Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Happy


__ADS_3

"Segala kesalahannya memang tidak lah di benarkan tetapi dia tetap seorang ibu kan??? Perjuangan nya melahirkanmu dulu pasti sama dengan apa yang aku rasakan kemarin, kau bahkan mengetahui sendiri bagaimana aku berjuang melahirkan putri kita, Mama dulu pasti juga sama, apalagi dia melahirkan 3 orang, Kau, Vino dan almarhum Vania, pasti itu lebih luar biasa sekali... Kau bilang Mama sudah punya pekerjaan, itu artinya dia mungkin sudah menyadari kesalahannya, kenapa kau tidak ingin melihat bahwa dia ingin berubah jadi lebih baik???" Rana tersenyum.


"Aku tahu, dalam setiap sholatmu kau selalu berdoa untuk kebaikan Mama, mungkin Tuhan sudah mengabulkan nya. Ijinkan dia kesini, biarkan dia bertemu Sanne, anak kita hanya memiliki satu kakek dan satu nenek saja, lalu kenapa kau menolak kehadiran neneknya??? Jangan sampai kita mengajarkan hal yang tidak baik pada Sanne nanti untuk membenci neneknya.. " Ucap Rana mencoba memberi pengertian pada suami nya.


"Iya, Rana benar.... Tidak baik kita menghalangi Mama bertemu dengan cucu nya... Biarkan dia masuk.. " Sahut Arindah. "Vin...!!??" Panggil Arindah. Suami nya langsung menengik ke arahnya. "Jemput Mama di depan, bawa dia kesini bertemu Sanne dan kita semua... Kau sudah melihat sendiri kan jika Mama sudah berubah, jangan bohongi diri sendiri.. Aku sangat tahu kalian berdua memiliki hati yang sangat lembut, dan selalu mencintai Mama di balik kemarahan kalian... Jangan sampai kalian berdua menyesal karena belum sempat memaafkan Mama. Sekarang pergilah dan jemput Mama di depan.." Pinta Arindah pada suami nya. Sementara Rana mengambil ponsel Vitto di meja dan dia menghubungi Security agar membuka gerbang dan mengijinkan mertua nya masuk.


Vino tidak pernah bisa menolak keinginan istrinya. Dia berdiri dan keluar dari ruang tamu dan turun untuk menjemput Mama nya.


"Memaafkan akan membuat hati kita tenang..." Gumam Rana.


"Bagaimana kalau dia menyakitimu dan Sanne???" Tanya Vitto.


"Dia tidak mungkin menyakiti Sanne, seseorang yang sudah memiliki cucu, cinta nya kepada anaknya akan beralih ke cucu nya, dia tidak akan pernah menyakiti cucu nya.. Percayalah.... " Rana mencoba meyakinkan Vitto. Dan lelaki itu hanya terdiam.


Vino masuk ke mobilnya dan dia pergi untuk menjemput Mama nya yang tertahan di luar. Kurang dari tiga menit, Vino sampai di gerbang masuk, dia melihat Mama nya sedang mengobrol dengan security. Vino pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menghampiri nya. Saat itu juga Mama Vino di ijinkan masuk.


Melihat Vino, Vita tersenyum dan dia setengah berlari menghampiri Vino dengan menenteng bingkisan di kedua tangan. "Vino....!! Kau menjemput Mama ternyata!! Apa kabar sayang??" Tanya Vita dan dia langsung memeluk Vino.


Vino hanya diam, tidak membalas pelukan dan pertanyaan Mama nya. "Masuklah...!" Ucap nya dingin tetapi dia membuka kan pintu mobil untuk Mama nya. Setelah itu, Vino juga masuk dan kembali ke rumah Vitto.


"Kau tinggal disini juga??? Atau kau memang sedang menengok keponakanmu???" Tanya Vita pada Vino yang sedang sibuk mengemudi.


"Aku datang bersama istri dan anakku.. " Jawab Vino datar.


Vita tersenyum lebar. "Kebetulan sekali kalau begitu, Mama membawa hadiah untuk kedua cucu Mama, tadi nya Mama ingin menitipkan hadiahnya pada Vitto agar memberikannya kepada anak Arindah.. "


"Anakku dan Arindah, bukan hanya anak Arindah saja.. " Vino mempertegas ucapannya agar Mama nya tidak membedakan bahwa Naufal tidak hanya anak Arindah tetapi juga anaknya.


"Iya, anakmu juga... Kau pasti sangat menyayangi nya..."


"Sangat..!" Jawab Vino singkat tetapi dia masih tetap dalam ekspresi datar.


Dan sampailah mereka di rumah Vitto. Vino membawa mobilnya ke depan garasi, dia kemudian turun, begitu juga dengan Vita. Dia turun membawa hadiahnya untuk Sanne dan juga Naufal. Tak lama mereka melihat Vitto keluar dan berdiri di depan pintu. Vita melempar senyumnya pada anak sulungnya itu, dan mengikuti Vino naik ke atas dimana Vitto berada. Karena pintu utama memang berada di lantai dua, dan lantai satu hanya ada pintu garasi.


"Vitto... Apa kabar????" Tanya Vita.


"Kau bisa lihat sendiri bagaimana kabarku.. Masuklah..!" Ucap Vitto dengan ekspresi datar. Lalu dia masuk lebih dulu di ikuti Vino dan Mama nya.


Rana dan Arindah langsung berdiri ketika melihat suami nya masuk dengan mertua nya. "Rana.. Arindah...!!" Sapa Vita dia hendak mendekati kedua menantu nya untuk memeluk mereka tetapi dengan cepat Vitto menghalangi nya.


"Tidak perlu memeluk, aku dan Vino belum memastikan apakah kau membawa pisau atau mungkin piistol untuk menghabisi nyawa istri kami." Ucap Vitto.


Vita di buat terkejut oleh apa yang baru saja di ucapkan oleh Anaknya. Begitu juga dengan Rana dan Arindah. "Vitto..! Kenapa kau bicara seperti itu pada Mama??? Tidak sopan!" Sela Rana.

__ADS_1


"Aku harus melakukannya... Aku tidak mau mengambil resiko.. " Vitto membela diri.


Vita tersenyum. "Tidak apa Rana sayang... Biarkan suami mu melakukannya, wajar saja dia bersikap seperti itu, Mama memang pernah hampir melakukan hal buruk padamu, jadi dia pasti mengkhawatirkanmu.." Ucap Vita kemudian melempar senyum ke arah Vitto. "Kau boleh memeriksa Mama dan juga barang yang Mama bawa.. Silakan!" Lanjutnya.


Vitto mengambil barang bawaan Mama nya dan memberikannya pada Vino untuk di periksa. Sedangkan dia memeriksa tubuh Mama nya, takut membawa sesuatu yang tajam yang di sembunyikan. Vino membongkar barang-barang itu dan isinya hanyalah pakaian dan mainan yang sepertinya memang di peruntuhkan untuk Sanne dan Naufal.


Setelah memastikan semua aman, Vino mengembalikan barang itu lagi ke Mama nya.


"Mama tidak mungkin akan membahayakan cucu Mama.. Mama datang hanya untuk menengok nya.... Mama tahu Mama pernah berbuat salah, dan Mama sudah menyadari kesalahan Mama... Bisakah kalian berdua benar-benar mau memaafkan Mama??? Mama sudah menuai semua karna Mama, dan Mama benar-benar sudah bertaubat, mungkin Tuhan sudah memaafkan Mama tetapi Mama juga butuh maaf dari kedua putra Mama...!!?" Ucap Vita dan dia terisak menatap Vitto dan Vino penuh harap.


Vino dan Vitto tetap diam dan tidak mengatakan apapun. Vitta melihat bahwa kedua anaknya memang masih belum ingin memaafkannya. Tetapi bagi nya tidak apa, mereka berdua pasti butuh waktu untuk mau memaafkan. Mengingat kesalahan yang dulu pernah di buatnya memang sulit untuk bisa di maafkan. "Tidak apa jika kalian belum mau memaafkan Mama, tetapi setidaknya ijinkan Mama menggendong kedua cucu Mama, mencium mereka dan memberikan hadiah yang Mama bawa untuk mereka. Tidak apa-apa kan???" Tanya Vita.


"Tentu saja boleh Ma... Mama adalah neneknya, mereka pasti senang neneknya datang... " Sahut Rana.


Arindah menyuruh Naufal agar menyalami neneknya. Bocah itupun menurut dan menurut dengan apa yang di ucapkan oleh Mama nya. Vita duduk berjongkok dan menciumi Naufal, dia juga memeluk nya. "Kau sangat tampan, dan juga manis, kau mau kan memanggilku dengan panggilan Oma???? Oma Vita.. " Ucap Vita.


Naufal mendongak, menatap Mama nya. Arindah melempar senyum dan menganggukkan kepala nya.


"Ya, Oma Vi... Ta.. " Ucap Naufal dengan polosnya.


Vita tersenyum, kembali mencium dan memeluk Naufal. "Kau cucu Oma yang paling tampan.... Oma membawakan hadiah untukmu, semoga kau suka.. " Vita membuka paperbag yang di bawa nya dan mengeluarkan beberapa mainan yang sengaja dia beli untuk Naufal. "Ada baju, mobil, dan Oma tahu kau sangat menyukai action figure, Oma membelikan semua nya untukmu.. Ambil lah.. "


"Ambil sayang, Oma membelikannya untukmu dan bilang apa jika menerima sesuatu???" Ucap Arindah.


Naufal mengambilnya dari tangan Vita. "Thank you.. " Ucapnya dengan polos. "Aku punya adik.... Apa dia tidak mendapatkan hadiah juga???" Tanya Naufal.


"Boleh.. Ka..lena Oma bawa hadiah untukku.. " Ucap Naufal yang langsung membuat Rana dan Arindah tertawa. Vita kembali mendaratkan ciuman di pipi tembem Naufal. Dia kemudian berdiri dan memandangn ke arah Rana. "Apa Mama boleh menggendong Sanne???" Tanya Vita.


Rana mengangguk. "Itu cucu Mama, silakan Mama menggendongnya.. "


Arindah memberikan Sanne yang ada di gendongannya kepada Mama mertua nya. Vita menerima nya dengan senyum penuh kebahagiaan. Dia mendekap Sanne dan menciumi cucu nya dengan perasaan haru. "Wajahnya seperti Vitto... Persis saat Vitto baru lahir...!!" Gumam Vita. "Dia Vitto kecil yang cantik.... Sangat cantik..!!" Puji nya lagi.


"Vitto menginginkan seorang putri sejak awal, itulah kenapa sekarang wajah Sanne sangat mirip dengannya.. " Sahut Rana.


Vita memandang Rana dengan senyuman. "Jika kau ingin melihat suamimu saat bayi, lihatlah putrimu ini, Vitto versi perempuan.. Tetapi Mama berharap, Sanne tidak sejahil Vitto dulu.."


Rana tersenyum. "Aku harap tidak Ma, karena sampai saat ini dia masih jahil dan sering membuatku cemberut, tetapi dia begitu penyayang, semoga Sanne juga penyayang seperti dia.. "


"amin... " Ucap Vita. Rana mempersilahkan nya untuk duduk dan memanggil asisten rumah tangga nya agar membuatkan minuman untuk Mama mertua nya.


"Apa kalian berdua ingin berdiri saja???" Tanya Arindah pada Vino dan Vitto yang masih mematung. "Duduklah... Dan bersikaplah seperti biasa nya jangan merubah diri kalian tiba-tiba seperti robot." Ejek Arindah. Kedua saudara itu akhirnya duduk di sofa.


"Bagaimana kabar Papa kalian???" Tanya Vita pada kedua putranya.

__ADS_1


"Papa baik Ma... Semakin membaik.. " Jawab Arindah.


"Syukurlah kalau begitu.... Kalian semua pasti menjaga nya dengan baik... " Ujar Vita. "Maaf jika kedatangan Mama membuat kalian terkejut, Mama tidak menyangka penjagaan disini begitu ketat..."


"Iya Ma.. Memang tidak sembarang orang bisa masuk.. " Ucap Rana.


"Vitto memilih tempat tinggal yang baik.. " Ucap Vita, dan dia kembali menciumi Sanne. Melihat bayi itu, membuatnya teringat akan Vitto saat bayi dulu. Sangat menggemaskan. Kelahiran Vitto membuatnya begitu bahagia, dan semakin menambah warna dalam kehidupannya dengan Andri. Lalu dua tahun kemudian lahirlah Vino, semakin luar biasa lagi. Kemudian dua tahun selanjutnya kehadiran Vania semakin terasa lengkap. Tetapi semua itu hanya bertahan sebentar. Keegoisannya membuat keluarga nya menjadi berantakan. Kematian Vania seharusnya membuatnya sadar, tetapi hal itu justru semakin membuatnya menggila dan kehilangan akal. Dan kedua putra nya membencinya, saat dia meninggalkan mereka dan suami nya yang sedang dalam keadaan sakit. Kesalahan itu pasti tidak akan pernah bisa termaafkan begitu saja. Bahkan ketika saat ini dia benar-benar bertaubat dan menyadari kesalahannya, Vitto dan Vino sudah tidak lagi mempercayai nya, karena mungkin mereka sudah merasa bosan sekali, sudah sering memaafkan tetapi justru dia memanfaatkan itu untuk mengeruk keuntungan. Hati Vita saat ini benar-benar hancur sekali. Dia benar-benar ingin menghabiskan masa tua nya nanti berbahagia dengan anak, menantu dan cucu nya. Entah hal itu bisa terwujud atau tidak, tetapi Vita tidak akan berhenti berharap untuk hal itu.


Hari sudah mulai gelap. Vita berdiri dan memberikan Sanne kepada Rana setelah mencium cucunya yang cantik itu. Vita juga memeluk dan menciumi Naufal. Meskipun Naufal bukan darah daging Vino, tetapi Vita tahu bahwa Naufal sangatlah di sayangi oleh Vino. Sehingga Naufal tentu adalah cucu nya juga setelah Sanne.


Vita tidak bisa mengungkapkan berapa bahagia nya dia saat ini bisa memeluk dan menciumi kedua cucu nya. Dan dia bisa mengobrol dengan kedua menantu nya, meskipun sejak tadi kedua putra nya hanya diam dan menatap nya saja tanpa mengajaknya bicara. Tetapi bagi Vita sudah cukup dia di Terima baik disini dan menghabiskan waktu nya selama beberapa jam bersama cucu-cucu nya. Tidak bisa lagi dia ungkapkan dengan kata-kata. Berharap suatu saat nanti Vitto dan Vino mau menyadari bahwa dia sudah berubah, bukan lagi Vita yang egois dan licik seperti sebelumnya.


Sementara itu Arindah dan Rana bisa melihat ketulusan dari Mama mertua mereka hari ini. Wanita di depannya itu sudah terlihat benar-benar berubah, dan sangat menyayangi Sanne dan Naufal. Sangat jauh berbeda dengan dulu. Mereka berdua menyayangkan sikap suami mereka yang masih bersikap dingin dan tidak peduli.


"Mama pamit dulu ya??? Senang sekali kalian menerima Mama disini dan memberi Mama ijin untuk bertemu dengan kedua cucu Mama yang menggemaskan ini... Boleh kan jika Mama datang lagi kesini kapan-kapan???" Tanya Vita.


"Tentu saja boleh Ma, Mama bisa datang kapan saja.. Dan Sanne pasti akan senang kalau sering di kunjungi... " Jawab Rana.


"Mama juga boleh datang ke rumah kami, Mama bisa bermain dengan Naufal... Itu juga adalah rumah Mama kan???" Sahut Arindah.


Vita menganggukkan kepala nya. "Mama akan datang lagi dan akan meminta ijin langsung kepada suami kalian... Mereka yang punya hak penuh untuk mengijinkan Mama datang atau tidak.. "


"Mama boleh datang kapan saja Mama mau untuk bisa menemui Sanne, tetapi jangan coba-cona memiliki niat jahat untuk menyakiti menantu dan cucu Mama, atau kalau tidak, aku tidak akan pernah mau lagi memaafkan Mama.... " Ucap Vitto tiba-tiba.


"Vitto...??" Rana menoleh ke arah suami nya yang akhirnya mau bicara.


Vitto tiba-tiba beranjak dari tempat nya duduk dan langsung duduk bersimpuh di depan Mama nya. Vitto memeluk Mama nya sambil menangis. "Aku sangat ingin membenci Mama, ingin sekali meluapkan segala kemarahanku atas sikap Mama, tetapi tidak pernah bisa karena Mama adalah Mamaku, ibuku, dan surgaku.... Vitto mohon Mama kembalilah jadi Mama yang dulu sebelum Mama bertemu dengan Jason.. Mama yang selalu mencurahkan cintanya untuk aku, Vino dan Vania, bukan Mama yang menjadi pengkhianat.... Tolong Ma....??? Vitto mohon..??? Vitto butuh tempat untuk mencurahkan segala keluh kesah Vitto.. Mama jangan jadi orang yang jahat dan egois lagi!!??" Vitto memeluk Vita sambil terisak.


Vita menangis dan mengusap punggung Vitto. "Maafkan Mama Vit..?? Mama Minta maaf atas semua nya, Mama tidak akan lagi mengulangi kesalahan Mama.. Mama sudah mendapatkan hukumannya, Mama bertobat dan Mama ingin kembali pada kedua anak Mama... Mama ingin Kalian memaafkan Mama..??"


"Aku dan Vitto selalu memaafkan Mama, tetapi berjanjilah untuk terakhir kalinya pada kami bahwa Mama tidak akan lagi mengulang kesalahan yang sama... Sudah cukup kebodohan yang kemarin Mama lakukan... Sekarang sudah waktu nya Mama menghabiskan waktu Mama dengan kedua cucu Mama... Kami sudah memaafkan Mama.. " Vino berdiri dan dia juga memeluk Mama nya dengan airmata yang mengalir di pipi nya.


Bagaimanapun bentuk dan rupa orang tua, sejelek apa pun sifat dan tabi’at mereka, tapi mereka tetap orang tua yang layak dan mesti dihormati. Vitto dan Vino kali ini benar-benar melihat ketulusan pada diri Mama mereka yang sebelumnya tidak pernah mereka lihat. Tetapi Mama mereka sudah benar-benar berubah, dan berharap semoga ini terus berjalan. Mama mereka tidak boleh lagi melakukan kesalahan seperti sebelumnya.


Seorang ibu adalah dia yang dapat menggantikan semua yang lain tetapi yang tempatnya tidak dapat diambil orang lain. Dan Vino serta Vitto selalu mencintai Vita meskipun Mama nya sering melakukan kesalahan. Karena mereka berdua tahu bahwa perjuangan seorang ibu ketika melahirkan anak-anaknya ke dunia ini tidak bisa tergantikan dengan apapun.


Sedangkan Vita sudah menyadari setiap kesalahannya dan dia merasa bersalah karena telah menyia-nyiakan cina yang di miliki oleh anak-anaknya. Seburuk apapun keslahan nya, kedua anaknya selalu memaafkan dan tetap mepedulikannya diam-diam. Hal itu benar-benar membuat Vita merasa malu karena tidak bisa menjadi sosok ibu yang baik untuk anak-anaknya. Dan Vita sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan membuat kesalahan yang sama dan hanya ingin berfokus untuk melihat anak-anaknya serta menantu dan cucu nya bahagia. Dan kebahagiaan serta harta terbesar di dunia ini adalah keluarga yang saling mencintai.


Vita memeluk kedua putra nya dan mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka karena selalu memiliki cinta untuknya meskipun dia sendiri sangat sulit untuk di cintai. Vitto dan Vino adalah hal luar biasa yang Vita miliki, dan dia tidak akan lagi mengecewakan kedua anak kebanggaannya itu.


Arindah dan Rana tersenyum melihat suami mereka akhirnya menyadari bahwa Mama mereka memang sudah berubah menjadi lebih baik. Dan semoga hari ini menjadi awal yang baik untuk kembali menjadi keluarga yang benar-benar utuh dan sempurna.


...**Some love stories, live forever**...

__ADS_1


... ★★★TAMAT★★★...


❤ GOLDEN WATERMEL🍉N SUGAR


__ADS_2