Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 82


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.....


Rana yang masih terlelap dikejutkan dengan suara ponselnya yang berdering di sampingnya. Dahinya berkerut, dia masoh mengantuk karena semalam menonton serial faforitnya di televisi. Harinya berlalu dengan tenang karena tampaknya Vitto benar-benar menjaga keamanannya disini, juga Rana tidak merasa bosan sama sekali meskipun sudah berhari-hari dia berada di apartemen ini karena ada banyak hal yang bisa dia lakukan. Mengisi waktunya dengan membaca buku, menonton film, memasak dan juga lainnya. Habya saja ada moment dimana Rana merasa kesepian karena tidak ada Vitto disini, tetapi lelaki itu setiap hari pasti selalu menghubunginya dan mereka akan mengobrol. Bahkan setiap malam Vitto selalu melakukan panggilan video lalu mengobrol hingga larut sampai diantara mereka ada yang tertidur.


Hanya saja semalam Vitto tidak menghubungi Rana, karena lelaki itu bilang bahwa dia sudah mulai untuk melanjutkan syuting lagi. Syuting film yang sempat dia batalkan dan hentikan. Vitto mau menerima tawaran itu lagi setelah melalui diskusi panjang dan alot, Vitto tetap dengan pendiriannya yaitu menolak. Ada waktu dimana Vitto menghubungi Rana lalu menceritakan hal itu kepada Rana. Saat itu Rana langsung memberi saran kepada Vitto agar tetap melanjutkan film itu dengan alasan penggemarnya sudah banyak yang menunggu. Bujukan Rana itu membuat Vitto akhirnya mau menerima kembali, dan sejak kemarin Vitto sudah mulai diaibukkan dengan aktifitasnya lagi.


Ponsel itu terus berdering, sambil memejamkan matanya Rana mengangkatnya. "Halo....!" Suara Rana terdengar berat karena dia masih mengantuk sekali.


"Kau masih tidur di jam segini????"


Mendengar suara itu, kedua mata Rana langsung terbuka, itu adalah suara Vitto. Siapa lagi yang akan menghubunginya selain Vitto, atau pengacara juga Papa Vitto, karena hanya tiga orang itu yang ada di kontaknya. "Ah iya.... Aku baru bangun...!!"


"Hahaha apa kau lupa hari ini hari apa? Dan bisa-bisanya kau masih tidur.... Apa jangan-jangan semalam kau tidak bisa tidur karena memikirkan nanti ya???" Tanya Vitto.


Rana baru teringat jika hari ini adalah hari sidang pertama perceraiannya dengan Vino. Dan agenda hari ini tentu adalah mediasi. Dia sudah diberitahu oleh Papa Vitto beberapa hari yang lalu bahwa Vino sudah pasti akan berusaha membatalkan perceraian ini yang artinya Vino akan mempertahankannya. Papa Vitto meminta Rana dan pengacara agar bersiap dengan hal itu. Dipastikan juga bahwa Vino akan hadir hari ini. Tentu ini akan menjadi hari dimana Rana akan bertemu dengan Vino lagi setelah dia bisa terbebas dari lelaki itu. Rana tidak tahu dengan apa yang akan terjadi jika dia kembali lagi bersama Vino, entah neraka yang bagaimana lagi yang disiapkan oleh lelaki itu untuknya.


"Ah ya aku hampir lupa.... Hahaha semalam aku tidur larut bukan karena memikirkan itu, tetapi aku menonton serial yang kau bintangi, aku menontonnya dari eps pertama sampai episode 6 hahaha, dini hari aku baru tidur....! Mungkin nanti aku akan melanjutkannya lagi" Ujar Rana diselingi gelak tawanya.


"Serialku??? Serial yang mana? Aku tidak ada serial di tahun ini???"


"Aku menonton As It Was hehehe dulu belum sempat menontonnya"


"As It Was??? Itu serial 2 tahun yang lalu, dan kau baru menontonnya??? Astaga.... Kau menyebalkan sekali, kau membohongiku perihal kau adalah penggemarku, tidak mungkin penggemarku baru menonton serialku 2tahun yang lalu....!" Gerutu Vitto yang langsung mengundang gelak tawa Rana.


"Ya aku pikir dulu menonton itu aadalah hal yang membosankan tetapi ternyata tidak, itu bagus sekali, aku sepertinya ketagihan... Apakah aslinya kau seromantis itu???" Tanya Rana lagi.


"Aku bisa lebih dari itu, apa kau ingin bukti.?? Btw apa kau jiga suka dengan episode ke 5???" Vitto pun bertanya balik.


Rana diam mencoba mengingat ada apa di episode 5 yang ditanyakan oleh Vitto. Tiba-tiba saja wajah Rana memerah karena yang dimaksud Vitto pastilah adegan panas dimana Vitto dengan agresif dan penuh keahlian mencium perempuan lawan mainnya. Lalu dilanjutkan dengan adegan lebih intiim lagi, ya meskipun itu hanya akting dan tidak benar-benar dilakukan, tetapi siapa saja yang melihatnya akan terbawa oleh suasananya. Itu juga yang dirasakan oleh Rana semalam. Vitto terlihat sangat totalitas dalam aktingnya hingga itu seperti real.

__ADS_1


"Astaga.....! Adegan itu ya??? Hahaha kau sangat ahli dan pasti sering melakukannya, iya kan???"


"Itu hanya akting, tetapi jika kau bertanya apakah aku sering melakukannya? Jawabannya tidak karena sekarang aku tidak punya pasangan, tetapi jika kau mau jadi pasanganku itu akan bagus....! Bagaimana jika kau saja yang menikah denganku, jadi aku bisa melakukannya setiap hari...." Gumam Vitto.


Mulut Rana langsung tertutup. Dia terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh Vitto. Tetapi sedetik kemudian terdengar suara tawa Vitto. "Aku hanya bercanda..... Kau kenapa diam? Oke jangan terlalu pikirkan, aku menggodamu dan kau langsung diam, hahaha.... Oke abaikan saja, bagaimana persiapanmu untuk hari ini???" Tanya Vitto.


"Tidak ada persiapan khusus aku hanya akan mempertahankan keinginanku untuk berpisah dari Vino"


Vitto tersenyum. "Aku hanya bisa mendoakanmu dari sini, langsung kabari aku jika sudah selesai, aku sudah mengirim seorang pengawal lagi untukmu, pengawal itu perempuan, jadi jika kau ingin ke toilet atau kemana untuk hal pribadi kau bisa bersamanya dan dalam penjagaannya sehingga kau tidak perlu merasa canggung, dia pandai bela diri dan sudah bersertifikat jadi kau akan aman bersamanya...!"


"Thank Vit... Kau selalu bisa menjagaku meskipun tidak bersamaku....!"


"Jangan takutkan apapun oke? Kau akan aman, kau diikuti atau tidak oleh Vino ataupun orang-orangnya, kau tetap harus melakukan apa yang sudah jadi rencana kita kemarin, semua untuk berjaga-jaga saja, kalau kau masih mengantuk kembali lah tidur, aku juga harus beristirahat, bye...!" Vitto kemudian menutup teleponnya.


Rana meletakkan ponselnya diatas meja dan tersenyum lebar. Apa yang sudah dilakukan oleh Vitto selama ini untuknya itu sangat luar biasa. Vitto benar-benar menepati janjinya untuk memastikan keamanannya. Dan Rana sangat berharap bahwa hari ini bisa berjalan dengan lancar sesuai keinginannya karena jika hari ini berhasil maka jalannya untuk berpisah dengan Vino akan lebih mudah setelahnya.


Rana beranjak dari tempat tidurnya, pergi mandi dan menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri. Entah kenapa hari ini moodnya sangat baik. Mungkin karena Vitto mengawali harinya dengan banyak tawa. Rana juga bisa merasakan kenyamanan di dirinya setelah mengenal Vitto lebih dekat.


Vino datang lebih awal ke pengadilan, dia datang sendiri tanpa di dampingi oleh kuasa hukum. Sementara itu dia sudah memerintahkan beberapa orang bayarannya untuk berjaga diluar pengadilan bertugas mengawasi Rana. Vino sudah menyusun rencana untuk membuntuti Rana, jika ada waktu yang tepat tentu menculik Rana lalu kembali menyekapnya adalah hal yang sudah ditunggu oleh Vino beberapa hari ini. Dan mengenai niatnya untuk mempertahankan Rana tentu sudah Vino siapkan, dia tidak bisa begitu saja melepaskan Rana. Dan dia juga sudah bersiap dengan aktingnya agar Rana mau kembali kepadany dengan janji-janji yang sudah dia rangkai. Tetapi jika itu tidak berhasil, membuntuti dan menculik Rana adalah jalan terakhir yang harus dia tempuh. Balas dendamnya belum berakhir, Rana harus kembali bersamanya.


Selang 30 menit setelah kedatangan Vino, Rana yang di dampingi oleh pengacara juga datang, dan dibelakang mereka ada 3 bodyguard yang siap mengawal Rana. 2 orang laki-laki dan juga 1 orang perempuan, salah satu bodyguard itu berpakaian biasa yang bertugas mengawasi dari kejauhan, sementara seorang lainnya dan juga bodyguard perempuan akan selaulu bersama dengan Rana. Rana memejamkan matanya, menghela napasnya dan menyebut nama Tuhan untuk membuatnya merasa lebih baik serta berharap Tuhan memberinya kelancaran untuk menghadapi Vino, laki-laki yang pernah dicintainya, mungkin sampai saat ini dia masih memiliki perasaan itu kepada Vino, tetapi Rana selalu berusaha untuk melepas semua itu pelan-pelan dari hatinya. Vino tidak baik untuknya, itulah kenyataannya. Hanya akan membuang banyak waktu saja jika dia terus berharap pada lelaki itu.


Rana dan yang lainnya berjalan menuju ruang mediasi. Dimana ternyata disana Vino sudah menunggu. Ekspresi terkejut Vino ketika mengetahui siapa yang ada bersama dengan Rana terlihat jelas sekali. Ya, Vino melihat ada pengacara yang sangat dikenalnya, itu adalah pengacara kepercayaan keluarganya dan pengacara itu sangatlah mahal. Pertanyaan yang pertama kali keluar dari Vino adalah Rana mendapat uang dari mana untuk menyewa pengacara itu. Tetapi yang membuat Vino lebih terkejut lagi adalah keberadaan 2 orang bodyguard.


Pengacara itu mendekati Vino dan menyalaminya. "Apa kabar Mas Vino....???" Tanya pengacara itu.


Vino memberikan senyumnya. "Kabarku baik, apa anda adalah pengacara istri saya???" Vino bertanya untuk memastikannya.


"Ya, Nona Rana ini adalah klien saya, dia datang ke kantor untuk meminta bantuan saya mengenai permasalahannya dengan suaminya, saya tidak menyangka jika anda adalah suami dari nona Rana....!"

__ADS_1


Vino kembali tersenyum. "Oh begitu.... Sebelumnya saya juga sempat berpikir untuk berkonsultasi dengan anda nanti, tetapi ternyata anda sudah menjadi bagian dari istri saya..."


Vino kemudian melangkah menghampiri Rana. Dia memandangi Rana dari ujung kaki hingga kepala, menyadari bahwa Rana terlihat lebih baik dari sebelumnya. Sepertinya Rana sudah menemukan tempat yang nyaman sekarang. Hanya satu yang menggelitik pikiran Vino adalah bagaimana Rana bisa seperti ini, pasti ada seseorang yang sudah membantunya.


Vino mengulurkan tangannya. "Apa kabar sayang??? Kau terlihat lebih baik... Aku senang melihatnya....!" Ucao Vino tanpa basa-basi.


Rana menerima uluran tangan Vino. "Aku baik....!" Jawabnya singkat.


Vino melirik ke arah 2 bodyguard yang ada di belakang Rana. Sepertinya Rana tidak main-main dan saat ini lebih cerdas dari dugaannya. Rana tampaknya sudah bersiap dan tidak mau mengambil resiko sehingga dia membawa 2 bodyguard bersamanya. Tetapi bagaimana bisa Rana bisa memikirkan hal itu. Vino sangat yakin bahwa ada seseorang yang membantu Rana dan orang itu pasti bukan orang sembarangan sehingga bisa memberikan penjagaan juga pengacara yang berkelas seperti pengacara yang sudah jadi langganan keluarganya. Tetapi siapa orang itu? Vino akan segera mencari tahu.


Akhirnya mereka di panggil untuk memasuki ruang mediasi. Rana kembali berdoa di dalam hati agar dia diberi kekuatan dan ketetapan hati supaya tidak terpengaruh dengan ucapan Vino seperti dulu lagi.


Proses mediasi itu berjalan sangat alot dan lebih dari 2 jam. Dimana Rana tetap kekeuh dengan pendiriannya untuk menolak ajakan Vino kembali. Hal yang sama juga dilakukan oleh Vino dimana dia tidak mau berpisah dengan Rana dan masih mencintai Rana. Dan ada moment dimana Vino menangis mengakui kesalahannya dan ingin tetap bersama Rana, dia juga berjanji tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama. Tetapi Rana sudah belajar dari sebelumnya bagaimana dia dulu terpengaruh oleh kebaikan dan janji-janji yang dilontarkan Vino kepadanya, tetapi ketika sudah menikah, hidupnya ustru dibuat bagai di penjara dan dia di siksa dengan keji oleh Vino. Rana ingin kehidupannya kembali seperti dulu, dan Rana dengan tegas mengatakan bahwa dalam perceraian ini dia tidak ingin menuntut apapun dari Vino.


Pada akhirnya mediasi itu berakhir dengan kegagalan. Karena baik Rana maupun Vino menginginkan kelutusan yang tidak sejalan. Minggu depan akan mulai dilakukan persidangan dimana keduanya akan ditanyai oleh hakim perihal permasalahan rumah tangga mereka. Vino terlihat biasa saja, karena dia masih memiliki waktu untuk kembali dengan Rana. Gagal hari ini bukan berarti akan gagal nanti. Rana harus tetap dalam genggamannnya. Itulah janji Vino.


Rana akhirnya pergi bersama pengacara serta bodyguardnya. Pengacara akan mengantar Rana pulang. Mobil mereka pun mulai meninggalkan pengadilan. Tetapi tanpa mereka sadari mereka juga diikuti oleh 2 orang yang tak lain adalah orang bayaran dari Vino. Mereka akan membuntuti dan mengawasi Rana, kemanakah Rana saat ini akan pergi dan dimana dia tinggal karena itu akan memudahkan tugasnya membantu Vino.


Mereka terus membuntuti mobil yang tadi di tumpangi oleh Rana, hingga akhirnya mobil itu masuk ke halaman sebuah hotel. Bukan hotel mewah melainkan hotel yang standart. Rana turun dari sana bersama dengan bodyguard perempuan, sementara bodyguard laki-laki turun dari motor yang dinaikinya.


Pengacara itu keluar dan tampak menyalami Rana, juga mereka mengobrol sebentar sampai akhirnya pengacara itu kembali masuk ke mobilnya, dan mobil itu pergi meninggalkan Rana. Kemudian terlihat Rana mengobrol dengan kedua bodyguardnya entah apa yang diobrolkan oleh mereka, tak lama setelah itu, kedua bodyguard itupun menaiki kembali motornya dan meninggalkan Rana sendirian.


Rana masuk ke hotel bersama dengan bodyguard perempuannya. Sudah jelas bahwa Rana pasti menginap di hotel itu. Dengan cepat kedua laki-laki suruhan Vino itu menghubungi Vino untuk menyampaikan kabar baik ini. Mereka mengatakan kepada Vino dan memastikan bahwa Rana menginap di hotel itu, tetapi keduan bodyguard Rana sudah pergi meninggalkan Rana, mengartikan bahwa Rana hanya menyewa mereka untuk menjaganya di luar saja.


Vino kemudian meminta mereka agar terus mengawasi hotel itu, memastikan Rana masih berada disana. Mereka berdua pun mengiyakan dan akan terus mengawasi hotel itu. Vino akan memikirkan langkah selanjutnya untuk membawa Rana kembali.


Disisi lain, Rana langsung menuju salah satu kamar yang ada di hotel itu, ternyata disana dia sudah ditunggu oleh seseorang. Rana meminta kepada orang itu agar menunggunya diluar, sementara dia akan berganti pakaian dan bersiap. Hanya beberapa menit saja Rana sudah mengganti pakaiannya yang tadi dengan pakaian longgar, rambutnya sudah dia ikat dan dia memakai topi serta masker juga kacamata. Lucunya adalah Rana saat ini duduk disebuah kursi roda. Dia membuka pintu kamar itu lalu memutar kursi rodanya. Orang yang tadi sudah menunggunya pun langsung bersiap dan mendorong kursi roda itu, membawa Rana pergi. Ini adalah sebuah rencana yang cerdik yang disusun oleh Vitto untuk mengelabuhi Vino.


Rana dan orang itu pergi keluar hotel bukan melalui pintu utama melainkan pintu darurat dimana sebenarnya Vitto sudah menyiapkan semuanya termasuk ijin dari manager hotel yang ternyata adalah kenalan Vitto. Rana dan orang itu keluar dari pintu lain menuju area parkir, dan mobil juga sudah disiapkan disana. Setelah dibantu masuk, mobil itupun langsung meninggalkan area hotel dengan aman menuju apartemen Vitto dimana Rana tinggal dimana selama ini.

__ADS_1


Rana menerima sebuah pesan dari seorang bodyguardnya yang atdi berpakaian biasa, dimana dia melaporkan bahwa saat Rana keluar dari pengadilan, sebuah mobil mengikutinya dari jauh, dan mobil itu terparkir di pinggir jalan tak jauh dari hotel tempat Rana berhenti. Dan dia sangat yakin bahwa irang itu pastilah orang suruhan dari Vino. Sampai saat ini mobil itu masih berada di tempat yang sama padahal Rana sudah meninggalkan hotel yang artinya mereka tidak tahu mengenai penyamaran Rana. Senyum Rana mengembang diwajahnya, ini cukup lucu tetapi berhasil. Vitto memang brilian dan selangkah lebih maju daripada Vino, tidak salah lagi mungkin itulah alasan Vitto menjadi aktor yang pandai berakting.


Tana akhirnya sampai di apartemen dengan masih melakukan hal yang sama seperti ketika di hotel itu. Samlai di unit milik Vitto ternyata bodyguardnya yang tadi meninggalkannya juga sudah sampai dan menunggunya di depan. Rana mengucapkan terima kasih lalu masuk ke apartemen dan beristirahat, menunggu Vitto menghubunginya, karena jika dia menghubungi Vitto lebih dulu, dia tidak bisa menjamin apakah Vitto akan mengangkatnya atau tidak mengingat Vitto saat ini sedang sibuk dengan pekerjaannya.


__ADS_2