
★★★
Vino sampai di apartemen Angel dan disambut oleh perempuan yang sangat dicintainya itu. Vino meminta maaf karena terlambat karena harus menunggu kepulangan Vitto tadi. Angel pun memakluminya dan mengajak Vini untuk masuk. Vino duduk di sofa sedangkan Angel mengambil botol berisi cauran berwarna putih seperti air tetapi tentu saja itu bukan air melainkan Tequila, minuman beralkohol yang jadi salah satu minuman faforit Angel dan Vino. Mereka sudah bersiap untuk menghabiskan malam ini bersama, itu sebabnya Angek sengaja menyiapkan minuman untuknya dan Vino.
Angel menuang minuman itu ke dalam gelas dan memberikannya pada Vino. "Bagaimana sayang?? Kau bilang akan membahas persiapan pernikahan kita???" Tanya Vino.
"Begini sayang, aku sudah menemukan desainer untuk membuat gaun pernikahanku, ini desainer terkenal, aku ingin sekali gaun terbaik yang ada di butiknya... Rencananya besok aku akan kesana, kau mau menemaniku???"
Vino mendekat ke Angel, wajahnya melembut. "Sorry sayang, aku sedang sangat sibuk di kantor beberapa hari ke depan, mau berangkat saja sendiri kesana, pilih gaun yang paling bagus dan mahal, kalau kau hingung kau bisa mengirim gambarnya padaku, akh akan membantumu by phone...! Sekali lagi aku minta maaf, Bagaimana kau bisa kan berangkat sendiri??"
Ya, besok Vino memang akan sangat sibuk, persiapan kerja sama bisnisnya membuatnya tidak bisa meninggalkan kantor. Dia memang tidak bisa pergi bersama Angel.
Angel menyentuh pipi Vino. "Aku tahu kau sibuk sekali, ya sudah tidak apa-apa kalau kau tidak bisa pergi bersamaku...!"
Vino mempar senyum kemudian mengecup bibir Angel. "Kau pasti membutuhkan uangbm untuk Dp kan??? Jangan khawatir besok aku akan mentransfernya ke rekeningmu...!"
"Ya terserah kau saja....!" Gumam Angel seraya menyesap tequilanya. Dalam hati Angel bersorak gembira karena Vino akan kembali memberinya uang, dan dia bisa menggunakannya untuk ditransfer ke Jason.
"Jadi kau akan tinggal dirumah Vitto???" Tanya Angel.
"Tidak juga, aku hanya akan disana beberapa hari saja sampai kondisi membaik, Aku juga harus memastikan keamanan Papa, Mama memang selalu membuat emosiku memuncak, kasihan Papa...!"
"Aku mengerti sayang....! Papamu pasti aman disana....!"
__ADS_1
"Baiklah sayang, saat ini aku tidak mau melewatkan malam ini dengan hanya tidur" Suara Vino terdengar serak dan dia mendorong Angel lalu menindihnya dan mulai menciumi kekasihnya itu serta melepaskan gaun tidur Angel hingga tidak memakai apapun disana.
Vino beralih mencium kaki Angel lalu perlahan naik keatas, hingga sampai ke paha nya dan naik lagi dan berhenti di area V perempuan itu, menciumnya kemudian Vino menjulurkan lidahnya dan memainkan pusat area Angel menggunakan lidahnya membuat kekasihnya itu menggeliat karena sensasi yang dibuatnya.
" Shhhhhhh sayang apa yang kau lakukan??" Suara Angel terdengar parau di selingi dengan suara nafas pendek.
Vino dengan semangat memainkan lidahnya di titik itu titik dimana semua wanita akan menggeliat jika titik itu disentuh, Angel semakin menggila atas semua yang dilakukan Vino dan tidak berhenti meracau dengan sensasi yang diterimanya hingga akhirnya tubuh Angel menegang dibarengi dengan erangan panjang menandakan bahwa dia telah mencapai puncaknya.
Melihat Angel lemas karena perbuatannya, Vino melepaskan kemejanya dan celananya, kebanggaannya telah berdiri tegak dan siap, dia langsung menancapkannya pada Angel dan memeluk kekasihnya itu lalu mengangkat badannya, dan membawanya ke kamar Angel.
Vino membaringkan tubuh Angel diatas ranjang dan dia tengkurap diatas perempuan itu dan memeluknya.
"Sekarang kau duduk diatasku sayang" Ucap parau Vino dan Angel mengikuti arahannya dan duduk diatasnya, sedetik kemudian Vino menarik Angel dalam pelukannya, kini posisinya sudah pas. Perlahan Vino menggerakkan pinggangnya ke atas dan kebawah dan memulai ritmenya sangat pelan dan lembut.
" Ssshhh sekarang tugasmu hanya diam dan aku yang akan bekerja sayang" Bisik Vino parau.
Vino semakin mempercepat gerakannya membuat kekasihnya itu tidak berhenti meracau, sampai akhirnya mereka terbang tinggi mengakhiri romansa indah ini dengan semburan hangat Vino.
Vino menggulingkan Angel agar berbaring disampingnya. Napas mereka terengah. Mereka mencoba mengumpulkan tenaga lagi lagi.
Hingga beberapa saat kemudian Angel kembali meraih pundak Vino dan menciumnya, ciuman yang sangat dalam dan membakar, seolah-olah ingin meIumat bibir Vino sampai habis, lama sekali Angel mencium Vino, sampai napas mereka berdua terengah-engah ketika Angel melepaskan ciumannya.
Angel kembali meraih milik Vino yang keras lagi dan mengusapnya lembut, membuat Vino menggeliat merasakan nikmat yang luar biasa. Vino bangun dan menyederkan badannya diranjang setengah duduk, menyuruh Angel untuk duduk diatas pahanya dan mengulangi lagi apa yang tadi dilakukannya. Dan Vino menyerah pada gairahnya, sambil mengerang diIumatnya bibir Angel lagi sambil tangannya tetap mengusap lembut milik Vino yang sudah tegak berdiri, dan mereka pun tenggelam dalam gairah yang panas lagi.
__ADS_1
Sampai akhirnya Vino meminta kekasihnya untuk berhenti dan Vino mengangkat pinggul Angel, lalu menenggelamkannya dalam dalam. Panas tubuh Vino, menyatu dengan tubuh Angel, mereka menyatu ketika. Vino menghujamkan dirinya dengan lembut, mengerang dan menikmatinya ketika tubuh kekasihnya yang selembut suutra melingkupinya, mer*mas miliknya, membuatnya melayang.
Vino kemudian menyuruh Angel untuk turun dari atas pahanya, kemudian dia turun dari ranjang, dan menata posisi Angel. Vino berdiri disisi ranjang, dan menaruh kedua kaki Angel di pundaknya dan mulai menenggalkan dirinya lagi. Gerakannya semakin tidak terkendali, membuat keduanya tidak berhenti meracau. Sampai akhirnya Vino menurunkan kaki Angel dan berganti posisi, tengkurap diatas Angel dan mulai bergerak lagi sampai akhirnya mereka berdua meledak dalam kenikmatan.
Vino kembali berbaring diatas ranjang dan memeluk Angel untuk tidur. Vino merasakan miliknya kembali mengeras lagi. Merasakan sesuatu yang mengganjal, Angel membuka matanya dan mendongakkan kepalanya menatap Vino seolah ingin menanyakan apakah kekasihnya itu menginginkannya lagi.
Vino mengangguk, dia memang masih menginginkan Angel lagi. Tetapi tampaknya Angel tidak merasa keberatan jika kekasihna itu menginginkannya lagi. Mereka akhirnya melanjutkan lagi percintaannya.
Sampai akhirnya mereka meledak lagi, mereka berdua sama sama terengah engah dan mengatur napasnya. Mereka kemudian tidur dalam keadaan berpelukan tanpa mengenakan apapun.
★★★★
Keesokan harinya, Vino bangun lebih awal dan dia mendaoati Angel masih terlelap dengan cantiknya disampingnya. Vino mencari ponselnya dan dia mengirim pesan ke Sekretarisnya agar mengirim uang ke rekening Angel untuk menDP gaun. pernikahan, sebesar 100jt. Angel tidak menyebutkan nominalnya sebenarnya tetapi Vino berpikir mungkin uang itu juga bisa digunakan untuk hal lain oleh Angel. Vino tidak mempermasalahkannya. Angel selalu menginginkan sesuatu yang terbaik, jadi uang sebesar itu tidak masalah bagi Vino asal Angel bisa bahagia.
Vino memandangi wajah cantik kekasihnya itu. Sampai akhirmya ada gerakan di mata Angel, perempuan ktu ternyata bangun dan melempar senyumnya saat mendapati Vino menatapnya.
"Morning sayang!!!" Sapa Vino.
"Morning....!" Angel menguap dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Kita cari sarapan, dan aku akan ke kantor setelahnya, oh iya aku sudah menyuruh sekretaris ku untuk mentransfer uang padamu, kau hisa menggunakannya untuk membayar gaun pengantin yang kau inginkan...! 100 juta akan masuk ke rekeningmu nanti. Jika kurang kau bisa memintanya lagi padaku....!"
"100 juta???" Angel terlonjak.
__ADS_1
"Iya... Kurang ya???"
Angel segera menggeleng. "Tidak tidak.... itu malah kebanyakan sayang...!" Ujar Angek berpura-pura, itu memang banyak tetapi dalam hati, Angel merasa kegirangan sekali, soal uang, Vino memang tidak pernah tanggung-tanggung. Setelah uang itu masuk dia akan langsung mengirimnya pada Jason, kekasihnya itu pasti akan senang sekali.