
Dengan sopan Rana menyalami Papa Vitto, juga tantenya. Vitto meminta agar Rana bergabung dengannya dan Papanya duduk di sofa. Sementara Tante Vitto ingin beristirahat di kamar serta bersih-bersih diri.
"Bagaimana kabarmu Rana...???" Tanya Papa Vitto.
Rana tersenyum dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja, hanya tinggal pemulihan kakinya saja.
"Syukurlah... Om senang sekali melihat kau sudah lebih baik...! Sekali lagi om meminta maaf atas segala yang sudah terjadi padamu yang dilakukan oleh Vino, om sadari om sudah gagal mendidik Vino sehingga membiarkannya menjadi orang yang seperti ini...!"
"Tidak ada orang tua yang gagal mendidik anaknya, semua orangtua pastilah sudah melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya, semua kembali kepada mereka sendiri, mereka ingin menjadi baik atau buruk itu jalan yang mereka ambil sendiri...! Jadi Om tidak perlu meminta maaf padaku atas namanya, aku pun sudah ikhlas dengan apa yang terjadi padaku kemarin...!" Ucap Rana.
Dia bisa melihat kesedihan yang ada di mata Papa Vitto dan Vino. Jika seandainya gagal dalam mendidik anak, lalu kenapa Vitto menjadi pribadi yang baik, dan kenapa itu tidak terjadi pada Vino. Rana yakin bahwa tidak akan ada orangtua yang mendidik anaknya buruk semua orang tua pasti ingin menjadikan anaknya pribadi yang baik, tetapi ketika anaknya menjadi dewasa keputusan baik dan buruk yang mereka ambil adalah pilihan dari mereka sendiri.
Papa Vitto tersenyum. "Dari awal memang om yang bersalah, keputusan om untuk tidak menceritakan semua kebenaran itu pada Vitto ataupun Vino, padahal seharusnya hal sebesar itu tidak boleh dirahasiakan... Om saat itu berpikir bahwa ini adalah aib keluarga kamj, serta hancurnya perasaan kami selepas kami kehilangan putri semata wayang kami yaitu Vania"
Vania. Rana pernah mendengar nama itu dari Vino juga Vitto tetapi sampai detik ini, Rana tidak tahu dan sama sekali tidakengenal perempuan bernama Vania. Serta apa hubungannya Vania, dengan dirinya serta dendam Vino. "Lalu apa hubungannya semua ini denganku, Vania serta dendam Vino... Maaf om sampai saat ini saya masih belum mengerti apapun... Jika berkenan tolong jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi....???" Tanya Rana pada Papa Vitto.
Dan cerita itupun mengalir dari Papa Vitto, dimana kejadian dimulai beberapa tahun silam, saat Vania sudah duduk di bangku sekolah menengah atas dan sudah kelas 3. Vania sudah menyelesaikan ujiannya dan tinggal menunggu hasilnya saja. Dan dia dalam masa liburannya ketika itu. Suatu hari Vania pergi tanpa mengatakan kepada siapapun kemana dia akan pergi dan akan bertemu dengan siapa. Vania pergi sendiri tanpa didampingi oleh supir sehingga tidak ada seorangpun yang tahu karena dia menggunakan taksi.
Vania pergi untuk bertemu dengan seseorang disuatu tempat lalu memanggil taksi lagi untuk pulang. Dan taksi itu dikemudikan oleh seorang pria yang tidak lain adalah Ayah Rana.
Mendengar itu Rana langsung terlonjak. Dan memang Ayahnya dulu adalah supir taksi, dan dia berpikir apa ayahnya melakukan sesuatu kepada Vania atau membuat Vania kecelakaan. Sebelum berpikir lebih jauh, Rana tetap mencoba mendengarkan cerita Papa Vitto dengan seksama, begitu juga dengan Vitto sendiri yang memang ingin mendengar semuanya dari Papanya.
"Saat itu kami tidak tahu apa yang terjadi sehingga Vania bisa menggantikan posisi supir taksi itu dan Vania membawa mobil itu lalu menerobos palang pintu kereta api dan berhenti disana tepat di tengah rel kereta api, lalu kereta datang dan akhirnya terjadi kecelakaan itu yang membuat Vania terluka parah sampai akhirnya dia meninggal dunia...!"
__ADS_1
Mata Papa Vitto mulai berkaca-kaca ketika menjelas dan mengingat kejadian mengerikan itu. Tetapi tak lama airmatanya benar-benar tumpah. Kejadian mengerikan yang selalu berusaha dia lupakan tetapi dia sangat kesulitan. "Polisi datang mengabari kami tentang kejadian itu, sakit, sedih terpukul dan marah bercampur menjadi satu, dan tentu saja kami melemparkan semua kesalahan serta kelalaian itu pada Ayahmu saat itu dan meminta polisi menahannya....!" Ujar Papa Vitto lagi.
Rana terkejut sekali, dia tidak menyangka jika mendiang Papanya pernah mengalami hal itu. Dia benar-benar tidak tahu. Kapan dan bagaimana kejadiannya, dia tidak tahu. Dan sepertinya itu terjadi ketika dia berkuliah di luar kota dan Ibunya juga tidak pernah memberitahunya tentang kejadian itu. Tetapi Rana kembali berfokus pada Papa Vitto yang tampaknya masih belum selesai dengan ceritanya.
Papa Vitto kemudian melanjutkan lagi. Ayah Rana akhirnya ditahan dan dimintai leterangannya perihal apa yang terjadi. Saat itu Papa Vitto meminta agar polisi memberi hukuman kepada Ayah Rana karena sudah membiarkan putrinya menglami kecelakaan itu. Meskipun saat itu Ayah Rana sudah berkali-kali mengatakan bahwa taksinya dalam kendali Vania karena ketika itu Vania menyuruhnya untuk berhenti di sebuah minimarket dan Vania meminta tolong kepada Ayah Rana agar masuk kesana untuk membeli sesuatu. Tetapi diam-diam ketika Ayah Rana masuk ke dalam minimarket itu, justru Vania membawa pergi taksinya dan terjadilah hal mengerikan itu. Vania beserta taksi Ayah Rana tertabrak di perlintasan kereta api.
Sebagai keluarga yang berpengaruh dan memiliki segalanya, Papa Vitto masih tidak terima dengan semua penjelasan dari Ayah Rana. Dia tetap akan menuntut Ayah Rana sampai ke pengadilan. Vania saat itu dinyatakan selamat meskipun kondisinya cukup buruk. Vania dalam perawatan yang intensif dirumah sakit, dan menjalani beberapa operasi. Proses hukum dan pengumpulan bukti-bukti serta saksi tetap dilanjutkan.
Vania di operasi beberapa kali tetapi tidak membuat kondisinya membaik. Dan keluarganya saat itu berniat membawa Vania berobat ke luar negeri. Tetapi kondisi Vania justru terlihat membaik dimana Vania sudah sadar dari komanya tetapi hanya sadar, Vania tidak bisa bergerak alias mengalami kelumpuhan juga cidera parah di kepalanya sehingga dia tidak bisa merespon apapun dan hanya bisa menatap kosong ke depan atau ke atas ketika di baringkan. Semua orang sangat bersedih ketika mendengar vonis dokter bahwa apa yang dialami Vania sangat parah dan kecil harapannya untuk Vania bisa kembali seperti sedia kala. Hari berlalu, kondisi Vania tidak juga membaik, akhirnya Papa Vitto membawanya berobat ke luar negeri, dan ditengah pengibatan itu Vania akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Vania dinyatakan meninggal dunia. Sesuatu yang langsung menghancurkan seluruh keluarganya.
Mengenai perkembangan proses hukum Ayah Rana, lelaki itu masih bersikeras bahwa dia sama sekali tidak memberikan akses taksinya kepada Vania, dia memang bersalah karena membiarkan kunci mobil taksinya tertinggal di dalam tetapi apa yang dilakukan Vania sangat diluar dugaannya. Dan untuk saksi-saksi yang tahu kejadian saat itu juga semua mengatakan hal yang sama dimana mobil taksi itu berhenti cukup lama di pinggir perlintasan kereta api meskipun kendaraan lainnya belalu-lalang menyebrangi perlintasan itu. Orang mengira taksi itu mengalami kerusakan tetapi karena diposisi yang masih aman mereka tidak begitu peduli. Dan yang mengejutkan adalah ketika palang pintu perlintasan hendak di turunkan karena akan ada kereta yang melintas, taksi itu justru menyerobot masuk lalu berhenti lagi tepat di tengah perlintasan. Orang sudah berteriak agar yang berada di dalam segera keluar tetapi sampai kereta mendekat, tak seorang pun keluar dari sana. Lalu terjadilah tabrakan yang tidak bisa dihindari lagi. Semua penjelasan saksi mengindukasikan bahwa sepertinya orang yang ada di dalam taksi itu sengaja melakukan aksi bunuh diri.
Disaat seperti itulah, saja Papa Vitto merasa ada yang tidak beres dengan kejadian yang menimpa putrinya. Pasti ada alasan yang melatar belakangi kejadian itu. Vania tidak mungkin melakukan itu jika dia tidak mengalami sesuatu yang berat. Sepanjang yang keluarga ketahui Vania adalah gadis yang periang, dan tidak pernah mengalami hal berat, segala keinginannya juga tidak pernah ditolak, sehingga sangat aneh jika Vania melakukan aksi bunuh diri seperti itu. Tidak ingin berlarut-larut dan berpikir keras dengan apa yang terjadi. Papa Vitto kemudian membayar orang untuk menyelediki apa yang sebenarnya terjadi dengan Vania sebelum kejadian itu. Papa Vitto melakukan itu diam-diam tanpa mengatakan pada keluarganya, istrinya, Vitto serta Vino juga tidak tahu dengan hal itu.
Di hari kecelakaan itu, Vania ternyata pergi ke sebuah hotel dan memergoki kekasihnya itu sedang bersama selingkuhannya. Vania marah sekali dan kecewa dengan keduanya, dia merasa sangat dikhianati hingga akhirnya membuat keputusan besar bahwa dia harus mengakhiri hidupnya saja. Lalu terjadilah kejadian itu.
"Siapa orang terdekat yang menjadi selingkuhan si brengsek itu???" Tanya Vitto pada Papanya.
Papa Vitto hanya terkekeh seperti mengejek dirinya sendiri. "Kau yakin ingin tahu siapa perempuan itu???" Tanya Papanya.
Vitto menganggukkan kepalanya dan dia sangat oenasaran sekali.
"Perempuan itu adalah Mamamu....!" Jawab Papa Vitto datar.
__ADS_1
"Apa....?????" Seru Vitto dan Rana bersamaan.
"Ya, perempuan itu adalah Mamamu Vit, itulah yang menyebabkan hati Vania hancur sekali dan adikmu akhirnya memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya....!" Gumam Papa Vitto lagi.
"Bagaimana bisa????" Tanya Vitto masih enggan mempercayainya.
"Buktinya itu bisa! Laki-laki yang membawa pergi Mamamu adalah laki-laki yang sama yang sudah menghancurkan hidup adikmu, dan kita semua...! Papa saat itu enggan mempercayainya, ketika akhirnya Papa mendaptkan fakta itu, Papa sangat terluka dan Papa mencoba menanyakan itu secara langsung kepada Mamamu, tetapi kami justru bertengkar hebat, kepergian Vania sudah cukup melukai Papa, tetapi itu justru semakin bertambah ketika Papa mengetahui segalanya, Papa sakit dan lelaki itu semakin memanfaatkan keadaan itu dan mengajak Mamamu pergi bersamanya dengan membawa uang Papa yang kau sendiri tahu berapa nominalnya...!"
"Kenapa Papa menyimpan hal sebesar itu dari kami??? Kenapa Papa tidak jelaskan semuanya dari awal, mungkin aku dan Vino akan menghajar dan membunuh si brengsek itu...!" Geram Vitto.
Ternyata itu adalah laki-laki yang sama adalah penyebab dari semua ini. Rahasia sebesar itu dan Papanya menyimpan semuanya sendiri selama bertahun-tahun. Vitto tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati Papanya mengetahui semua itu.
"Papa tidak ingin membuat kau dan Vino menjadi membenci Mama kalian sendiri, Papa senang kalian berada bersama Papa selama ini, saat itu Papa terlalu hancur tetapi Papa berusaha menahan sekuat tenaga kehancuran hati Papa demi kalian berdua....! Juga Papa tidak ingin perusahaan kita menjadi ikut hancur setelah ada skandal yang dilakukan oleh Mama kalian...! Itu sebabnya Papa memilih diam dan menyimpan rapat aib keluarga kita ini, meskipun pada akhirnya itu tetap terjadi, perusahaan kita mengalami kegoyahan setelah Mama kalian pergi dengan laki-laki itu"
"Lalu setelah tahu semuanya, Papa kemudian menghentikan proses hukum Ayah Rana???" Tanya Vitto memperjelas lagi.
Papa Vitto mengangguk. "Ya, Ayah Rana tidak bersalah karena pure itu adalah kesalahan Vania...! Yang sampai saat ini Papa sesalkan adalah sikap buru-buru Vania dalam mengambil keputusan, harusnya dia mengatakan semuanya pada kita sehingga kita bisa menghindari semua itu, dan kejadian itu juga pasti menghancurkan hati dari keluarga Rana, sekarang bahkan Rana masih harus mengalami kesulitan itu padahal dia tidak bersalah sama sekali dengan hal ini... Sekali lagi Om minta maaf Rana...!"
Rana menganggukkan kepalanya. Dia memahami apa yang sedang terjadi di keluarga Vitto dan Vino. Dan kemarahan Vino selama ini kepadanya juga sudah terjawab. Vino tidak tahu kebenaran yang sebenarnya karena memang Papanya juga tidak memberitahukan sebenarnya. Vino melakukan itu pasti karena dia sangat menyayangi Vania dan perasaan sayang itu juga membutakan Vino dari kebenaran yang ada, padahal seharusnya Vino mencari tahu lebih dulu apa yang sebenarnya terjadi.
Papa Vitto kembali menitihkan airmatanya. Rahasia yang selama ini diaimpannya sendiri akhirnya terpaksa dia ungkapkan kepada Vitto, dan dia juga akan menjelaskan semua ini kepada Vino nantinya. Alasan kenapa dia juga tidak menuntut laki-laki itu atas kematian Vania juga karena dia kembali ingin menjaga nama baik keluarganya, karena jika hal itu diungkap, tentu juga akan menyeret nama istrinya dan itu semakin membuat keadaan menjadi lebih buruk lagi. Kemudian dia mengambil keputusan untuk membiarkan saja istrinya kabur dengan laki-laki itu tanpa melanjutkan lagi proses hukum, meskipun banyak fakta yang dimilikinya tentang perselingkuhan itu.
Bahkan ada satu rahasia besar lagi, siapa dalang dibalik semua itu tetapi Papa Vitto memilih untuk menyimpannya sendiri sampai nanti waktunya tiba, dan dia tidak mengatakan hal itu kepada Vitto saat ini, dimana masih ada satu orang yang menjadi penggerak laki-laki itu untuk mempermainkan dan menguras uang Vania juga Mama Vitto. Bahkan sampai saat ini orang itu masih berada dilingkup keluarganya sendiri tetapi Papa Vitto mencoba membiarkannya dan akan melihat sejauh apa orang itu bisa bertahan dengan permainannya, sebelum nantinya dia baru akan mengambil langkah tegas. Saat ini dia masih akan mencoba menunggu dan melihat apa lagi yang akan dilakukan orang itu nantinya, dan Vino juga harus tahu sendiri kebusukannya, karena akan percuma saja jika dia menjelaskan kepada putranya itu tanpa memberi bukti karena Vino tidak akan percaya. Rasanya kesabaran Papa Vitto sekarang sudah habis karena orang itu juga ikut andil dalam mempengaruhi Vino untuk menyiksa Rana. Padahal orang itu tahu sekali bahwa Rana serta Ayahnya tidak bersalah mengenai kecelakaan yang menimpa Vania, seharusnya sebagai orang yang tahu kebenarannya dia menghalangi Vino melakukan itu, tetapi dia justru mendukung dan membantu Vino. Kelicikan yang begitu luar biasa yang dilakukan seorang perempuan hanya untuk menyenangkan hatinya dan memanfaatkan cinta Vino kepadanya. Ya siapa lagi jika bukan Angel. Kekasih anaknya itu adalah dalang utama dari semua kehancuran kelarganya dimana Angel sebenarnya adalah kekasih dari laki-laki yang kabur bersama istrinya sekarang. Angel bekerja sama dengan laki-laki itu untuk mempermainkan Vania serta Mamanya dan memoroti keduanya. Sampai saat ini Papa Vitto juga tahu bahwa Angel masih berhubungan dengan laki-laki itu tanpa diketahui oleh Vino. Dia hanya akan menunggu waktu yang tepat untuk memperlihatkan betapa busuknya Angel di depan Vino, agar putranya itu bisa membuka matamya lebar-lebar dan sadar bahwa selama ini dia bersama dengan orang yang salah.
__ADS_1