Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 181


__ADS_3

Rana... Dari tadi kau banyak diam??? Apa kau sedang memikirkan sesuatu???" Tanya Cahya.


Hari ini Cahya datang bersama kedua anaknya ke rumah Rana sekaligus mengunjungi ibunya. Tadi dia juga mampir menjemput Gienka. Sudah beberapa minggu ini Cahya tidak bertemu dengan Rana dan memberi Rana serta Vitto ruang untuk menghadapi permasalahan yang sedang menimpa keluarga Vitto kemarin. Cahya sekarang sedang membuat kue bersama dengan Rana.


Rana tersenyum tipis. "Aku sejak tadi tidak tenang...!" Gumamnya pelan.


"Tidak tenang??? Kenapa??? Apa kau bertengkar dengan Vitto???"


Rana menggeleng. "Tidak Ca...! Aku hanya khawatir dengan apa yang di lakukan Vitto hari ini...!"

__ADS_1


Cahya mengernyit. "Yang di lakukan Vitto??? Memangnya apa yang di lakukan olehnya???"


"Vitto sedang menjebak Angel, dan dia memasang kamera tersembunyi di sebuah kamaar hotel untuk merekam mereka, itu akan di jadikan bukti Vitto untuk di tunjukkan pada Vino.. Aku takut mereka akan menemjkan kamre itu dan bisa-bisa nanti terjadi masalah baru lagi....!"


"Ya Tuhan....! Vitto melakukan itu???" Seru Cahya terkejut.


Rana mengangguk. "Iya... Vitto mengatakan itu adalah cara satu-satunya yang akan membuat Vino meninggalkan Angel, didukung dengan bukti lainnya... Aku benar-benar khawatir sejak Vitto memberitahuku mengenai ide nya itu..!"


Rana tersenyum dan mengangguk. Dia sangat berharap bahwa semuanya akan lancar dan Vitto bisa mendapatkan bukti itu lalu menyelesaikan masalahnya dengan lancar. Dan keluarga Vitto bisa hidup dengan tenang. Kemudian permasalahan perceraian Mama dan Papa Vitto juga segera selesai. Kemarin Vitto juga datang ke pengadilan untuk menjadi saksi di perceraian kedua orang tua nya.

__ADS_1


Bunyi oven membuat Rana dan Cahya tersenyum. Kue buatan mereka sepertinya sudah matang. Rana memakai sarung tangan tebal dan membuka oven mengeluarkan kue buatannya dan Cahya. Bau harum kue itu menguar di dapur, mmebuat Kyra, Gienka dan Kyros yang sedang bermain di lantai langsung berdiri dan menghampiri Amam nya dan Rana yang berada di dapur.


"Amam...Aku mau kue nya...!" Ucap Kyros.


Cahya tersenyum sambil mengusap kepala putranya. "Sebentar, masih panas, aunty Rana juga harus menghiasnya, katanya Ky ingin kue beruang??? Sekarang bermainlah dengan Kyra dan Gienka, biar anuty Rana menghiasnya lebih dulu...!"


"Iya, kalian bertiga bermainlah dulu, aunty akan mendinginkan kue nya, lalu menghiasnya dan kalian bisa memakannya...! Oke???"


"Oke...!" Jawab ketiga bocah itu bersamaan.

__ADS_1


Mereka kemudian kembali lagi bermain, sedangkan Rana mengeluarkan roti buatannya dari loyang kemudian mengipasinya sebentar dan memasukkannya ke kulkas agar cepat dingin sebelum nanti di hias agar lebih menarik untuk anak-anak.


Hanya 5 menit saja Rana mengeluarkan roti itu dari kulkas, dan mulai mengambil cokelat untuk menghiasnya. Rana hanya menambahkan cokelat itu untuk melukis mata dan mulut dari roti yang di buatnya. Rana membuat 6 loyang agar bisa di bawa pulang oleh Cahya, di berikan pada Gienka, untuk Ibunya Cahya, dan juga nanti untuk Louis serta akan mengirimnya juga untuk Jeany. 2 loyang lagi baru di masukkan ke oven lagi karena oven di dapur Rana hanya muat untuk dua loyang saja, atas bawah sehingga jika ingin membuat lebih harus bergantian. Dan sisanya nanti setelah yang baru di masukkan sudah matang


__ADS_2