Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 156


__ADS_3

Vitto membawa masuk mobilnya ke garasi. "Dimana Rana???" Tanya Vitto pada Mario.


"Ada di dalam tuan!"


"Cahya? Apa dia masih disini???"


"Oh nona Cahya ke rumah yang di depan sekitar setengah jam yang lalu karena anaknya memanggilnya....!"


"Oh... Btw Barang-barang dari apartemen sudah datang kan???" Tanya Vitto lagi.


"Sudah sejak tadi!"


"Bagus, berjaga didepan, tutup garasinya, aku akan naik...! Mana flashdisk yang ku minta tadi???"


Mario memberikan flashdisk yang dipesan oleh Vitto, flashdisk itu memiliki ukuran cukup vesar, dengan harapan Vitto bisa menampung lebih banyak file didalamnya. Vitto pun berterima kasih dan memberi uang kepada Mario kemudian masuk melalui pintu yang terhubung dengan garasi, untuk menemui Rana. Vitto naik ke lantai 2 lewat tangga belakang.


Sampai di lantai 2 Vitto masuk dan mulai mencari serta memanggil Rana, mungkin Rana sedang di dapur atau sedang beberes disana. Tetapi suasana sepi dan tidak ada aktifitas apapun, mungkin Rana ada di kamar. Vitto bergegas naik ke lantai 3.


"Ran..... Rana.... Aku pulang..,!" Teriak Vitto.


Suasana masih sepi, Vitto terus memanggil Rana dan membuka kamar perempuan itu, ternyata Rana sedang tidur, meringkuk memeluk bantal. Vitto melempar senyumnya, Rana terlihat begitu lelap dan dia tidak ingin mengganggunya. Vitto kembali menutup pintu kamar Rana dan beralih ke kamarnya, dia harus mandi, berganti pakaian dan juga merapikan pakaiannya yang ada di koper, memindahkannya ke lemari, baru setelah itu memindahkan seluruh file ke flashdisk.


Lelaki itu masuk ke dalam kamarnya dan tampak kopernya berada di atas tempat tidur dalam keadaan terbuka dan sudah tidak ada apapun didalamnya. Vitto membuka lemari, ternyata seluruh pakaiannya juga beberapa barang milikmya sudah tertata rapi di dalamnya. Rana ternyata sudah membereskan semuanya. Vitto pun akan mandi lebih dulu dan mengurungkan niatnya untuk membereskan semua barang miliknya.


Sementara itu, Papa Vitto dan Vino sejak tadi merasa sangat tidak tenang. Firasatnya mengatakan bahwa sesuatu pasti telah terjadi direstoran itu hingga membuat Vitto juga berada di tempat yang sama bersamaan dengan Angel. Alasan yang diberikan Vitto pada Vino juga tidak bisa dia percayai, dia tahu Vitto pasti menyembunyikan sesuatu tentang Angel di restoran atau hotel itu. Begitu juga dengan alasan yang dikatakan oleh Angel mengenai untuk apa dia berada disana, itu seperti sebuah alasan yang mengada-ada saja. Angel pasti telah melakukan sesuatu di restoran utu dan entah siapa yang sebenarnya yang sedang dia temui. Saat ini dia tidak bisa menghubungi Vitto karena masih ada Vino di dekatnya mungkin jika namti memiliki waktu, dia pasti akan menanyakan semuanya pada putranya itu tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Papa....!!" Vino memanggil Papanya yang melamun.


"Eh apa Vin....!" Papa Vino terlonjak dan menoleh ke arah putramya yang ada disampingnya.

__ADS_1


"Papa kenapa melamun??? Apa ada sesuatu yang sedang Papa pikirkan????" Tanya Vino.


"Ah tidak apa-apa Vin....! Oh iya bagaimana dengan keberangkatan kita ke Singapura lusa???" Papa Vino pun berusaha mengalihkan pembicaraannya.


"Aman Pa, semua sudah disiapkan dan kita tinggal berangkat saja...! Eh apa Papa perlu kita menyewa pesawat supaya Papa nyaman nanti, biar aku hubungi Vitto dan dia bisa menyewa pesawat milik Aditya Sahasya....!!"


"Tidak perlu Vin, kita naik pesawat komersil saja, hanya ke Singapura saja kok, tidak jauh, lagipula tidak enak jika harus merepotkan Aditya, dia sudah sering direpotkan oleh kakakmu, dan ujung-ujungnya Aditya pasti tidak mau diberi uang nanti seperti sebelumnya...!"


Vino mengangguk. "Ya sudah kalau begitu, aku akan meminta sekretarisku membeli tiket bisnis untuk kita bertiga...!" Ujar Vino.


★★★★★


Vitto mengambil laptopnya dan membuka, serta menancapkan ponselnya untuk menyalin semua foto serta video sebelum nanti menyalinnya lagi di flashdisk. Vitto mengecek satu persatu, kemudian mengganti nama file-file itu, dan nanti akan membuat beberapa folder untuk menandai file-file itu dan memudahkan ketika ingin melihat serta mengeceknya lagi.


Semakin banyak bukti yang di dapatkannya, Vitto semakin yakin bahwa nanti setelah Vino melihat semua ini, adiknya itu akan murka dan tidak akan pernah memaafkan Angel. Lalu berakhirlah kelicikan perempuan itu. Hanya saja Vitto masih belum tahu apa sebenarnya alasan dibalik semua yang dilakukannya pada keluarga Prakarsa. Juga asal usul dari keluarga Angel yang masih belum bisa Vitto dapatkan dengan pasti informasinya, karena bisa jadi itu bisa mengungkap rahasia besar yang selama ini disimpan oleh Angel dan juga Jason. Tetapi Vitto tentu tidak akan menyerah begitu saja untuk terus melakukan penyelidikan mengenai Angel. Mengirim seseorang untuk selalu mengikuti Angel adalah salah satu caranya mencari informasi itu.


Vitto terlonjak ketika seseorang meniup belakang telinganya. Vitto menoleh menemukan Rana ada dibelakangnya. Rana membungkuk menumpukan dagunya di pundak Vitto. "Serius sekali.... Apa yang sedang kau lakukan??? Sehingga kau juga tidak membangunkanku tidur....!" Gumam Rana.


"Kenapa kau sudah pulang di jam segini....!??" Tanya Rana yang kemudian duduk di penyangga tangan yang ada di kursi putar yang di duduki Vitto.


"Tidak ada pekerjaan yang penting jadi aku pulang saja...! Tadi aku dan Ariel pergi ke hotelnya, untuk meminta rekaman cctv dsana...!"


"Rekaman cctv??? Kenapa? Ada apa???" Tanya Rana lagi.


"Anak buahku yang mengikuti Angel dan Jason, mereka ternyata tidak sengaja bertemu di hotel itu, kupikir mereka memang bertemu jadi aku kesana untuk.memastikan, ternyata benar, Jason membooking sebuah kama disana dan Angel menyusulnya hahaha... Meang kedua manusia itu benar-benar bresngs*k....!"


"Serius? Mereka berada di hotel??"


Vitto mengangguk, kemudian memperlihatkan hasil rekaman cctv yang di dapatkannya. Karena Rana duduk di sandaran tangan yang ada di kursi, membuat Vitto harus melingkarkan tangan kanannya di pinggang Rana. Keduanya pun memperhatikan rekaman itu, dan Vitto menjelaskan apa yang ada di video itu pada Rana.

__ADS_1


Vitto juga mengatakan pada Rana bahwa tadi dia bertemu juga dengan Vino dan Papanya disebuah restoran. "Setelah ini aku juga akan menunjukkan betapa terkejutnya Angel dan Jason ketika melihat kedatangan Vino dan Papa...!" Ujar Vitto.


"Vino memergoki mereka???"


Vitto menggeleng kemudian mendongak menatap Rana. "Sayangnya itu tidak terjadi, mereka panik dan Jason lari terbirit-birit untuk kabur, sebenarnya aku juga penasaran dengan apa yang diobrolkan ketika Vino memergoki Angel disana, nanti aku akan menanyakannya ada Papa jika ada kesempatan...!"


"Aku berharap semua usahamu ini berhasil, dan keluargamu terbebas dari kelicikan Angel dan Jason...! Vitto, aku ingin bertanya sesuatu padamu???"


Vitto menghentikan video dan kembali mendongak menatap Rana. "Ya, tanyakan saja...!"


"Kau begitu baik padaku selama ini, apa kau memiliki niat lain selain membantuku??? Eh maksudku apa kau melakukan ini semua karena kau murni ingin menolongku atau kau akan melakukan sesuatu padaku, sama yang seperti Vino lakukan dulu...!"


"Hmmmm kau ternyata masih meragukan kebaikanku, padahal aku sudah banyak membantumu....! Jahat sekali...!"


"Bukan begitu maksudku, aku pikir semua ini berlebihan jika hanya sekedar menolongku...."


"Benar ini memang berlebihan, seharusnya aku tidak perlu melakukan semua ini dan hanya menghabiskan waktuku saja...!" Vitto mematikan laptopnya dan menutupnya lalu beranjak dari kursi dengan wajah sedikit jengkel.


Rana juga berdiri dan menahan kepergian Vitto dengan menarik pergelangan tangan laki-laki itu. "Tunggu....!"


Vitto membalikkan badan dan manatap Rana. "Apa??? Aku lapar...!" Gerutu Vitto.


"Cahya bilang jika kau sebenarnya menyukaiku, kau mengatakan hal itu pada Aditya kan?? Apa itu benar!???" Tanya Rana. Ya, tadi Cahya sudah mengatakan segalanya kepadanya tentang Vitto. Cahya ingin Rana bisa menyadari bahwa ada sesuatu yang sampai saat ini diam-diam disembunyikan oleh Vitto. Cahya juga ingin Rana bisa memahami itu, dan mengerti dengan perasaan Vitto dehingga Rana tidak mengambil keputusan yang salah nantinya yang bisa berujung penyesalan dan mungkin malah akan melukai hati Vitto.


Vitto terperangah, dia tidak menyangka Cahya justru mengatakan itu pada Rana, padahal dia masih ingin menyimpan semua itu untuk menghindari rasa canggung antara dia dan Rana. "Aku lapar Ran.. Jangan menghalangiku...!"


"Vitto...!" Teriak Rana jengkel, tahu bahwa laki-laki itu sedang mengabaikan pertanyaannya.


Vitto mendekat ke Rana. "Kenapa jika memang aku menyukaimu???"

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu dan memastikan saja.... Tetapi jika itu benar, apa alasannya??"


"Tidak tahu....!!! Tidak semua memiliki alasan khusus untuk mencintai seseorang, cinta itu bisa mengalir begitu saja...! Sekarang kau sudah tahu bahwa aku menyukaimu, aku mencintaimu, aku akan menerima segala kekuranganmu, segalanya, lalu apa jawabanmu???" Tanya Vitto seraya memegang kedua bahu Rana dan menatap perempuan itu dalam-dalam.


__ADS_2