Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 304


__ADS_3

Keesokan harinya....


Vitto turun dan menemui Rana yang sedang di buka membuat sarapan di dapur. Mereka saat ini berada di rumah cluster Supernova tempat dimana Rana sebelumnya tinggal. Semalam setelah menghadiri acara resepsi pernikahan Vino, mereka berdua memutuskan untuk pulang kesini, karena pakaian Rana juga kebanyakan berada disini. Mungkin dalam beberapa hari ke depan, mereka akan tinggal disini lalu kembali pulang ke rumah Vitto.


Vitto sudah memutuskan bahwa dia nerencana memperpanjang masa sewa rumah ini bahkan berniat untuk membeli nya, akan tetapi untuk membeli nya Vitto masih ingin berdiskusi dengan Rana. Vitto tahu rumah ini punya history untuk Rana, jadi dia ingin mempertahankannya agar Rana juga tidak kehilangan cerita indah di rumah ini. Vitto juga sebenarnya akan mengurus rumah Rana yang dulu di sewakan oleh Vino, karena rumah itu adalah salah satu peninggalan keluarga Rana yang pastinya juga punya history luar biasa, apalagi Rana lahir dan di besarkan disana oleh orang tua nya. Sedangkan untuk tempat usaha Rana juga sudah siap, sudah 95%. Siap untuk di launching dan di buka. Dan pembukaannya akan di lakukan setelah nanti mereka kembali dari Swiss. Karena masih ada agenda untuk honeymoon di Swiss. Bahkan Rana mengusulkan agar nanti Vitto bisa jadi brand ambasador untuk Bakery itu. Vitto tentu saja mau, dia tidak akan mungkin menolak permintaan dari perempuan yang sangat di cintai nya itu.


"Good morning my wife.... " Vitto menghampiri Rana dan memeluk istrinya itu dari belakang kemudian mencium leher Rana dengan manja.


"Good morning my husband...." Sahut Rana.


"Apa yang kau buat untuk sarapan kita????" Tanya Vitto.


"Aku hanya menemukan tepung dan telur, jadi aku membuat pancake... Sebelum pergi, aku mengosongkan kulkas, dan sekarang kita kesini tanpa membeli apapun... Hehehe... Ada madu, jadi kita akan memakan pancake nya dengan madu saja... Tidak apa-apa kan???"


"Aku tidak pernah memprotes apapun yang kau masak... Karena sejauh ini masakanmu tidak pernah tidak enak... Beruntunglah aku memiliki istri lulusan sekolah memasak.. Hehehe..."

__ADS_1


"Beruntungnya aku memiliki suami yang setiap waktu nya selalu memujiku.... " Gumam Rana.


Vitto tertawa, lalu melepaskan pelukannya dan membuka kulkas. Dan memang kulkas itu kosong, dan hanya menyusahkan beberapa buah, seperti apel dan juga telur serta tomat. Di pintu kulkas juga tidak ada minuman apapun, termasuk susu. Istrinya benar-benar mengosongkan kulkasnya. "Susu juga tidak ada ya???" Tanya Vitto.


"Tidak ada, kalaupun ada juga pasti sudah basi sayang... Kau mau aku buatkan jus apel??? Masih ada dua, bisa untuk dibuat satu gelas untukmu... Atau mungkin kau ingin kopi ataupun Teh???" Tanya Rana.


"Tidak, kau tahu kan aku tidak terbiasa meminum keduanya di pagi hari... Minum air saja... Nanti aku minum jus, kau tidak.. Lebih baik air saja..."


"Ada bubuk kokoa sisa membuat kue kemarin, aku ingin membuat cokelat hangat dengan sedikit gula... Kau mau juga???" Tanya Rana.


"Ya, boleh juga... Aku akan membuatnya untuk kita, tmberitahu saja berapa takarannya, aku akan membuatnya dan kau bisa melanjutkan mengurus pancake nya... Bagaimana???"


"Hmmm aku rasa kau ingin membuat seperti oreo milkshake yang pernah kau buatkan untukku dulu ya???" Tanya Vitto lagi dan Rana menganggukkan kepala nya. Karena sudah mengerti, Vitto pun bergegas mengambil bubuk kokoa di lemari dapur yang ada di atasnya. Dan Rana mengambil panci untuk nanti bisa diisi air oleh suami nya. Mereka berdua terlihat kompak menyiapkan sarapan, Rana dengan telaten mengarahkan Vitto untuk memasukkan takaran bubuk kakao yang akan di buat menjadi cokelat panas.


Setelah semua siap, merka menghidangkan makanan dan minumannua di atas meja makan. Lalu duduk bersebelahan. Cokelat di dalam mug mengepul karena panas, Vitto tampak mengibas-ibaskan tangannya untuk membuat cokelat panasnya sedikit dingin. Sedangkan Rana sibuk menyiapkan pancake dengan menyiramkan madu di atasnya lalu menyodorkan nya pada sangat suami.

__ADS_1


Vitto mulai memotong pancake dan menyiapkan ke mulutnya. Dan tersenyum karena rasanya sangat enak. Rana sekalipun tidak pernah gagal dalam membuat sebuah masakan, baik itu yang simple ataupun yang cukup sulit, semua terasa selalu nikmat. "Tadi Papa menelepon mu??? Kalian bicara cukup lama? Bicara tentang apa??? " Tanya Rana.


"Papa memberitahu jika kemarin ada surat yang di kirim di rumah dan itu surat panggilan dari pengadilan, sidang Angel, dan Mama nya serta Jason... Papa dan juga Vino di minta datang, dan begitu juga denganku, bahkan seperti nya Mama juga... Tadi aku sudah menghubungi rumah dan menanyakan kepada Bibi apakah ada surat yang datang dari pengadilan, dan Bibi mengatakan ada, di antar kemarin siang... Kita semua kemarin kan sibuk sejak pagi... Jadi tidak tahu jika ada surat datang.." Jawab Vitto.


"Mama mu juga???Tanya Rana lagi.


" Aku tidak tahu, tetapi seperti nya iya. . Ya mungkin Mama juga akan di tanyain tentang hubungannya dengan Jason juga apa saja yang sudah di berikan pada Jason, serta penipuan yang di lakukan Jason dan Mama mengenai penjualan aset dari perusahaan Papa dulu... Entahlah kita lihat saja nanti.."


"Lalu sidangnya kapan???"Tanya Rana lagi.


" Papa bilang, senin lusa depan....! Aku sebenarnya sudah menunggu nya, melihat trio baj*ngan itu sedang di sidang... Oh iya aku belum sempat memberitahumu ya tentang surat yang di kirim Angel... " Ucap Vitto.


"Surat yang dikirim Angel???" Rana mengernyit. "Surat apa???"


Vitto tersenyum dan menyesap perlahan cokelat panasnya. Setelah menyesaonya, Vitto meletakkannya lagi di meja dan menatap Rana. "Jadi saat aku datang ke rumah. dan hendak masuk, seseorang menghantarkan surat untuk Vino, dan aku yang memintanya dari penjaga rumah lalu membuka isi surat itu, yang di kirim oleh Angel untuk Vino..." Ujar Vitto, sambil menikmati sarapannya dia pun menceritakan mengenai surat itu kepada Rana. Bagaimana Angel meminta Vino agar tidak menikah dan Angel juga mengatakan masih mencintai Vino. Hanya saja Vino sama sekali tidak tertarik dengan surat itu, bahkN Vino tidak mau membaca nya dan meminta agar di buang saja. Karena saat ini Vino sama sekali tidak lagi mempercayai Angel, dan ingin fokus ke pernikahannya saja.

__ADS_1


Mendengar itu senyum cantik Rana mengembang di wajahnya. "Bagus dong... Artinya Vino benar-benar sangat menghormati pernikahannya dengan Arindah... Aku berharap mereka bisa bahagia dengan pernikahannya..." Gumamnya.


Vitto tersenyum masam, karena nyata nya Vini dan Arindah nantinya tidak akan satu kamar. Dan memyewa kamar di hotel sebenarnya adalah formalitas saja, dan Vino mengatakan padanya bahwa dia akan tidur di sofa nantinya setelah acara pernikahan, dan membiarkan Arindah tidur di tempat tidur hotel. Bahkan setelah pulang nanti, Vino juga akan berbeda kamar dengan Arindah. Vitto tidak tahu pernikahan seperti apa yang saat ini sedang di jalani oleh adiknya dan temannya itu. Padahal Vitto sangat berharap kedua nya bisa menjalani sebuah hubungan baru dan juga melupakan masalalu masing-masing. Vitto juga sebenarnya sudah berniat menyiapkan hadiah bulan madu untuk kedua nya di Maldives. Di villa tempatnya dengan Rana kemarin berbulan madu. Tetapi seperti nya hal itu tidak bisa terwujud dengan mudah karena Arindah dan Vino belum memulai hubungan mereka. Vitto sangat berharap hal itu tidaklah berlangsung lama sehingga kedua nya bisa segera bersatu dan menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.


__ADS_2