Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 126


__ADS_3

Angel akhirnya datang dan menghampiri Vino yang sudah menunggunya. Vino berdiri lalu cipika cipiki, kemudian mengajak Angel duduk dan memesan makanan. Vino memanggil waiters dan menyuruh Angel memilih makanan yang ingin dipesannya. Setelah selesai senyum dari wajah Vino tidak hilang sambil memandangi Angel yang sangat dicintainya itu. Rasa lelah setelah bekerja seolah hilang begitu saja dengan melihat Angel.


Sementara Angel diam dan membalas senyum Vitto. Ini adalah waktu yang tepat baginya untuk berbicara dengan Vino mengenai pernikahan seperti apa yang dikatakan oleh Mamanya. Angel harus menyiapkan kata-kata yang tepat agar Vino mau menyetujui keinginannya dan tidak menaruh kecurigaan meskipun sebenarnya Angel tahu bahwa lelaki itu tetap akan setuju sebenarnya. Nanti setelah Vino setuju dan mereka bersua memulai persiapannya, diaitulah dia akan menjalankan tugas yang diperintahkan sang Mama.


"Bagaimana istirahatmu??? Kau sudah tidak lelah lagi kan sayang???" Tanya Vino.


"Cukup dan aku merasa baik sekarang.... Kau pasti kurang istirahat kan??? Karena harus langsung bekerja...???"


"Ya, pekerjaan segunung sedang menungguku di kantor tetapi elahku hilang saat ada kau disini...!" Vino menggenggam jemari Angel lalu mengecupnya lembut.


"Kau pandai sekali membual...!" Gumam Angel yang langsung membuat Vino tergelak.


"Memang inilah caraku mencintaimu...!" Ucap Vino kemudian.


Angel manarik napasnya dalam-dalam. Kemudian memanggil nama Vino pelan tetapi terdengar mesra. "Vino sayang....!"


"Ya....???" Jawab Vino.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu...!"


"Mengatakan apa??? Apa kau ingin membeli tas atau pakaian keluaran terbaru...???"


Angel menggelengkan kepalanya. "Ini mengenai pembicaraanmu beberapa waktu yang lalu sebelum kita pergi liburan, ya setelah ku pikir-pikir apa yang kau katakan memang benar...!"


Vino terlihat mengernyit, bingung dengan apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu. "Pembicaraan apa maksudmu???"

__ADS_1


"Tentang menikah, aku sudah memikirkannya baik-baik beberapa hari ini, dan aku memutuskan bahwa kita memang seharusnya menikah saja, kita sudah lama bersama dan begini-begini saja, dengan menikah itu pasti akan lebih baik...!"


Vino terbelalak matanya. "What...???? Kau bilang kau ingin kita menikah???"


Angel mengangguk sambil tersenyum.


Vino mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya, merasa masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dari Angel. "Sayang... Apa aku tidak sedang bermimpi???" Tanya Vino tetapi dia kali ini menepuk-nepuk pipinya sendiri dan menyadari bahwa memang bukan mimpi.


Ini yang selama ini sudah ditunggu oleh Vino, Angel akhirnya mau menikah dengannya. Walaupun hubungan mereka begitu bebas tetapi bukan berarti Vino tidak memiliki keinginan untuk membawa hubungan ini serius. Kebersamaan mereka selama ini bagaimanapun harus diresmikan dengan sebuah pernikahan tetapi Vino menghargai keputusan Angel yang masih belum memiliki niat menikah, dan akhirnya kekasihnya itu pun mau mengambil keputusan untuk mau diajak menikah.


"Aku sudah menunggu ini sejak lama.... Thanks sayang... Kau ingin kapan aku melamarmu??? Katakan??? Besok, lusa, bulan depan??? Atau sekarang? Aku akan melakukannya...!" Ujar Vino.


Angel terkekeh. "Kau ini.... Kita harus mempersiapkannya dengan baik, dan jangan buru-buru, aku ingin pernikahan kita di lakukan dengan meriah dan persiapannya harus matang... Itu yang terpenting...."


"Kau benar sekali... Aku tidak mau pernikahan kita dilakukan biasa biasa saja, aku ingin pernikahan yang mewah dan sangat meriah.... Karena itu adalah hari terbesar untuk kita berdua....!" Ujar Vino dengan wajah sumringah penuh dengan kebahagiaan.


*****


Vitto dan Rana sampai di apartemen. Vitto meletakkan kopernya dan milik Rana kemudian menyuruh perempuan itu untuk istirahat sebentar sambil menunggu makanan yang tadi di pesan Rana datang. Rana memilih duduk di sofa dan membaringkan tubuhnya disana, Vitto hanya bisa melempar senyumnya tetapi kemudian duduk di sofa lain.


Vitto mengajak Rana memahas tentang renovasi bakery Rana yang akan dimulai bulan depan. Dan nanti malam arsitek akan datang menyerahkan hasil rancangannya yang disesuaikan dengan keinginan Rana. Vitto melakukan itu untuk membuat Rana memiliki kesibukkan mengatur kembali usahanya meskipun nanti Rana tidak akan terjun langsung kesana seperti sebelumnya. Rana hanya akan mengurusnya dari sini dan mencari orang yang akan di ajari lebih dulu. Sehingga Rana juga masih bisa bersembunyi untuk sementara waktu menghindari Vino.


Rencanya pembangunan itu akan di kebut dalam 2 bulan, sehingga Rana juga bisa datang di peresmiannya dengan oerut yang masih belum terlalu besar. Setelah itu Rana hanya akan mengurus dibalik layar saja. Renovasi ulang dan perluasan akan dilakukan. Vitto mewujudkan keinginan Rana untuk memiliki bakery dengan cafe di dalamnya. Rana juga ikut menanggung biaya renovasi itu karena dia sebelumnya sudah memiliki tabungan, dan sisanya akan ditanggung oleh Papa Vitto.


"Aku rasa kau juga harus memulai untuk menyusun segalanya, menu dan lainnya mulai sekarang...!" Gumam Vitto.

__ADS_1


"Iya aku sudah memikirkan itu, besok aku harus mulai menyibukkan diri, membuat resep dan lainnya....!"


"Hmmmm tapi apakah hanya membuat resep..? Kau juga harus mempraktekkannya kan???"


"That's right....!!! Aku harus berbelanja beberapa barang sih, aku boleh keluar kan besok berbelanja? Aku akan bersama Tania dan Mario...!"


Vitto mengangguk. Dia mengijinkan Rana untuk pergi tetapi dengan syarat tetap dalam penjagaan bodyguard juga harus memakai masker. Rana pun setuju.


Suara interkom berbunyi, Vitto beranjak dari sofa membuka pintu. Tania memberikan plastik berisi makanan yang di pesan Rana serta mengembalikan ponsel Rana kepada Vitto.


"Kau dan Mario masuklah, kita makan siang bersama di dalam..!" Ajak Vitto pada kedua bodyguardnya yang ada di luar. Mereka pun menurut dannikut masuk.


Rana ternyata sudah berada di dapur dan membawa piring, mangkuk serta gelas. Melihat itu, dengan cekatan Tania membantu Rana meletakkan piring serta gelas di atas meja makan. Sedangkan Vitto membuka satu persatu makanan itu dari tempatnya.


Mereka berempat menikmati makan siang bersama di selingi obrolan ringan yang menyenangkan. Vitto tidak masalah jika harus makan bersama bodyguard atau anak buahnya itu sudah jadi hal biasa yang sering dilakukannya sebelumnya. Vitto sebelumnya sering melakukannya dengan para crew tempatnya syuting.


Ditengah obrolan itu, ponselnya bergetar, ada panggilan telepon dari Vino. Dengan cepat Vitto meminta semuana diam karena dia akan mengangkat telepon itu.


"Ada apa??? Kau seharian ini perhatian sekali padaku...!" Ucap Vitto kesal kemudian menyalakan speakernya


Tawa Vino pun terdengar begitu jelas. "Sorry sorry....! Aku menghubungimu karena aku ingin memberitahu kabar bahagia padamu, ku pikir kau orang pertama yang harus mendengarnya...!"


"Kabar bahagia??? Kabar apa??? Apa kau berhasil mendapatkan tender bagus...???" Tanya Vitto.


"Ini kabar yang lebih dari itu, ini sangat membahagiakan... Kau tau Vit, bahwa Angel akhirnya mau untuk menikah denganku.... Aku bahagia sekali karena aku sudah menunggu hal ini sejak lama, ini adalah hari yang sangat membahagiakan, kau akhirnya mau membantuku di perusahaan dan Angel juga memberiku jawaban atas pertanyaan dan ajakanku setelah sekian lama.... Aku benar-benar bahagia....!" Ungkap Vino dengan suara yang begitu bahagia.

__ADS_1


"Angel mau menikah denganmu???" Tanya Vitto tidak percaya tetapi dia langsung mengarahkan pandangannya pada Rana yang ada di depannya. Ekspresi Rana tidak kalah terkejut tetapi Vitto bisa melihat sekilas ada kesedihan dari tatapan Rana. Ini pasti bukanlah kabar yang menyenangkan untuk Rana.


__ADS_2