Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 21


__ADS_3

Vino mengernyit di dalam hati mendengar pertanyaan Rana. Benar saja feelingnya tentang Jeany bahwa perempuan itu benar-benar menaruh kecurigaannya pada dia dan Angel. Vino merasa bawa memang dia harus berhati-hati serta waspada. Jeany bisa jadi ancaman besar untuknya.


Vino menoleh, memandangi Rana penuh dengan kelembutan. "Sudah kuduga, setelah melihat ekspresinya kemarin saat di restorannya! But no problems karena tidak hanya dia saja, orang lain pun akan mengatakan hal yang sama jika melihat kedekatanku dengan Ve, mereka akan menganggap kami berpacaran, padahal jelas sekali bahwa Ve itu sepuouku keponakan kandung dari Papaku ..! Kau pikir aku memiliki hubungan khusus dengan Ve? Itu sangat tidak mungkin, tapi kalau kau tidak percaya padaku?? Ya sudahlah...."


"Bukan begitu sayang, maaf aku hanya merasa aneh saja dengan sikap Jeany semalam!" Ujar Rana dengan sedih.


"Tidak apa, Jeany hanya belum begitu mengenalku saja! Dan kemarin ketika aku datang dengan Ve kesana waktunya tidak tepat karena Ve dalam keadaan yang buruk, dia ada masalah dengan kekasihnya jadi dia menangis dan memelukku, mengungkapkan semua kesedihannya, tetapi Jeany melihat itu ya wajar saja dia berpikir hal buruk tentangku dan Ve!"


Rana menoleh ke Vino, kemudian memegang tangan lelaki itu, mengangkatnya dan mengecupnya lembut. Rana juga tersenyum. "Kau benar, Jeany pasti hanya salah sangka saja padamu.... Jangan khawatir, aku akan menjelaskan lagi semja padanya dan memberinya pengertian....!"


Vino membalas senyum Rana, dia kemudian juga mencium punggung tangan Rana, tetapi kemudian dia mendengus kesal karena Jeany hampir saja merusak semuanya. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja, Angel harus tahu agar mereka juga bisa mengambil langkah selanjutnya.


Setelah menangantar Rana ke toko kuenya, Vino lansung menghubungi Angel, dan meminta kekasihnya itu untuk datang ke kantornya. Sayangnya Angel ternyata ada urusan penting untuk meeting bersama fotografer untuk proyek pemotretan terbarunya. Tetapi sore nanti Angel akan datang ke rumahnya. Vino pun tidak bisa berbuat banyak selain mengiyakan Angel, kekasihnya itu juga memiliki kesibukkan yang tidak bisa selalu standby setiap waktu.


★★★★★★


Jeany keluar dari store pakaian dan tas di slaah satu pusat perbelanjaan. dia keluar dengan menenteng beberapa tas berisi pakaian, sepatu serta tas yang baru sjaa di belinya. Ada waktu luang ditengah kesibukannya di restoran miliknya, sehingga dia memutuskan untuk berbelanja saja. Sudah lama juga dia tidak shopping. Hal yang sangat menyenangkan sekali.


Bruukkkk....


Jeany menabrak seseorang karena dia terlalu fokus dengan ponselnya. Jeany langsung meminta maaf atas kesalahannya tetapi dia sangat terkejut dengan siapa orang yang ditabraknya.

__ADS_1


"Edward??? Kau...!!" Ucap Jeany yang masih terkejut.


"Jeany....! Astaga..... Kita bertemu lagi...! Apa kabar???"


Pria bernama Edward itu dengan sopan menyalami Jeany. Edward adalah teman SMA Jeany, dan ini kali pertamanya bertemu dengan Edward setelah sekian tahun. Jeany sering sekali mendengar kabar bahwa saat ini Edward sudah menjadi fotografer ternama dan sudah banyak bekerja sama dengan beberapa model juga artis. Sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa Edward sangat sibuk dan jarang sekali bisa ikut berkumpul dengan yang lainnya ketika ada acara reuni.


"Woho....!!! Temanku ini sudah terkenal sekali sehingga sangat sulit sekali untuk bisa menemuinya!" Jeany mencoba menggoda Edward.


Lelaki ampan itu terkekeh kemudian tertawa. "Kau ini Jean...! Aku tidak sekejam itu, aku akan dengan senang hati menyambutmu, sekali-kali datanglah ke studioku, ku dengar kau juga sudah sukses dengan beberapa restoranmu, itu wajar karena sejak dulu masakanmu selalu enak!"


"Kau juga sekali-kali datang ke restoranku, hubungi aku lebih dulu jadi aku bisa menyambutmu... Bay the way kau sendiri saja datang kesini???" Tanya Jeany.


"Oke, oke aku akan menghubungimu... Senang sekali bisa bertemu denganmu....!"


Edwars memeluk Jeany lalu say good bye dan meninggalkan Jeany menuju Restoran yang disebutnya tadi. Jeany membaca kartu nama milik Edwar, dia berpikir mungki kapan-kapan bisa menghubungi Edward jika memerlukan sesuatu untuk pemotretan misal pemotretan keluarga atau yang lainnya. Jeany kemudian memasukkan kartu nama itu ke dalam tasnya dan melanjutkan untuk pulang.


Jeany pun sampai dinparkiran dan langsung memasukkan semua barang belanjaannya ke mobil. Tiba-tiba saja Jeany menepuk keningnya sambil menjulurkan lidah. "Ah astaga.... Bagaimana aku bisa lupa.... Aku kesini kan ingin membeli ponsel baru, bodoh sekali aku....!" Gumamnya lalu menutup pintu belakang mobilnya dan kembali melangkah masuk ke dalam mall lagi. Store ponsel ada dilantai tiga, tempatnya tadi bertemu dengan Edward, tidak jauh juga dari cafe yang juga disebut oleh temannya itu. Jeany masuk ke dalam Mall lewat pintu yang terhubung dengan area parkir.


Disisi lain, supir membuka pintu belakang mobil, mempersilahkan Angel untuk turun. Angel keluar dari mobilnya dan melangkah masuk ke pusat perbelanjaan itu, dan melepas kacamatanya. Angel kemudian mengambil ponselnya di tas dan menghubungi seseorang. Hari ini dia memang ada janji untuk bertemu dengan fotografer terkenal kenalannya yang sudah sering sekali memotret didinya. Angel menemuinya untu membahas tentang tema pemotretan pribadinya nanti.


"Hallo Ed..! Aku sudah sampai, kau masih dimana???" Tanya Angel.

__ADS_1


Angel mendengarkan Edwad kemudian menyahutnya lagi. "Oh okay...! Aku akan langsung kesana...!" Angel pun langsung menuju eskalator untuk naik ke lantai 3 dimana cafe itu berada.


Sementara itu, Jeany sedang memilih ponsel baru yang akan di belinya, dia juga asyik mendengar penjelasan dari pegawainya. Dia juga ditunjukkan beberapa tipe ponsel keluaran terbaru dengan berbagai harga. Tetapi meskipun begitu, sebenarnya Jeany sejak awal sudah memiliki incaran ponsel mana yang ingin dibelinya, dan tidak ada salahnya juga melihat tipe ponsel lainnya.


Dan Jeany pun akhirnya memilih ponsel yang sudah diincarnya, dia memberikan kartu debetnya untuk membayarnya. Jeany bersenandung lirih sambil menoleh ke kanan dan juga ke kiri melihat suasana pusat perbelanjaan ini. Tetapi kemudian pandangannya tertuju pada seorang wanita yang berjalan sendiri memakai dress berwarna orange. Tidak salah lagi itu sudah pasti adalah Veronica.


Jeany terus memperhatikan kemana Veronica pergi, sampai akahirnya pegawai store ponsel itu menepuk pundaknya membuat Heany terkejut.


"Ini kak kartu debetnya juga ponsel Kakak!" Kata pegawai itu.


"Oke terima kasih...!" Jeany meraih ponsel dan kartunya, kemudian kembali memgarahkan pandangannya ke Veronica yang berjalan.


Jenay mengernyit, ternyata Veronica masuk ke dalam sebuah cafe. Karena penasaran, Jeany pun mengikutinya. Jeany tidak masuk dan hanya memperhatikan dari jauh, mengingat cafe itu dibatasi oleh kaca, sehingga bisa dengan mudah untuk melihat orang-orang yang ada di dalamnya.


Angel menengok ke kanan dan ke kiri, senyumnya mengembang ketika seseorang melambaikan tangan padanya. Angel pun menghampirinya, menyalami dan cipika-cipiki.


Sementara itu, Jeany terkejut dengan sosok laki-laki yang dihampiri oleh Veronica. "Itu kan Edward? Untuk apa dia bertemu dengan Veronica???" Gumam Jeany.


Sejenak Jeany diam tetapi kemudian dia ingat sesuatu, yaitu perkataan Edward tadi bahwa dia akan menemui modelnya untuk meeting tentang pemotretan tetapi Edward justru bertemu dengan Veronica yang notabennya adalah pegawai kantoran.


"Aku sudah punya contact Edward, kapan-kapan aku akan bertanya padanya tentang si Veronica! Setidaknya aku bisa mendapat sedikit jawaban dari pertanyaanku tentang Vino ataupun Veronica dari Edward!" Gumam Jeany lagi lalu pergi karena dia harus segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2