Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 369


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.......


Vitto membuka mata nya. Dia mengerjapkan matanya, dan menyadari saat ini tidak sedang berada di rumah nya. Dia sedang berada di sebuah kamar hotel mewah di Singapura bersama dengan Rana. Hotel yang sama dimana dia dan Rana dulu pernah menginap disini, dimana mereka memergoki Angel bersama pria tua, dan awal dari permainan Angel mulai di bongkar oleh nya.


Vitto tersenyum, dan dia memeluk Rana dari belakang. Mendesak kan tubuhnya pada istri nya yang masih berbaring miring di sebelah nya. Mereka tidak memakai apapun di balik selimut, sehingga kulit mereka saling bersentuhan. Vitto mendekap Rana dengan sangat erat. Dia begitu mencintai istri nya, dan semalam mereka habiskan untuk bercinta hingga dini hari. Vitto seolah tidak pernah merasa bosan untuk menggauIi Rana. Selalu nikmat dan membuatnya ketagihan setiap waktu. Dan Rana selalu memberikan pelayanan yang luar biasa tiap hari nya.


Di luar tampak sinar matahari menyempil di sela-sela jendela kamar mereka. Vitto masih mengantuk sekali dan dia masih ingin tidur. Masih ada hari ini dan besok untuk menikmati waktu disini. Baru setelah itu lusa mereka harus pulang. Dan malam nanti ada acara dinner dengan klien di ballroom yang ada di hotel ini sebagai penutup acara beberapa hari kemarin. Itulah kenapa pagi ini sampai siang dia ingin bermalas-malasan saja di kamar.


Rana mengerjapkan mata nya, melirik ke belakangdan. melempar senyum pada suami nya. "Kau sudah bangun???" Tanya nya dengan suara berat.


"Aku masih mengantuk... Hanya terjaga saja.... " Vitto memperat pelukannya.

__ADS_1


Rana membalikkan badannya dan membalas pelukan Vitto. "Kalau masih mengantuk kenapa malah terjaga, yang ada kau akan sulit kembali tidur... "


"Itu benar, tetapi aku akan kembali tidur lagi jika selesai bercinta dengan istriku.... Arindah bilang jika kita harus sering melakukan nya jika kau ingin cepat hamil, iya kan??? Jadi bagaimana jika kita melakukannya lagi???"


"Vitto...??? Kau ini??? Itu selalu saja jadi alasanmu untuk mengajakku lagi dan lagi, apa semalam kau belum puas??? Kau harusnya beristirahat, nanti aku ada meeting lagi. yang ada malah mengantuk... "


"Tidak akan mengantuk, yang ada aku semakin semangat bekerja karena mood ku baik sekali setelah kita bercinta.. Lagi pula aku ingin kau cepat hamil..."


"Aku pasti akan hamil nanti, kau melakukannya setiap saat jika ada kesempatan, dimana pun itu... Aku pasti akan segera hamil.. Hasil pemeriksaan kita berdua bagus hanya saja memang setiap orang berbeda-beda, ada yang langsung hamil setelah lepas dari alat kontrasepsi, dan ada yang harus menunggu beberapa bulan, mungkin aku salah satu nya yang harus sedikit sabar... " Ujar Rana.


"Tapi aku senang, karena aku jadi lebih sering bercinta denganmu.... Ayo sayang, jangan membuatku menunggu.. Kita lakukan lagi, siapa tahu bayi kita made in Singapura nanti hehehe... " Vitto mengecup pipi Rana dengan gemas.

__ADS_1


"Kau ini.. Ada-ada saja.. Bagaimana kau bisa tahu bayi kita made in Singapura.. Kau ini.. "


"Ya kan siapa tahu.... " Vitto menciumi bibir Rana. Tentu saja Rana tidak akan menolaknya. Percintaan dengan suami nya begitu menyenangkan dan mereka bisa memuaskan satu sama lain. Vitto yang selalu luar biasa dan Rana juga selalu berusaha mengimbangi permainan suami nya.


Rana membeIai wajah Vitto. Menatap suamimu nya begitu dalam. Mensyukuri apa yang saat ini ada di depannya. Laki-laki ini adalah suami nya yang sangat mencintai nya. Yang selalu ada untuknya, selalu membahagiakannya dalam banyak hal. Rana terkadang masih merasa tidak menyangka jika dia memiliki suami yang begitu luar biasa seperti Vitto. Laki-laki yang mau menerima segala kekurangannya, sangat mencintai nya dan selalu ada untuknya. Tuhan benar-benar mendengarkan doa nya selama ini. Memiliki suami yang luar biasa baik dan penuh cinta, dan semua itu ada di diri Vitto.


Kisah masalalu nya dengan Vino yang buruk, sudah Rana tutup rapat-rapat dan dia juga sudah memaafkan Vino. Kesalahpahaman yang membuat Vino dulu menjadi pribadi yang begitu buruk, dan Rana sekarang merasa senang, karena Vino juga sudah menemukan kebahagiaannya dan menemukan kebenaran serta sudah berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi.


Rana tidak ingin mengingat hal di masa lalu itu, dia sekarang hanya ingin berdamai dengan keadaan. Menghabiskan waktu nya untuk menjadi istri yang baik untuk suami nya dan dia sangat mencintai Vitto. Laki-laki sumber kebahagiaannya. Dan Rana tidak akan menyia-nyiakan kebahagiaan dan cinta yang sudah di berikan Vitto kepada nya. Rana memejamkan matanya dan bergumam dalam hati. "Terima kasih Tuhan, sudah mengirimkan Vitto untuk menjaga ku, aku sudah menemukan pengganti Vino yang dulu aku cintai, dan sekarang aku sangat mencintai Vitto.. Aku mohon selalu jaga dia untukku... " Ucap Rana dalam hati dan dia membuka matanya lalu mengecup bibir Vitto.


★★★

__ADS_1


Vino memeluk Arindah dari belakang yang sedang berdiri di depan jendela menikmati pemandangan lautan yang ada di depannya. Saat ini mereka juga sedang berada di hotel yang sama dimana Vitto dan Rana berada. Karena Vino dan Vitto harus menghadiri acara penting di negara ini sehingga mereka sepakat untuk mengajak istri masing-masing. Bekerja sekaligus berbulan madu untuk kesekian kali nya. Bagi Vino ini adalah bulan madu ketiga, yang pertama di Swiss saat mengantar Papa nya, yang kedua kali nya bulan kemarin di Maldives, Vitto memberikannya hadiah bulan madu disana. Dan saat ini adalah yang ketiga kali nya. Walaupun kali ini hanya beberapa hari untuk pekerjaan, tetapi Vino ingin memanfaatkan nya dengan baik. Apalagi saat ini dia hanya bersama Arindah, karena Naufal tidak ikut dan memilih di rumah orang tua Arindah. Baginya kesempatan kali ini harus di manfaatkan dengan baik.


Dan mengenai gugatan hak asuh Naufal, itu tidak lagi berjalan dan sudah di batalkan oleh pengadilan karena Reino tidak pernah menghadiri persidangan di awal. Dua kali berturut-turut, sehingga pengadilan membatalkan hal itu dan Naufal masih aman bersama Arindah. Entah apa alasannya Reino tidak datang dan melanjutkan gugatan itu. Apa itu karena ancaman dari Vitto sebelumnya mengenai rekaman itu, atau karena hal lain. Yang jelas Reino tidak datang begitu juga pengacara nya. Padahal setelah kembali dari Swiss, Vino menemani Arindah untuk ke pengadilan bersama pengacara mereka, juga sudah menyiapkan berbagai bukti tetapi nyata nya Reino seperti memilih untuk menyerah dan tidak melanjutkan nya. Hal yang bagus sebenarnya karena Vino dan Arindah tidak harus menghabiskan waktu berharga mereka untuk gugatan tidak penting yang sudah pasti akan di menangkan oleh Arindah nanti nya.


__ADS_2