Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 39


__ADS_3

3 hari kemudian....


Vitto mendatangi rumah Vino ketika malam hari, saat masuk tidak banyak aktifitas disana dan rumah itu terlihat sepi. Vitto memanggil seorang pelayan yang baru saja turun dari tangga. Pelayan itu langsung mengeluarkan keringat dingin dan menekan ludahnya ketika Vitto memanggilnya, dimana dia takut salah bicara perihal Vino karena tahu bahwa Vitto pasti akan menanyainya tentang Vino. Pelayan itu harus bisa menjaga ucapannya jangan sampai membongkar apa yang terjadi beberapa hari yang lalu di rumah ini dimana Vino sedang melangsungkan pernikahan. Karena lelaki itu sudah mewanti-wanti semua orang agar tidak mengatakan apapun mengenai hal itu kepada orang luar termasuk Vitto.


"Kemana Vino? Apa dia belum kembali dati kantor???" Tanya Vitto pada pelayan itu. Mengingat rumah sepi, salah satu mobil Vino juga tidak ada di garasi, menandakan bahwa Vino sepertinya pergi keluar.


"Tuan Vino sedang pergi!"


"Pergi kemana???" Tanya Vitto lagi.


"Beberapa hari yang lalu Tuan Vino pergi membawa koper bersama dengan nona Angel, katanya mau pergi liburan ke luar pulau" Jawab Pelayan itu. Memang untuk hal yang satu itu dia tidak berbohong, karena Vino sendiri yang bilang bahwa dia akan pergi liburan bersama Angel, tak lama setelah membawa Rana pergi dari rumah ini.


"Kapan akan kembali???"


Pelayan itu menggelengkan kepalanya. Vitto akhinya mengerti bahwa tidak ada gunanya juga terlalu banyak bertanya pada pelayan, karena mereka pasti tidak akan tahu banyak hal tentang kegiatan Vino. Vitto kemudian menyuruh pelayan itu untuk membuatkannya kopi dan menganya ke kamar. Vitto kemudian naik ke lantai 2 dan langsung menuju kamarnya.


Ditempat lain, Vino dan Angel baru saja menyelesaikan sesi percintaan mereka sebelum tidur. saat ini mereka sedang menikmati liburan di sebuah kapal pesiar di salah satu pulau yang ada di negaea ini, dikatakan orang bahwa pulau ini adalah surga yang ada di bumi. Ya, Angel dan Vino sudah menghabiskan liburan mereka selama 3 hari disini. Dan sudah tentu selama itu pula Vino membiarkan dan melupakan Rana yang sedang dia kunci di villa nya. Vino benar-benar tidak peduli sama sekali, dan dia justru berbahagia menikmati liburannya bersama dengan Angel.


Sementara itu Rana terus menangis meratapi keadaannya yang menyesakkan ini. Setiap detik setiap waktu dia selalu menunggu kedatangan Vino yang tidak kunjung datang. Dan dia sudah terkunci didalam kamar ini selama 4hari. Rana sudah seperti tawanan, setiap hari pelayan datang mengantar makanan untuknya tetapi mereka selalu bersikap tidak pedulu ketika Rana meminta untuk membukakan pintu kamar itu karena dia merasa bosan sekali. Rana juga meminta kepada pelayan itu agar bersedia membantunya menghubungi Vino, tetapi sayangnya usaha dan permintaan Rana itu sama sekali tidak di gubris dan dia abaikan begitu saja.


Sebagai bentuk penolakannya, selama seharian ini Rana tidak menyentuh sama sekali makanan yang diantarkan oleh pelayan.


Saat Vino dna Angel saling berpelukan dan mata mereka mulai terpejam. Ponsel Vino tiba-tiba saja berdering. Vino mendengus kesal dan dilihatnya ponsel itu ternyata berasal dari pelayan yang dia tugaskan menjaga Rana. "Ya ada apa???" Jawab Vini dengan ketus.


"Maaf tuan mengganggu waktu istuirahat anda, saya hanya ingin memberitahu bahwa sudah sejak pagi, Rana tidak memakan makanan yang saya antar, bahkan tidak disentuh sama sekali, saya hingung apa yang harus saya lakukan???" Tanya Pelayan itu dengan gusar.


"Lalu bagaimana dengannya? Apa dia pinsang atau da mengatakan sesuatu padamu???"


"Tidak tuan, dia tidak mengatakan apapun dan tidak ada suara apapun di dalam kamar itu, saya takut dia pingsan atau terjadi sesuatu dengannya tuan...!"

__ADS_1


Mendengar itu Vino langsung mengernyit. "Oke, besok kau coba lagi panggil dia, aku akan kembali besok..!" Vino kemudian menutup teleponnya dengan kesal.


Angel yang melihat itu langsung menanyakan keoada Vino apa yang terjadi sehingga Vino bisa sekesal itu.


"Si bodoh itu sudah seharian menolak makan, besok kita harus kembali, aku takut dia akan mati kelaparan padahal pembalasan kita belum selesai, aku tidak bisa membiarkan mati dalam keadaan seperti itu, tidak lucu juga jika dia mati sekarang, kita belum memberinya hukuman"


"Baiklah, memang kita hatus segera pulang...! Lalu bagaimana dengan Bakery miliknya???" Tanya Angel.


"Tunggu saja, beberapa hari lagi kita akan membereskannya...!" Vino kemudian berbaring dan kembali memeluk Angel lalu mereka tidur.


***


Rana berbaring dengan mata nyalang menatap langit-langit kamar itu. Airmata Rana tidak berhenti mengalir sejak tadi.


Perasaan Rana bercampur aduk, sedih, kecewa, bingung dan tidak mengerti sama sekali dengan apa yang terjadi dengan dirinya dan juga Vino. Rana juga tidak tahu kemana perginya Vino sejak beberapa hari yang lalu, dan kenapa Vino membiarkannya berada di tempat ini. Ribuan pertanyaan itu selalu menggelayuti pikiran Rana, tetapi dia tidakenemukan jawabannya sama sekali.


Selain itu, Rana juga semakin sesak ketika memikirman tempat usahanya. Ini sudah berhari-hari dan dia tidak tahu bagaimana keadaan tempat usahanya itu sekarang, mengingat seluruh proses pembuatan dari aneka roti dan kue selalu dia sendiri yang turun tangan menanganinya, sementara pegaiwanya hanya membantunya saja. Sudah pasti mereka tidak begitu mengerti dengan takaran serta perbandingan untuk membuat adonan kue.


Rana memiringkan tubuhnya, menarik selimut dan terus terisak. Isakkannya terdengar begitu pilu meratapi keadaannya saat ini. Dan Rana pun tertidur setelah menangis cukup lama. Ini sudah berlangsung beberapa hari ini setiap malam.


★★★★


Keesokan harinya, Vino dan Angel sudah sampai di airport. Mereka melakukan penerbangan pagi dan sudah sampai ketika siang. Vino langsung menuju Area parkir dan mengambil mobilnya dan akan mengantar Angel pulang sebelum nanti dia menemui Rana. Sebenarnya rencana awal mereka berdua akan menikmati liburannya sekitar satu minggu, dan akan berkeliling ke berbagai tempat wisata selain naik kapal pesiar. Sayangnya keadaan Rana membuat Vino khawatir. Vino takut jika Rana terus seperti itu, Rana akan mati sia-sia padahal dia belum membalaskan dendamnya. Bagi Vino ini baru awal dan belum sepenuhnya, karena setelah ini semuanya akan dimulai.


Akhirnya setelah mengantar Angel pulang, Vino langsung mengarahkan mobilnya ke arah villanya tempat dimana Rana berada. Ingin sekali rasanya Vino mampir ke rumahnya lebih dulu tetapi dia membatalkan niatnya itu dan harus memberi Rana pelajaran lebih dulu karena perempuan itu menolak untuk makan.


Setelah perjalanan yang cukup lama, Vino akhirnya masuk ke halaman Villanya. Penjaga diluar langsung membuka gerbang membiarkan Vino masuk. Vino turun dari mobil dan lekas berjalan memasuki villanya. Soerang pelayan berlari tergopoh menyambut Vino.


"Bagaimana dia??" Tanya Vino dengan cepat.

__ADS_1


"Dia masih menolaknya tuan, tadi pagi sarapannya juga tidak disentuh sama sekali, ini juga saya baru saja mengabtar makan siang untuknya...!" Jawab pelayan itu.


"Oke aku akan mengurusnya, sekarang ambil koperku yang ada di bagasi, aku akan menemuinya...!"


Vino kemudian naik ke lantai dua menunu kamar Rana. Dia kemudian mengambil kunci dan membuka pintunya.


Melihat ada gerakan pintu terbuka, Rana yang sedang duduk diatas tempat tidurpun langsung mompat dari sana ketika akhirnya menemukan Vino ada disana. Vino membuka pintu besi dan berjalan pelan mendekati Rana, sementara Rana langsung berlari dan memeluk Vino. Rana langsung menangis dan memeluk Vino dengan erat.


"Kau pergi kemana saja? Kenapa meninggalkanku disini sendirian Vino.... Kau kemana? Kenapa tixak memberitahuku...!!??" Tanya Rana.


Sedetik kemudian Vino melepaskan pelukan Rana dengan kasar dan mendorong Rana keras hingga terjatuh di lantai. Rana kembali terkejut atas sikap kasar Vino padanya. Rana menatap Vino dengan bingung sementara Vino memandanginya dengan mata yang melotot penuh kemarahan.


"Jangan sekali-kali kau coba berani menyentuhku...!" Teriak Vino dengan marah. "Jangan juga membuatku marah, kenapa kau tidak memakan makananmu sejak kemarin??? Kenapa....!? Apa kau tidak tahu bahwa diluar sana banyak sekali orang yang tidak bisa menikmati makanan karena mereka susah..! Tetapi kau sudah diberikan makanan dan kau justru tidak memakannya, apa kau tidak pernah bersyukur? Dasar perempuan bodoh....!" Vino berteriak lagi.


Rana semakin bingung, dan dia takut melihat tatapan penuh kemarahan dari suaminya. "Vino...! Kau kenapa??? Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya... Kau kenapa mengatai ku seperti itu???" Tanya Rana.


"Sejak lama aku sudah ingin sekali mengumpatmu dan aku benar-benar muak sekali kepadamu dan sikapmu yang kekanak-kanakan itu!" Vino melirik ke arah makanan yang ada di bawah lubang itu, kemudian berjalan dan mengambilnya.


Vino membawa nampan itu, dimana disana ada segelas air, sepiring nasi beserta lauk juga semangkuk sup yang masih mengeluarkan asap menandakan bahwa sup itu baru selesai dimasak. Vino duduk berjongkok tepat di depan Rana. "Kau tidak menciumnya? Bau masakan ini sangat harus dan rasanya juga pasti lezat, lalu kenapa kau menolakknya???" Tanya Vino, kali ini suaranya melembut. "Kenapa sayang kau menolak untuk makan???" Ucap Vino lagi.


Sambil terbata Rana pun menjawab. "Aku bingung karena kau tidak kunjung kembali, dan aku juga bingung kenapa kau mengunciku? Padahal jika kau pergi dan ada urusan penting harusnya kau tidak perlu mengunciku....!"


Vino tersenyum. "Oh jadi kau bingung karena aku menguncimu? Bagaimana lagi, aku lupa kalau kau terkunci disini....! Makanan ini enak, kau mau aku menyuapimu???" Tanya Vino masih dengan suara lembut.


Rana diam. Dia bingung sekali, tadi Vino begitu meledak-ledak dan sekarang Vino melembut seperti biasanya lagi. Rana bingung harus menjawab apa, tapi jujur dia sangat ketakutan dengan amarah dari Vino. Rana akhirnya mengangguk dan menyetujui untuk makan karena sebenarnya dia memang lapar.


Vino kembali tersenyum kearah Rana. "Jadi kau sudah mau makan dan dengan senang hati akau akan menyuapimu" Ujar Vino.


Lelaki itu kemudian meletakkan nampan itu dilantai kemudian mengangkat mangkuk sup yang masih panas itu. Dan tiba-tiba saja Vino langsung melempar sup itu tepat di wajah Rana. Seketika itu Rana berteriak kepanasan, dan Vino justru tertawa.

__ADS_1


"aaaarggghhhh panas...... panas....!" Teriak Rana.


__ADS_2