Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 60


__ADS_3

Keesokan harinya.


Rana duduk di depan jendela kamarnya dan melamun. Dia tidak mau keluar dari kamar ini, tidak ingin bertemu dengan Vino. Ketakutan dan trauma itu masih menyelimutinya. Semalam dia tidak berhenti menangis. Tubuhnya juga masih merasa sakit, bahkan Langkah Rana juga tidak seperti biasanya. Vino memberikannya hukuman yang sangat menyakitkan daripada kekerasan yang selama ini dirasakan oleh Rana. Hati Rana sakit sekali dengan apa yang terjadi kemarin dibandingkan saat melihat Vino berhubungan dengan Angel.


Rana menatap nyalaang ke luar jendela, dan bergumam dalam hatinya bahwa dia ingin sekali bisa keluar dari tempat ini, berharap Tuhan memberinya kemudahan agar selamanya bisa terhindar dari Vino. Di rumah ini tidak ada satu orang pun yang bersedia membantunya, mengingat semua orang disini sldah bekerja sama dengan Vino. Bahkan sikap mereka juga tidak ramah sekali kepada Rana.


Sebuah ketukan pintu mengalihkan pandangan Rana. Pintu dibuka dari luar, pelayan datang membawa sarapan untuk Rana karena Vino yang menyuruhnya bukan Rana yang meminta. "Sarapan untukmu...! Hari ini makanan akan diantar langsung ke kamarmu, karena Tuan Vino melarangmu keluar dari sini...! Tetapi untuk makan malam kau bisa ke ruang makan nanti...." Ucap pelayan itu dengan ketus.


Rana diam dan kembali menatap ke arah jendela. Pelayan itu meletakkan makanan diatas meja dan menggerutu atas sikap Rana yang dingin kepadanya. Pikirnya Rana sekarang sudah mulai berani menunjukkan sikap tidak sukanya. "Berani sekali kau mengabaikanku.... Dasar ...!" Gumam pelayan itu sambil lalu.


Pelayan itu keluar dan mengunci satu persatu kamar Rana.


"Memangnya siapa juga yang akan turun? Lebih baik aku di kamar ini...." Gerutu Rana kemudian.


Sekitar satu jam Rana duduk termenung di depan jendela. Perutnya mulai memberontak meminta diisi. Rana kemudian beranjak dan menghabiskan sepiring nasi goreng serta jus jeruk. Setelah menghabiskan sarapannya Rana terdiam. Dia sangat merindukan membuat kue, kegiatan menyenangkan yang menjadi bagian dari hidupnya. Selama disini dia kehilangan banyak sekali hal indah dalam kehidupannya, dan Rana sangat merindukan itu semua.


Sementara itu, Vino hari ini akan ke kantor. Sudah beberapa hari ini dia berada disini dan mengerjakan pekerjaannya secara virtual. Vino ada meeting penting dan dia tidak bisa untuk tidak datang. Lagipula ada penjaga dan pelayan yang akan menjaga Rana. Jika kamar Rana sudah dikunci itu artinya perempuan itu juga tidak akan bisa keluar. Dan Vino akan kembali lagi kesini malam nanti.


Rana kembali lagi duduk menatap jendela memandangi halaman belakang yang ada di bawah. Warna hijau membuat Rana merasa nyaman. Berbagai tanaman serta bunga juga ada disana dan tampak dirawat dengan baik oleh pelayan ketus itu. Berbagai mawar warna-warni juga ada, ingin sebenarnya Rana memetiknya sejak kemarin hanya saja Rana takut pelayan ketus itu melaporkannya pada Vino dan bisa terjadi masalah besar nantinya. Rana tidak mau mengambil resiko mengingat Vino adalah orang yang tidak bisa ditebak.


Rana terus memandangi ke bawah dan tampaknya terjadi kesibukan disana, beberapa laki-laki tampak berlalu-lalang. Rana tidak pernah melihatnya, itu bukan pengawal yang biasa berjaga di gerbang. Sampai akhirnya Rana melihat salah satu dari mereka membawa ember berisi cat, dari situ lah Rana menyadari bahwa mereka mungkin pekerja yang akan mengecat sesuatu di rumah ini.


Rana terus melihat ke bawah, tetapi kemudian dia mengernyit saat dibawah ada seorang laki-laki bertubuh kekar yang tidak lain adalah salah seorang penjaga di gerbang. Lelaki itu terus mengawasi jendela kamarnya. Rana tahu bahwa kaca jendela kamarnya itu adalah kaca yang jika dilihat dari luar berwarna gelap, sementara dari dalam terang. Sehingga orang dari luar tidak bisa melihat ke dalam tetapi yang ada di dalamnya bisa melihat apa yang ada diluar.


"Vino pasti sengaja menyuruh lelaki itu untuk mengawasi kamarku karena ada orang luar ada disini, dia keterlaluan sekali..." Gerutu Rana. "Memang apa yang bisa aku lakukan? Kabur? Atau meminta bantuan orang-orang itu? Kamar ini dikunci dari luar, kedap suara dan jendela ini ada tralis besi serta tidak bisa dilihat dari luar? Lalu bagaimana bisa aku meminta bantuan orang lain pergi dari sini...!" Timpalnya lagi.

__ADS_1


Semua ini sudah berlebihan pikir Rana. Dia tidak bisa dengan mudah pergi dari sini tetapi Vino tampaknya masih belum puas untuk mempersulit hidupnya. Lelaki aneh, dan sangat menyebalkan. Rana sangat menyesal bisa jatuh cinta dengan lelaki seperti itu, bahkan meletakkan pengharapannya. Menyesal dan benar-benar menyesal sekali.


★★★★


Vino keluar dari ruang meetingnya setelah bertemu dengan Kliennya dari Jerman. Vino masuk lift menuju ruangannya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum malam nanti kembali lagi ke villanya. Mengenai Angel dia masih belum bisa menghubungi perempuan itu. Setidaknya pekerjaannya hari ini bisa membuatnya lebih tenang dan tidak terus berpikir tentang Angel.


Vino keluar dari lift dan bergegas menuju ruangannya. Saat sampai di depan dia menyampaikan hasil meetingnya kepada sekretarisnya. Vino lalu membuka pintu ruangannya dan masuk.


"Surprise........!!!" Teriak Angel sambil melompat, merentangkan kedua tangannya kemudian berlari dan memeluk Vino.


Vino hanya diam dan tidak membalas pelukan Angel, tidak seperti biasanya. Wajah Vino berubah kesal ketika akhirnya dia melihat kekasihnya itu saat ini ada di depannya sementara kemarin Angel sama sekali tidak bisa dihubungi.


"Aku sangat merindukanmu....!" Gumam Angel. "Kau tidak membalas pelukanku? Kau tidak merindukanku ya? Oh aku tahu pasti karena kau sudah punya istri...!" Angel melepaskan pelukannya pada Vino.


"Kau yang sebenarnya tidak merindukanku? Kau ini sibuk apa sehingga untuk mangangkat telepon saja kau tidak bisa???" Suara Vino sedkit meninggi sebagai ungkapan kekesalannya pada Angel.


"Kita juga bisa melakukannya sekarang jika kau mau???" Ucap Angel lagi.


Vino menggelengkan kepalanya. "Tidak...! Aku harus menyelsaikan pekerjaanku dan tidak bisa meninggalkannya...!" Jawab Vino dengan suara dingin karena masih kesal sekali.


"Ya sudah selesaikan saja, seperti biasa aku akan menunggumu....!"


Vino mengangguk dan duduk di kursi kerjanya lalu mulai fokus, sementara Angel duduk di sofa dan diam-diam dia tersenyum jahat. Angel yakin bahwa Vino tidak akan pernah bisa marah terlalu lama kepadanya karena lelaki itu sangat mencintainya. Dan Angel mengeryi sekali kelemahan dari kekasihnya itu.


Waktu berlalu begitu cepat, Vino sudah menyelesaikan semua pekerjaannya kemudian mengajak Angel untum keluar. Mereka memiliki apartemen mewah yang biasa mereka kunjungi ketikaereka merasa bosan dengan suasana rumah. Dan itu pasti akan selalu berakhir dengan penyatuan yang panas. Cara mudah menaklukkan Vino adalah memberi llelaki itu kenikmatan dan Vino akan menyudahi kemarahannya dengan cepat.

__ADS_1


Sementara Angel sudah datang, Vino membatalkan niatnya untuk kembali ke Villanya, dan akan kesana besok saja. Lagipula Rana juga sudab ada yang menjaga serta mengawasi, villanya terlalu kuat untuk bisa di tembus.


★★★★


Malam tiba, selepas membaca buku, Rana kembali beranjak duduk di kursi santai yanga ada di depan jendela untuk menikmati pemandangan malam yang cantik. Rana tidak akan turun untuk makan malam dibawah bersama dengan Vino, jika pelayan datang memanggilnya, Rana akan meminta makanan itu diantar ke kamar saja.


"Tangga???" Gumam Rana setelah menemukan sebuah tangga tergeletak di bawah pohon palem yang biasa dia duduki.


"Itu pasti tangga milik para oekerja cat itu" Ujar Rana lagi.


Rana tiba-tiba saja terpikirkan sesuatu. Dia bisa memanfaatkan tangga itu untuk kabur lewat tembok penghalang rumah ini. Sebuah hal yang Rana harapkan, sedikit banyak Tangga itu pasti bisa membantunya menggapai tingginya tembok neraka ini.


"Tapi bagaimana bisa aku kabur dari rumah ini jikapintunya saja di kunci..." Gumam Rana.


Tak lama setelah itu pintu kamarnya dibuaka dari luar Pelayan datang memanggilnya untuk makan malam. Ini kesempatan yang bagus agar dia bisa keluar dari kamar ini. Yang awalnya dia enggan makan malam di ruang makan, Rana pun memutuskan untuk setuju dan berdiri kemudian mengikuti langkah pelayan itu di belakang.


Saat berada di ruang makan, ternyata Rana hanya sendirian. Vino tidak ada disana dan sayup-sayup terdengar obrolan dari kedua pelayan itu bahwa Vino akan kembali besok karena hari ini dia harus menemani Angel. Rana mengernyitkan mendengar itu, tetapi dia senang tidak harus bertemu dengan Vino.


Sambil menyuapkan makanan ke mulutnya, Rana berpikir keras agar bisa menemukan jalan untuk bisa kabur. Tetapi masalahnya adalah pelayan itu pasti akan mengunci kamarnya nanti. Rana tampak meragu dan hanya bisa pasrah saja.


Setelah menghabiskan makanannya, Ana langsung naik ke kamarnya. Rana menutup pintu dan terus bergumam dalam hati bahwa dia berharap pintu kamar ini tidak di kunci.


Hingga pukul sepuluh malam, Rana menunggu dan tidak ada tanda-tanda bahwa pintu kamarnya di kunci. Rana beranjak dan mencoba menrunkan handle pintunya, benar saja pintu itu tidak dikunci. Tetapi Rana tidak ingin senang dulu takut-takut para pelayan itu nanti bangun dan mengingat bahwa dia belum mengunci kamar ini. Rana juga masih melihat bahwa tangga itu masih tergeletak disana.


Hingga larut malam dan suasana menjadi hening. Rana masih terjaga dan kembali memastikan bahwa pintu kamarnya masih belum di kunci. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus seki untuk segera kabur dari neraka ini, meskipun meragu tetapi tidak ada salahnya mencoba. Perlahan Rana membuka handle pintu itu dan berjalan keluar. Hatinya tidak berhenti berdoa agar tidak ada yang melihatnya serta berharap Tuhan kali ini mewujudkan keinginanya untuk pergi dari tempag yang menyesakkan ini. Perlahan tetapi pasti Rana terus melangkah pelan dari kamar hingga menuruni tangga.

__ADS_1


"Oh God... Please please please help me... Kali ini saja..." Ucapan itu yang terus dirapalkan Rana dalam hatinya bagaikan sebuah mantar.


__ADS_2