Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 27


__ADS_3

Vino masih memeluk Rana, tetapi diam-diam dia tersenyum menyeringai. Rencananya dan Angel berhasil. Vino sudah menduga bahwa Rana pasti akan menerimanya. Setelah berhasil menikahi Rana, Vino akan membawa perempuan itu ke rumah yang sudah dia persiapkan sebelum, bukan mengajak Rana pulang ke rumah keluarganya. Rumah itu di desain khusus dan jauh dari pemukiman warga. Rumah itu sebenarnya rumah milik keluarganya yang dulu biasa digunakan untuk berlibur ketika sedang merasa penat. Bukan rumah tetapi lebuh tepatnya adalah villa, yang sudah lama tidak digunakan mengingat saat ini keluarga Vino sudah porak poranda tidak lagi seperti dulu lagi. Dan Villa itu terletak jauh dari hiruk pikuk kota besar. Tentu Vino sudah merombak bagian depan, belakang, kanan dan kiri dengan membuat tembok tinggi yang mengelilinginya.


Ditengah mereka berdua sedang berpelukan, terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah Rana. Vino pun melepaskan pelukannya pada Rana, dan Rana mengajak Vino ke depan. Rana membuka pintu dan Jeany ada disana. Rana terkejut dan langsung memeluk sahabatnya itu.


Jeany terbelalak ketika melihat siapa yang ada di belakang Rana. Vino melempar senyum mengejek pada Jeany, tetapi dengan cepat dia mencoba ramah dan menyapa Jeany. Vino ternyata satu langkah lebih cepat dari Jeany, dia sudah berusaha berangkat dari dumah pagi-pagi agar bisa berbicara dengan Rana sebelum Rana bertemu dengan Vino tetapi ternyata Vino sudah berada disini lebih dulu. Jeany mengernyit dalam hati, dia juga tidak menjawab sapaan Vino.


"Masuk Jean... Kamu sudah sarapan??? Sarapan bareng yuk?" Ajak Rana.


"Tidak usah Na...! Aku datang hanya ingin berbicara padamu saja...!" Ujar Jeany.


"Masuklah... Kita bicara didalam...!"


Jeany masuk bersama dengan Rana, sementara Vino berada di belakang mereka. Jeany sudah membulatkan tekadnya untuk mengatakan semua pada Rana hari ini, dia tidak peduli jika disini ada Vino. Jeany sangat tahu bahwa Vino datang kesini pasti sudah bersiap untuk menghentikannya berbicara dengan Rana. Lelaki itu pasti sudah menyiapkan jawaban atas semua yang aka dia katakan hari ini pada Rana.


"Sarapan dulu yuk, ngobrolnya nanti....! Kebetulan aku dan Vino juga sedang sarapan bersama, mumpung masih hangat....!" Pinta Rana lagi pada Jeany.


"Tidak perlu Na...!" Tolak Jeany.


"Ayolah Jean... Aku juga belum sarapan nie, baru matang soalnya...!"


Mendengar itu, Jeany pun mengikuti Rana ke dapur, bersama dengan Vino. Lelaki itu terlihat biasa saja dan tidak merasa gugup atau takut dengan kedatangan Jeany. Karena Vino sudah tahu apa yang harus diperbuatnya hari ini.


Jeany meletakkan tasnya di kursi makan.


"Jean...! Aku membuat Stuffed Baguette, kesukaan kita.. Oh iya kau mau minum apa? biar aku buatkan...!???" Tanya Rana.

__ADS_1


"Tidak perlu Na, aku akan membuatnya sendiri...!" Jeany berdiri dan menghampiri Rana yang sedang berada di depan meja dapur. Jeany membiat minumannya sendiri seperti biasanya.


Vino hendak duduk lagi di kursi yang tadi, tetapi dia melihat kedua perempuan itu sedang sibuk. Vino tersenyum, kemudian dia merogoh sakunya, mengambil sesuatu disana dan memasukkannya ke dalam tas Jeany. Setelahnya Vino langsung duduk.


"Oh iya Jean, aku dan Vino akan segera menikah...! Dalam waktu dekat, iya kan???" Rana mengarahkan pandangannya ke arah Vino.


"Iya...!" Jawab Vino singkat.


"Menikah? Dalam waktu dekat???" Seru Jeany, dan dia langsung menatap Rana lalu berganti menatap Vino dengan tajam.


"Iya Jean...! Kau terkejut ya? Vino tadi baru saja mengatakannya padaku...!"


"Vino....!!!!" Teriak Jeany dengan suara keras, Jeany juga menggebrak meja dengan keras membuat Vino dan Rana terlonjak karena terkejut.


"Hentikan semua sandiwara ini Vino....! Stop....! Apa sebenarnya yang kau inginkan dari Rana? Rencana apa yang sedang ada di otakmu itu...??? Apa tujuanmu.... Kesalahan apa yang sudah dilakukan Rana sehingga kau membohonginya selama ini???" Jeany kembaki berteriak dan kali ini wajahnya benar-benar terlihat marah terhadap Vino.


"Iya Jean... Kenapa? Ada apa denganmu???" Kali ini Vino berpura-pura seperri orang yang bingung.


"Diamlah Vino....! Hentikan sandiwaramu itu....! Kau benar-benar pembohong besar...!" Seru Jeany lagi, kemudian dia menoleh ke arah Rana yang menatapnya bingung.


"Rana.... Jangan kau menikah dengannya, dia itu pembohong besar Na...! Perempuan yang dia katakan sebagai sepupunya itu ternyata adalah kekasihnya, aku tidak tahu apa alasan mereka membohongimu,, yang jelas mereka sudah mempermainkan dirimu...!"


"Mempermainkanku?? Apa sih Jean?? Aku tidak mengerti sama sekali....!"


Jeany dengan penuh kemarahan pun menjelaskan semuanya pada Rana, bahwa beberapa hari terakhir ini dia mencari tahu tentang siapa itu Vino. Jeany juga menjelaskan bahwa dia kemarin mengawasi Vino dan Veronica. Mereka sedang melakukan pemotretan bersama. Karena penasaran dia pun berusaha mencari tahu ke kesana dan dia menemukan foto keduanya setelah pemotretan layaknya sepasang kekasih. Dan dia juga sempat mengambil gambar dari foto itu, sayangnya dia ketahuan oleh Veronica dan ponselnya diambil oleh Vino untuk melenyapkan gambar itu.

__ADS_1


"Apa....????!!??" Rana kembali dibuat terkejut atas ucapan Jeany.


"Iya Na....! Mereka berdua itu sepasang kekasih, aku tidak tahu tujuan mereka apa melakukan ini padamu, tetapi itulah kenyataannya, Vino mengambil ponselku dengan paksa semalam, please Na, kau jangan mengambil resiko besar dengan menikahinya...! Batalkan saja pertunangan kalian... Aku tidak mau kau kenapa-kenapa...!"Ujar Jeany.


Rana menatap Vino. "Apa benar yang diucapkan oleh Jeany utu???" Tanyanya dengan suara bergetar.


"Tidak sayang....! Aku sedang berada diluar kota kemarin, diluar pulau, jadi bagaimana aku bisa bertemu dengan Jeany dan merebut ponselnya??? Aku sendiri juga tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya semalam....!" Vino kemudian menatap bingung Jeany. "Whats wrong Jean??? Kenapa kau mengatakan hal ini padaku? Kenapa kau menfitnahku??? Semalam.aku tidak bertemu denganmu, lalu bagaimana bisa aku mengambil ponselmu???" Tanya Vino pada Jeany.


"Jangan memasang wajah polos seperti itu, dan berhentilah berbohong Vino....! Kau ini kepar*t, bajing*n... Kau sangat busum Vino......!!!"


"Terserah kau saja...!"Vino memalingkan wajahnya dari Jeany kemudian dia berjalan pelan mendekati Rana.


"Rana sayang...! Aku akan menerima semua ucapan Jeany itu, tapi asal kau tahu bahwa semalan aku sama sekali tidak bertemu Jeany, apalagi mengambil ponselnya, dia yang justru semalam menggodaku dan menjelek-jelekkan dirimu....!"Ujar Vino kemudiam, dan ini adalah waktu yang tepat sekali untuk menghancurkan persahabatan Rana dan Jeany.


Kali ini Rana dan Jeany juga dibuat terbelalak dengan apa yang dikatakan Vino baru saja. Sementara itu Vino langsung menjelaskan semuanya kepada Rana, bahwa semalam Jeany mengatakan perasaannya kepadanya lalu dia tentu saja menolaknya karena dia sudah memiliki Rana. Tetapi setelah mendengar itu, Jeany merasa seperti tidak terima dan banyak sekali mengatakan hal buruk tentang Rana kepada Vino.


Rana tentu saja langsung terkejut, begitu juga dengan Jeany. Dia tidak menyangka sekalk Vino bisa mengatakan hal itu tentangnya, padahal dia sama sekali tidak pernah memiliki perasaan apapun kepada lelaki itu.


Melihat kebingungan Rana, Vino kemudian mengambil ponselnya dan menunjukkannya pada Rana. Vino menunjukkan sebah Chat kepada Rana, dan chat itu berisi tentang berbagai makian dan kata-kata kasar tentang Rana, bahkan isi dari nama hewan juga ada disana. Sedangkan chat paling atas adalah sebuah keinginan dari pengirim chat kepada Vino tentang ajakan untuk menjalin hubungan dan menyelingkuhi Rana.


Vino kemudian menunjukkan profil dari pengirim itu, dan Rana bisa melihat bahwa nomor ponsel itu adalah ponsel Jeany. Melihat itu, wajah Rana terlihat sedih bercampur kekecewaan.


"Bohong Rana.... Aku sama sekali tidak melakukan hal serendah itu padamu, aku hanya ingin membantumu dia memnfitnahku Rana, dia pasti menggunakan ponselku untuk melakukan itu...!" Jeany berusaha membela diri.


"Sayang, jika kau tidak percaya, kau bisa menghubungi ponsel Jeany sekarang? Kau bisa tahu apakah aku merebut ponselnya atau dia yang sudah berusaha memfitnahku untuk memisahkan kita...!" Vino mencoba mengusulkan untuk membicarakan mengenai hal itu.

__ADS_1


Rana bingung harus mempercayai siapa, tetapi Chat itu sudah jelas berasal dari nomor ponsel Jeany. Dari gaya tulisan juga itu seperti gaya Jeany. Daripada haris bingung, Rana pun mengambil ponselnya dan menghubjngi Jeany. Benar saja deringan pertama terdengar, dan ada suara hp disekitar mereka bertiga. Rana mencoba mencari sumber suara, dan ternyata oonsel itu berasal dari dalam tas Jeany.


__ADS_2