
Vitto masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya juga dengan celana renang, kemudian setelah berganti pakaian, mereka keluar dari kamar masing-masing bersamaan. Mereka menuju ke bagian belakang dimana ada kolam renang. Vitto mengajak Rana untuk pemanasan lebih dulu sebelum masuk ke dalam kolam renang.
Setelah melakukan pemanasan, Vitto menceburkan dirinya ke dalam kolam renang di susul oleh Rana. Mereka berenang bersama. Rana berdiri di ujung kolam dan memandangi yang ada di depannya. Halaman belakang yang luas dan berbatasan dengan laut yang biru. Sudah lama sekali Rana tidak melihat pemandangan laut sehingga kali ini dia benar-benar merasa bahagia sekali. Suasana sedang terik, benar kata Vitto bahwa lebih baik menyusuri pantai saat sore hari saja. Rana menahan dirinya untuk sekarang dan menunggu sore saja.
Kedua lengan Vitto melingkar ke perut Rana, dan lelaki itu menciumi leher Rana. "Apa yang kau pikirkan???" Tanya Vitto.
"Aku hanya mengagumi apa yang ada di depanku...!" Jawab Rana.
"Kau tidak bertanya apa yang aku pikirkan sekarang???" Tanya Vitto lagi.
"Haha kau ini... Tapi baiklah aku akan bertanya padamu, apa yang sedang kau pikirkan sekarang???"
"Aku berpikir bahwa tempat ini begitu indah, luas dan juga cocok di gunakan untuk menggelar pernikahan... Bagaimana kalau kita menikah disini??? Aku rasa Aditya tidak akan masalah dengan hal itu... Kau ingin menikah di tepi pantai kan??? Kenpa kita tidak melakukannya disini...??"
Rana langsung membalikkan badannya, mendongak menatap Vitto. "Melakukan pernikahan disini???"
"Iya.. Kau bilang kau ingin menikah di tepi pantai? Tempat ini cocok sekali, halamannya begitu luas serta mendukung sekali, aku akan berbicara dengan Aditya, bahwa aku memutuskan untuk menikah dengamu disini..!"
"Kau benar-benar serius???" Tanya Rana lagi karena dia masih enggan mempercayai nya.
"Apakah aku terlihat bercanda??? Kita akan mulai mempersiapkan segalanya dan ini jadi tempat yang akan kita pilih, kita tinggal menentukan hari, serta berbagai keperluan lainnya.. Kau setuju kan???"
Rana menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dia setuju menikah disini karena benar kata Vitto bahwa suasana nya sangat mendukung. Dia juga ingin segera menikah dengan Vitto agar hubungannya semakin kuat dan tidak ada yang bisa merusaknya.
∆∆∆•••∆∆∆
Setelah beristirahat selama beberapa jam, Vitto keluar kamarnya dan dia mendapati kamar Rana masih tertutup. Vitto mengetuk pelan dan kamar itu tidak di kunci. Masuklah dia, ternyata Rana masih terlelap di balik selimut dengan cantiknya. Vitto hanya melempar senyumnya, kemudian mendekat. Dia harus membangunkan Rana karena sebentar lagi senja tiba. Vitto tidak ingin rencana nya berantakan, ketika matahari mulai tenggelam dia akan melamar Rana dan itu harus tepat waktu.
Dia sudah menghubungi Edward dan Jeany dan mereka juga sudah dalam perjalanan kesini. Dimana nanti Edward akan memotret ketika Vitto mulai melamar Rana. Semua rencana sudah Vitto, Edward dan Jeany susun dengan baik. Vitto berharap berhasil serta sesuai ekspektasi.
"Sayang....! Bangun...!" Vitto menggerakkan badan Rana pelan. "Sudah jam empat, kau bilang ingin melihat matahari terbenam?? Ayo bangun...!"
Rana mengerjapkan matanya perlahan dan tersenyum kepada Vitto. Dia bangkit dan duduk bersandar. "Sudah jam empat ya??? Tidak terasa aku tidur sekitar dua jam...!"
"Iya... Mungkin karena semalam kita sibuk berkemas dan terlambat tidur, itulah kenapa kita jadi nyenyak sekali tidur siang-siang... Bangun dan segarkan wajahmu, kita ke belakang dan bermain di pantai... Setidaknya gunakan baju yang senada denganku ya??? Hehehe biar terlihat serasi hehehe!"
Rana melihat Vitto, lelaki itu menggunakan kemeja biru. "Aku tidak membawa pakaian berwarna biru..??? Kenapa tidak bilang kalau ingin senada???" Gerutu Rana.
"Aku tidak terpikirkan itu sayang, tapi kau semalam membawa dress berwarna putih kan?? Gunakan itu saja, celanaku kan putih...!"
"Baiklah kalau begitu, aku cuci muka dulu..!"
__ADS_1
"Ya... Aku tunggu di belakang...!" Vitto kemudian mengusap kepala Rana, dan mencium keningnya lalu pergi keluar kamar Rana.
∆••∆
Beberapa menit kemudian, Rana akhirnya keluar dan menemui Vitto di belakang. Lelaki itu sedang duduk di kursi santai dan sibuk dengan ponselnya. Rana sudah mencuci wajahnya agar terlihat segar dan sedikit memakai make up simple dan gaun putih yang tadi di sarankan oleh Vitto. "Ayo kita pergi sekarang, aku sudah ingin sekali bermain pasir pantai...!" Rana menarik Vitto dengan manja.
Vitto hanya tersenyum kemudian berdiri. Mereka berdua berjalan dengan berpegangan tangan. Rana benar-benar tidak sabaran dan mengajak Vitto agar berjalan lebih cepat tetapi Vitto menolak, memilih untuk berjalan pelan saja. Mereka menuruni beberapa anak tangga dan terus berjalan menuju pantai.
Ketika sudah dekat, Rana melepaskan alas kaki nya begitu juga dengan Vitto. Dan perempuan itu setengah berlari sambil berteriak untuk mengungkapkan kebahagiaannya karena setelah sekian lama, kaki nya akhirnya bisa menginjak pasir pantai. Sementara Vitto hanya tersenyum melihat tingkah Rana yang seperti anak kecil, kegirangan bertemu pantai dan laut.
"Aauuuww..." Teriak Rana ketika ombak kecil menerobos kedua kakinya.
"Ini menyenangkan sekali....!!" Ujar Rana lagi.
Vitto kembali mengambil ponselnya untuk memberitahu Jeany dan Edward agar segera menyusulnya dan juga Rana. Setelah itu, Vitto mendekati Rana mengajak perempuan itu berjalan-jalan menyusuri pantai.
Jeany dan Edward masuk ke villa, mereka sudah di beri akses oleh Vitto. Jeany membawa bucket bunga dan mahkota bunga untuk Rana sedangkan Edward membawa kamera nya. Mereka mempercepat langkahnya menuju halaman belakang.
"Aku tidak perlu bertanya bagaimana perasaanmu sekarang, yang jelas aku melihat kau bahagia sekali...! " Gumam Vitto.
Rana menoleh, menatap lelaki yang ada di sampingnya itu seraya tersenyum lebar. "Itu memang benar sekali, Terima kasih kau sudah mengajakku kesini...!!"
Perlahan Edward dan Jeany juga mengikuti Vitto dan Rana dari jauh. Vitto dan Rana masih berjalan menyusuri pantai, matahari juga sudah berubah warna menjadi oranye dan perlahan turun ke ufuk.
"Sayang..!" Panggil Vitto.
"Ya...!" Jawab Rana dengan suara lembut.
"Aku tidak bisa mengungkapkan kebahagiaanku ketika kau benar-benar menerima cintaku dan memberiku kesempatan, hubungan kita berjalan tidak wajar dimana kita harus menutupi hal itu dari beberapa orang terdekatku, aku tahu itu sulit bagimu, dan kau juga harus terus sembunyi di dalam rumah untuk menghindari berbagai hal, aku minta maaf untuk semua itu..!"
"Kenapa kau meminta maaf?? Aku sendiri yang menginginkan untuk bersembunyi, lalu kenapa kau malah merasa bersalah? Sudahlah, yang terpenting sekarang kita akan bersama untuk selamanya dan tidak ada lagi kucing-kucingan hehe.."
Vitto tersenyum, kemudian menarik Rana ke tepi pantai. Tangan kanannya meraih saku celana nya mengambil sesuatu yang di simpan nya. Setelah mendapatkannya, Vitto membuka sebuah kotak kecil beludru merah dan menunjukkannya di depan Rana. Tentu saja hal itu membuat Rana terkejut hingga menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
Vitto tersenyum lebar dan setengah berjongkok, menatap Rana menunjukkan kotak berisi cincin yang cantik itu.
"Astaga Vitto...!!!" Seru Rana yang masih bingung dan tidak menyangka Vitto akan melakukan ini.
"Sejak pertama kali aku bertemu denganmu di pesta yang di adakan di rumah Vino, aku menabrak mulai dan entah kenapa saat itu juga aku langsung jatuh cinta padamu, tetapi tidak banyak yang bisa aku lakukan karena aku tidak tahu namamu atau tempat tinggalmu..!" Ujar Vitto. Dia kembali melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
Lalu kita bertemu lagi tetapi keadaannya sudah berbeda, kau adalah istri dari adikku, banyak hal yang sudah kau alami dan takdir sepertinya ingin membuat kita bersatu, aku menemukanmu dalam keadaan yang buruk, dan nuraniku seolah mengatakan bahwa aku harus selalu bersamamu dan menjagamu, memastikan keamananmu, sampai akhirnya aku berani mengungkapkan perasaanmu sebenarnya, setiap hari aku semakin mencintaimu, aku tidak peduli dengan masa lalumu karena hanya satu yang aku rasakan bahwa aku mencintaimu dan aku ingin kau menjadi yang pertama kulihat sebelum tidur juga yang pertama kulihat ketika aku bangun, jadi will you marry me Kirana Aurellie???" Ungkap Vitto dengan suara sedikit terbatas tetapi di penuhi keyakinan.
Rana menitipkan airmata nya, menepuk pelan pipi nya mencoba menyadarkan dirinya bahwa ini bukanlah sebuah mimpi. Dia tertegun sesaat kemudian tersadarkan ketika mendengar suara yang sangat di kenalnya.
"Na.... Terima... Ayo Terima...!!" Teriak Jeany.
Rana langsung menoleh mendapati Jeany dan Edward. "Kalian???"
"Ayo Terima... Terima...!!" Jeany berteriak sambil tepuk tangan.
Rana kembali menatap Vitto yang masih berjongkok di depannya. Rana tidak bisa membendung air matanya dan perasaan bahagia juga dia rasakan. Rana memejamkan matanya dan mengucapkan dia singkat bahwa dia ingin bahagia dan berharap Vitto akan menjadi suaminya yang akan menemaninya selamanya, tida ada lagi hal seperti dulu akan terjadi lagi.
Rana membuka matanya, tersenyum lebar menatap Vitto. "Yes, I do...!" Jawab Rana.
"Yeeeessss....!" Teriak Vitto, kemudian terdengar suara tepuk tangan dari Jeany.
Vitto mengambil cincin dari kotaknya dan meletakkan kotak itu di atas pasir. Dia memegang cincin dan juga jemari Rana, kemudian menempatkan cincin itu di jari manis Rana. Cincin itu pas di jari Rana. Vitto kemudian mengecup punggung tangan Rana lalu berdiri dan memeluk Rana, mmengucapkan Terima kasih karena Rana mau menerima nya.
Jeany mengambil mahkota bunga imitasi di dalam pampers bag yang dia bawa sejak tadi, kemudian berlari menghampiri Rana dan Vitto. Jeany menyidirkan mahkota itu pada Vitto, kemudian lelaki itu menempatkannya di atas kepala Rana. Edward pun kembali mengambil gambar dari moment itu, Vitto memeluk Rana dan juga Vitto mencium Rana sebagai ungkapan kebahagiaan mereka. Setelah itu, Jeany juga menyodorkan bucket bunga yang di bawanya kepada Vitto, dan Vitto memberikannya pada Rana. Ini adalah hal yang sangat membahagiakan bagi Vitto dan Rana, begitu juga Jeany dan Edward yang turut berbahagia atas apa yang baru saja mereka saksikan dari kedua orang yang sedang berbahagia itu.
__ADS_1