
Vino melempar senyum. "Ah tidak Pa, ini hanya surat biasa, tidak terlalu penting....!" Gumamnya berbohong.
"Iya, tapi surat apa???"
"Tagihan listrik, aku lupa membayarnya...!" Sahut Vino dengan cepat.
"Tagihan listrik?? Kau lupa membayarnya bagaimana bisa? Kau ini kalau berbohong itu yang cerdas sedikit... Coba Papa ingin lihat, berikan sekarang dan jangan berkelit lagi..!"
"Yaelah Vin, memangnya itu surat apaan??? Surat cinta? Sampai kau tidak mau menunjukkannya..." Sahut Vitto.
Papa Vino terus menatap putra keduanya itu, membuat Vino gugup dan akhirnya merogoh sakunya mengeluarkan surat itu. Dan itu menandakan bahwa rahasia besarnya akan terungkap di depan Papa serta kakaknya. Vino pun berpikir keras untuk mencari jawaban tepat menjawab setiap pertanyaan yang akan Papa nya ajukan kepadanya mengenai surat itu.
Papa Vino meraih surat itu dan langsung mengernyit ternyata surat itu berasal dari pengadilan agama. Penasaran dia langsung membukanya. Ya, Papa Vino sudah tahu isi daribsurat itu sebenarnya tetapi dia harus terlihat terkejut dan itu juga harus dilakukan oleh Vitto saat ini.
"Pengadilan agama???? Surat apa ini? Dan kenapa pengadilan agama mengirimimu surat???" Papa Vino membuka surat itu dan tampak membaca isinya.
Sedangkan Vitto terlihat megarahkan pandangannya secara bergantian ke arah Papanya yang sibuk membaca surat itu kemudian ke arah Vino yang terdiam tetapi terlihat jelas bahwa Vino gugup.
"Surat gugatan cerai dari Kirana Aurellie...! Kau di gugat cerai? Itu artinya kau sudah menikah? Kapan???" Tanya Papa Vino dengak ekspresi heran, kemudian dia menyuruh Vino untuk duduk.
"Kau sudah menikah?" Tanya Papa Vino lagi.
__ADS_1
"Menikah....!!!????" Seru Vitto terkejut. "Kau menikah? Kapan???"
Vino terdiam, tetapi dia mengangguk. "Ya, Vino sudah menikah dengan seseorang...!" Jawabnya pelan.
Vitto yang berakting terkejut sekaligus penasaran langsung menarik surat yang di pegang oleh Papanya. Vitto kemudian membacanya, lalu mengernyit. "Kirana Aurellie, apa itu nama Rana???" Tanya Vitto, tetapi Vino tidak bereaksi. Vitto pun semakin penasaran.
"Kau mengenal perempuan ini???" Tanya Papanya kepada Vitto.
Vitto mengangguk. "Aku pernah 2 kali bertemu dengan perempuan bernama Rana, pertama di pesta yang diadakan oleh Vino disini, yang kedua di villa, saat itu ada Vino, Rana juga Angel....!" Ujar Vitto menjelaskan kepada Papanya.
"Tetapi bukankah kau masih berhubungan dengan Angel? Dia tadi datang ke kantormu dan memanggilmu sayang, apa ini alasan perempuan ini menggugat ceraimu karena kau menghianatinya dengan masih berhubungan dengan Angel???"
"Eitssss... Tunggu-tunggu... Jika benar Kirana yang dimaksud disini adalah Rana yang waktu itu berarti??? Bukankah kau masih berhubungan dengan Angel? Lalu bagaimana bisa kau membawa istri serta kekasihmu ke villa? Apa istrimu tahu tentang hal itu? Hmmmmm.... Dan kurasa ini pasti alasannya dia menggugat ceraimu.... Astaga Vino.... Kau ini sudah gila atau bagaimana?" Vitto kembali bergumam dengan penuh keheranan.
Vino duduk dan menundukkan kepalanya, tidak tahu bagaimana dia harus menjelaskan semuanya. Ini seperti dia meletakkan granat dan dia sendiri yang menginjaknya sehingga meledak mengenai dirinya sendiri.
Vitto terkekeh memandangi Vino. Dia mengejek dan memuji keberanian Vino menikahi seorang perempuan dan juga menjalani hubungan dengan kekasihnya Angel. Meskipun Vitto tidak bisa memungkiri kekesalannya karena Vino tidak memberitahu dirinya mengenai pernikahan itu yang entah sudah dilakukan sejak kapan oleh Vino. Sedangkan Vino masih terdiam mendengar pertanyaan serta ejekan dari Vitto.
Tidak ingin membuat kecurigaan, Vitto pun harus melakukan rencananya selanjutnya. Dia kemudian berdiri dan mengatakan kepada Papanya bahwa besok dia akan kembali lagi kesini, karena hari ini dia sedang ada meeting untuk pemotretannya. Vitto pun menepuk pundak Vino.
"Aku hanya bisa bilang sabar, tetapi harusnya kau tidak mempermainkan sebuah pernikahan, seharusnya jika kau masih mencintai Angel jangan menikahi perempuan lain, nikahi saja dia, untuk apa kau melakukan semua ini Vin, selain berdosa kau juga menghancurkan hati seorang perempuan, kau membenci Mama karena dia meninggalkan Papa, tetapi kenapa kau justru melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Mama??? Ah sudahlah, selesaikan masalah rumah tanggamu itu, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab, aku pergi dulu...!"
__ADS_1
Vitto kemudian pergi meninggalkan rumah Vino. Untuk alasannya pergi kali ini dia memang tidak berbohong, dia memang ada meeting. Tetapi itu juga sudah direncanakan olehnya. Vitto ingin menghindari permasalahan Vino, mencegah kecurigaan dari adiknya tetapi Vitto tahu bahwa Vino sangatlah cerdik dan dia harus berhati-hati karena bisa saja Vino menyuruh orang untuk membuntutinya diam-diam. Dalam hal itu, Vitto sudah sedemikian rupa menyusun rencana atau melakukan sebuah taktik pembodohan jika hal itu terjadi. Vitto sudah bersiap dan tidak akan sembrono dalam melakukan sesuatu atau mendatangi Rana di apartemen miliknya.
Sementara itu, Vino masih terdiam. Sedangkan Papanya mulai membujuknya agar bercerita tentang pernikahan yang dilakukan oleh Vino dengan perempuan bernama Kirana itu. Karena sekarang Vitto sudah pergi, dan mungkin saja tadi Vino sungkan dengan keberadaan kakaknya.
Vino pun akhirnya mengatakan kepada Papanya bahwa benar dia menikahi seorang perempuan bernama Rana beberapa bulan yang lalu. Vino berbohong, dia menikahi Rana baru sekitar satu bulan yang lalu, karena tidak mungkin dia mengatakan hal yang sebenarnya kepada Papanya.
Dan dia menikahi Rana setelah putus dengan Angel, tetapi Vino mengatakan alasan dari gugatan cerai ini adalah karena Rana adalah perempuan yang egois dan dominan, selalu ingin menang sendiri, hal itu yang membuat Vino merasa tidak nyaman dengan pernikahan itu.
"Lalu jika begitu keadaannya kenapa tadi Vitto bilang bahwa kau mengajak Rana ke villa dan disana juga ada Angel???"
"Aku dan Rana memang ke villa, dan sebenarnya setelah pernikahan hubunganku dengan Angel hanya sebatas sahabat saja Pa, saat itu Angel datang karena Rana yang memintanya dan kami bertiga tidak ada masalah apapun disana... Tetapi entah kenapa sikap Rana berubah semakin buruk, dan setiap hari kami bertengkar untuk hal kecil, Rana kemudian pergi meninggalkanku begitu saja, ya sudah karena marah aku kembali lagi berhubungan dengan Angel untuk membuat rana cemburu... Aku terkejut menerima surat ini, tetapi jika boleh jujur aku masih sangat mencintainya, aku akan berusaha mempertahankan pernikahanku...!" Ucap Vino penuh keyakinan.
Tetapi tentu saja itu hanya alibinya untuk menutupi semuanya. Dia akan menghadiri sidang perceraiannya setelah itu dia akan menyuruh seseorang untuk membuntuti Rana sehingga dia bisa kembali membawa Rana menjadikannya tawanannya lagi. Perempuan kecil itu ternyata sudah berani melawannya dan dia juga berani menggugat cerai dirinya, Vino tidak bisa begitu saja menerima hal ini.
"Lalu jika kau mencintainya kenapa tidak berusaha mencarinya dan mengajaknya pulang, kenapa kau justru kembali kepada Angel, bukankah itu justru mempersulit usahamu mempertahankannya, dan Papa heran denganmu, kau sudah berhubungan dengan Angel sekian lama, kenapa kau tidak menikahinya saja dan malah menikahi perempuan lain???"
"Papa tahu sendiri pekerjaan Angel, dia tidak bisa begitu saja berkomitmen, karena jika dia menikah seluruh karirnya pasti akan berhenti dan Angel tidak mau itu terjadi karena dia sangat mencintai pekerjaannya...!"
"Lebih mencintai pekerjaannya bukan mencintaimu yang sudah bersamanya selama bertahun-tahun? Lagipula dia bisa mengabdikan hidupnya untukmu tanpa dia harus lelah bekerja, karena kau akan menanggung seluruh biaya kehidupannya. ..! Aneh sekali....!" Suara Papa Vino sudah mulai jengkel tetapi dia mencoba menahannya.
Kebohongan dan kebohongan lagi yang diucapkan oleh Vino kepadanya. Untuk menutupi kesalahannya Vino justru menfitnah Rana di depannya. Hal yang sangat tidak masuk akal dari semua ucapan Vino. Tetapi dia berusaha untuk mengiyakan saja apa yang dikatakan oleh putranya itu. Tetapi Vino akan mendapatkan kejutannya nanti darinya yang sudah dia persiapkan. Dia tidak akan begitu saja membiarkan Rana kembali dengan Vino, Rana terlalu baik untuk menerima perlakuan buruk putranya. Dan dalam waktu dekat, dia sudah menyiapkan bom untuk menghentikan kegilaan Vino ini. Saat ini dia hanya akan berusaha mengabaikannya, tetapi Vino akan merasakan akibat dari perbuatannya. Rana harus segera bebas dari jeratan yang dibuat oleh Vino, itulah yang paling penting.
__ADS_1