Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 212


__ADS_3

Setelah sarapan, Rana dan Vitto memilih berada di ruang baca. Rana berbaring di sofa bertumpu pada paha Vitto dan sedang membaca novel, sedangkan Vitto sedang membaca buku bisnis. Kedua nya diam dan sibuk dengan bacaan mereka. Waktu pun berlalu dan mereka juga tidak bergeming, hanya sesekali mereka mengobrol. Sampai akhirnya ponsel Rana berdering, kedua nya pun melihat ke arah meja dimana ponsel itu berada. Vitto kemudian mengambilnya, dan nama Jeany terpampang disana.


"Jeany..!" Ucapnya.


"Angkat saja, mungkin dia sudah akan sampai...!" Sahut Rana.kemudian dia bangkit dari berbaringnya dan duduk.


"Hai Jean...!" Sapa Vitto.


"Hallo Vit, aku sebentar lagi sampai, sorry telat.. Tadi aku harus menunggu Edward...!"


"It's okay Jean, kalau sampai depan hubungi Mario langsung..!"


"Oke...!" Jeany menutup telepon nya.


"Dia sudah sampai???" Tanya Rana.


"Sebentar lagi, lebih baik kita tunggu di bawah, aku akan menggendongmu..!" Vitto langsung mengangkat tubuh Rana, membawa perempuan itu keluar dari ruang baca menuju ruang keluarga yang ada di lantai satu.


Sampai di bawah, Vitto menurunkan Rana di atas sofa lagi sambil tersenyum. Beberapa saat kemudian pintu penghubung ruang keluarga dengan garasi di ketuk dari luar. Vitto pun setengah berteriak dan menyuruh masuk. Ternyata Tania membawa salah satu pelayan dari rumah Vitto.


"Maaf pak Vitto, Bibi sudah datang...!" Ucap perempuan bertubuh tinggi itu.


"Oh sudah datang ya??? Suruh Bibi masuk...!" Ucap Vitto.


Tania menganggukkan kepalanya kemudian menyuruh pelayan setengah baya itu masuk. Rana berdiri dan menyalami nya dengan sopan. Tentu Rana sudah mengenalnya dengan baik karena dia pernah tinggal di rumah Vitto selain itu dulu saat Dia sakit pelayan ini juga lah yang datang ke apartemen dan membantu nya selama beberapa hari, karena memang perempuan yang kerap di sapa Bibi itu adalah pelayan tetap di keluarga Vitto sejak dulu, bahkan ketika Vitto baru lahir, dia sudah bekerja untuk orang tua Vitto.


"Hai Bi, apa kabar???" Tanya Rana sambil menyalami nya.


"Baik non Rana, bagaimana kabar non sendiri.?? Kata nya, non Rana sedang sakit???"


Rana tersenyum. "Sudah lebih baik....!" Jawab Rana.


"Syukurlah....!"


Rana kemudian mengantar pelayan itu ke kamar pembantu yang ada di samping ruang keluarga. Setelah meletakkan barang di kamar, Vitto lekas menyuruh pelayan nya itu untuk membersihkan kamarnya dan kamar Rana.

__ADS_1


Aditya dan Cahya berjalan menyebrang jalan, mereka menuju rumah Rana setelah memarkir mobilnya di rumah Ibu Cahya dan mengantar si kembar kesana. Sampai di depan, Cahya dan Aditya langsung di persilahkan masuk oleh Mario melalui pintu garasi karena Rana dan Vitto sedang ada di ruang keluarga yang ada di lantai dasar. Tania yang sudah berada di luar pun mengantar kedua tamu Rana dan Vitto itu masuk.


Tania kembali mengetuk pintu lalu mempersilahkan Cahya dan Aditya masuk.


"Hei Dit... Ca....!" Vitto yang sedang duduk di sofa.


"Hei kalian...!" Kali ini Rana berbalik badan dan mendapati Cahya dan Aditya datang.


Cahya menghampiri Rana dan cipika cipiki, sementara Vitto berdiri menyalami Aditya, kemudian menyuruh mereka untuk duduk.


"Kau sudah berjalan-jalan saja Ran...!" Ucap Cahya.


Rana tersenyum. "Aku tadi mengantar Art ke kamarnya, dia art yang bekerja di rumah Vitto, dan Vitto meminta nya datang kesini untuk menemaniku dan membantuku...!" Pungkas Rana.


"Owh... Bagaimana keadaanmu kau terlihat sudah semakin membaik..!"


"Iya Ca, aku sudah merasa lebih baik, dimana anak-anak???" Tanya Rana.


"Ada di rumah ibu, mereka meminta di antar kesana...!" Jawab Cahya.


"Aku ada meeting di luar nanti siang, jadi aku tidak ke kantor, ya sekalian mengantar Cahya dan Anak-anak kesini...!"


"Pantas saja kau rapi, aku pikir kau tidak ke kantor tetapi pakaianmu formal sekali..! Ah iya kebetulan kau ada disini, tadi aku berniat menghubungimu..!"


"Menghubungiku??? Ada apa Vit???" Tanya Aditya.


"Rana ingin pergi ke pantai setelah sembuh nanti, dan aku berencana mengajaknya ke Villa mu yang ada di Bali, disana kan ada pantai pribadi dan pemandangannya bagus, kira-kira kau menyewakannya atau tidak???"


"Menyewakan??? Hahaha tidak Vit, aku tidak pernah menyewakan, jika ada yang ingin kesana ya aku akan mengijinkannya, ide bagus jika kau mengajak Rana kesana, kapan kalian akan pergi agar aku bisa menghubungi penjaga disana, agar di siapkan...!" Ujar Aditya.


"Aku tidak tahu kapan, tetapi jika Rana sudah sembuh aku berniat mengajaknya kesana..."


Aditya tersenyum. "Hubungi aku jika kalian sudah siap berangkat, kalian bisa liburan disana selama yang kalian mau, aku dan Cahya belum ada rencana untuk kesana....!"


"Iya, kalian bisa pergi liburan kesana, kau pasti akan menyukai nya Ran...!" Gumam Cahya. "Kau bisa menghabiskan waktu di dalam villa saja atau bermain di pantai... Kau akan betah sekali...!" Ungkapnya lagi.

__ADS_1


Rana tersenyum. "Thanks Dit, thanks Ca... Aku tiba-tiba saja ingin ke pantai, mungkin beberapa bulan ini aku terpenjara dan tidak keluar, hahaha mungkin itu kali ya yang di namakan boring...!"


Sementara itu, mobil Edward memasuki halaman rumah Vitto, dan Mario lekas berdiri hendak membuka pintu garasi tetapi Edward melambaikan tangan karena dia hanya akan mampir sebentar untuk menjenguk Rana serta mengantar Jeany kemudian akan pergi lagi, meninggalkan Jeany disini.


Jeany dan Edward turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Sampai di dalam ernyata ada Cahya dan Aditya juga. Mereka pun saling menyapa. Edward dan Jeany dipersilahkan duduk oleh Vitto. Jeany meminta maaf karena terlambat dari janji yang seharusnya, karena dia harus menunggu Edward bangun tidur, semalam Edward tidur larut karena bekerja jadi lelaki itu bangun kesiangan.


"Bagaimana pemotretan Vino tadi malam???" Tanya Vitto.


"Lancar, tetapi melelahkan karena harus menyelesaikannya sampai malam..!"


"Jadi sebenarnya untuk apa Vino melakukan semua itu??? Apa kau di beri tahu olehnya mengenai alasannya???" Tanya Vitto lagi.


Edward melempar senyum pada Vitto. "Awalnya aku tidak tahu, tetapi baru saja tadi pagi Vino memberitahu alasannya bahkan memintaku membantunya, sayangnya aku memilih menolak, aku tidak mau terlibat dan turut dalam permasalahan mereka...!" ujar Edward.


"Meminta bantuan??? Bantuan apa??? Dan apa yang sebenarnya terjadi???" Tanya Vitto.


"Vino membuat video itu untuk di tampilkan di pertunangannya dengan Angel, tetapi nanti di akhir video itu dia berniat menambahkan foto dan video darimu, foto video Angel yang kau dapatkan kemarin..!"


"Maksudmu foto dan video perselingkuhan Angel itu???"


"Ya... Dan Vino memintaku menggabungkan itu, aku tidak mau, aku hanya akan memberikan file foto dan video dariku tetapi jika Vino ingin menggabungnya ya biar dia sendiri saja, aku tidak mau jika melakukan itu, nanti alah timbul masalah baru, maksudnya aku tidak mau di libatkan..!"


"Kau melakukan yang benar Ed, tetapi Vino belum memberitahuku mengenai rencana itu, dan dia juga belum meminta foto dan video itu kepadaku...!"


Vitto menepuk bahu Edward. Dia tahu keputusan yang di akbil Edward sangat tepat, Edward pasti tidak mau mempertaruhkan nama nya di masalah Vino dan Angel. Edward pasti tidak ingin orang jadi meragukan keprofesionalannya selama ini. Vino dan Angel memintanya untuk di foto dan di videokan artimya orangbtahu bahwa jika hasilnya bagus adalah karya Edward, tetapi untuk menggabungkan hal itu dengan Foto serta video perselingkuhan Angel tentu bukan pilihan tepat, karena bisa saja orang meragukan karir Edward karena melakukan itu.


Ponsel Vitto berbunyi dan itu dari Vino. Vitto mengernyit, ada apa lagi sampai adiknya menghubunginya


"Ya...!" Jawab Vitto kemudian mengaktifkan speakernya agar yang lain bisa juga mendengar suara Vino.


"Kau dimana sekarang??? Aku ke rumahmu, dan pelayanmu bilang kau sedang pergi, apa kau menemui Rana??? Dimana dia tinggal, aku juga ingin bertemu..!"


Vitto melirik ke arah Rana. Dia tentu tidak bisa memberotahu Vino dimana Rana, karena bisa saja nanti Vino malah mengganggu Rana. Dia harus mencari cara agar Vino membatalkan niatnya bertemu dengan Rana. "Kau tidak ke kantor???" Tanya Vitto mencoba mengalihkan perhatian Vino dari keinginannya bertemu Rana.


"Aku sengaja tidak ke kantor, aku ingin bertemu denganmu juga dengan Rana, katakan dimana kau sekarang dan aku akan menyusulmu??? Dimana??? Cepat katakan...!" Pinta Vino dengan memaksa.

__ADS_1


__ADS_2