku dan Vino baru seumur jagung, untuk mengarah ke hal seperti itu tentu masihlah sangat lama....!"
"Vino sudah melamarmu tentu hal menuju ke pernikahan tidak akan lama lagi, benarkan Vin???" Tanya Angel.
Vino hanya menimpali dengan senyuman saja begitu juga dengan Rana yang wajahnya semakin memerah. Dan mereka kembali mengobrol lagi, Vino sedang tidak ada pekerjaan penting dan memilih akan kembali ke kantor nanti saja sehingga Angel dan Rana bisa mengobrol lebih lama lagi. Lalu mereka juga bisa lebih dekat.
__ADS_1
Sementara itu, di tempat lain. Kegusaran sedang dirasakan oleh Jeany, dia terus saja memikirkan Vino dan perempuan itu. Perasaannya menjadi tidak enak, dia bisa mencium jika ada sesuatu yang tidak beres diantara keduanya. Selain itu, sejak semalam, kesan pertama dia bertemu dengan Vino, Jeany merasa bahwa Vino tidak sepenuhnya tulus mencintai Rana. Pemikiran itu muncul begitu saja membuat Jeany sendiri tidak tahu kenapa hal itu ada di otaknya. Dan hari ini kecurigaannya kembali terulang ketika mihat Vino dan perempuan itu berpelukan layaknya sepasang kekasih, tetapi kenapa ketika mereka menjelaskan hubungan mereka, Jeany juga tidak bisa langsung mempercayainya begitu saja.
"Aku sepertinya harus berbicara dengan Rana tentang hal ini! Astaga....!!" Gumam Jeany.
Dia kemudian mengambil ponselnya dan mencari nama Rana untuk mengajaknya bertemu. Jeany tidak bisa merasa tenang jika belum menceritakan hal yang dilihatnya dari Vino. Sebenarnya Jeany juga tidak mau berprasangka buruk terhadap Vino, tetapi ini belum terlalu jauh sehingga harus segera bisa dibicarakan dan dicari solusinya oleh dia dan Rana.
Jeany langsung menghubungi Rana, dan dala hitungan detik, panggilannya itu langsung di jawab oleh Rana.
"Hai Jean...???" Sahut Rana di ujung telepon.
"Hai Na....! Bagaimana kabarmu??" Tanya Jeany.
"Aku baik, ada apa siang-siang menelepon???"
"Ah tidak ada apa-apa, nanti malam bisakah aku datang ke rumahmu??? Aku sedang bete sekali Na, sudah lama juga tidak menginap, bolehkan???" Tanya Heany lagi.
"Tentu saja, kau bisa datang, kebetulan aku tidak ada janji dengan Vino, aku tunggu ya???"
"Oke, bye Rana sayang...!" Jeany kemudian menutul teleponnya. Nanti malam dia harus mengobrol dengan Rana.
Sementara itu, Rana meletakkan ponselnya di meja dan kembali menyambung obrolannya dengan Vino dan Veronica. Rana mengatakan pada Vino jika nanti malam Jeany akan datang ke rumahnya dan akan menginap. Mendengar itu, Vino dan Angel saling mencuri pandang dan keduanya yakin jika Jeany pasti akan mengatakan semuanya pada Rana.
__ADS_1
"Shiiiittt...." Gumam Vino dalam Hati.