
Aditya dan yang lainnya sampai di kantor polisi. Mereka turun dari mobil dan berjalan untuk masuk ke dalam. Tiba-tiba saja langkah mereka terhenti ketika sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka, dan ada Vitto di dalamnya. Vitto keluar dan terkejut ketika mendapati para sahabatnya ada disini. "Kalian ada disini????" Tanya Vitto ketika keluar dari mobil.
"Kau sendiri ada disini??? Bukannya menikmati malam pengantin baru??" Tanya Aditya balik.
"Ada sedikit masalah yang membuatku harus kesini, Vino di tangkap oleh polisi.. Jadi aku memutuskan untuk datang mengurusnya..!" Jawab Vitto. "Kalian sendiri ada apa kesini??"
Ucapan Vitto itu membuat Aditya dan lainnya terkejut. "Siapa yang memberitahu mu Vit??" Tanya Ariel.
"Mario memberitahuku, dari ekspresi kalian aku bisa asumsikan bahwa kalian juga tahu tentang masalah ini???" Tanya Vitto lagi.
"Ya... Itulah kenapa kami datang kesini, Edward dan Jeany sempat melihat Vino sedang berbicara dengan seorang laki-laki, dan Vino terlihat marah dengan laki-laki itu karena laki-laki itu berusaha merebut anak Arindah, hingga membuatnya menangis.. Tak lama setelah keributan itu Vino ke kamar Arindah untuk mengecek apakah Naufal masih menangis atau tidak dan tiba-tiba polisi datang, lalu inilah yg terjadi.." Jawab Aditya lagi.
"Laki-laki??? Siapa??"
"Namanya kalau tidak salah Reino, kata Vino sih mantan suami dokter Arindah..!" Edward menimpali.
"Reino???" Vitto terdiam dan seperti mengingat sesuatu. "Apa laki-laki itu memiliki tubuh berisi dan tidak terlalu tinggi, berkata sipit???" Tanya Vitto lagi dan Edward mengangguk, membenarkan.
__ADS_1
"Jika memang iya, berarti itu adalah Reino mantan suami Arindah, mereka sudah bercerai 2 tahun yang lalu, Edward ketahuan selingkuh dan tak lama setelah melahirkan. Arindah menceraikannya... Dia memang sering berulah dan mengganggu Arindah, karena Arindah menolak untuk kembali..! Pasti dia sengaja menjebak Arindah dan Vino... Shiiitt...!"
"Itulah kenapa Vit, aku mengajak mereka kesini, karena aku sudah mencium gelagat aneh dari si Reino, karena aku berpapasan dengannya tadi saat Vino dan Arindah di bawa..!" Aditya menimpali.
"Brengseeekk si Reino.. Btw bagaimana dengan Naufal?? Dia di hotel sendirian??? Apa aku minta Rana ke hotel saja untuk menemani Naufal???"
"Naufal aman, dia ada bersama Cahya dan anak-anak ku, akun juga meminta bodyguard ku berjaga di depan kamar, karena Arindah berpesan agar Naufal tidak di berikan kepada siapapun..."
Vitto tersenyum, menepuk bahu Aditya. "Thanks Dit.. Lebih baik kita masuk, aku tidak bisa membiarkan adikku dan juga Arindah menginap disini, bagaimanapun kita harus membebaskan mereka..!"
"Staf ku baru memberitahu jika mereka sudah dapatkan rekaman CCTV nya, mereka akan mengantarnya kesini, semoga itu membantu Vino dan dokter Arindah..!" Timpal Vino.
★★★★
Vitto masuk ke kamarnya, melempae senyum ketika mendapati Rana sudah tertidur dan sangat lelap di atas ranjang. Rana pasti sangat lelah dengan acara seharian ini, Vitto tidak ingin mengganggu nya dan membiarkan Rana tidur dengan nyenyak. Vitto pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan lelahnya, sehingga bisa beristirahat dengan nyaman.
Vito dan Arindah sudah di bebaskan dan mereka terbukti tidak bersalah. Edward dan Jeany juga memberi keterangan serta bantuan CCTV dari Ariel. Dan juga terbukti bahwa Arindah bukan istri dari Reino lagi. Dan tadi mereka kembali ke hotel bersama Aditya dan yang lainnya. Di kantor polisi Vitto bisa melihat kesedihan dan ketakutan dari Arindah Sedangkan Vino juga terlihat sangat kesal dan marah kepada Reino. Saat keluar dari kantor polisi, Vino dan Arindah menjelaskan semua nya jika mereka bertemu dengan Reino di lobi hotel, karena tidak mau terjadi keributan, Vino mengajak Arindah untuk naik ke kamar masing-masing tetapi Reino terus mengejar mereka dan terjadi cekcok kecil di lorong hotel. Lalu tiba-tiba saja Reino merebut Naufal secara kasar dari gendongan Vino membuat Naufal yang tadi nya tertidur menjadi bangun dan menangis dengan sangat kencang karena terkejut. Hal itu membuat Vino marah kepada Reino. Bahkan Vino ingin sekali menghajar Reino jika bertemu dengan lelaki itu.
__ADS_1
Vitto sangat setuju dengan apa yang di inginkan oleh Vino untuk menghajar Reino. Karena apa yang di lakukan Reino sangat tidak bisa di tolerir dan sikap Reino selama ini juga buruk. Vitto sering mendengar Arindah mengeluh atas sikap Reino yang keras kepala pemaksa dan juga tidak pernah maau mengerti keadaan orang lain, bisa di bilang sebelas dua belas dengan sikap Vino. Tetapi kali ini Vino menunjukkan sikap gentle nya dengan melindungi Arindah dan Naufal. Pembelaan Vino terhadap Arindah membuat Vitto merasa bangga dengan apa yang di lakukan oleh adiknya itu.
Walaupun ada kemarahan dan kekecewaan atas sikap Vino tadi di pernikahannya dengan Rana, tetapi naluri Vitto sebagai seorang kakak yang mendengar jika Vino di bawa ke kantor polisi membuat Vitto tidak bisa tinggal diam. Bagaimana pun Vino adalah Adiknya yang sangat dia sayangi terlepas dari sikap buruknya selama ini, apalagi terhadap Rana yang sangat sulit untuk di maafkan sebenarnya. Dan kali ini Vitto berharap, Vino bisa belajar dari apa yang terjadi antara Arindah dan Reino, dimana Arindah menunjukkan sikap tegas dan berusaha melindungi dirinya dan Anaknya dari Reino yang suka memaksa kehendaknya sendiri. Bahwa sangatlah tidak nyaman bagi seorang perempuan ketika ada laki-laki yang bersikap pemaksa serta keras kepala. Karena apa yang di alami Arindah saaat ini juga pernah di alami oleh Rana ketika harus berhadapan dengan Vino.
Di hotel, Aditya mengantar Arindah ke kamar mertua nya dimana Cahya dan Naufal ada disana. Arindah menggendong Naufal dan menciumi putranya sambil terisak tetapi dia bersyukur karena sudah di bebaskan walaupun dia masih ketakutan dengan kedatangan Reino. Aditua pun menenangkan Arindah dan memberitahu agar Arindah tidak takut, karena untuk malam ini kedua bodyguard nya yang ada di depan akan berjaga di lorong, dan tidak akan membiarkan Reino datang lagi kesini. Selain itu, Ariel juga sudah memastikan security yang berjaga di lobi agar tidak membiarkan Reino masuk lagi. Sehingga Arindah tidak perlu mengkhawatirkan apapun.
Arindah mengucapkan Terima kasih kepada Cahya dan Aditya yang sudah membantu nya untuk menjaga Naufal serta membantunya terbebas dari tuduhan yang tidak benar itu. Vino juga memeluk Aditya bergantian ke Ariel dan mengucapkan banyak Terima kasih kepada kedua nya. Kemudian mereka keluar bersama-sama dan masuk ke kamar masing-masing. Arindah benar-benar merasa lega sekali karena dia bisa kembali memeluk Naufal.
"Kau beristirahatlah, jangan pikirkan apapun, dan jangan mengkhawatirkan apapun tentang si brengseek itu... Aku pastikan dia tidak akan bisa mengganggumu dan Naufal lagi.. Jika setelah dari sini, dia berulah lagi, maka dia akan langsung berhadapan denganku..!" Ucap Vino dengan penuh keyakinan sambil mengusap bahu Arindah dan menyeka air mata tmuang menetes di pipi perempuan itu. "Everything it's gonna be okay... Masuk dan istirahtlah..!" Vino mengusap kepala Naufal dan mencium pipi bocah itu. Arindah pun masuk ke kamarnya.
Tinggal lah Vino di lorong bersama Aditya dan juga Cahya, karena tadi Ariel juga sudah masuk ke kamarnya. "Aditya..?!" Panggil Vino pada Aditya yang ada di sebelahnya.
"Ya...?" Jawab Aditya.
"Aku ingin ada yang menjaga dan mengawal Arindah ataupun Naufal.. Karena firasat ku mengatakan jika Reino tidak akan menyerah untuk mengganggu mereka, jadi aku ingin memastikan mereka dalam keadaan aman.. Ya aku tahu Reino ayahnya Naufal dan tidak ada hak untuk melarangnya bertemu anaknya, akan tetapi aku hanya takut jika Arindah lengah, Reino akan membawa kabur Naufal, karena Arindah mengatakan jika Reino sering mengancamnya, membuatnya takut dengan Reino... Jadi jika boleh tahu, di agensi mana kau mendapatkan bodyguard untuk keluargamu???" Tanya Vino.
Aditya tersenyum. "Jika kau ingin bodyguard besok aku akan berbicara dengan Randy, bersama denganmu juga, kau bisa mengatakan pada Randy, spesifikasi bodyguard yang bagaimana yang kau inginkan, maka Randy akan membantumu mencari nya, kebetulan bodyguard Vitto dan Rana juga atas rekomendasi dari Randy.."
__ADS_1
Vino mengangguk. "Baiklah... Besok bawa aku bertemu dengan Randy, sekali lagi Terima kasih... Dan maaf sudah merepotkan kalian, ini sudah sangat larut, kalian juga pasti butuh istirahat.. Silakan..!" Ucap Vino. Aditya dan Cahya pun berpamitan dan masuk ke kamar mereka. Entah kenapa tiba-tiba saja Vino merasa bahwa dia harus melindungi Naufal dan juga Arindah. Sehingga dia memutuskan untuk memberi kedua nya bodyguard dan Vino yang akan menanggung gaji untuk bodyguard itu nanti nya. Feelingnya tentang Reino sangat buruk dan Vino tidak ingin Arindah di pusingkan dengan si brengseek Reino itu yang tingkahnya sudah seperti jagoan.