
Jeany langsung membungkuk dan bergegas mengambil ponselnya yang jatuh dilantai. Angel mendekatinya dan bisa melihat bahwa kamera ponsel Jeany menyala. Angel juga melihat di layar laptop Edward bahwa ada fotonya dan Vino disana. Angel langsung tahu bahwa Jeany tadi sepertinya mengambil foto itu.
"Apa yang kau lakukan Jean!!!???" Tanya Angel.
Jeany tersenyum. "Tidak ada...! Aku hanya melihat foto ini saja, lalu tadi apa kau bilang, ponsel kekasihmu tertinggal? Oh jadi Vino itu kekasihmu??? Jadi benar dugaanku bahwa kalian adalah sepasang kekasih, tidak ada rugunya seharian ini aku membuntuti kalian, dan hasilnya begitu luar biasa. Kalian ternyata sudah membohongi Rana....! Aku bingung kenapa kalian harus melakukan itu? Untuk apa kalian membohongi Rana? Memangnya apa kesalahan Rana???" Jeany bertanya balik.
Angel menatap Jeany penuh dengan kemarahan. "Bukan urusanmu, hapus foto itu atau kau akan menerima akibat yang buruk...!"
"Kenapa aku harus menghapusnya, ini ponselku, dan aku akan menunjukkan semua itu pada Rana, bahwa kalian bersekongkol entah untuk tujuan apa....!" Jeany hendak pergi meninggalkan Angel tapi Angel berusaha merebut ponsel Jeany, tetapi sayangnya Jeany berhasil kabur.
Angel lekas meraih ponsel Vino yang ada di meja Edward dan langsung menghubungi ponselnya yang ada di dalam mobil bersama dengan Vino yang menunggunya.
Vino menunggu Angel di mobil yang sedang mengambilkan ponselnya yang tertinggal. Tiba-tiba terdengar suara ponsel kekasihnya itu berbunyi. Vino membuka tas Angel dan mengernyit menemukan namanya ada disana. Vino pun mengangkatnya. "Yes Baby.... Ada apa???" Tanya Vino.
"Jeany, dia kabur, halangi dia dan ambil ponselnya..." Seru Angel panik.
"Jeany?? Untuk apa aku mengambil ponselnya???" Vino terlihat bingung.
"Jangan banyak bertanya, ambil saja ponselnya, dia sekarang keluar...!"
"Oke oke...!" Vino bergegas keluar dari mobil dan bersiap untuk menghalau Jeany.
Sementara itu, Angel berpapasan dengan Edward. Angel memandang Edward penuh dengan kemarahan, dia merasa sangat kecewa sekali karena Edward sudah lali sekali dan membiarkan orang lain masuk ke dalam ruangannya dan orang itu bebas melakukan apa saja di dalam. Padahal seharusnya privasi klien harus dijaga dengan baik.
__ADS_1
"Angel??? Kau kembali lagi? Apa ada yang bisa ku bantu lagi???" Tanya Edward yang masih belum tahu tentang apa yang terjadi.
"Ed....! Aku sangat kecewa padamu, dan saat ini aku tidak ada waktu untuk berbicara, besok kau akan menerima kelalaianmu hari ini....!" Angel kemudian pergi begitu saja meninggalkan Edward yang bingung.
Masih bingung dengan apa yang terjadi, Edward masuk ke ruangannya dan menemukan ruangannya kosong. Jeany tidak ada disana. Edward semakin bingung, Jeany pergi begitu saja tanpa berpamitan padanya.
Sementara Vino sudah berada di luar mobilnya, dan bersiap menunggu Jeany. Walaupun masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi, Vino tetap mengikuti perintah yang diberikan oleh Angel. Vino berdiri tepat di depan pintu kantor Edward dengan bertopi dan bermasker.
Tidak lama, Jeany keluar dengan setengah berlari. Jeany melihat ke belakang ke arah Angel dan tiba-tiba dia tersandung sesuatu, membuatnya langsung terjatuh dan berguling menuruni anak tangga yang ada di depan kantor itu. Ada sekitar 7 anak tangga disana. Jeany berteriak dan meringis kesakitan karena wajahnya langsung menghadap ke tanah.
Vino ternyata yang menjegal Jeany, membuat perempuan itu tengkurap di tanah. Vino melangkah pelan mendekati Jeany, sekaligus mencari dimana ponsel Jeany. Vino tersenyum dan langsung meraih ponsel yang ada di genggaman Jeany. Perempuan itu terlalu fokus dengan rasa sakitnya sehingga pegangannya pada ponselnya tidak terlalu kuat.
Ketika Vino sudah mengambil ponselnya, Jeany langsung sadar. "Kau....!!!!" Jeany mencoba berdiri. "Kembalikan ponselku....!" Pinta Jeany lagi sambil meringis, dan hidungnya mengeluarkan darah karena terbentur anak tangga.
Jeany beberapa kali menjinjit berusaha mengambil ponselnya tetapi Vino justru mempermainkannya. Sementara Jeany masih merasa sangat kesakitan sekali.
Security yang berjaga di dalam hendak keluar untuk membantu Jeany, tetapi langsung dihadang oleh Angel. Dan security itu diancam oleh Angel agar tidak ikut campur urusan mereka, karena Jeany telah mencuri ponsel miliknya yang tertinggal di dalam. Dan dia dan kekasihnya yang akan mengurusnya. Security itupun membatalkan niatnya, karena tingkah Jeany juga terlihat mencurigakan ketika keluar yaitu berlari dan menengok ke belakang seolah berusaha menghindari orang.
Jeany kemudian keluar dan menghampiri Vino. "Kau sudah ambil ponselnya???" Tanya Angel.
"Sudah...! Memang apa yang dia lakukan dengan ponsel ini???" Vino balik bertanya.
"Dia mencuri sesuatu yang seharusnya tidak boleh dia lakukan, lau benar bahwa dia cukup cerdik, seharian ini dia ternyata membuntuti kita....! Ayo pergi..!" Angel meraih pergelangan tangan Vino.
__ADS_1
"Kalian berdua... Apa yang sebenarnya kalian rencanakan??? Kenapa kalian membohongi Rana???"
Angel tersenyum. "Aku bilang bukan urusanmu...!"
"Aku tidak akan diam...Aku akan memberitahu Rana segalanya.. Dasar pembohong...!" Ujar Jeany dengan penuh kemarahan.
Angel dan Vino tidak memperdulikan ucapan Jeany. Mereka masuk ke dalam mobil bersama dengan ponsel Jeany. Mobil Vino perlahan mulai meninggalkan kantor Edward. Vino pun mulai bertanya pada Angel apa yang sebenarnya terjadi.
Sambil memegang ponsel Jeany dan melihat galerinya, Angel pun menjelaskan semuanya. Bahwa Jeany berada di rungan Edward dan membuka laptop Edward, kemudian melihat hasil pemotretan mereka. Dan Jeany memotret itu di ponselnya, itu sebabnya dia meminta agar Vino mengambil ponsel milik Jeany.
"Siall..... Bagaimana bisa dia berada di ruangan Edward...???"
"Aku tidak tahu.... Aku akan meminta penjelasan Edward nanti... Sekarang yang terpenting adalah, kita harus bisa menghalau Jeany untuk mengatakan semuanya pada Rana....! Dia sangat berbahaya dan akan merusak semua rencana kita....." Ujar Angel dengan kesal.
"Apa yang harus kita lakukan???" Tanya Vino gusar.
"Satu-satunya cara adalah memberi pelajaran pada Jeany, dia harus diberitahu siapa kita sebenarnya, dan yang sekarang harus kita pikirkan juga adalah Rana, bagaimana kalau kita buat mereka terpecah, dan persahabatannya hancur saja...!"
"Bagaimana caranya? Mereka bersahabat sudah cukup lama...!"
Angel tersenyum. "Aku tahu caranya... Sekarang kita harus memberi pelajaran Jeany lebih dulu..!"
Angel kemudian menjelaskan rencana apa yang harus dia lakukan dengan Vino untuk mencelakai Jeany. Vino tersenyum menyetujui usulan Angel. Jeany memang harus diberi pelajaran yang setimpal agar dia tidak berbuat sesuka hatinya. Dan ini harus segera dilakukan, sebelum Jeany membuma mulutnya pada Rana dan menghancurkan semuanya.
__ADS_1
Vino meminta ponselnya pada Angel kemudian menghubungi seseorang. "Hallo... Aku punya tugas besar untukmu, jika kau bisa melakukannya dengan baik, aku akan membayarmu 25juta...!" Ucap Vino pada orang yang ada di ujung telepon dan menjelaskan tugas yang harus dilakukan oleh orang itu.