Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 14


__ADS_3

Vino memanggil pelayan dan menyuruh Jeanny untuk memesan makanan. Pelayan datang memberikan buku menu dan Jeany memesan makanan, setelah itu pelayan pun pergi. Jeanny diam-diam mencuri pandang pada Vino, bukan karena apa tetapi Jeanny merasa bahwa dia benar-benar pernah melihat laki-laki ini tetapi sayangnya dia sama sekali tidak mengingatnya.


"Jean?? Kenapa diam??? Kau tidak apa-apa???" Tanya Rana.


Jeany tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Tidak ingin berpikir terlalu keras Jeanny pun mencoba mengajak Vino mengobrol berharap nanti dia bisa menemukan sesuatu dari Vino dan tahu siapa laki-laki itu karena Jeanny merasa benar-benar pernah melihat Vino.


Obrolan itu berlanjut tetapi Jeany masih tidak ingat apapun tentang Vino. Hingga akhirnya makanan pesanan mereka datang, dan mereka bertiga mulai menikmati makan malam itu. Jeanny masih bergelut dengan pikirannya, tidak bisa menikmati makanan yang terlihat menggiurkan itu. Tetapi kemudian dia mendapati Rana dan Vino bermesraan dimana Vino menyuapkan potongan steak kepada Rana, dan Rana tersenyum juga tersipu. Jeany hanya bisa melempar senyum tipisnya, dan mengerti bahwa semua perempuan pasti akan sangat bahagia ketika diperlakukan seperti itu.


Jeany sangat senang melihat kebahagiaan yang dirsakan oleh Rana saat ini. Sebagai seorang sahabat Jeany ingin selalu melihat Rana bahagia. Senyum Rana sempat hilang setelah dia sempat kehilangan Ibunya beberapa tahun yang lalu, tetapi semoga dengan kehadiran Vino, Rana bisa lagi menikmati harinya dengan baik.


Tiba-tiba saja sekelebat Jeany melihat wajah Vino berpaling dari Rana lalu lelaki itu mengernyit tetapi dengan cepat Vino kembali menoleh ke Rana lalu memberikan senyum manisnya pada perempuan itu. Sontak saja Jeany dibuat bingung dengan apa yang baru saja dilihatnya. Vino terlihat aneh sekali dan meskipin hanya beberapa detik saja Jeany bisa melihat ada kebencian dimata lelaki itu. Jeany juga bertanya-tanya kenapa Vino mengernyit seperti itu dan wajahnya terlihat kesal tetapi dengan cepat dia berubah manis. Jeany memilih diam saja dan mencoba berpikir positif mungkin tadi dia hanya salah melihat saja.


Rana tampaknya menyadari jika sejak tadi Jeany banyak diam tidak seperti biasanya. Dan Rana berpikir mungkin Jeany merasa canggung atau bagaimana sehingga bisa seperti ini. "Are you Okay Jean???" Tanya Rana lagi.


"Ahhh iya Na, aku oke kok....!"


"Oh iya ku dengar dari Rana, bahwa kau memiliki beberapa restoran yang ada disini?? Restoran apa??" Tanya Vino pada Jeany.

__ADS_1


"Oh itu, sebenarnya restoran keluarga, japanese dan italian, tetapi kemarin aku baru membuka yang khusus Chinese food..!" Jawab Jeany.


"Wowww itu luar biasa...! Mungkin kapan-kapan aku harus mencoba makanan di restoran milikmu...!"


"Datang saja....! Rana tahu semua tempatnya...!"


"Tunggu saja aku pasti akan datang nanti bersama dengan Rana...!" Ucap Vino.


Sampai akhirnya mereka selesai juga menikmati hidangan penutup. Selesai menikmatinya, Vino tampak terdiam sebentar dan itu tidak luput dari pandangan Jeany. Dan tiba-tiba saja ada seorang pengunjung datang menghampiri meja dimana Vino, Rana dan Jeany duduk. Pengunjung itu tadi duduk disebelah mereka dan sekarang pengunjung itu memberikan sebuah coklat berpita merah kepada Rana, membuat Rana bingung tetapi dia menerimanya dan mengucapkan terima kasih.


Meja itu sudah dipenuhi dengan berbagai macam barang, Rana hanya bisa terperangah melihatnya. "Kenapa mereka memberiku semua ini???" Tanya Rana.


Vino terkekeh dan memandang Rana dengan tatapan lembut. "Mungkin karena kau terlihat istimewa, itu sebabnya mereka melakukan ini??? Kau senang tidak???"


"Aku senang tetapi aku bingung...!" Ujar Rana lagi.


Hingga tiba-tiba datang lagi seorang perempuan membawa bucket bunga yang sangat besar berisi bungan mawar dengan aneka warna membuatnya terlihat sangat cantik. Bucket itu tentu saja diberikan lagi kepada Rana dan sedetik kemudian Vino langsung duduk berjongkok menghadap Rana sambil membuka sebuah kotak kecil berisi sebuah cincin dengan permatanya yang berkilau.

__ADS_1


Sontak saja Rana dan Jeany dibuat terkejut dengan hal itu.


"Rana....! Aku mencintaimu! Sangat mencintaimu.... Maukah kau menikah denganku dan menemani hari-hariku nanti???? Aku snagat mencintaimu sejak pertama kita bertemu aku langsung mencintaimu, aku ingin hidup bahagia bersamamu, kau mau menerima cintaku ini kan??? Will you marry me???" Ujar Vino, dan kepalanya langsung menunduk ke bawah sementara tangannya masih memegang kotak cincin berlian itu.


Rana tentu saja terperangah atas apa yang dilakukan Vino. Rana mulai menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh orang-orang tadi adalah bagian dari rencana Vino ini. Dan sekali lagi, yang mengejutkan adalah semua pengunjung yang ada di restoran ini berdiri, lalu melingkari meja yang sedang diduduki oleh Rana, Vino dan Jeany. Mereka bertepuk tangan sambil berkata bahwa Rana harus menerima lamaran Vino.


"Jadi ini semua adalah idemu???" Tanya Rana.


"Ya.... Aku mebayar mereka untuk ini, sebagai bukti bahwa aku sangat mencintaimu Rana jadi please terimalah cincin ini dan menikahlah denganku nanti, karena akh sangat mencintaimj!!" Ujar Vino lagi.


Rana merasa ini adalah sebuah mimpi, tetapi nyatanya ini benar-benar terjadi. Dia hanya selalu berharap bahwa suatu saat nanti ada laki-laki yang mau melamarnya dengan cara romantis seperti ini, bagi Rana itu impian konyol dan akan sulit tercapai tetapi ternyata sekarang Vino mewujudkan impiannya itu. Tetapi Rana masih bingung bagaimana harus menjawab permintaan Vino itu. Selama ini Vino memang sudah melakukan banyak hal untuknya dan membuatnya selalu tersenyum. Rana pun menerima lamaran Vino dan membuat laki-laki itu langsung memeluk Rana dengan bahagia kemudian menyematkan cincin berlian itu di jari manis Rana.


Sebagai seorang sahabat Jeany merasa senang sekali melihat Rana bahagia. Jeany memeluk Rana dan mengucapkan selamat serta mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya itu. Jeany pun mendoakan Rana agar selalu bahagia bersama dengan Vino.


Sampai kemudian, sekali lagi Jeany menemukan hal jaggal dari Vino yaitu sekelebat dia melihat Vino kembali mengernyit seperti tadi dan wajahnya menunjukkan sesuatu yang tidak enak untuk dilihat. Vino benar-benar aneh, seharusnya dia bahagia atau menangis terharu tetapi justru Vino kembali mengernyit dan beberapa detik kemudian Vino tersenyum lagi pada Rana seolah menunjukka bahwa dia bahagia.


Aneh Jeany benar-benar merasa Aneh, dimana Jeany kembalki bertanya-tanya dengan banyak hal tentang Vino yang sejak tadi menggelitik hatinya. Jeany seperti merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Vino tetapi entah apa, dan Jeany masih berusaha memulihkan ingatannya tentang dimana dia pernah melihat Vino. Mungkin dengan itu dia bisa menemukan sesuatu, tetapi Jeany tidak ingin merusak hari ini, Rana sedang berbahagia dan dia harus berbahagia juga meskipun dia merasa tidak tenang dengan Vino.

__ADS_1


__ADS_2