Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 29


__ADS_3

Akhirnya yang ditunggu datang juga. Mobil Edward berhenti di depan rumah Rana, dan Edward keluar dari mobilnya. Jeany langsung menyambutnya dan mengajak Edward masuk. Rana dan Vino yang awalnya duduk di sofa pun berdiri ketika melihat kedatangan Edward. Vino hanya melirik sekilas saja pada Edward, enggan menatap lelaki itu terlalu lama.


"Rana, ini temanku Edward...!" Ujar Jeany. Edward dan Rana pun berkenalan. "Edward ini adalah seorang fotografer yang kemarin memotret Vino dan Veronica, Edward jugalah yang mengatakan padaku bahwa Veronica atau Angel itu akan datang padanya untuk melakukan pemotretan bersama dengan kekasihnya, dan kekasihnya itu adalah Vino, benarkan Ed??" Tanya Jeany pada Edward.


"Jadi apakah kau kemarin memotret Vino dan seorang perempuan??? Ini Vino... Benarkah dia datang ke studiomu kemarin???" Tanya Rana.


Edward pun memandangi Vino, terlihat Vino menunduk tidak berani menatap Edward. Edward kemudian tersenyum kepada Rana. "Tidak....! Aku tidak pernah memotret dia....!" Jawab Edward dengan tenangnya.


Sontak saja jawaban itu membuat Jeany terperangah dan menatap Edward dengan wajah terkejut. "Ed... Apa yang kau katakan? Kenapa kaubtidak jujur... Kau kemarin yang memotret dia, aku bahkan melihat sendiri di laptopmu dan ada foto mereka, aku juga bertemu dengan Angel disana, ada Vino juga...! Please Ed berkatalah jujur...!" Pinta Jeany lagi.


"Apa yang kau katakan Jean? Aku memang tidak memotret dia kemarin, aku tentu hafal sekali wajah dari klien-klienku, dan dia aku tidak pernah melihatnya sebelumnya....!" Edward kembali tersenyum sambil menatap Rana. "Maaf.... Sepertinya Jeany telah membuat kesalahan, aku memang tidak pernah melihat dia sebelumnya, aku bisa pastikan bahwa bukan dia yang aku foto kemarin....!" Ucap Edward lagi memberikan penjelesan pada Rana.


"Lalu siapa yang kau potret kemarin???" Tanya Rana.


"Aku memotret seorang model untuk promosi sebuah brand, tetapi aku hisa sangat memastikan bahwa bukan dia yang menjadi modelnya!" Edward menunjuk ke arah Vino. "Aku rasa ini hanya sebuah kesalahpahaman saja dari Jeany, aku tidak tahu apa yang terjadi disini sebenarnya tetapi aku benar-benar memastikan bahwa bukan pria ini yang kemarin aku potret"


Edward pun mengucap permisi dan berpamitan kepada Rana, Vino dan Jeany, karena dia harus buru-buru pergi untuk sebuah urusan. Sementara Jeany mengejar Edward dan berusaha meminta Edward agar jujur, sayangnya jawaban Edward masih sama yaitu mengatakan bahwa bukan Vino yang di potretnya kemarin. Edward kemudian langsung masuknke dalam mobilnya dan langsung pergi dari rumah Rana.

__ADS_1


"Ed..... Kenapa kau bohong Ed.... Kenapa kau tidak mau membantuku....!" Teriak Jeany dengan sedih.


Sementara itu, di dalam mobil, Edward pun mengucapkan permintaan maaf pada Jeany. Edward terpaksa melakukan itu untuk menjaga privasi dari kliennya. Edward sendiri merasa bersalah karena sebelumnya sudah memberitahu hal itu pada Jeany, jika saja saat itu dia tetap menjaga semuanya seperti janjinya pada Angel tentu apa yang terjadi tadi malam tidak akan pernah terjadi.


### 1,5 Jam sebelum Jeany menghubungi Edward....


Edward masih terlelap di dalam kamarnya meskipun matahari sudah mulai menampakkan sinarnya. Pintu kamar Edward diketuk oleh seseorang, membuat Edward mengernyit karena tidak biasanya pelayan di rumahnya berani mengganggu tidurnya.


"Ada apa????" Tanya Edward marah ketika dia membuka pintu kamarnya.


"Maaf tuan, itu di depan ada mbak-mbak cantik yang mencari tuan, say sudah minta dia untuk datang nanti saja karena tuan masih tidur tapi dia tidak mau dan memaksa saya untuk membangunkan tuan....!" Ucap pelayan itu lalu menundukkan kepalanya.


Setelah mukanya terlihat segar, Edward turun dan dia langsung terkejut ketika menemukan Angel yang ternyata datang. Edward sendiri semalam sempat mendengar dari security yang ada di kantornya bahwa sempat terjadi keributan di depan kantor, antara Angel, seorang laki-laki dan Jeany. Edward terlalu lelah semalam hingga dia juga tidak begitu mendengarkan dengan baik cerita dari securitynya itu, dia juga sebenarnya hari ini ingin menghubungi Angel dan Jeany mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi semalam tetapi Angel justru sudah datang kesini lebih dulu.


"Hai Angel... Pagi sekali... Sorry tadi aku masih tidur...! Aku sudah berniat menghubungimu nanti tapi kau sudah ada disini...!"


"Aku harus berbicara kepadamu, ini tentang kejadian tadi malam, apa kau tahu apa yang dilakukan oleh seorang perempuan di ruanganmu semalam???" Tanya Angel.

__ADS_1


"Perempuan??? Ala maksudmu Jeany???"


"Ya....! Aku tidak tahu bagaimana bisa kau seteledor itu Ed, aku sudah berkali-kali mengatakan padamu agar kau menjaga privasiku dan Vino, tapi bisa-bisanya kau teledor dan mengabaikan semuanya....! Perempuan itu, dia semalam mengutak-atik laptopmu dan mengambil fotoku dan Vino...!" Ujar Angel dengan tatapan kemarahan pada Edward.


"Apa???" Vino terperangah.


"Kenapa???! Kenapa kau bisa seteledor itu Ed? Kau ini profesional, kenapa bisa melakukan hal seperti itu. Bagaimana jika perempuan itu menyebarkan fotoku dan Vino, kau pasti tahu kan kehebohan apa yang akan terjadi, Vino selama ini juga sangat menjaga privasinya untuk kelancaran bisnisnya lalu bagaimana jika hal ini jadi konsumsi publik? Dan orang yang pertama akan aku salahkan adalah dirimu!"


Edward sangat tidak menyangka jika Jeany melakukan itu tadi malam, dan pantas saja semalam Jeany pergi begitu saja tanpa berpamitan dengannya, dan juga Jeany terlibat cekcok dengan Vino dan Angel. Edward merasa bahwa dia memang harus berbicara dengan Jeany nanti, dan meminta agar temannya itu tidak berbuat hal seperti itu lagi, karena ini tentu akan berakibat buruk untuk pekerjaannya.


"Angel.... Aku benar-benar minta maaf, aku akan berbicara dengan Jeany nanti agar dia segera menghapus foto itu...!"


Angel berdiri dari sofa dan tatapannya kembali dipenuhi kemarahan kepada Edward.


"Aku tidak mau tahu Ed, aku hanya meminta padamu agar mau membantuku dan Vino menghentikan kekacauan ini, aku sudah menghapus foto itu dari ponsel Jeany, tetapi aku tidak menjamin bahwa mulut temanmu itu akan selamanya bungkam, dan jika ada hal yang terjadi tentang masalah foto itu, aku ingin kau mengatakan bahwa kau sama sekali tidak pernah mengambil foto kami atau sebagainya yang busa kau jadikan alasan, kali ini aku bisa memaafkan keteledoranmu ini Ed, tetapi jika kau tidak mau melakuman apa yang ku katakan tadi, ingatlah bahwa aku bisa saja membuat usahamu lenyap dalam sekejap karena kau tidak profesional, permisi..." Angel langsung pergi meninggalkan rumah Edward dengan kemarahan yang memuncak.


Edward merasa sangat menyesal karena harusnya dia bisa menjaga dengan baik privasi kliennya tetapi dia sudah melakukan kesalahan yang sangat besar. Edward tidak menyangka jika Jeany melakukan hal itu.

__ADS_1


Dan beberapa menit setelah kepergian Angel, ternyata Jeany menghubungi Edward. Dia sempat berpikir bahwa Jeany meminta bertemu adalah untuk meminta maaf kepadanya tetapi justru masalah baru terjadi. Seperti yang ditakutkan Angel, Jeany justru mengungkap masalah foto itu pada orang lain, dan dimana disana juga ada Vino. Tentu saja Edward tidak mau mengambil resiko dengan kehilangan pekerjaannya karena tahu Angel bisa melakukan sesuatu yang akan menghancurkan pekerjaannyang sudah dijalaninya selama ini. Itu sebabnya dia harus berbohong dan Jeany saat ini pasti sangat kecewa kepadanya.


.


__ADS_2