Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 244


__ADS_3

Vino menatap frame foto yang di pegangnya. Rana dan Vitto tersenyum lebar memperlihatkan tangan Rana yang di hiasi oleh cincin. "Kemeja...??? Astaga iya, kemeja itu kan di beli boleh Rana, jadi itu untuk Vitto??? Dan Rana juga memakai cincin di jari manisnya???" Gumam Vino.


Vino akhirnya teringat dengan kemeja serta cincin yang di pakai Rana saat bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu. Untuk membuktikan apakah cincin itu yang pernah di posting oleh Vitto di sosial media nya, Vino pun mengambil ponselnya. Dia lekas membuka sosial media nya dan mencari nama Vitto disana, kemudian perlahan men scroll untuk mencari foto itu.


"Sama.... Cincin yang sama seperti yang aku lihat kemarin saat bertemu Rana... Jadi selama ini Vitto berhubungan dengan Rana???? Dan dia membohongiku... Selama ini dia sudah menusukku... Brengseeekkkk.....!!! Aaarrghhh....! " Vino berteriak kesal dan membanting frame foto yang di pegangnya. Frame itu pecah berkeping-keping, dan wajah Vino berubah menjadi penuh kemarahan. Dia sudah di bohongi oleh Vitto. Kakaknya itu ternyata berhubungan dengan Rana dan sekarang Rana akan di nikahi oleh Kakanya sendiri.


Vitto dan Rana sampai di dalam rumah, langkah mereka terhenti di depan kamar Vitto. "Aku akan mandi di kamar tamu, ambilkan pakaianku di dalam ya?? Setelah itu kau bisa istirahat sebentar dan nanti kita makan malam..!" Ucap Vitto pada Rana kemudian mendaratkan sebuah kecupan di dahi perempuan yang akan segera menjadi istrinya itu.


"Baiklah.. Kau bisa mandi, aku akan ambilkan pakaianmu di dalam...!"


"Oke...!" Ucap Vitto kemudian dia meninggalkan Rana untuk mandi di kamar tamu.


Vino yang masih terpaku di dalam kamar Vitto, mendengar sayup-sayup suara Rana dan juga Vitto. Vino mengasumsikan bahwa Vitto sudah pulang dan ada Rana juga bersamanya. Vino di lingkungan dengan emosi yang memuncak, rasanya dia ingin sekali memberi pelajaran kepada Vitto. Selama ini dia sudah di bohongi dan di permainkan oleh kakaknya sendiri. Vino bergegas keluar kamar untuk bertemu dengan Vitto.


Rana memegang handel pintu untuk mendorongnya masuk, bersamaan dengan itu Vino juga melakukan hal yang sama dan membuka pintu dari dalam kemudian melangkah keluar. Sontak hal itu membuat Rana sangat terkejut. Belum sempat berpikir, tiba-tiba saja seseorang yang keluar dari kamarnya itu berlari dan langsung menendang Vitto hingga Vitto tersungkur dan jatuh ke lantai.


Vitto tentu saja terkejut, dan menoleh ke belakang, mendapati Vino mentapnya dengan tatapan tajam dan penuh kemarahan kepadanya. "Vino...??" Ucap Vitto.

__ADS_1


Vino menarik Vitto, dan mendorong kakaknya ke lantai. Posisi Vitto berubah jadi berbaring. Detik itu juga Vino menghujani Vitto dengan pukulan-pukukan keras di wajah kakaknya.


"Brengseeekk..... Penipu..... Beraninya kau membohongiku selama ini... Kau benar-benar brengsek... Jadi kau selama ini yang sudah bermain serong dengan istriku, kau membawanya tinggal bersamamu, kau juga yang pasti sudah menyuruhnha untuk menceraikan ku, kau juga pasti menyuruhnya membenciku, bahkan kau juga yang selama ini menyembunyikannya dariku... Dasar tidak tahu diri...!" Ucap Vino dengan terus memukuli wajah Vitto.


Vitto berusaha mendorong Vino, dan akhirnya berhasil. Dia lalu berdiri. Tetapi Vino justru tidak mau menyerah dan berdiri menghampiri Vitto untuk memukul lagi kakaknya. Vino tersulut emosi nya, sudah tidak bisa lagi menahannya. "Kau brengsek.....!!!! " Teriaknya lagi dan masih terus berusaha memukuli Vitto tetapi kali ini Vitto sudah bisa berusaha menghindar dan karena Vino tidak mau berhenti untuk menyerangnya, Vitto akhirnya mendaratkan satu pukulan di wajah adiknya. Vino semakin marah dan mereka berdua pun menjadi saling menyerang satu sama lain.


Rana berteriak histeris dan menghampiri keduanya untuk memisahkan mereka. "Berhenti...... Vino.. Vitto...! "


Kedua bersaudara itu terus saling memukul. Rana semakin histeris karena tidak ada yang mau mengalah. "Stooopppp.... Ya Tuhan kaliaan.... Pleaseee stoppp...." Teriak Rana.


Teriakan dan usaha Rana sia-sia karena Vino terus berusaha memukul Vitto, tetapi Vitto sedikit lebih tenang melihat ketakutan Rana serta is akan perempuan itu dan dia mencoba menghindari pukulan Vino.


Vitto yang melihat Rana terjatuh, untuk bergegas menolong perempuan itu. Dia memegang tangan Vino yang akan memukulnya. Vitto mendorong Vino, dan bergegas menolong Rana. "Kau tidak apa-apa????" Tanya Vitto khawatir.


Rana menggelengkan kepala nya dan mulai menangis. "Aku minta berhenti...!" Ucap Rana sambil terisak.


Dari belakang Vino kembali menarik Vitto dengan kasar, tidak mengindahkan permintaan Rana. Kali tatapan menyala terlihat jelas di mata Vitto. Dia berdiri dengan penuh kemarahan dan menatap Vino. "Pergilah dari rumahku dan jangan membuat keributan....!" Vitto berteriak.

__ADS_1


"Kau brengsek, penipu, ingin sekali rasanya aku menghabisimu sekarang juga...!"


"Lakukan saja jika kau bisa....!" Vitto menantang Vino.


"Kau menantang ku????" Vino tersenyum mengejek. "Oh tentu saja kau berani menantang ku?? Kau saja berani membohongiku selama ini, kau berpura-pura membantu Rana, dan kau memberikan perhatian kepadanya agar dia masuk dalam jebakan mu, kau menyembunyikan hubunganmu dan Rana dari semua orang, apa kau takut jika kau di cap sebagai perebut istri adikmu sendiri??" Vino kembali melempar senyum mengejeknya pada Vitto dan bertepuk tangan.


"Wow Vitto.... Ternyata selama ini kau menyembunyikan skandal yang begitu besar, kau ingin menikahi mantan istriku setelah dia menceraikan ku, dan aku mengasumsikan jika kau pasti yang sudah mencuci otaknya agar dia menceraikanku, kau memang Brengseek...!" Vino membuang muka dan meludah, seolah dia ingin sekali mencela Vitto.


Vino beralih menatap Rana dengan jijik. "Dan kau Rana???" Vino menunjuk wajah Rana. "Kau ini kenapa??? Apa kau tidak belajar dari sebelumnya??? Apa kau tidak takut jika kau akan di tipu lagi oleh kakakku yang tampan ini??? Atau kau sebenarnya memang perempuan matre yang hanya mengejar kami para laki-laki ber uang??? Sehingga kau selalu bisa dengan mudah menerima cinta kami??? Berapa uang di berikan Vitto padamu sehingga kau mau menjadi simpanannya dan juga berani menceraikan ku, padahal kau tahu bahwa kau sedang hamil anakku??? Apa yang Vitto janjikan padamu??? Apa sebegitu murahnya dirimu dan juga tubuhmu itu?"


Sontak Rana kembali berurai air mata mendengar hinaan Vino, dan lelaki itu merendahkan harga diri nya. Ini adalah pertama kali nya dia merasa begitu sakit, bahkan melebihi sakit yang harus di tanggung nya ketika dulu melihat Vino berhubungan badan dengan Angel di depan matanya. Ini begitu sakit. Ada rasa sesak dan penuh penyesalan di hati Rana, kenapa dulu dia bisa mencintai Vino.


"Jaga ucapanmu Vin....!" Teriak Vitto dan dengan kasar dia menarik kerah kemeja Vino. "Jangan pernah katakan hal buruk tentang Rana, kau seharusnya malu dengan ucapanmu dan juga perilaku mu selama ini kepadanya, kau menghina dan merendahkannya tetapi kau lupa dengan apa yang sudah kau lakukan padanya dulu... Siapa yang berkhianat dan siapa pula yang berhati busuk??? Kau atau Rana???"


"Vitto.. Lepaskan dia...!" Ucap Rana di selinyi is akan yang terdengar sangat pilu. Rana melangkah maju, dan melepaskan. tangan Vitto yang sedang menarik kerah Vino. Vitto pun melepaskannya dan menatap Rana. Sementara perempuan itu memilih berdiri di depan Vino menghalangi tubuh Vitto.


"Jika Vitto membayar ku dengan sejumlah uang, lalu apa masalahmu dengan hal itu??? Bukankah kau juga melakukan hal yang sama pada Angel?? Kau menghujani nya dengan banyak materi, lalu kau mendapatkan hal dari dirinya! Lalu apa salahnya denganku jika aku juga melakukan itu??? Kau berhubungan badan dengan perempuan lain di depanku saja aku tidak pernah mempermasalahkannya?" Ujar Rana dengan suara bergetar mencoba menahan agar air mata nya tidak tumpah.

__ADS_1


"Kau menyiksaku setiap waktu jika ada kesempatan, aku tidak pernah mempermasalahkannya juga.. Seseorang datang lalu menghujani ku dengan kebahagiaan yang sebelumnya tidak pernah aku dapatkan saat bersamamu, lalu apa salah jika aku lebih memilihnya daripada dirimu??? Toh jika aku tetap bersamamu, aku tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan, karena hatimu hanya di penuhi oleh cintamu pada Angel, lalu untuk apa aku harus bertahan dengan orang sepertimu???" Lajutnya lagi.


Rana tersenyum sinis menatap Vino seolah ingin menentang lelaki itu. "Kau itu adalah orang paling munafik yang pernah aku temui, setelah tahu bahwa kau di manfaatkan oleh kekasih tercinta mu itu, kau mulai menggila untuk mencariku dan meminta maaf padaku, apa kau pikir aku terlalu payah untuk bisa menerima maafmu dan kembali lagi padamu?? Sorry... I'm not stupid, kesakitan yang kau tinggalkan terlalu dalam, hingga aku mati pun aku tidak akan pernah melupakan semua itu... Sekarang berhentilah menyalahkan orang lain dan koreksi dirimu??? Dan ingatlah siapa yang berkhianat di antara kita bertiga..??!!!!? Kau, aku atau Vitto yang mau menerima segala kekuranganku selama ini.. Coba katakan padaku??? Siapa diantar kita yang berkhianat???" Ujar Rana dengan suara bergetar menahan kemarahan nya pada sikap Vino.


__ADS_2