Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 361


__ADS_3

Sore hari nya....


Vitto masuk ke dalam bakery dan dia langsung mencari istrinya. Ternyata Rana sedang ada di dapur, terlihat sedang berbincang dengan salah seorang pegawai nya. "Oh Hai.. Kau sudah datang ternyata.... " Rana menghampiri Vitto, mencium tangan lelaki itu dan memeluknya sebentar.


"Sudah sepi ya??? Jeany mana???" Tanya Vitto.


"Dia sudah pulang sekitar satu jam yang lalu, dia ingin mengajak ku pulang bersama, tetapi aku bilang bahwa kau akan datang untuk menjemputku.. Jadi dia pulang lebih dulu.. "


"Aku padahal ingin bertemu dengan nya dan ingin menggoda nya mengenai Edward, ternyata dia sudah pulang.. Hahaha..."


"Aku sudah melakukannya tadi.. "


Vitto tersenyum. "Kita pulang sekarang???" Tanya Vitto.


"Ya, kita pulang sekarang, sudah beres semua nya kok... "


"Oke.. "


Rana berpamitan kepada pegawai nya yang masih akan membersihkan dapur. Setelah itu, Rana pulang bersama Vitto, dan akan di kawal juga oleh kedua bodyguard nya.


Mereka masuk ke dalam mobil, dan Vitto mengendarai mobilnya. Vitto melirik ke arah istrinya yang berada di sampingnya. Senyumnya mengembang karena akhirnya dia kembali bertemu perempuan itu setelah berpisah sejak pagi tadi.


"Kau ingin langsung pulang?? Atau kau ingin pergi kemana???" Tanya Vitto.


"Pulang saja... Aku lelah sekali, sudah lama tidak bekerja seharian, rasanya kaki ku pegal setelah membuat beberapa kue tadi..."


"Kau sudah punya banyak karyawan, jadi nanti jangan kerahkan seluruh tenaga mu untuk mengurus bakery, kau harus mengarahkan mereka saja... Aku tidak ingin kau terlalu lelah dan itu membuatmu sakit... Bisa susah aku... Ingat, kau juga harus mengurus ku... "


"Iya...." Rana menyandarkan kepala nya di pundak Vitto.


"Kau adalah sumber kebahagiaanku, tidak akan ada satupun yang bisa menyakitimu, bahkan jika itu keluargaku sendiri, aku tidak akan mengampuni nya..." Gumam Vitto dalam hati.


Vitto menggenggam tangan Rana dan menciumnya. Kehadiran perempuan ini telah mengubah kehidupannya, membuat semua semakin berwarna, dan ini adalah tujuan hidup penuh kebahagiaan bagi Vitto. Dia akan selalu berusaha menjaga hatinya untuk Rana, memberi kebahagiaan dan memiliki keluarga yang bahagia ke depannya. Dengan hadirnya anak di kehidupan mereka nanti. Walaupun saat ini masih bum bisa, tetapi Vitto yakin bahwa nanti dia dan Rana akan memiliki anak yang lucu, menggemaskan dan sangat manis. Vitto juga tidak akan membiarkan siapapun bisa menyakiti Rana, perempuan yang sangat dia cintai. Kejahatan tidak boleh di biarkan begitu saja, apalagi menghancurkan kebahagiaan orang lain adalah sebuah kejahatan yang tidak bisa di maafkan begitu saja.


★★★★


Beberapa hari kemudian...


Bakery dan Cafe Rana sudah mulai ramai, ada banyak orang yang datang untuk menghadiri grand opening nya. Bahkan ada juga wartawan yang sengaja datang untuk meliput acara itu. Seperti nya pengaruh Vitto sebagai orang yang terkenal dan memiliki fans cukup banyak, membuat mereka berduyun-duyun datang, di tambah ada promo juga untuk pembelian kue dan juga roti.


Mobil Vitto akhirnya sampai juga. Mereka bisa melihat sudah banyak orang yang datang. Dia melirik dan melempar senyum pada istrinya. "Kau siap???" Tanya Vitto.


"Aku sedikit nervous.. Banyak sekali yang datang. .. "

__ADS_1


"Ada beberapa komunitas penggemar ku dari beberapa daerah yang datang, selain datang untuk mm bertemu denganku, mereka juga ingin mencicipi kue buatan istriku, sekaligus memberi kita ucapan selamat atas pernikahan kita... Oh iya... Aku lupa satu hal... "


"Lupa apa???" Tanya Rana bingung.


"Sebentar...." Vitto melepaskan seatbelt nya dan menghafap ke belakang tepatnya di kursi penumpang belakang mobilnya. Dia mengambil sebuah paperbag dan mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam nya. "Pakai ini... " Pinta Vitto pada Rana.


"Apa ini???" Rana tampak bingung.


"Pakai saja.. Jangan banyak bertanya... "


"Bagaimana aku memakai nya???"


"Pakai saja, buka baju mu, tidak akan ada siapapun yang melihatnya.. kaca mobilku gelap dari luar... Ayo pakai dan jangan banyak protes atau bertanya... "


"Tapi...????"


"Rana sayang... Aku bilang pakai... "


Rana akhirnya melepaskan baju nya dan memakai apa yang di suruh oleh Vitto. Jika suami nya sudah memaksa maka dia tidak bisa untuk menolaknya. Setelah selesai, dan memastikan kenyamanannya, Vitto pun mengajaknya untuk keluar dari mobil. Vitto keluar lebih dulu dan berlari untuk membuka pintu mobil untuk Rana. Sontak kemunculan Vitto dan Rana langsung mengundang keriuhan.


Vitto menggandeng Rana untuk memasuki area depan Bakery. Vitto dan Rana menyala serta mengalami orang-orang yang datang, mengucapkan Terima kasih kepada mereka. Datang juga para sahabat dan teman dekat Rana dan Vitto, seperti Jeany bersama keluarga nya yang memang sudah seperti orang tua Rana sendiri. Hadir juga Cahya dan Aditya serta kedua anak mereka yang menggemaskan, Kurang dan Kyros. Elea juga ada dan bersama nya ada suami nya Danist, ada juga Ariel yang menggendong Gienka yang sangat lucu. Serta Randy juga hadir bersama Chitra dan Louis. Sayangnya keluarga Vitto tidak bisa hadir karena mereka sedang ada di luar negeri, tetapi tentu nya mereka tetap memberikan doa untuk kelancaran acara ini.


Karena Vitto dan Rana sudah sampai, maka acara pun di mulai. Ada sambutan dari mereka berdua. Tentu sebagai hal utama yang harus mereka lakukan adalah mengucapkan Terima kasih atas kehadiran orang-orang yang sudah menyempatkan waktu untuk datang, serta rasa syukur yang tidak terhingga di ucapkan oleh Rana. Dia sempat kehilangan tempatnya mencari rezeki tetapi pada akhirnya Tuhan mengganti hal yang hilang itu dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Rana ingin melupakan dan memaafkan apa yang dulu pernah terjadi kemudian berbaikan dengan keadaan. Karena sebagai manusia harus berfokus pada hal yang ada di depan mata, bukan mengingat lagi hal buruk yang dulu pernah terjadi.


Setelah sambutan, acara peresmian di mulai. Tangan Vitto memegang pergelangan tangan Rana dan Rana memotong pita sebagai bentuk simbolis. Setelah pita terpotong, sebuah kain putih tiba-tiba terjatuh, semua orang melihat ke atas. Sebuah papan nama bertuliskan nama Bakery dan Cafe ini. Semua orang bertepuk tangan. Hal itu menandakan bahwa Bakery dan cafe ini sudah di buka. Senyum simpul penuh kebahagiaan menghiasa wajah Rana, dan Vitto sejak tadi memeluk istrinya itu.


congrats..." Cahya memeluk Rana dan mereka cipika-cipiki.


"Thanks ya Ca....!!! Thanks sudah menyempatkan waktu untuk datang..." Rana membalas pelukan Cahya.


"Tentu saja kami akan datang, Kyra dan Kyros sudah tidak sabar mencoba choux buatanmu... Sejak kemarin mereka terus membahasnya karena aku memberitahu mereka jika bakery mu akan buka dan akan ada banyak kue choux disana, jadi nya mereka sangat tidak sabar kesini... Benarkan???" Cahya melihat ke bawah, dimana Kyra dan Kyros sedang berdiri di antara Cahya.


"Ya... Choux, Ky ingin mamam choux... " Ucap Kyros.


Rana melempar senyum nya dan duduk berjongkok untuk mencubit dan mencium Kyros serta Kyra. "Aunty akan memberi kalian banyak Choux... Tenang saja... " Rana mencium kedua bocah itu. Rana berdiri lagi dan tersenyum membalas ukuran tangan Aditya.


"Congrats ya Ran... Akhirnya bakery mu buka juga... " Ucap Aditya.


"Thanks Dit...."


Selain Cahya dan Aditya yang memberi ucapan selamat, yang lain juga bergantian. Dan Vitto mempersilahkan semua orang untuk menikmati hidangan yang ada secara gratis. Dan jika ada yang ingin membawa kue ataupun roti bisa membeli dengan potongan harga 50% dan bisa mendapatkan tanda tangannya dan juga berfoto dengannya. Semua pun tampak antusias. Dan mereka mulai mengantri menikmati hidangan yang ada, dimana hidangan itu nanti juga akan di jual disini.


Sementara itu, Clara berdiri di sebelah mobilnya, dan ada juga Vita bersama nya. Clara tampak marah sekali dengan Vita, karena tiba-tiba saja wanita itu berniat menggagalkan seluruh rencana yang sudah mereka rencana kan sebelumnya.

__ADS_1


"Tidak Clara... Tante tidak berani melakukannya.... Vitto bisa marah sekali kepada Tante nanti... " Ucap Vita.


"Tante ini bagaimana, rencana sudah 100% kenapa nyaki tante justru menciut????" Clara tampak marah dengan wajah memerah.


"Tante akan memperingatkan Rana agar dia menjauhi Vitto dan berpisah dengan Vitto, jika untuk mencelakai nya tante tidak berani.... Vitto bisa menyeret tante ke penjara.. Tante tidak mau..."


"Vitto anak tante, tidak mungkin dia membawa tante ke penjara, kemarin saja saat dia menyeret Angel, Mama nya dan juga Jason yang menipu Vino, anak-anak tante tidak melaporkan tante juga, padahal Tante juga menipu mereka selama ini, artinya mereka masih peduli dan menghormati tante sebagai ibu nya... " Clara setengah berteriak.


"Tidak... Mereka memang membiarkan tante karena Tante ibu mereka dan mereka masih memberi tante kesempatan, tetapi jika kali ini tante harus membunuh dan menyakiti istri Vitto, tante tidak bisa... Tante akan memperingatkannya saja nanti.... Ini milikmu... Tante tidak bisa melakukannya... " Vita mengembalikan pisau Clara lalu meninggalkan Clara dan masuk ke dalam area bakery Rana. Wajah penuh kemarahan terlihat jelas dari Clara. Rencana nya gagal. Si Vita tidak mau bekerja sama dengannya.


"Jika Vitto tidak berpisah dengan Rana, maka aku sendiri yang akan memisahkan mereka... " Geram Clara.


Semua orang sedang menikmati sajian yang di hidangkan dan asyik mengobrol satu sama lain. Sedangkan Rana memilih untuk mengecek setiap hidangan, dan memberi arahan kepada karyawannya untuk beberapa hal. Vitto juga sedang asyik mengobrol dan melayani para penggemarnya untuk berfoto.


"Rana....!!!!" Panggil seseorang.


Rana mencari sumber suara, dan dia mendapati seorang perempuan berjalan menghampiri nya. Perempuan cantik dengan gaun pendek dan rambut blonde tergerai, kaki nya jenjang dengan sepatu hak tinggi di kaki nya. Rana tersenyum. "Ya....??? Ada yang bisa saya bantu??? Anda ingin kue yang mana??? Silakan memilih, ini gratis.. Piring nya ada disana, begitu juga dengan minumannya... " Ucap Rana dengan sopan sambil tersenyum.


"Aku tidak butuh semua itu... Aku hanya butuh berbicara denganmu.... " Ucap perempuan itu dengan ketus.


"Berbicara denganku???" Rana kembali tersenyum. "Baiklah.. Silakan, apa yang ingin anda bicarakan... "


"Tidak disini.... " Ucap perempuan itu dan dia langsung menarik Rana dengan kasar. "Aku butuh bicara empat mata denganmu... Ini mengenai suami mu... "


"Kenapa anda kasar sekali???" Tanya Rana. "Baiklah... Ayo ke belakang.. " Rana mengajak Clara ke belakang dimana tempat itu tampak sepi. "Apa yang ingin anda bicarakan mengenai suami saya???" Tanya Rana.


"Aku kesini untuk memberitahumu satu hal mengenai suami mu... Tapi aku lihat dia sedang sibuk di luar... Jadi lebih baik aku berbicara denganmu.. "


"Mengenai apa??" Tanya Rana masih bingung.


"Aku adalah wanita simpanan Vitto selama ini, dia selalu menemuiku untuk mendapatkan kepuasan bathin, dia tidak bisa lepas dariku, aku adalah peIacur nya, dan saat ini aku merasa risih dengan kehadiranmu.... Walaupun aku tahu Vitto tetap akan mendatangi ku jika dia sudah bosan bersamamu.... Aku dan Vitto sudah terikat untuk selama nya, jadi kau lebih baik menyerah saja lebih dulu, sebelum nanti kau akan patah hati karena suami mu akan datang kepadaku lagi... "


"Oh jadi kau yang bernama Clara??? Vitto sudah memberitahu ku segala nya... " Ujar Rana.


"Itu bagus sekali.... Artinya kau sudah mengetahui berapa tidak bermoral nya suamimu sebelum menikahi mu.. Jadi tunggu apa lagi, lebih baik kau segera tinggalkan dia.. "


Rana tersenyum. "Setiap orang punya masalalu, termasuk Vitto, dan aku sudah berjanji untuk menerima masalalu nya yang buruk ataupun yang baik... Dan aku tidak akan mempermasalahkan itu... Dia sudah berubah dan aku yakin suamiku itu akan memberikan seluruh hatinya untukku... Dia tidak akan pernah kembali dengan sesuatu yang buruk di masalalu... "


Clara tersenyum miring. "Kau yakin sekali seperti nya, apa kau lupa bagaimana dulu mantan suami mu Vino memperlakukanmu saat kalian menikah??? Dan itu juga yang nanti akan di lakukan Vitto padamu.. Jadi jangan terlalu percaya diri, semua laki-laki itu sama... "


"Tentu sama, karena mereka laki-laki, tetapi perbedaannya adalah bagaiamana cara mereka menatap masa depan... Aku sangat yakin suami ku hanya untukku, dia juga tidak akan pernah tertarik lagi dengan orang sepertimu... "


"Benarkah.....??? Kita akan lihat nanti, apakah Vitto akan kembali lagi denganku saat sudah selesai bermain dengan boneka toIoI sepertimu.... Kau pasti akan menangis darah, jadi lebih baik menyerahlah untuk saat ini..."

__ADS_1


Rana menggelengkan kepala nya. "Aku mencintai nya, aku percaya pada nya dan dia juga sangat mencintaiku, tidak akan yang bisa memisahkan kami berdua selain kematian... "


Clara tersenyum dingin. "Ya, memang hanya kematian yang akan memisahkan kalian, dan hidupmu akan berakhir saat ini juga, karena Vitto akan kembali lagi denganku... " Diam-diam Clara mengeluarkan pisau nya dan langsung menusukkan pisau itu di perut Rana.


__ADS_2